
Yuhan Xifai tertegun dengan mulut terbuka, tidak bergerak sekalipun dan tidak tahu harus berkata apa, pikirannya terasa berhenti karena mendapat informasi yang terlalu berat dan mendadak.
Membunuh Dewa Langit? Dewa Langit, God Realm tahap Akhir? Tidak mungkin!
Yuhan Xifai terus-menerus meyakinkan dirinya bahwa tidak mungkin jika Lin Chen adalah orang yang membunuh Dewa Langit.
Namun, saat Yuhan Xifai melihat ke belakang, melihat lubang di lantai dan terasa aura kuat. Pikirannya bertambah kacau, selama ini keluarganya sudah menghabiskan banyak uang, bahkan sampai pecahnya keluarga Yuhan, dan tidak membuahkan hasil sekalipun.
"Di- Dia bisa menyembuhkan Kakek hanya dengan energi spiritualnya ..." Yuhan Xifai berbalik perlahan melihat pintu keluar yang sudah tertutup. "Apakah dia God Realm tahap Puncak?"
Keringat dingin mengalir membasahi wajah Yuhan Xifai, ia merasa bersalah dan takut, karena saat Lin Chen membuat masalah dengan Kaisar Qing, ia mengatakan jika Lin Chen tidak bisa selamat jika sudah ditargetkan oleh Kaisar Qing.
Yuhan Xifai berjongkok di lantai seraya memegangi kepalanya dengan kedua tangan. "Aku, adalah katak di dalam sumur."
Yuhan Xifai berdiri, lalu pergi ke arah dapur untuk mendatangi ruang tersembunyi di mana orangtuanya sedang terbaring lemah karena penyakit yang diderita selama ini.
***
Kota Yang
Lin Chen melihat banyak sekali pasukan yang mengepung Penginapan Jueqi, dan semuanya memiliki satu pikiran, yaitu membunuhnya. "Apakah aku benar-benar dipandang lemah?" Ia memiringkan kepalanya.
Tidak menyangka yang dikirim untuk menghentikannya hanyalah Jenderal Dewa sampai Huangdi, bahkan Yan Xue saja bisa mengalahkan mereka semua tanpa harus berusaha keras.
"Hei ..." Lin Chen menunjuk wajahnya sendiri karena merasa terhina. "Meski aku seperti remaja, tapi aku adalah Dewa."
"Persetan!"
Ratusan serangan dilepaskan ke arah Lin Chen yang baru saja keluar dari formasi array yang melindungi Penginapan Jueqi. Dan, entah mengapa Lin Chen merasa malas sekali menanggapi semua serangan yang mengarah padanya.
Lin Chen melambaikan tangannya malas, seperti orang yang mencoba mengusir ayam. "Pergilah."
Semua serangan berhenti untuk waktu beberapa saat dan bergetar, kemudian langsung berbalik mengarah pada tempat serangan itu berasal.
Booom! Booom! Booom!
Semua serangan meledak saat mengenai orang yang melepaskan serangan, membuat mereka terluka parah ataupun kehilangan nyawanya tanpa ada perlawanan sama sekali, mengingat kecepatan dan kekuatannya bertambah.
"Whoahh!" Lin Da Zixuan berteriak seraya mengangkat kedua tangannya setinggi mungkin. "Ayah hebat!"
Lin Chen tersenyum tipis dan merasa canggung dengan pujian seperti itu, karena selama ia bertarung dulu, ia tidak pernah mendapat pujian semacam ini. Tapi, bukan berarti ia tidak senang, ia sangat menyukai pujian dari anak-anaknya.
__ADS_1
Yang Hexan yang melihat itu, tidak bisa berkata-kata, ia merasa kekuatan Lin Chen bukan kekuatan yang bisa ditanggung Kaisar Qing atau bahkan Bintang Shanjin itu sendiri. Jika ini terjadi dan banyak yang mencari masalah, mungkin Bintang Shanjin akan benar-benar hancur.
Lin Chen melangkah perlahan menghampiri Gerbang Dimensi yang dijaga ketat. Setiap langkah yang ia ambil akan menciptakan retakan celah di tanah, dengan aliran air bagaikan sungai deras.
"Bersujud."
Bug... Bug... Bug...
Satu per satu pasukan mulai terjatuh karena tidak mampu menahan beban tubuh mereka, bahkan mereka yang terbang di langit juga langsung jatuh seperti meteor yang menghantam daratan dan menimbulkan ledakan keras dengan asap cokelat.
Walaupun mereka terlihat bersujud, tapi lebih dari setengahnya sudah terbunuh karena tidak mampu menahan tekanan aura dari Lin Chen.
Whooooosh! Booom! Duarr!
Profound Ark yang berada di langit juga tidak luput dari tekanan yang diberikan Lin Chen, dan melesat jatuh dari ketinggian langit, menimbulkan suara keras dan meledak dengan api membumbung tinggi yang menyebar ke segala arah.
Yuhan Xifai yang baru saja membuka pintu penginapan, melihat semua orang bersujud hanya dengan satu kata yang diucapkan Lin Chen. Hanya dari ini, sudah mengatakan dengan jelas tentang identitas asli Lin Chen.
Lin Chen sudah tiba di depan Gerbang Dimensi yang di halangi ratusan penjaga yang sedang bersujud. "Tenggelam."
Getaran kecil terjadi di tanah sekitar Gerbang Dimensi, yang kemudian terbelah dan menelan semua pasukan di sekitarnya, lalu menutup kembali. Ketika tanah menutup kembali, terlihat darah yang memercik dari dalam tanah melalui celah kecil.
Lin Chen melepaskan Energi Dewa untuk melindungi anggota keluarganya agar tidak terluka ataupun terpisah saat memasuki Gerbang Dimensi nanti. Dan, walau ia belum memasukinya, ia sudah tahu medan apa yang akan ditemuinya nanti.
Medan di dalam Gerbang Dimensi cukup berbahaya, bahkan bagi Earth Realm sekalipun dan lebih berbahaya dari Negeri Surgawi yang sudah menjadi tempat kekuasaannya.
"Ah!" Lin Chen merasakan adanya perubahan pada aura kehidupan di sekitarnya. "Apakah mereka mati karena tidak mampu menahan tekanan dari aura yang aku lepaskan?"
"Jika Qing Yuwen tahu bawahannya terbunuh, ah, sepertinya aku tidak perlu khawatir, karena mereka yang di dalam Gerbang Dimensi juga akan mati." Lin Chen mengangkat kedua bahunya, merasa membuang-buang waktu saja memikirkan Qing Yuwen.
Tanpa membuang waktu lebih lama lagi dengan melakukan hal tak penting, Lin Chen melangkah masuk ke dalam Gerbang Dimensi bersama keluarganya.
***
Gerbang Dimensi
Perubahan medan terlalu cepat sesaat setelah mereka masuk, yang sebelumnya berpijak di tanah, kini langsung berubah menjadi lautan luas dengan air yang saling berbenturan dan sayatan angin ganas bagaikan pedang tajam.
Dimensi Ruang di sini terasa lebih luas dan ganas, tapi memikirkan bagaimana syarat minimal untuk memasuki agar aman, hal itu bisa dimengerti. Apalagi, Leluhur Yang adalah orang yang diberkati oleh Dewa Langit, berbeda dengan Shan Xu.
Tentunya perbedaan antara yang diberkati dan yang tidak sangatlah berbeda.
__ADS_1
Berbicara tentang memberkati, Lin Chen belum pernah melakukan hal semacam itu. Sepertinya cara melakukannya dengan cara mengubah Hukum Langit untuk orang tertentu. Namun, ketika memikirkannya lebih jauh, hal itu tidak mungkin terjadi.
Tidak ada hal semacam itu, God Realm tidak bisa melakukan pemberkatan. Jika Lord Realm, mungkin bisa.
Lagi pula, dia adalah Heavenly Realm, harusnya membuat semua ini sangatlah mudah, asalkan memiliki waktu. Bahkan, saat aku masih Earth Realm, aku sudah bisa mengubah Alam Bawah dan menghidupkan kembali manusia, yang mana itu sangatlah mustahil.
"Lautannya seperti air mendidih ..." Lin Da Zixuan yang berada di gendongan Yan Xue, menoleh melihat sekitar, lalu perhatiannya teralihkan pada punggung Ayahnya. "Ayah, apakah di sini ada monster?"
Lin Chen mengeluarkan Profound Ark dengan ukuran seperti lapangan sepak bola.
Warnanya merah, ini adalah warna alami dari kayu secang, ada rumah di tengah-tengah Profound Ark dan bagian atas rumahnya ada pilar dengan kubah di puncaknya. Kubah itu berfungsi untuk menciptakan formasi array.
"Tentu ada ..." Lin Chen membawa keluarga memasuki Profound Ark yang dari awal kemunculannya langsung terbang di langit. "Kita akan menunggu di sini sebentar, karena monster terbaik dan terkuat berada di sini. Mungkin, saat malam hari dia akan keluar."
Lin Da Zixuan melompat turun dari pelukan Ibunya, lalu mengulurkan tangannya ke depan. Terlihat, ada gumpalan cahaya yang muncul di telapak tangannya, energi itu bergerak dan terus membesar sampai setinggi lima meter.
Cahaya itu bertahan untuk waktu yang singkat, dan menghilang, memperlihatkan bentuk aslinya. Itu adalah Baixue yang selama ini berada di dalam Ruang Dimensi di dalam tubuh Lin Da Zixuan.
Pertumbuhan Ruang Dimensi Lin Da Zixuan tidak seperti Ranah Dewa lain yang terbilang lambat, bahkan saat ia masih bayi, ia sudah menciptakan pulau di dalam Ruang Dimensi. Walaupun, baru beberapa bulan semenjak ia bisa menyimpan barang di dalam Ruang Dimensi.
Lin Qiao Jianying juga mengeluarkan Baimei yang ia simpan di dalam Ruang Dimensi. Begitu pun dengan Lin Mein An yang memiliki Beifei, Hewan Suci dengan bentuk yang sama, dan itu diciptakan oleh Lin Chen sebagai hadiah.
Jika Baixue memiliki batu di dahi seperti Crystal, Baimei seperti Ruby, maka Beifei seperti Diamond.
"Apakah kalian merawatnya dengan baik?" Lin Chen menghampiri anak-anak yang sedang bermain.
"Iya!" Ketiganya menjawab bersamaan.
Lin Chen tersenyum hangat, lalu membuka mulutnya kembali untuk berucap. Namun, tiba-tiba ada gangguan yang sangat menyebalkan, meski ini belum waktunya.
Booom!
Ada ledakan yang berasal dari dalam lautan, membuat air dalam volume besar melonjak naik ke langit membentuk pilar besar, yang kemudian jatuh seperti badai dan menimbulkan gelombang pasang tinggi.
Jika gelombang pasang ini ada di Bumi, maka Bumi akan tenggelam.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1