Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 178 : Kebenaran tentang Dewi Kuxing


__ADS_3

Tampilan Lin Chen sangat berantakan, tidak ada lagi perubahan Dewa atau Iblis; Chakram Dewa akan langsung menghilang sesaat setelah muncul di belakang punggung karena energi yang terkuras dan lambatnya pemulihan energi.


Keadaan Dewi Kuxing tidak jauh berbeda; tidak bisa mengeluarkan Cincin Api dan kekuatannya yang lain; mungkin ia tidak akan bisa selamat dari Energi Iblis dalam keadaan yang sekarang.


Lin Chen tersenyum tipis melihat Dewi Kuxing seraya menyentuh dadanya. "Sepertinya, kita tidak bisa menggunakan energi, dan untungnya kita adalah God Realm, jadi tidak perlu menggunakan energi spiritual untuk terbang ataupun bernapas di sini ..."


"Jika begini, kita hanya bisa kembali ke awal, menggunakan tubuh fisik untuk bertarung tanpa ada energi." Lin Chen mengangkat kedua tangannya; memasang kuda-kuda kokoh untuk mengambil ancang-ancang.


Dewi Kuxing melesat ke arah Lin Chen tanpa melakukan persiapan; meski tidak mampu menggunakan energi, kecepatan kakinya menciptakan ledakan udara yang mampu mendorongnya.


Lin Chen tidak bisa hanya menunggu; meski tidak terlalu banyak energi yang tertinggal, ia harus tetap menyerang sekuat tenaga.


Bam!


Pukulan keduanya saling berbenturan; melihat siapa yang terkuat di antara mereka berdua dalam hal fisik. Darah mengalir di tangan mereka karena benturan, tulang-tulang terasa menyakitkan.


"Belum cukup!" Dewi Kuxing mengayunkan tangan yang lain; memukul tangan siku Lin Chen.


Crack! _.suara retak.


Lin Chen menahan sakit saat siku kanannya dipukul Dewi Kuxing; merasa tulangnya hampir patah karena dipukul dari arah yang berlawanan; tangannya hampir terbalik ke arah yang salah. "Kau ..." Ia menggertakkan gigi. "Masih lebih cepat dariku."


Dewi Kuxing membuka tangan kanannya yang terkepal, menangkap pergelangan tangan Lin Chen dan kembali mengayunkan tangan yang lain; memukul pelipis kanannya.


Lin Chen mengangkat tangan kirinya; mengayunkannya ke arah pelipis kiri Dewi Kuxing.


Bam!


Masing-masing pukulan sama-sama mengenai pelipis, menimbulkan suara yang cukup keras dengan gelombang udara yang menyebar membentuk bola; air di bawah mereka menyebar seperti ada benda besar yang jatuh ke sana.


Lin Chen mengangkat kaki kirinya; menendang pinggang Dewi Kuxing yang terbuka tanpa pertahanan. Ingin sekali memberikan damage besar agar bisa mengakhiri semuanya dengan cepat; sudah terlalu lama bertarung dan ingin melelahkan, ia juga tidak tahu sudah berapa lama ini berlalu.


Tendangan Lin Chen berhasil mengenai pinggang Dewi Kuxing; ada suara retakan kasar di dalamnya, yang sepertinya tulang Dewi Kuxing telah patah. Tapi tidak berhenti disitu saja, Lin Chen kembali melepaskan pukulan di perut setelah Dewi Kuxing kehilangan keseimbangan.


Bam!


Pukulan Lin Chen cukup keras sampai menghempaskan Dewi Kuxing dan memuntahkan darah.


Lin Chen mengeluarkan Pedang Dewa setelah energi di dalam tubuhnya mulai kembali pulih, meski tidak terlalu banyak sampai mampu menciptakan fenomena mengerikan atau sebagainya.


Lin Chen melintas seperti udara yang tidak memberikan suara atau tanda-tanda dalam pergerakan; tiba di belakang Dewi Kuxing yang sudah mulai berhenti. Ia mengayunkan pedangnya secara menyilang untuk menebas Dewi Kuxing, namun saat pedang hampir mengenai, tiba-tiba kekuatan Dewi Kuxing pulih.


Bang!


Energi Dewi Kuxing meledak seperti nyala api yang panas, melelehkan Pedang Dewa yang hendak menebasnya. Ia berbalik menatap tajam Lin Chen seraya mengayunkan tangannya; melepaskan pukulan kuat ke arah leher Lin Chen.


Lin Chen terlambat bereaksi; ia terkena serangan Dewi Kuxing yang tepat di lehernya, membuatnya terhempas jatuh ke lautan luas.


Booom!


Air melonjak saat Lin Chen menghantam air; pilar air tercipta cukup tinggi hanya karena ia yang menghantam, mengabaikan hukum angkasa yang tidak ada gravitasi. Ketika pilar air kembali jatuh, gelombang air menyebar bagaikan tsunami.

__ADS_1


Lin Chen mengambang di permukaan air dengan darah yang membasahi tubuhnya, memandangi Dewi Kuxing yang melayang jauh di atasnya. "Bagaimana, kau bisa memulihkan energi-mu dengan cepat?" Ia yang memiliki Tubuh Istimewa saja tidak bisa pulih dalam waktu singkat.


Dewi Kuxing melayang turun secara perlahan; mendarat tepat di atas Lin Chen. "Aku memiliki dua Dantian, karena itulah aku lebih kuat darimu meski kau memiliki Dao Dewa, Iblis dan Naga ..."


"Aku juga melatih Teknik Iblis sampai setara seperti Dao Iblis, jadi sangat mudah bagiku untuk membuang Energi Iblis yang kau kirim, bahkan mengubahnya menjadi energi-ku sendiri." Dewi Kuxing mengalirkan energi di tangannya, menciptakan pedang yang terbongkar dari Element Api.


Lin Chen menatap Dewi Kuxing dengan mata sayu. "Karena kau hampir mendapatkan Dao Iblis, harusnya kau mampu menghancurkan Esensi Jiwa-ku. Akhirnya, apakah aku akan mati?" Tidak ada rasa takut di wajahnya, hanya ada senyuman.


Dewi Kuxing tidak memperlihatkan perubahan ekspresi di wajahnya; ia mengayunkan pedangnya mengarah pada leher Lin Chen.


Booom!


Tebasan pedang Dewi Kuxing membelah lautan luas dan meledakkannya; uap panas mengepul menghalangi pandangan, ruang juga mulai retak seperti hampir pecah lagi.


Bang!


Tiba-tiba ada dentuman keras yang menghempaskan uap panas yang menghalangi pandangan; Lin Chen sudah berdiri di depan Dewi Kuxing seraya menggenggam Pedang Dewa; saat-saat terakhir tadi energinya kembali pulih, yang membuatnya mampu menahan serangan Dewi Kuxing.


Lin Chen memasang kuda-kuda dengan kaki kiri di depan dan badannya sedikit membungkuk; Pedang Dewa ia genggam dengan kedua tangan, menusuknya ke arah Dantian Dewi Kuxing.


Tubuh Dewi Kuxing diselimuti energi hitam seperti nyala api yang sangat panas, namun saat Pedang Dewa hampir mengenai perutnya, energi yang menyelimutinya menghilang.


Lin Chen tersentak melihat energi Dewi Kuxing yang berkumpul di perut dan anehnya tidak bergerak, bahkan pelindungnya juga dihilangkan. Tapi, ia tidak ingin membuang kesempatan yang ada dan menusuk perut Dewi Kuxing sampai menembus ke belakang.


"Keugh!" Dewi Kuxing memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya; tubuhnya yang lemah kehilangan kekuatan dan bersandar di pundak Lin Chen.


Lin Chen menghilangkan Pedang Dewa, membiarkan Dewi Kuxing menggunakan pundaknya untuk bersandar. "Mengapa? Bukankah kau berniat mengambil Esensi Darah-ku? Harusnya kau bisa membunuhku saat aku kehabisan energi, tapi kau menahannya ..."


"Kau juga bisa menahan serangan barusan, tapi membiarkanku menusukmu." Lin Chen benar-benar kebingungan dengan jalan pikir Dewi Kuxing, sudah banyak mendapatkan kesempatan untuk mengambil Esensi Darah atau bahkan membunuh, tapi semuanya dilepaskan begitu saja.


Suara Dewi Kuxing terdengar pelan dan lembut, tidak seperti sebelumnya yang kasar penuh amarah.


Wajah Lin Chen mengeras dengan kerutan di dahi; tidak berharap Dewi Kuxing mengetahui identitas aslinya, tapi harusnya Dewi Kuxing tidak membiarkannya hidup jika sudah mengetahui identitasnya, mengingat Dewi Kuxing sangat terobsesi dengan harta Chen Hao Ling.


"Bagaimana kau bisa mengetahui jika aku adalah Chen Hao Ling?" Lin Chen tidak memberitahukan indentitas dirinya di kehidupan pertama selain pada wanita-wanita keluarganya yang dimulai dari Nenek Buyut sampai Yue Mu.


Dewi Kuxing masih tersenyum cerah, bahkan matanya yang terpejam seperti membentuk senyuman. "Sebelumnya, aku terus membunuh kloning yang kau kirim tanpa perlawanan ... aku tidak menyadarinya, tapi saat kau datang lagi, kita beradu pukulan, aku merasakan energi yang tidak asing. Tapi ..." Ia terdiam sejenak.


"Tidak mungkin aku akan mempercayainya hanya karena energi, namun semua berubah ketika aku melihat Cambuk Iblis, aku tahu kau adalah Chen Hao Ling."


Lin Chen kehabisan kata-kata, tapi karena Dewi Kuxing tahu tentang Cambuk Iblis dan Chen Hao Ling, harusnya mereka ada hubungan, tapi ia tidak bisa mengingat sekalipun. Bahkan saat bergabung dengan Hitam dan Putih, ia tidak melihat Dewi Kuxing.


"Mengapa kau menyerah?" Lin Chen masih penasaran dengan hal ini.


Dewi Kuxing menggerakkan tangannya yang gemetaran; menggenggam pergelangan tangan Lin Chen dan menuntunnya untuk memeluk pinggangnya. "Peluk aku..."


Lin Chen menurutinya; memeluk pinggang Dewi Kuxing. "Kau tahu, 'kan? Aku menunggu jawaban darimu. Jika kau tahu aku adalah Chen Hao Ling, mengapa kau memilih menyerah, bukankah kau sangat ingin mengambil harta milikku?"


Dewi Kuxing membuka matanya perlahan; matanya terlihat sayu dan mulai kehilangan kilauan cahaya. "Aku, adalah murid dari Chen Hao Ling. Aku tidak ... mengambil harta untuk ... keuntungan sendiri, aku hanya ingin melindungi harta milik Chen Hao Ling agar tidak diambil orang lain."


"Karena, kau pernah mengatakan ... ada harta berharga yang kau simpan di sana," sambung Dewi Kuxing.

__ADS_1


"Jika aku adalah 'Mastermu', mengapa kau memanggilku langsung dengan nama tanpa ada panggilan hormat? Mengapa kau mengeluarkan serangan seperti ingin membunuh?" tanya Lin Chen penasaran—tidak mungkin ia bisa tenang jika memiliki murid seperti Dewi Kuxing, yang menyerang Masternya sendiri sampai setengah mati.


"Aku adalah murid dalam nama ... kau tidak benar-benar menerimaku. Aku tidak ingin membunuh, aku sudah menahan diri, aku hanya ingin membalas perbuatanmu dalam melatih ... kau selalu memukulku ketika aku tidak bisa memahaminya," jawab Dewi Kuxing tersenyum hangat—ia kembali memejamkan mata, tidak bisa menahan matanya untuk tetap terbuka.


Dewi Kuxing terdiam sejenak, kemudian kembali berucap, "Kau juga tidak ingin dipanggil 'Master', kau melatihku dengan kejam dan melatihku dengan Teknik Iblis. Aku sudah sering mendapatkan serangan dari Energi Dewa dan Iblis ... karena itulah ... aku sudah terbiasa dan mudah mematahkan semua seranganmu yang sekarang ..."


"Kau juga menggunakanku sebagai bahan eksperimen, menciptakan dua Dantian yang menyiksaku selama setahun penuh... ."


Energi Dewa dan Iblis, Chen Hao Ling memasukkannya ke dalam tubuh Dewi Kuxing dan membiarkannya merasa sakit bertahun-tahun sampai bisa lepas dengan mencari tahu sendiri caranya.


Dewi Kuxing terus menjelaskan dengan suara yang terus merendah seiring waktu.


Lin Chen mendengarkannya dengan baik tanpa menyela sekalipun, alasan mengapa Dewi Kuxing memilih menyerah karena ia yang sudah terlahir kembali—sehingga tugas untuk menjaga harta yang ditinggalkan sudah berakhir.


Dewi Kuxing berasal dari Semesta Yongheng, tapi pergi ke tempat lain setelah dilepaskan Chen Hao Ling dari penyiksaan dalam latihan, pergi saat berhasil menembus Earth Realm tahap Menengah.


Menggunakan Teknik Iblis yang diajarkan untuk membunuh dan membunuh, berdiri di tumpukan mayat manusia dan bermandikan darah segar.


Dewi Kuxing mengangkat kedua tangannya, memeluk punggung Lin Chen. "Sebentar lagi, aku ... akan menghilang dari dunia ini, aku tahu kau bisa menghidupkan kembali. Tapi, jangan bangkitkan aku, biarkan apa adanya ..."


"Jika aku bisa bereinkarnasi ... maka biarkanlah, tapi jika tidak, tidak perlu melakukan apa pun."


Tubuh Dewi Kuxing mulai memancarkan cahaya merah yang menyelimutinya seperti ada lampu di dalamnya. Ketika cahaya meredup, terlihat ada dua gumpalan energi berwarna merah dan hitam yang keluar di atas kepalanya.


Dewi Kuxing berubah total dalam penampilan: kulitnya mengerut seperti kulit membalut tulang, rambutnya putih kusam, suaranya mulai serak, dan napasnya yang sesak maupun berat.


"Walau ... pun, pela ... tihannya berat dan sangat ... menyiksa. Aku bersyukur ... karena ... bisa melihat dunia ... dari sudut pandang baru ... ."


Tubuh Dewi Kuxing pecah menjadi serpihan cahaya merah yang terus mengecil sampai menjadi molekul cahaya, seperti sinar yang masuk ke dalam kamar melalui jendela kaca di pagi hari.


"Gumpalan hitam adalah hadiah dariku, itu adalah kekuatan tersisa yang aku miliki, harusnya bisa membantumu menembus Lord Realm. Merah, itu adalah ingatan, kau bisa membuangnya dan melupakannya. Selamat tinggal, Master ..."


"Sayangnya, aku tidak bisa melihat istri Master ..."


"Mengapa kau tidak membunuhku saja? Bukankah aku suka sekali menyiksamu?" tanya Lin Chen penasaran—biasanya orang akan membalas dendam sampai membunuhnya setelah mendapatkan perlakuan kejam.


"Entahlah, mungkin karena aku sudah ..." Suara Dewi Kuxing menghilang sebelum menyelesaikan semua kalimatnya.


Lin Chen kehabisan kata-kata; tidak tahu harus bereaksi seperti apa, ia tidak menyangka jika pernah menerima seorang murid dalam nama dan memperlakukannya seperti bahan eksperimen; bukan seperti dirinya saja.


Lin Chen juga terkejut tentang fakta Dewi Kuxing sengaja membiarkannya membunuh 4 God Realm tahap Puncak daripada membunuhnya sendiri, itu karena Dewi Kuxing mengetahui tentang kemampuannya yang bisa menyerap aura kematian dari membunuh lawan untuk dijadikan kekuatan sendiri.


"Jadi, itulah mengapa dia terlihat ragu dan terkadang serangannya sedikit diperlambat."


Lin Chen melihat dua gumpalan energi di depannya. "Apakah ini adalah kemenangan, atau kekalahan?"


Jika Dewi Kuxing memang muridnya, Lin Chen merasa sangat bersalah karena mengambil kekuatan muridnya sendiri untuk meningkatkan kekuatan. Tapi, disisi lain ia harus menghargai Dewi Kuxing, dan menerima kekuatan yang diberikan dari muridnya.


Aku, akan melihat ingatannya dulu.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2