Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 118 : Semesta Pedang


__ADS_3

Lin Chen memutuskan untuk tinggal sebentar di Ruang Dimensi, mengistirahatkan tubuhnya yang kelelahan karena pertarungan yang membuatnya terbunuh berkali-kali. Bahkan rasa sakitnya juga belum menghilang, yang kebanyakan rasa sakit ini berasal dari serangannya sendiri.


"Ayah."


Lin Chen menundukkan kepalanya melihat Lin Qiao Jianying yang duduk di atas pangkuannya, dan bersandar di dadanya. "Ada apa?"


Keluarganya sedang bersantai di perbukitan, menikmati hamparan bunga yang sudah memasuki masa mekarnya.


"Kira-kira, kapan Bibi Ying selesai?"


Lin Chen mengusap kepala Lin Qiao Jianying seraya menatapnya. "Apakah Jian'er merindukan Bibi Ying? Dia baru datang seminggu yang lalu dan langsung berlatih. Mungkin baru selesai setelah dua sampai tiga tahun."


Mendengar itu, Lin Qiao Jianying tertunduk seraya menghela napas panjang. Ia ingin sekali bermain dengan Xue Ying, tapi tidak berbuat apa-apa karena masih berlatih.


Lin Chen sendiri tidak ingin meminta Xue Ying mengirimkan lebih banyak klon lain, karena dengan Ranah Xue Ying saat ini, masih terlalu membebankan diri untuk mengirim klon lebih banyak di ruang dan waktu yang berbeda.


[Ranah : God Realm tahap Awal (56.250 Sektiliun/100.250 Sektiliun)]


Ketika mengecek statusnya, Lin Chen hanya fokus pada perolehan Point Pengalaman yang ia dapatkan. Ia menerima sedikit sekali pendapatan dari membunuh God Realm. God Realm tahap Awal mendapatkan 5000 Sektiliun Point Pengalaman, dan tahap Menengah mendapatkan 10.000.


Lin Chen sendiri tidak menduga dengan kenaikan jumlah Point Pengalaman yang dibutuhkan, yang mana hampir sepuluh kalinya saat hendak menembus God Realm.


Apakah saat menembus God Realm tahap Akhir, aku harus mengumpulkan sepuluh kalinya? Lalu saat tahap Puncak, sepuluh kalinya lagi?


Lin Qiao Jianying mengubah posisi duduknya untuk saling memandang satu sama lain dengan Lin Chen. "Ayah, sampai kapan kita tinggal di sini? Memang di sini bisa berlatih lebih tenang, tapi Jian'er tidak bisa tinggal di tempat sepi seperti ini."


Lin Chen memainkan pipi Lin Qiao Jianying yang lembut seperti mantou itu. "Baik-baik, tunggu sampai Ayah pulih. Oke? Tidak akan lama, Ayah hanya perlu beristirahat sebentar lagi."


"Baiklah." Lin Qiao Jianying memeluk pinggangnya pinggang Lin Chen dan menyandarkan kepalanya di dada.


Lin Chen menepuk-nepuk punggung Lin Qiao Jianying, yang sepertinya sudah mulai mengantuk. Ia juga menutup matanya, bukan karena ingin tidur, tapi karena ingin mengubah Hukum Langit di 7 Semesta.


Tidak perlu datang ke Semesta yang ingin diatur, ia hanya perlu membuka System, dan mengatur sampai batas mana kekuatan maximal di Semesta itu.


Aku akan mengubah kekuatan tertinggi hanya sampai batas Heavenly Realm tahap Akhir. Ini sudah lebih dari cukup, aku juga tidak ingin ada yang bisa menembus God Realm, dan mengacaukan Semesta milikku.


Tidak membutuhkan waktu lama karena bantuan System, ia hanya perlu menekan-nekan layar, dan Energi Dewa dan Iblis miliknya akan memasuki System, yang kemudian menyelimuti Semesta.

__ADS_1


Lin Chen membuka matanya kembali, melihat Lin Qiao Jianying yang sudah tertidur pulas. Yan Xue yang duduk di sebelah kanannya juga tertidur, bersandar di bahunya, dengan Lin Da Zixuan yang masih membaca buku di pangkuan Yan Xue.


Lin Chen mengulurkan tangannya mengusap kepala Lin Da Zixuan. "Xuan'er."


"Iya, Ayah?" Lin Da Zixuan menoleh ke kiri dan mendongak menatap Lin Chen.


"Apakah Xuan'er sangat menyukai buku?"


"Iya! Zixuan sangat suka membaca buku!" Lin Da Zixuan sangat bersemangat sampai sedikit berteriak. "Tapi, Zixuan tidak pernah meninggalkan latihan. Zixuan ingin berpengetahuan luas, dan memiliki kekuatan besar untuk melindungi Ayah, Ibu dan Kakak." Ia kembali fokus pada buku bergambar yang ia baca.


Lin Chen tersenyum lembut menatap Lin Da Zixuan seraya mengusap kepalanya. Ia juga menyadari bahwa kekuatan anak-anaknya sudah banyak berkembang, mereka sudah mencapai Ranah Jenderal Dewa di usia yang sangat muda.


Jika mereka sudah memasuki usia yang tepat, mungkin ia akan membantunya untuk meningkatkan kekuatan lebih cepat lagi.


Lin Chen mengalihkan perhatiannya, melihat jauh lurus ke depan, yang jaraknya jutaan mil darinya. Di sana sedang duduk bersila Xue Ying di atas gunung batu yang tajam dan menembus awan.


Aku juga tidak boleh bersantai-santai, setelah semua luka sudah sembuh. Aku akan memasuki Semesta Pedang, aura di sana sangat kaya.


Lin Chen kembali melihat Lin Da Zixuan yang masih membaca buku bergambar, dan mengambil yang baru, itu adalah buku ke-53 untuk hari ini.


***


Lin Chen dan yang lain sudah berada di tempat biasa, saat ini mereka akan pergi ke Semesta lain. Dirinya yang lain sudah mengecek keadaan Semesta Pedang, semua pengikut dari Dewa Pedang sudah ia bereskan tanpa meninggalkan seorang pun, dan Point Pengalaman yang ia dapatkan cukup banyak.


Kemudian, 5 Semesta lainnya masih ada marabahaya yang bersembunyi, tapi tidak terlalu besar sampai membahayakan Semesta itu sendiri. Bahaya di sana hanyalah organisasi kecil seperti bandit yang menginginkan kekayaan, atau organisasi pemuja.


Lin Chen menunduk ke kiri melihat Lin Qiao Jianying yang berpegangan pada tangannya. "Kita tidak pergi ke tempat sebelumnya, kita akan pergi ke tempat lain. Ayah memilih tempat yang sedikit lemah, tapi di sana cukup ramai."


Lin Chen menemukan bintang yang sama seperti Bintang Biru di Semesta Pedang. Tidak ada Kultivator Sejati di sana, karena memang tidak ada aura spiritual yang digunakan untuk berkultivasi. Tapi ada Mana yang menyebar di sana, alasan ia memilih tempat itu karena cukup tenang dan teknologi yang memuaskan.


"Benarkah?" Lin Qiao Jianying menengadahkan kepalanya menatap Lin Chen. "Jian'er ingin melihatnya."


Lin Chen sedikit mengangguk, lalu mengeluarkan semuanya dari Ruang Dimensi.


***


Bintang Logia, Galaxy Zhan, Semesta Pedang

__ADS_1


Fluktuasi energi spiritual berkumpul di ujung tebing yang tidak terlalu tinggi, yang kemudian terlihat ada empat orang yang muncul di sana.


Keempat orang itu berdiri di ujung tebing, yang di belakang mereka adalah hutan yang cukup lebat, dengan binatang liar yang berkeliaran di sana.


"Woah!" Lin Qiao Jianying melihat takjub kota yang tidak pernah ia lihat, dengan bangunan-bangunan menjulang tinggi menggapai awan.


Lin Chen menengadahkan kepalanya melihat langit biru. "Aura di sini seperti di Bumi, bahkan lebih rendah lagi. Tapi untuk orang yang sudah terbiasa tinggal di Bintang Qiang, tinggal di sini terasa aneh."


Lin Qiao Jianying menarik-narik lengan baju Lin Chen dan Yan Xue. "Ayah, Ibu. Jian'er ingin pergi ke sana."


Lin Chen mengalihkan perhatiannya pada Lin Qiao Jianying. "Baik-baik, tapi kita harus berganti pakaian. Pakaian yang kita kenakan sangat aneh."


"Aneh?" Lin Da Zixuang memiringkan kepalanya seraya mendongak menatap Lin Chen.


Dengan jentikkan jarinya, Lin Chen menciptakan Array Ilusi untuk menyembunyikan tempat di sini dan di belakang mereka mulai ada getaran yang tidak terlalu kuat, namun cukup untuk membuat binatang liar berlarian.


Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan menoleh ke belakang, terlihat ada bangunan besar dengan dinding kaca transparan. Di dalam bangunan itu banyak pakaian-pakaian indah yang tidak pernah mereka lihat.


Bangunan itu sendiri memiliki ukuran 100 × 100 meter, dengan tiga lantai.


Tanpa berlama-lama, Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan berlari menuju bangunan yang dibangun Lin Chen dari System Shop.


Lin Chen dan Yan Xue berjalan perlahan menghampiri keduanya yang sudah berlari memasuki bangunan.


"Gege, mengapa Gege memilih untuk datang ke sini?" Yan Xue masih belum mengerti alasan mengapa Lin Chen datang kemari.


"Aku ingin membiarkan mereka berdua melihat luasnya dunia. Jika saja Bumi masih dalam keadaan layak huni, seperti saat kita meninggalkannya, mungkin aku akan membawa mereka pergi ke sana," jawab Lin Chen yang berhenti melangkah.


"Bintang Sheng? Memang memiliki teknologi yang baik, kotanya indah, tapi sayang di sana sudah hancur. Aku juga tidak berniat mengembalikannya seperti semula."


Yan Xue hanya diam dan mengangguk kecil, lalu kembali melangkah di saat Lin Chen bergerak maju.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2