
Setelah lebih dari selusin menit, Lin Mein An dan Lin Qiao Jianying membuka matanya perlahan; aura di tubuh mereka meningkat, terutama Lin Qiao Jianying yang berhasil menembus Yuzhao.
Lin Mein An, memiliki kekuatan yang lebih lemah karena kondisi tubuhnya yang mengharuskan untuk berlatih lima kali lebih banyak dari yang lain.
"Ayah, bagaimana dengan Xuan'er?" tanya Lin Qiao Jianying berdiri.
Lin Chen merenung sejenak, kemudian menghela napas dan berkata, "Ayah sudah memberikannya saat dia baru saja tidur. Ngomong-ngomong, mungkin kalian tidak tahu, tapi Ayah pernah bertengkar dengan Xuan'er ..."
"Bertengkar?" Lin Qiao Jianying memiringkan kepalanya; tidak pernah tahu hal ini. Kemudian ia melihat Yan Xue dengan rasa ingin tahu.
Yan Xue membuang pandangannya dari Lin Qiao Jianying dan tetap diam, berpura-pura tidak tahu tentang masalah ini.
Lin Chen menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan dan mulai menjelaskan tentang pertengkaran mereka di Pohon Dewa, saat Lin Da Zixuan yang menusuk dadanya sampai menembus dengan Pedang Shen.
Lin Qiao Jianying hanya diam dengan keterkejutan yang terlihat jelas di wajahnya. Dengan amarah, ia membanting kedua tangannya di atas meja saat berdiri. "Ayah! Jian'er akan ..."
Yan Xue menahan Lin Qiao Jianying dengan menggenggam pergelangan tangannya, kemudian menggelengkan kepalanya.
"Tidak perlu ..." Lin Chen melangkah menghampiri Lin Qiao Jianying. "Ayah menelantarkan kalian selama tujuh tahun, Ayah pantas mendapatkannya. Bahkan jika Jian'er marah, Ayah akan menerimanya."
Lin Qiao Jianying menundukkan kepalanya dan mengigit bibir bawahnya saat mencengkeram erat jari-jarinya yang terkepal sampai kukunya menusuk daging tangannya. Tubuhnya gemetaran karena amarah, tapi tidak lama kemudian kembali tenang dan langsung memeluk erat Lin Chen.
"Jian'er memang sedikit marah karena Ayah meninggalkan kami, tapi Jian'er tahu semua itu perlu karena Ayah harus melawan musuh yang kuat." Lin Qiao Jianying berkata dengan suara yang bergetar dan terdengar pelan.
Lin Chen merasakan dadanya yang basah, kemudian Lin Mein An juga datang di sampingnya dengan air mata di matanya. Ia mengulurkan tangan kirinya, lalu membiarkan Lin Mein An bergabung dalam pelukannya.
Yan Xue dan Xue Ying, tidak berkata apa-apa, membiarkan mereka bertiga untuk saling menenangkan.
Melihat bagaimana keadaan mereka berdua, Lin Chen yang awalnya berencana untuk tinggal selama satu hari, memilih untuk menambah hari di sini. Tapi untuk penyusup yang berusaha menerobos masuk Tiga Alam, ia mengirimkan klon.
Lin Chen merasa pasukan yang dikirim ke Tiga Alam oleh Kaisar Dewa-Iblis akan tiba di Semesta Yongheng. Bagaimanapun, Semesta Yongheng adalah awal dari kelahiran manusia yang diciptakan Permaisuri Nuwa. Terlebih lagi, aura asing yang dirasakannya lebih terasa di Semesta Yongheng ketimbang Semesta lain.
"Ayo duduk, tidak baik untuk berdiri lama-lama." Lin Chen duduk di sofa setelah Lin Mein An dan Lin Qiao Jianying melepaskan pelukan mereka. Tapi, mereka berdua memilih duduk di sampingnya, dan langsung tidur menggunakan pahanya sebagai bantal.
Lin Chen tidak masalah dengan hal itu. Ia tersenyum melihat keduanya yang tertidur karena lelah setelah bertarung, atau mungkin karena emosi. Dengan mengusap kepala mereka berdua, ia mendongak menatap Xue Ying. "Menurutmu, seberapa kuat musuh yang datang. Tidak mungkin Kaisar Dewa-Iblis yang datang, kan?"
Lin Chen tidak lagi menyembunyikan tentang Kaisar Dewa-Iblis dan Klan Sura, karena Xue Ying yang menyarankannya untuk memberi tahu, apalagi dengan Sembilan Yin dan Sembilan Yang saling berhubungan. Jika mereka berdua bersama, kekuatan mereka akan beresonansi dan meningkat pada waktu yang bersamaan.
Xue Ying merenung sejenak, memikirkan kemungkinannya. "Sepertinya, tidak mungkin. Sura sedang terluka parah, mungkin hanya menyisakan Esensi Jiwa, dan Kaisar Dewa-Iblis menunggu untuk membantu Sura pulih. Adapun yang datang, ada dua kemungkinan, entah itu adalah pengamat atau pengejar yang ingin membunuh Permaisuri Nuwa."
__ADS_1
Saat mengatakannya, Xue Ying terlihat ragu-ragu. Bagaimanapun, tidak pernah datang ke Dimensi Kekacauan, tapi harus mengamati kemungkinan di Dimensi Kekacauan—itu sangat sulit.
Lin Chen menganggukkan kepala; mengerti ketidakyakinan Xue Ying, tapi itu lebih baik karena ada kemungkinan daripada tidak ada.
"Ayah..."
Lin Chen menundukkan kepalanya, terlihat Lin Qiao Jianying yang sudah bangun menatapnya dengan khawatir. "Ada apa, Jian'er Kecil?"
Lin Qiao Jianying membuka mulutnya dan berkata, "Ayah ..." Ia menggelengkan kepalanya. "Apa yang harus Jian'er lakukan dengan Kekaisaran Rongyang?"
"Kekaisaran Rongyang?" Lin Chen sedikit bingung mau menjawabnya apa, karena dirinya yang sekarang sangat berbeda dengan yang dulu. Jika dulu, mungkin ia akan meratakan Kekaisaran Rongyang dan Keluarga Ye sampai ke akar-akarnya, tapi sekarang, sepertinya membuang-buang waktu. "Ayah akan menyerahkannya pada Jian'er, lagi pula Jian'er sudah dewasa dan tahu mengambil keputusan."
Lin Qiao Jianying terdiam, tidak tahu harus bertindak apa karena ini adalah kali pertamanya mengalami hal seperti ini, dan karena tidak mau memikirkannya, ia memilih untuk menutup matanya dan kembali tidur.
Lin Chen, Yan Xue dan Xue Ying kembali melanjutkan pembahasan mereka. Tidak perlu khawatir didengar Lin Mein An dan Lin Qiao Jianying, mereka bisa dengan mudah pendengaran keduanya agar tidak mendengar isi pembicaraan.
"Dari tekanan yang diberikan, kemungkinan yang datang lebih dari seratus Lord Realm. Untuk mereka yang di bawah Lord Realm tahap Seratus, tidak merasakan hal seperti itu. Permaisuri Nuwa dan Tao Agung, pasti merasakan adanya perubahan, tapi mereka tidak bisa datang karena sedang mengasingkan diri di Tanah Suci."
Xue Ying kembali menjelaskan, menjelaskan apa yang telah dipikirkan oleh sistem setelah menghitung variabel tertentu dan kemungkinan-kemungkinan lain.
"Aku sudah pernah melawan ratusan Lord Realm saat kekuatanku masih lemah, tapi mereka hanyalah Lord Realm biasa. Bahkan, mereka sangat kesulitan untuk mendapatkan Energi Abadi, sedangkan Sekte Chenlong memiliki Energi Abadi yang berlimpah." Lin Chen berkata saat kedua tangannya membelai rambut putri-putrinya.
Semua orang tahu krisis ini lebih berat daripada saat melawan Lord Sanzu dari Alam Diyu. Saat itu Alam Tiantang harus mengerahkan banyak pasukan untuk melawannya, dan untuk melawan Kaisar Dewa-Iblis dan Sura, hanya lima orang saja yang bisa berangkat.
...***...
Tiga hari kemudian, mereka bertiga meninggalkan Bintang Shangli setelah berpamitan pada Lin Qiao Jianying yang menangis karena harus berpisah.
Lin Mein An, sudah pergi terlebih dahulu meninggalkan Kota Dongqi karena tidak ingin mengalami hal ini, dan memilih untuk pergi daripada menangis seperti Lin Qiao Jianying.
Keluarga Ye dari Kota Dongqi telah pergi karena fondasi keluarga mereka yang telah hancur dengan kematian Leluhur Ye dan Tuan Muda Ye. Apalagi Keluarga Ye jugalah yang membawa kematian pada Pangeran Ketiga karena meminta bantuan pada Kekaisaran Rongyang.
Sebelum pergi, Keluarga Ye diberi pilihan oleh Kaisar Rongyang 312. Tinggal di Kota Dongqi berarti kematian, dan pergi maka bisa tetap hidup setelah memberikan 90% kekayaannya pada Paviliun Qiao Jian'er.
Lin Qiao Jianying, bagaimanapun, tidak terlalu senang saat menerima kompensasi. Ia juga tidak ingin menyumbangkan mereka semua pada orang-orang lain.
Walaupun Lin Qiao Jianying tahu tentang pemenang mengambil segalanya, tapi setelah memfokuskan pada Alkimia, ia tidak terlalu suka dalam hal menjarah. Apalagi sumber daya yang diberikan Lin Chen untuknya melebihi semua sumber daya di Bintang Shangli, dan itu bisa bertahan untuk tahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya.
Lin Chen, tidak ikut campur dengan urusan Paviliun Qiao Jian'er dan membiarkan Lin Qiao Jianying untuk mengambil semua keputusan. Tidak baik terlalu ikut campur untuk perkembangan putrinya, tapi ia tetap mengawasinya diam-diam, bahkan Yan Xue pun meninggalkan klon yang bersembunyi pada Lin Mein An dan Lin Qiao Jianying.
__ADS_1
Pada saat ini, Lin Chen, Yan Xue dan Xue Ying berada di tempat yang sangat berbeda dengan Semesta Yongheng dan 323 Semesta lainnya. Tempat ini sangat gelap dan semuanya kosong seperti ruang hampa.
Tempat ini adalah ruang yang lebih besar dari Tiga Alam, dan tidak ada energi apa pun di sini.
Untuk menjelaskan ruang apa ini, itu bisa diibaratkan seperti Tiga Alam adalah telur ayam yang berada di dalam telur burung unta. Ada celah antara cangkang keduanya, dan celah itulah ruang di mana mereka berada.
Entah memang diciptakan seperti ini oleh Tao Agung—tidak ada yang mengetahuinya secara pasti kecuali Tao Agung sendiri. Dan, di luar dari bagian terluar adalah Dimensi Kekacauan.
Jika dipikirkan, ini seperti Tiga Alam dikurung di tempat Dimensi Kekacauan. Tapi, Klan Dewa-Iblis pun sama. Mereka seperti Tiga Alam.
"Ternyata ada tempat seperti ini." Lin Chen mengamati sekitarnya. Kemudian ia melihat Xue Ying dan bertanya, "Dari mana kau mengetahui tempat ini?"
"Permaisuri Nuwa." Xue Ying menjawabnya singkat.
Lin Chen, tidak percaya dengan jawaban Xue Ying, karena tidak mungkin Permaisuri Nuwa akan memberi tahu hal itu dengan mudahnya.
[Hamba yang memberitahukannya, Tuan]
Xue Ying tersentak, kemudian memalingkan wajahnya menghindari tatapan tajam Lin Chen. Keringat dingin mulai mengalir dari dahinya yang jatuh ke pipinya.
Lin Chen menghela napas, kemudian berkata, "Yi'er, tingkatkan kekuatanmu. Untuk saat ini kita hanya menahan mereka yang datang dari Dimensi Kekacauan. Tapi, nanti kita akan menyerang Dimensi Kekacauan ... sepertinya bukan, lebih cocok disebut Dunia Dewa-Iblis ..."
"Saat ini menyerang Dunia Dewa-Iblis, God Realm yang kau capai tidak dapat banyak membantu."
Xue Ying menganggukkan kepalanya dan mendengus dingin. "Yi'er tahu. Yi'er adalah Artefak Dewa! Yi'er bisa dengan mudah menembus Lord Realm dan melebihi Kakak!"
"Baiklah, baiklah. Yi'er adalah yang terkuat." Lin Chen menepuk-nepuk kepala Xue Ying
Crack!
Tiba-tiba ada suara retak yang datang dari depan mereka, dan terlihat ada retakan putih yang sangat besar, mungkin bisa dilewati oleh Bintang Qiang.
Lin Chen menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan. "Mereka datang."
...
***
*Bersambung...
__ADS_1