
Karena sudah mengambil misi dari Guild, mereka mulai kembali keluar dari Ibu Kota melewati gerbang yang berlawanan. Ia yang berdiri di belakang melihat anak-anaknya, hanya bisa diam saja ketika transmisi suara Yan Xue masuk ke dalam benaknya.
Sepanjang jalan, Lin Chen diceramahi Yan Xue agar tidak mengajarkan macam-macam pada anak-anak, terutama tentang membunuh monster.
Lin Chen hanya bisa diam tanpa bisa membalas, ia menerima semua hal itu, karena memang secara diam-diam, ia mengajari anak-anaknya untuk melawan monster tanpa sepengetahuan Yan Xue, meski awalnya ia tidak berniat mengajarkan mereka berlatih.
"Jangan lakukan lagi, bukankah Gege yang mengatakan tidak ingin mereka mengikuti jalan Gege?"
Lin Chen mengalihkan wajahnya menghindari tatapan tajam Yan Xue, dan ia tetap diam tidak menjawabnya sama sekali.
"Ngomong-ngomong ..." Lin Chen menengadahkan kepalanya melihat langit biru yang indah. "Bagaimana kabar Dewa-dewi." Ia tidak pernah lagi berkunjung ke Ruang Para Dewa setelah membuat kekacauan di sana.
Ada sedikit ketakutan dan kekhawatiran saat di Ruang Para Dewa, bukan karena takut mati atau apa, ia hanya takut tidak bisa keluar dari sana dan tidak bisa bertemu lagi dengan anak-anaknya.
Untuk menembus God Realm tahap Menengah, ia harus membunuh 7 God Realm tahap Awal atau 4 God Realm tahap Menengah, atau 3 God Realm tahap Akhir atau 2 God Realm tahap Puncak. God Realm tahap Puncak sendiri hanya seorang saja, Dewi Kuxing.
Yan Xue menoleh ke kanan, lalu melihat anak-anak yang berjalan tidak jauh di depannya. "Apakah belum selesai?" bisiknya.
"Belum ..." Lin Chen menggelengkan kepalanya pelan. "Aku baru membunuh tujuh Dewa ..." Ia berhenti sejenak.
[Ding~ Membunuh 3 God Realm tahap Awal. Mendapatkan 5000 Sektiliun Point Pengalaman +25% dan 500 Sektiliun Point System]
[Ranah : God Realm tahap Awal (75.000 Sektiliun/100.250 Sektiliun)]
"Aku baru membunuh sepuluh dari total Dewa-dewi yang ada." Lin Chen meralat ucapannya yang salah, ketika ada pemberitahuan setelah membunuh Dewa Semesta 311 ~ 313.
Dirinya yang lain, yang sudah ia kirim terlebih dahulu saat masih Earth Realm mulai membunuh Dewa yang ada di sana. Karena bisa membunuh Dewa Pedang yang berasal dari Semesta 23, harusnya ia bisa dengan mudah membunuh Dewa lain. Hanya saja, saat ia mengirim ke Semesta No.115, kloningnya langsung terbunuh.
Siapa yang membunuhnya? Dewi Kuxing.
Yan Xue hanya bisa diam dan mengangguk kecil, seraya mencengkeram jari-jarinya yang sedang menggenggam erat tangan Lin Chen. Kekuatannya masih terlalu jauh untuk bisa membantu Lin Chen, ia masih Ranah Yuzhao.
"Tenang saja, aku akan membantu Xue'er. Mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyerapnya. Karena itu, aku akan mengirimkan sedikit demi sedikit energi untukmu."
Lin Chen memiliki 6.000 Sektiliun Point System atau 6.000.000 Kuintiliun Point System, ini adalah Point System yang sangat banyak. Jumlah ini hampir 2000 kali dari jumlah yang digunakan Xue Ying untuk berkultivasi.
__ADS_1
Tapi setelah membunuh 10 God Realm, secara rutin ia sudah menggunakan 1.500 Sektiliun Point System untuk membantu Xue Ying meningkatkan kekuatan, dan bukannya lebih lambat, tapi penyerapannya menjadi lebih cepat, karena Xue Ying sudah mencapai tahap Menengah dari Ziranzhi.
Berbicara tentang Xue Ying, sebelumnya ia sudah menawarkan apakah harus meningkatkan System untuk membantu menembus Earth Realm. Tapi Xue Ying menolaknya, dengan alasan tidak akan bisa menjaga kembar jika tertidur pulas selama beberapa tahun.
"Terimakasih, Gege."
"Sampai!" Lin Da Zixuan mengangkat dan merentangkan kedua tangannya setelah keluar dari Ibu Kota.
Lin Chen sedikit berlutut, lalu mengusap kepala Lin Da Zixuan yang tingginya hanya sedikit lebih tinggi dari lututnya itu. "Kita belum sampai, coba Xuan'er lihat peta yang diberikan."
Lin Da Zixuan menoleh ke kiri menatap Lin Chen, lalu menunduk melihat peta yang masih menggulung karena belum ia buka dari tadi. Ia bisa melihat ada tanda 'X' berwarna merah, dengan penjelasan tempat tinggal monster yang ingin diburu. "Ayah bisa membawa Zixuan terbang, jadi anggap saja sudah sampai."
"Benar ..." Lin Chen sedikit menganggukkan kepalanya, menyetujui pernyataan Lin Da Zixuan yang mengatakan mereka sudah sampai. "Tapi, kali ini kita akan berjalan kaki atau berlari. Jangan naik Baixue, ini untuk pelatihan Xuan'er."
Lin Da Zixuan tertegun dengan mulut terbuka lebar, kemudian menghela napas panjang dan pasrah. "Baiklah ..."
Yan Xue yang mendengar itu, hanya bisa diam dan memijat keningnya, baru saja ia mengatakan untuk tidak mengulanginya lagi, dan sekarang Lin Chen memberikan pelatihan pada anak-anak.
***
Dewi Kuxing masih sangat marah meski sudah tidak ada Lin Chen di Ruang Para Dewa. Dewa-dewi yang kembali ke sini juga sedikit, karena kebanyakan dari mereka harus mengurung diri untuk memulihkan kondisi tubuh.
Walaupun luka di Ruang Para Dewa tidak berdampak di tubuh utama atau di dunia nyata, tapi tidak jika menyerangnya difokuskan pada jiwa. Sepertinya halnya saat Dewi Kuxing melepaskan aura, saat itu memfokuskan pada Esensi Jiwa.
"Hanya tiga puluh saja yang datang, dan kita sudah kehilangan tiga Dewa." Dewi Kuxing melihat 314 Semesta di Weiqi. "Aku terlambat menyebarkan kloning." Ini suatu penghinaan baginya karena kehilangan Dewa.
"Apakah kita akan membiarkan ini saja? Lalu, apakah masih lama untukmu menembus Ranah Sembilan? Ranah yang hanya bisa digapai 'Olehnya'."
Dari dalam kegelapan terlihat mata merah menyala seperti bola lampu, aura tubuhnya juga sangat pekat dan kuat. Ia adalah Dewa dari Semesta Mengza (2), Dewa 5 Element.
Dewi Kuxing menoleh ke belakang melihat Dewa 5 Element yang bersembunyi di dalam kegelapan. "Belum, tapi, jika aku membunuh Dewa baru ini dan mengambil darahnya. Aku merasa bisa menggapai Ranah yang hanya bisa digapai olehnya, Chen Hao Ling!"
"Setelah berhasil menggapai Ranahnya, aku bisa membuka Dimensi Ruang Chen Hao Ling dan mengambil semua hartanya!"
Dewa 5 Element berjalan keluar dari dalam kegelapan, menghampiri Dewi Kuxing yang melihat Weiqi. Bisa terlihat ia mengenakan pakaian berwarna hijau muda, rambutnya berwarna merah dan membawa pedang di pinggangnya.
__ADS_1
"Jika kita bisa mendapatkan semua harta Chen Hao Ling. Kita bisa meningkatkan kekuatan lebih tinggi lagi, dan memerintah semua Semesta." Dewa 5 Element tidak bisa menyembunyikan ambisinya, tapi ada juga kekesalan dan kemarahan karena tidak bisa memasuki 10 Semesta.
Dewi Kuxing mengetahui kemarahan Dewa 5 Element, karena ia merasakan hal yang sama. "Jika tidak bisa memasuki Semesta yang sudah diambil, kita hanya perlu menjaga semua Semesta, dan membunuhnya saat datang."
Semua Dewa dan Dewi yang ada di Ruang Para Dewa, menganggukkan kepala dan mulai keluar, untuk menyebarkan kloning mereka ke semua 303 Semesta.
Walaupun Lin Chen tidak ada dalam pertempuran ini, tapi Lin Chen memiliki rencana yang sama, yaitu mengambil semua harta yang ia tinggalkan.
***
Bintang Logia, Semesta Pedang
Lin Chen dan yang lain sudah sampai di hamparan rumput yang merupakan tempat tinggal Banteng Api.
Banteng Api bukan banteng yang terbentuk dari Element Api, melainkan banteng dengan ekor yang menyala meski hanya seukuran kepalan tangan.
Yang datang ke tempat ini sendiri bukan hanya mereka saja, banyak Petualang lain yang datang untuk membunuh Banteng Api. Apalagi harga yang ditukarkan untuk rampasannya cukup mahal, karena daging, tulang dan kulitnya sangat berharga.
"Dari jumlah energinya, Banteng Api ini hanya setara Nirwana. Itu sangat lemah, bahkan kalian bisa mengalahkannya hanya dengan satu jari, tapi, jangan melonggarkan kewaspadaan."
"Baik, Ayah!" Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan mengangguk bersama, kemudian menuruni bukit dan menghampiri belasan Banteng Api.
"Jangan mengambil buruan orang lain." Yan Xue sedikit berteriak mencoba mengingatkan.
"Baik, Ibu!"
Yan Xue tersenyum hangat melihat anak-anaknya, lalu duduk di permadani atau ambal atau karpet yang dipapar di hamparan rumput. "Gege, mulai sekarang jangan bawa mereka ke tempat berbahaya secara diam-diam tanpa sepengetahuan Xue'er," ucapnya kesal.
Lin Chen merangkul bahu kiri Yan Xue, lalu mengecup pelipisnya. "Baik-baik, aku tidak akan mengulanginya lagi."
Yan Xue tersenyum tipis, meski masih ada sedikit rasa kesal.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...