Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 050 : Pergi Berburu Manusia?


__ADS_3

Kematian penjaga gerbang barat sudah diketahui dan beritanya tersebar, tidak ada yang tahu mati karena apa. Kemudian banyak yang bertarung satu sama lain saat melihat mayat manusia di depan gerbang, dan banyak pula yang mati karena memaksa untuk memakan mayat manusia yang terlihat menggoda.


Lin Chen yang berada di dalam ruangan masih tenang-tenang saja meski ada kekacauan, dan rumor mengenai penyusup yang memasuki Kota Iblis Hitam juga sudah ia dengar. Tapi, ia masih fokus pada kultivasinya. Ia tidak ingin menyia-nyiakan waktu selama satu hari di penginapan ini.


Namun, waktu Lin Chen yang sangat berharga dikacaukan oleh suara ketukan dari balik pintu.


Lin Chen membuka matanya perlahan dan menghembuskan napas panjang. Kekesalan terlihat jelas di wajahnya karena ada yang mengacaukan waktu kultivasinya. Ia berdiri dan berjalan menghampiri pintu keluar, kemudian membukanya.


"Bunuh!"


Serangan kuat melesat ke arah wajahnya.


Lin Chen hanya diam dan membuka matanya lebih lebar lagi, membuat serangan itu terpental dan meledakkan belasan monster yang sudah bersiap-siap untuk melepaskan serangan tambahan.


Karena sangat kesal, Lin Chen berjalan keluar dari ruangannya. Ia hanya ingin tenang sebelum badai terjadi, tapi tidak berharap akan ada yang memancing badai itu saat ini juga, di saat dirinya sedang bersemangatnya dalam pelatihan.


Lin Chen mengangkat kaki kanannya, kemudian menghentakkan kakinya kembali sekuat mungkin.


Boom!


Gelombang angin yang sangat kencang menyebar ke segala arah. Kencangnya angin ini tidak seperti serangan Lin Chen yang sudah-sudah, serangan ini mengandung kekuatan sejatinya, sehingga dampaknya lebih kuat lagi.


Semua bangunan yang menghalangi gelombang angin itu tersapu bersih dan mengubahnya menjadi debu halus, termasuk monster-monster yang mendekat atau bahkan berada di luar gerbang kota. Tidak ada yang bisa lari dari serangan sederhana Lin Chen.


Asap tebal cokelat membumbung tinggi, menutupi wilayah dalam radius lima puluhan ribu mil dengan Lin Chen sebagai pusatnya.


Dengan hembusan napasnya, asap tebal yang menutupi itu menghilang dalam sekejap, memperlihatkan Lin Chen yang berdiri di panggung tanah kecil yang masih utuh. Sedangkan tanah sekitarnya sudah turun sangat dalam, jika saja ada air yang turun, ini sudah cocok untuk dikatakan sebagai danau terdalam.


Point Pengalaman terus bertambah setelah meratakan seluruh kota, namun pendapatan dengan jumlah total yang harus dikumpulkan sangat jauh. Setelah menjadi Kultivator Sejati, Point Pengalaman yang dibutuhkan lebih banyak lagi.


"Sepertinya memasuki kota dengan cara baik-baik salah, lebih baik menyusup langsung tanpa harus melewati gerbang kota." Lin Chen menghembuskan napas panjang, benar-benar tidak berharap akan diserang sesaat setelah membuka pintu.


Tubuh Lin Chen mulai meleleh seperti mentega dan berubah menjadi darah merah yang gelap. Darah itu melesat cepat seperti kain yang tertiup angin, meninggalkan Kota Iblis Hitam dan pergi menuju kota yang tidak jauh dari sini.

__ADS_1


Dengan wujudnya yang seperti ini, tubuhnya menjadi sangat ringan dan membuat kecepatannya berkali-kali lipat. Ia bahkan bisa menyingkat ratusan juta mil hanya dalam waktu satu menit saja.


***


Kota Merah Darah


Lin Chen sudah tiba di langit dari kota yang dikelilingi oleh sungai darah, dan di sungai itu terlihat banyak sekali kerangka tulang manusia, bahkan jembatannya saja terbuat dari tulang-tulang yang dilekatkan. Ia tidak habis pikir saat melihat ini, dugaannya kemungkinan benar tentang kota manusia di Alam Bawah.


Lin Chen menerjang turun seperti angin dan mendarat di gang kecil yang terbentuk karena sela-sela bangunan tinggi. Langit di sini juga gelap dan kotanya tidak ada pencahayaan, sehingga sangat mudah untuk menyusup ke dalam kota.


"Jika aku tidak mencoba memahami Esensi Dao Iblis, aku sudah meledakkan semua kota sesaat setelah datang." Lin Chen menggaruk belakang kepalanya, dan kemudian berjalan keluar dari gang kecil yang gelap.


Ketika ia keluar dari gang kecil, ia melihat banyak monster yang berlarian ke kiri yang sepertinya di sana adalah pusat kota.


Lin Chen mengalihkan perhatiannya pada rombongan monster yang berlari. Ia bisa melihatnya dengan jelas jika ada iblis yang mengenakan pakaian mewah dan memiliki fisik seperti manusia, yang membedakannya hanya pada bagian taring tajam di mulutnya.


"Menarik." Lin Chen ikut bergabung dalam rombongan monster yang pergi menuju ke pusat kota.


Kecepatan lari semua monster cukup cepat, seperti kilatan cahaya dan tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di pusat kota.


"Sepertinya tidak ada." Lin Chen membuka matanya kembali.


Pemuda yang berdiri di podium batu itu mengangkat tangan kanannya yang terkepal, menghentikan kebisingan yang ada di sekitarnya.


Pemuda berambut merah gelap, mata merah menyala seperti bola lampu, kulit putih pucat seperti mayat dan mengenakan pakaian merah. "Aku Tuan Muda Kota Merah Darah, Sei Jia Fu. Hari ini akan membawa pasukan untuk menyerang kota manusia, dan membunuh mereka untuk menjadi bahan makanan kita ..."


"Siapa yang membunuh manusia paling banyak, akan dihadiahkan Ginseng Hitam Api, dan menjadi pengikut ku. Kemudian untuk mereka yang turut hadir, akan mendapatkan bayaran Mawar Hitam!"


Lin Chen membuka matanya lebar saat mendengarnya, ternyata di Alam Bawah benar-benar ada kota manusia. Ia hanya menduganya saja, dan ternyata benar. "Haruskah?"


Ada keraguan di hati Lin Chen seperti tidak ingin menyelamatkan kota manusia, karena ia adalah orang yang ditakdirkan untuk menjadi Dewa dan memandang rendah. Namun karena Putih mengatakan bahwa ia bebas melakukan apa pun, maka ia akan menyelamatkan mereka.


"Siapa yang ingin mengikuti, angkat tangan kalian setinggi mungkin!" Sei Jia Fu kembali berteriak.

__ADS_1


Lin Chen yang mendapatkan kesempatan ini tentunya tidak menyia-nyiakannya. Tanpa ragu, ia mengangkat tangannya setinggi mungkin.


Monster yang lain juga mulai mengangkat tangan setinggi mungkin, dan juga berteriak-teriak dengan harap mendapatkan perhatian dari Sei Jia Fu.


Sei Jia Fu menganggukkan kepalanya, kemudian mulai menunjuk siapa saja yang dibawanya untuk melakukan pembantaian di kota manusia. "Kau, kemari." Ia menunjuk jarinya pada Lin Chen.


Lin Chen mencoba menahan diri saat melihat Sei Jia Fu yang berani-beraninya menunjuk wajahnya dengan jari yang kotor. Ia menghembuskan napas panjang, dan membiarkan Sei Jia Fu untuk hidup sebentar lagi.


"Baiklah." Lin Chen berjalan melewati kerumunan dan naik ke atas podium dengan cara melompat.


"Beri hormat." Sei Jia Fu memandang rendah Lin Chen.


Lin Chen tetap diam dan merogoh kantong celananya, kemudian mengeluarkan Plat Giok Hitam. Lalu melemparkannya ke arah Sei Jia Fu.


Sei Jia Fu benar-benar marah saat melihat ada yang berani tidak sopan padanya, ia hampir memukul Lin Chen jika saja tidak melihat apa yang dilempar. "Ini ..." Ia benar-benar tidak menyangka akan melihat tanda pengenal milik pasukan khusus Kaisar Kematian.


Plat Giok Hitam sendiri adalah plat yang Lin Chen ambil dari Shu Xiansha saat membunuhnya di Bintang Sheng, yang saat ini sudah benar-benar menghilang.


Setelah melihat itu, sikap yang ditunjukkan oleh Sei Jia Fu berubah 180°, tidak ada lagi kesombongan di wajahnya, dan tatapannya pada Lin Chen terlihat ketakutan. Seberapa tinggi kedudukannya di Kota Merah Darah, dihadapan Pasukan Khusus Kaisar Kematian seperti semut.


Bagaimanapun, syarat untuk menjadi anggota itu harus benar-benar sangat kuat, tidak peduli apakah kau memiliki identitas tinggi dari keluarga, tapi jika tidak memiliki kemampuan, maka kau tidak akan bisa masuk ke sana.


Sei Jia Fu mengembalikan plat itu pada Lin Chen. "Silakan Anda menaiki Profound Ark terlebih dahulu, saya harus mencari anggota lain. Anda dapat tenang, saya tidak akan memberi tahu yang lain, jika Anda sedang melakukan misi rahasia," ucapnya pelan agar tidak terdengar yang lain.


Lin Chen menganggukkan kepalanya dan mengambil kembali plat itu. "Bagus, pastikan jangan ada yang mengetahuinya, atau Kota Merah Darah akan menghilang." Ia berjalan melewati Sei Jia Fu dan menaiki Profound Ark.


Profound Ark itu berwarna hitam, dan ada bercak-bercak darah kering di lambungnya. Pada bagian depannya, ada tengkorak besar yang terbuat dari gabungan dari ribuan kerangka tulang manusia.


Lin Chen yang sudah berada di atas Profound Ark, langsung mengambil posisi bersandar pada pembatas tepi Profound Ark. "Aku akan melihat pertarungan mereka dari dekat, dan diam-diam melindungi manusia. Setelah selesai, aku akan mengambil tindakan ..."


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2