Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 102 : Mengambil Artefak Dewa


__ADS_3

Seorang diri di dahan Pohon Dewa, ia sedang mengamati layar interface untuk melihat bagaimana kekuatannya saat ini, yang mana masih sangat jauh untuk bisa menembus God Realm.


[Nama : Lin Chen]


[Gelar : Yang Mulia Kaisar, Tuan Muda Keluarga Lin, Lutrinae, Orang Terhormat dari Benua Bumi, Raja Iblis, Orang Gila, Dewa Pencipta, Penguasa, Dewa Suci, Dewa Iblis, Monster Gila, Penghancur Semesta]


[Usia : 50 Tahun]


[Ranah : Heavenly Realm tahap Puncak (189 Sektiliun/11.278 Sektiliun)]


"Masih sangat lama untuk menembus God Realm." Lin Chen melambaikan tangannya, membuat layar interface di depannya bergeser dan menghilang.


"Sistem ... Dewa ... Terkuat ..." Lin Chen mencoba menghubungkan setiap hal yang bersangkutan dengannya selama ini. "Strongest God System."


"Apakah ini semua takdir? Aku di kehidupan pertama adalah Dewa Terkuat, kemudian di kehidupan ke empat mendapatkan System yang membantuku untuk menjadi Dewa Terkuat, lebih kuat dari kehidupan pertama."


Lin Chen melipat kedua tangannya di depan dada.


"Ngomong-ngomong ..." Lin Chen menengadahkan kepalanya melihat langit malam yang terhalang oleh dedaunan lebat. "Aku sudah berusia lima puluh tahun, tapi masih diperlakukan seperti anak berusia sepuluh tahun ..."


"Harga diriku sebagai seorang ayah, hancur saat bertemu Nenek Buyut, Nenek, Bibi dan Ibu."


Lin Chen menghela napas panjang, dan kembali melihat layar interface. Ia melihat setiap Gelar yang ia terima selama ini, dan menemukan bahwa Gelar-gelar itu memberikan efek pada tubuhnya, yang mana saat sebelum bergabung dengan Hitam dan Putih, tidak ada efek sama sekali meski memiliki banyak Gelar.


Tidak tahu mengapa, tapi saat inilah ia merasa bahwa System baru terlihat seperti System Game. Dengan ini, ia merasa akan lebih baik mengumpulkan pecahan organ tubuh Chen Hao Ling, yang mana bisa saja membantunya untuk menembus God Realm.


Tapi efek dari Gelar itu tidak seperti System Game yang menambah STR, VIT, AGI atau INT. Efek dari Gelar ini bersangkutan dengan kultivasi, seperti penyerapan energi spiritual, daya tahan terhadap tekanan aura sampai dua tingkat di atasnya, artinya ia bisa menahan aura dari God Realm tahap Menengah.


Namun dari itu semua, ada efek yang lebih baik dari yang lain, yang mana ia bisa menyerap energi spiritual hanya dengan menghirup udara


Lin Chen menutup matanya perlahan untuk menyebarkan kesadarannya mencari pecahan tubuh Chen Hao Ling di Alam Bawah dan Semesta.


Walaupun ia bisa merasakan hal terkecil di Alam Bawah dan Semesta, ia masih sedikit kesulitan untuk mencari pecahan tubuh yang ukurannya mungkin sebesar kuku jari.


Alis Lin Chen bergerak-gerak ketika merasakan aura yang serupa dengannya, berada di salah satu bintang yang kekuatan terkuat hanya sampai Divine God. Aura di sana ada dua, di tempat yang berbeda, salah satunya dipakai oleh pria paruh baya untuk dijadikan kalung.


Kalung yang terbuat dari helaian rambut yang dibuat menjadi tali, lalu ada di tempat lain yang dijadikan sebagai barang pusaka oleh salah satu keluarga besar.

__ADS_1


Lin Chen membuka matanya perlahan seraya menghela napas. "Maaf saja, meski dua benda itu kalian jadikan sebagai pusaka atau benda keberuntungan. Tapi tetap saja semua benda itu adalah milikku ..."


"Sepertinya halnya Kalung Diaozhui yang dianggap pusaka oleh keluarga Ling, yang diambil oleh Sekte Shashou. Itu adalah milikku dan harus kembali ke pemiliknya."


Lin Chen kembali menutup matanya perlahan, dengan kesadarannya yang mulai menyelimuti bintang di mana pecahan tubuhnya berada. Serta mencari pecahan jiwa yang mana pecahan jiwa dari Long Li Chen, ia ingin mengetahui semuanya sebelum pergi.


Hanya dalam waktu singkat, di kedua telapak tangannya sudah ada dua barang berbeda, dengan molekul cahaya emas yang berkumpul di antaranya. Molekul itu mulai memadat, membentuk gumpalan yang merupakan Inti Jiwa.


Lin Chen membuka matanya perlahan, melihat tiga benda di atas pangkuannya. "Menyerap ingatan sangatlah mudah, untuk menyerap dua benda yang merupakan Artefak Dewa, sepertinya tidak cocok di tempat ini."


"Apakah harus ..." Lin Chen terlihat ragu-ragu untuk menyerap ingatan dari kehidupan kedua, karena menduga jika ingatan ini tidak sebahagia yang dibayangkan. "Sepertinya, aku akan menangis lagi jika melihat ingatan ini."


Lin Chen menghirup napas dalam-dalam, kau mengembuskannya perlahan. Lalu ia menutup matanya, bersamaan dengan gumpalan emas di depannya yang mulai naik dan memasuki dahinya.


Seketika itu juga ada rasa sakit di kepalanya, seperti ada yang mencengkeramnya erat. Gambaran-gambaran dari masa lalu mulai bermunculan di benaknya, gambaran tentang ia yang berusia tiga tahun namun harus ditingkalkan Hei Li Zhian dan Long Xia Yi untuk menyelesaikan misi.


Hingga saat usianya lima tahun, ia terpaksa harus menduduki Tahta karena meninggalkannya Hei Lin Zhian dan Long Xia Yi. Banyak penolakan terhadap kenaikannya sebagai Kaisar di usia yang sangat belia, tapi Long Xia Yun berdiri di depannya dan membelanya.


Kaisar Long Li Chen, Kaisar yang tidak pernah diharapkan dan selalu mendapatkan penghinaan. Bahkan saat ia pergi ke kota untuk mengamati, banyak yang melemparinya dengan batu.


Hal ini terjadi karena Lin Chen adalah putra dari Hei Lin Zhian yang merupakan Kultivator Liar, dan selalu mencari masalah. Terlebih lagi karena Long Min Zhong dan Wang Ji Yue yang sudah meninggalkan dunia, sehingga perlakuan yang ia terima sangat buruk.


Ingatan ini tidak terlalu panjang seperti bergabung dengan Hitam dan Putih, kali ini hanya berlangsung beberapa menit saja, namun perasaan dari ingatan itu benar-benar mengalir.


"Bibi ..." Lin Chen membuka matanya perlahan, air mata mulai terbendung lagi di kantung matanya. "Bibi selalu melindungiku, menggunakan tubuhnya sebagai perisai, banyak anak panah yang melesat ke arahnya, banyak luka yang diderita Bibi."


Akhirnya Lin Chen mengetahui mengapa semua orang menyerang Long Xia Yun ketika kembali ke Istana Naga di saat ia terbunuh, serta alasan mengapa perjalanannya ke Ras Rubah Ekor 9 sangat sedikit penjaga.


Yang menjaganya juga bukan dari Ras Naga, melainkan Ras Manusia yang merupakan budak.


"Ayolah, Lin Chen! Kau adalah Dewa, usiamu sekarang sudah setengah abad! Bagaimana kau selalu menangis karena hal ini!" Lin Chen berteriak pada dirinya sendiri, mencoba untuk tetap tegar meski ingatan di kehidupan kedua sangat menyakitkan.


"Ada apa?"


Tiba-tiba ada suara wanita yang sangat merdu dan familiar di telinganya, yang menyilangkan kedua tangan melalui pundak di depan dadanya.


"Terimakasih, Bibi." Lin Chen mengusap kedua matanya menggunakan kain putih yang bersih. "Terimakasih karena sudah merawat dan melindungi kami berdua ..."

__ADS_1


Long Xia Yun yang memeluk Lin Chen dari belakangnya itu hanya diam seraya mengusap puncak kepala keponakannya itu.


"Bagaimana Bibi bisa tahu aku berada di sini?" Lin Chen menoleh ke kanan menatap wajah Long Xia Yun.


Long Xia Yun melepaskan pelukannya dan duduk di samping Lin Chen. "Entahlah, intuisi seorang bibi?"


"Memangnya ada?"


"Entahlah." Long Xia Yun mengangkat kedua bahunya dengan kedua tangan yang merentang.


Keduanya hanya diam tanpa ada yang berbicara lagi, hingga belasan menit berlalu, Long Xia Yun berdiri dan berbalik sembari berucap, "Bibi pergi dulu, kau kembalilah juga. Istrimu menunggu di kamar."


Lin Chen sedikit menganggukkan kepalanya, lalu melihat kalung dan pecahan tulang di telapak tangannya. Ia menyimpan kedua barang itu, untuk menggabungkannya dengan dirinya di lain waktu.


Mungkin, setelah selesainya pertemuan.


***


Keesokan Harinya, Aula Pertemuan, Pohon Dewa


Banyak yang datang dipertemuan kali ini, termasuk Binatang Suci baru yang datang dari bintang kekuasan masing-masing.


Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan juga datang, keduanya duduk di pangkuannya maupun Yan Xue, duduk di kursi utama yang menjadi pusat perhatian dari ratusan orang yang datang.


Lin Chen melihat semua orang yang datang, terlihat ekspresi wajah mereka sangat tegang karena sedikit banyaknya mereka sudah tahu apa yang akan dibahas dipertemuan kali ini.


"Mungkin hampir dari kalian semua sudah tahu mengapa pertemuan kali ini diadakan, aku ingin mengatakan pada kalian semua. Aku, akan pergi meninggalkan Semesta Yongheng ..."


"Aku bisa kembali kapan saja, tapi sepertinya tidak akan kembali sebelum semuanya berakhir."


Seketika itu juga, semua orang tertegun tidak bisa berkata-kata, terutama Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan.


Keduanya hanya diberi tahu akan berpetualang, mereka menduga petualangan itu tidak terlalu jauh dan memakan waktu yang lama. Tapi tidak menyangka tidak akan kembali lagi sebelum semuanya selesai.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2