
"Sayang, sebelum bertarung, Xue'er ingin mengatakan sesuatu. Apakah tidak masalah membiarkan Kekaisaran Rongyang tetap berdiri? Bukankah Gege selalu membunuh mereka sampai ke akarnya saat ada yang mengganggu? Apalagi, Jian'er Kecil tinggal di sana? Bagaimana jika mereka menyerang lagi? Bagaimana jika Kekaisaran Rongyang pergi ke tempat lain untuk menemukan bantuan? Bagaimana ..."
Lin Chen menahan bibir Yan Xue dengan jari telunjuknya untuk berhenti berbicara lebih jauh lagi. "Sudah?"
Yan Xue memutar matanya, kemudian membuka mulutnya dan mengigit jari Lin Chen.
Lin Chen tersenyum tipis saat merasakan sakit di jarinya, tapi tetap membiarkan Yan Xue menggigitnya. "Kita sudah meninggalkan klon di sana, kita juga telah memberikan Artefak Dewa dengan Roh Pertempuran di dalamnya. Kekuatannya sudah Earth Realm tahap Akhir, di Semesta Yongheng selain dari Bintang Qiang, tidak ada yang mencapai Earth Realm ..."
"Jadi, tidak perlu khawatir." Lin Chen mengecup kening Yan Xue seraya menarik jarinya.
Xue Ying menggelengkan kepalanya seraya mengeluarkan decakan kesal.
Lin Chen tersadar, kemudian kembali fokus pada retakan di depan mereka. Samar-samar bisa terlihat ada petir ungu yang mencoba menerobos masuk pembatas Tiga Alam dan menghancurkan pelindung terluar.
Bang!
Tiba-tiba retakan seperti laba-laba di depan mereka langsung meledak. Itu seperti dinding kaca tipis yang dipukul dengan martil besar.
Pada saat itu, badai petir ungu terlihat lebih liar saat mencoba menyambar ke dalam pembatas Tiga Alam. Bahkan tekanan yang sebelumnya tidak ada, kini tiba-tiba datang menyapu mereka bertiga. Tapi, tekanan itu cepat datang dan cepat pergi, karena di dalam tubuh mereka memiliki banyak Qi Kekacauan, sehingga tekanan dari Dimensi Kekacauan tidak terasa.
Tapi daripada fokus pada badai petir, ada yang harus diperhatikan lebih dalam. Itu adalah Profound Ark yang tidak terlalu besar, hanya memiliki banyak sekitar lima ratusan meter dengan lebar beberapa puluh meter. Warnanya merah dengan garis-garis putih, dan samar-samar ada tulisan yang tidak jelas, tapi sepertinya itu memiliki arti 'Klan Dewa-Iblis'.
Kemudian, walaupun ukurannya tidak terlalu besar. Tapi, aura yang keluar dari Profound Ark itu adalah aura yang lebih kuat dari yang pernah dirasakan Lin Chen selama ini.
Bahkan, Lord Sanzu tidak bisa menyombongkan diri di depan Profound Ark, dan kekuatan yang datang ini pun bukanlah pasukan utama.
Merasakan hal ini, Lin Chen langsung memobilisasi Qi Kekacauan di dalam tubuhnya untuk membuka Jalur Abadi. Itu sama seperti Titik Akupuntur.
Lin Chen merasakan sakit yang menusuk karena menggunakan banyak Qi Kekacauan yang belum dimurnikan sepenuhnya.
Walaupun Dunia Jiwa sangat padat dengan Qi Kekacauan dan bisa tenang tinggal di sana, anehnya saat memobilisasi kekuatannya sendiri dengan Qi Kekacauan, tubuhnya masih belum mampu. Mungkin, ini karena baru pertama kali menggunakan Qi Kekacauan, sehingga butuh penyesuaian.
Dengan lambaian tangan kanannya, pedang muncul di dalam genggamannya.
Lin Chen tidak menunda-nunda, dengan kibasan tangannya yang membawa pedang, terlihat jalur pedang berwarna ungu terbentuk di depannya.
Jalur pedang melesat dari bawah ke atas membentuk siluet bulan sabit. Tebasan itu nampak biasa, hanya menimbulkan efek petir di sekitarnya tanpa ada celah spasial yang terbuka.
Bang!
Tebasan itu menghantam Profound Ark, tapi hanya menimbulkan getaran, tidak hancur seperti serangan-serangan yang biasanya dilepaskan Lin Chen. Detik berikutnya, terdengar suara retakan yang membuat Lin Chen bersemangat.
Hal ini mengejutkan Klan Dewa-Iblis yang baru datang, karena mereka sudah menghabiskan banyak tenaga dan waktu untuk menembus penghalang. Tidak mudah untuk menemukan Tiga Alam di Dimensi Kekacauan, karena dari luar nampak biasa-biasa saja, ini seperti mereka melihat kaca yang sangat jernih, sehingga tidak mudah membedakan apakah itu adalah Tiga Alam atau bukan.
__ADS_1
Baru datang, dan sudah mendapatkan serangan.
Lin Chen sudah menduga serangannya tidak bisa langsung menghancurkan Profound Ark, tapi ia tidak berhenti. Dengan tangan mengangkat pedang, ia kembali mengayunkan pedangnya, menebas ke arah Profound Ark.
Jalur pedang ungu kembali muncul, ini tidak lagi terlihat seperti bulan sabit, melainkan seperti pedang besar dengan panjang ratusan ribu mil yang diayunkan.
Booom!
Penghalang Profound Ark meledak langsung, mengakibatkan Profound Ark itu turun dalam getaran hebat dan terdengar retakan-retakan kasar. Hingga tak lama, itu terbelah dua secara kasar.
Pada saat itu, cahaya berwarna merah dan putih terbang dari Profound Ark. Mereka adalah orang yang berasal dari Klan Dewa-Iblis.
Penampilan mereka sangat berbeda satu sama lain, ada yang berpenampilan menarik dengan rambut putih dan sayap merpati; ada pula yang rambutnya merah dengan sayap kelelawar.
Tapi, tidak ada yang aneh dengan penampilan mereka meski berasal dari klan yang sama. Bagaimanapun, sebelum mereka bersatu, Leluhur mereka adalah dua orang yang berbeda.
"Ada orang kuat lainnya selain Permaisuri Nuwa?!"
Lin Chen tidak bisa diganggu dengan pertanyaan itu dan tidak memiliki niat untuk menjawabnya.
Dengan tangan kirinya terangkat, celah spasial terbuka dalam sekejap mata di atas pria muda berambut putih yang bertanya tadi. Celah itu memperlihatkan ruang ungu dengan tekanan yang sangat kuat, mengakibatkan terjadinya badai petir yang lebih mengerikan dari Dimensi Kekacauan.
Semuanya bereaksi pada saat yang sama, menengadahkan kepala melihat celah dengan wajah pucat dan muram.
"Tidak tahu! Seseorang! Kembali dan laporkan pada Yang Mulia Kaisar Dewa-Iblis!"
Saat mereka semua sedang berdiskusi, Xue Ying telah selesai dengan semua persiapannya. Ia membuka matanya tiba-tiba, memperlihatkan kilatan ungu di matanya saat Qi Kekacauan yang teredam di dalam tubuhnya dilepaskan dalam jumlah besar.
Celah dalam pembatas Tiga Alam mulai bersinar dengan cahaya ungu yang berkilauan, dan dalam sekejap mata pecahan yang dihasilkan dari serangan Klan Dewa-Iblis menutup dengan kecepatan yang dapat dilihat mata telanjang.
Yan Xue mengambil tindakan, dengan jentikkan jari, Qi Kekacauan meledak menjadi ratusan ribu debu kecil berwarna ungu yang menempel pada Klan Dewa-Iblis.
Tidak memerlukan waktu lama, Qi Kekacauan seperti debu itu langsung berubah menjadi es yang meledak, mengubah Lord Realm tahap 100 ke bawahnya menjadi patung es.
Celah spasial ungu yang diciptakan Lin Chen sebelumnya mengeluarkan telapak tangan sebesar galaksi yang jatuh dengan kecepatan tinggi. Tekanan yang diberikannya sangat luar biasa, dan tindakan awal sampai sekarang hanya membutuhkan waktu dua detik.
Walaupun dua detik adalah waktu yang sangat lama bagi Lord Realm dalam pertarungan, tapi Klan Dewa-Iblis tidak dapat bereaksi tepat waktu karena kejutan mereka saat melihat Qi Kekacauan.
Saat tangan itu jatuh, patung es mulai retak dengan getaran hebat.
Duarr!
Patung-patung es itu meledak karena tidak mampu menahan tekanan dari Qi Kekacauan yang berlimpah, dan bahkan mereka semua meledak sebelum tangan itu sampai.
__ADS_1
Pria muda yang berasal dari Klan Dewa-Iblis, yang penampilannya masih membawa aura dari Klan Dewa. Kepalanya tertunduk paksa karena tekanan yang diberikan, ia adalah Lord Realm tahap 300 yang merupakan pemimpin dari operasi ini, salah satu orang kepercayaan Kaisar Dewa-Iblis.
"Kekuatannya tidak seberapa, tapi Qi Kekacauan yang dimilikinya yang membuatnya kuat." Tian Dan adalah nama pria muda itu. Kekesalan dan kemarahan terlihat di wajahnya dengan aura membunuh yang terpancar dari matanya.
Tian Dan melepaskan kekuatannya untuk menahan tekanan yang ada. Dengan tangan terkepal, ada aura putih yang menyelimuti tangannya dan samar-samar ada cahaya ungu yang bergabung, itu adalah Qi Kekacauan, meski hanya setetes air.
Tian Dan mengangkat tangan kanannya yang terkepal, memukul ruang hampa di atasnya.
Pukulannya melepaskan energi putih membentuk tinju yang melesat naik menuju telapak tangan ungu yang turun.
Keduanya bergetar karena masing-masing memberikan tekanan yang hampir sama.
Walaupun Tian Dan tidak memiliki terlalu banyak Qi Kekacauan di dalam tubuhnya, tapi setelah sering berkelana di Dimensi Kekacauan, kekuatannya tidak bisa diremehkan. Berbeda dengan orang-orang yang selalu tinggal di Tiga Alam, yang tidak pernah mendapatkan tekanan dari Dimensi Kekacauan.
Pria muda lain yang rambutnya merah, mengeluarkan cermin dengan bingkai merah darah. Dengan mengalirkan energi di dalamnya, cermin yang merupakan Artefak Dewa itu memancarkan sinar dengan cahaya merah dan sedikit warna ungu yang bercampur.
Xian Xu adalah nama pria muda itu. Mengarahkan Cermin Tiga Kekuatan pada serangan Tian Dan.
Tiba-tiba, serangan Tian Dan memancarkan cahaya yang lebih terang dan di sekitarnya terbentuk serangan yang serupa dengan warna merah. Kedua serangan itu bertambah cepat saat melesat naik ke arah serangan telapak tangan berwarna ungu.
Yan Xue terus menyebarkan Qi Kekacauan secara berkala agar tidak merusak tubuhnya. Ia membekukan Klan Dewa-Iblis yang masih bertahan, meski tidak bisa membunuhnya langsung, tapi paling tidak bisa menahan mereka untuk sementara waktu.
Xue Ying berada di belakang Lin Chen dan Xue Ying, duduk bersila dengan kedua tangan yang terkatup. Tubuhnya diselimuti oleh energi tiga warna: hijau, emas dan ungu.
Xue Ying berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan Tiga Alam, jangan sampai pembatasnya terbuka saat Permaisuri Nuwa dan Tao Agung belum siap. Jika pembatas rusak dan berita tentang Qi Kekacauan sampai diketahui oleh Kaisar Dewa-Iblis, maka Tiga Alam akan menghilang selamanya.
Booom!
Serangan Lin Chen bertabrakan dengan serangan Tian Dan dan Xian Xu, mengakibatkan terjadinya ledakan yang tak beraturan. Petir ungu menyambar ke segala arah, menyambar semua orang tanpa pandang bulu. Sayatan angin bagaikan pedang muncul, menebas apa pun yang berada di sekitar.
Kedua belah pihak terhempas ke arah yang berlawanan, dan masing-masing mendapatkan luka yang berbeda.
Lin Chen, berbalik saat ledakan terjadi untuk melindungi Yan Xue dan Xue Ying. Punggungnya terasa panas dan terdapat luka bakar yang cukup parah, banyak sayatan pedang yang dalam dan mengeluarkan darah emas.
Namun, semua lukanya langsung pulih dalam seperkian detik.
Lin Chen menghela napas saat berbalik, terlihat masih ada lima anggota Klan Dewa-Iblis yang masih bertahan hidup. Dan, kekuatan mereka semua tidak berbeda jauh.
Melihat itu, Lin Chen menyadari bahwa pertarungan ke depannya akan lebih sulit.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...