Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 189 : Mengambil Tes


__ADS_3

Malam Harinya


"Jika Kehidupan menurut Kultivator Sejati adalah kekuatan, umur panjang dan abadi, kekuasaan, hukum dan aturan. Apa arti Kehidupan bagi para Mortal?"


Lin Chen sedang duduk di lantai teras depan; kedua kakinya menyentuh tanah kering tandus. "Mengapa aku tidak bisa mengingatnya? Jika saja aku memiliki ingatannya, aku bisa menembus Lord Realm dengan mudah."


"Yin'er juga tidak tahu caranya, dan aku tidak bisa menanyakan pada yang lain, karena selama ini hanya akulah yang pernah memasuki Ranah Lord Realm!"


Lin Chen merasa merindukan Hitam dan Putih, meski ia sudah mengambil ingatan mereka, ia merasa ada ingatan-ingatan yang sengaja dibuang dan membuatnya harus berpikir sendiri, karena setiap jalan dari berbagai kehidupan memiliki jawabannya sendiri.


Tuk, tuk, tuk... Tuk, tuk, tuk...


Lin Chen bisa mendengar suara ketukan cepat seperti orang yang terburu-buru, tapi itu bukanlah ketukan pintu, melainkan ketukan yang berasal dari dalam sumur.


"Yi'er, tolong bantu aku menghabisinya."


Xue Ying yang sedang memperbaiki tembok, berbalik melihat Lin Chen yang duduk di teras rumah panggung. "Baik, Kakak."


Xue Ying tahu kekuatan Kakaknya telah disegel, tapi harusnya mampu menghancurkan setengah kota hanya dengan hentakkan kaki. Jadi, membunuh makhluk jahat yang bersembunyi di dalam sumur harusnya sangat mudah.


Meskipun demikian, masih meminta bantuannya? Xue Ying tidak habis pikir dengan keputusan Kakaknya yang mencoba hidup seperti Mortal sampai menyegel semua kekuatan.


Bagaimanapun, bagi seorang Kultivator yang sangat mendambakan kekuatan, kekuatan adalah hidup, jika basis kultivasi disegel atau bahkan menghilang, itu tidak jauh berbeda dari kematian.


Booom!


Penutup sumur yang terbuat dari kayu dan batu terlempar ke langit saat ada ledakan di dalamnya; angin bertiup kencang dengan suhu yang mulai turun seperti badai salju yang dingin; aura mengerikan yang menggetarkan jiwa juga mulai terasa.


Asap hitam mulai terlihat keluar dari dalam sumur, mengeluarkan aura membunuh yang cukup membuat manusia biasa kehilangan akal; bentuknya yang menyeramkan juga menambah kesannya. Bentuknya seperti bola lentur dan di setiap sisinya memiliki mata, mungkin ada puluhan mata merah menyala.


Whooooosh! Whooooosh! Whooooosh!


Bola itu berubah bentuk dan melepaskan serangan yang membentuk seperti pipa besi ke segala arah, menghantam tanah dan meninggalkan bekas yang cukup dalam.


Lin Chen yang melihatnya hanya diam menatapnya, ada ketertarikan di matanya saat melihat makhluk yang terus melepaskan serangan. "Ada tiga puluh mata dan setiap matanya mewakilkan satu nyawa, apakah dia berasal dari Ras Iblis?"


Salah satu serangan mengarah kepada Lin Chen yang tengah duduk meneguk secangkir kopi hangat.


Lin Chen tidak bergerak sama sekali, hanya diam dengan tenang saat serangan mengarah padanya.


"Master!" Dewi Kuxing berdiri di depan Lin Chen, menangkap serangan yang melesat.


Dewi Kuxing mencengkeram erat serangan dan mengalirkan kekuatannya. Terlihat bagian hitam dari makhluk aneh itu mulai memancarkan cahaya putih, menghantarkan kekuatan Dewi Kuxing yang terus bergerak sampai mengenainya.


"Kraahhkk!" Makhluk aneh itu menjerit keras merasakan sakit yang mengakibatkan salah satu matanya meledak.


Xue Ying sudah menangkap semua serangan, tapi tidak mengalirkan kekuatannya karena masih mengamati makhluk apa yang bersembunyi di dalam sumur ini. "Menyerap Esensi Kehidupan manusia yang tinggal di sini, memakan aura bumi dan langit, serta mengakibatkan siapa saja yang tinggal di sini bernasib buruk."


"Jika dibiarkan terlalu lama, semua orang di Kota Fanren akan mengalami musibah," sambung Xue Ying—ia menoleh ke kanan belakang melihat Lin Chen yang masih duduk tenang. "Kakak, sepertinya makhluk ini bernama Yegui, dan bukan hanya ada di Kota Fanren, tapi di kota lain juga ada, bahkan lebih kuat."


"Yegui?" Lin Chen mengerutkan keningnya; itu adalah nama yang sangat aneh, bahkan bisa dibilang itu bukanlah nama, karena memiliki arti Hantu Liar.


Yan Xue keluar dari dalam rumah, membawa nampan yang di atasnya terdapat empat mangkuk yang berisikan mie. "Gege, silakan makan."


"Terima kasih, Sayang." Lin Chen menerima mangkuk yang diberikan oleh Yan Xue; ia langsung menyantapnya dengan tenang tanpa memikirkan Yegui yang meronta-ronta mencoba lepas dari genggaman Xue Ying. "Apakah ada informasi lain?"


Xue Ying terdiam sejenak seraya menatap tajam mata-mata Yegui untuk mendapatkan informasi. "Yegui disebarkan untuk mengambil Esensi Kehidupan agar memiliki kekuatan yang cukup untuk membangkitkan ... Raja?"


Xue Ying bingung maksud dari 'Raja' di sini, karena informasi dari Yegui ini tidak begitu jelas.

__ADS_1


"Bunuh saja jika sudah tidak ada informasi yang didapat," ucap Lin Chen.


Xue Ying menganggukkan kepala; ia menarik semua serangan berbentuk pipa dari Yegui yang sudah ia tangkap; Yegui bergerak cepat karena tarikan tangannya, lalu ia mengepalkan kedua, terlihat ada siluet tangan hijau yang mencengkeram Yegui hingga hancur.


Gelombang udara menyebar ke segala arah, menimbulkan debu beterbangan sampai menghalangi pandangan.


Dewi Kuxing melepaskan energinya untuk menciptakan sebuah pelindung yang berfungsi untuk menghalau debu-debu agar tidak jatuh ke dalam mangkuk.


Lin Chen terus makan dengan tenang; tidak memikirkan debu-debu yang terbang tertiup angin.


Yegui yang terbunuh menimbulkan perubahan pada Kediaman Lin: aura dingin yang menusuk tulang mulai menghilang secara signifikan; tanah tandus juga mengalami perubahan, retakan-retakan di tanah mulai menutup dan warnanya tidak lagi kuning kecokelatan; pohon kering yang ada di halaman juga mulai membaik dan ada daun-daun yang tumbuh.


Kediaman yang beberapa jam sebelumnya terlihat tak terawat dan menyeramkan, kini seperti kediaman bangsawan, bahkan aura spiritual di sini sangat padat dan murni.


Tapi untuk Lin Chen yang sedang hidup seperti Mortal, aura spiritual di Kediaman Lin tidak berarti banyak.


Lin Chen membuka Inventory System, mengeluarkan Botol Giok berisikan Air Surgawi 9 Warna dan langsung menyiramkannya ke tanah maupun pohon. Seketika itu juga rumput mulai tumbuh dan pohon kering terus membaik dalam, bahkan daun telah memenuhi dahan pohon.


"Kakak, bukankah Kakak mengatakan tidak akan menggunakan kekuatan. Bagaimana Kakak bisa mengambil Air Surgawi?" tanya Xue Ying menghampiri—datang mengambil mangkuk mie dan duduk di samping Dewi Kuxing.


Lin Chen menghela napas panjang, tidak berharap jika Xue Ying tidak mengetahui hal sederhana seperti ini. "Artefak yang tertanam di jiwaku, harusnya kau tahu, itu tidak menggunakan kekuatan sama sekali." Ia tidak bisa langsung mengatakan System, karena ada Yan Xue dan Dewi Kuxing.


"Ah!" Xue Ying tersentak setelah mengingat tentang dirinya yang merupakan System. Ia melupakan hal itu karena kekuatan Kakaknya sudah sangat tinggi—sehingga System terlihat sudah tidak berguna, hanya digunakan untuk membeli bahan-bahan dan melatih orang lain.


"Besok lusa toko akan dibuka, dan besok aku harus pergi ke Paviliun Obat untuk mendapatkan izin." Lin Chen meletakkan mangkuk kosong di samping kirinya, lalu terlentang dengan kedua tangan menyilang di belakang kepala.


"Kalian berdua berjaga di sini." Lin Chen berencana pergi bersama Yan Xue, dan membiarkan Xue Ying maupun Dewi Kuxing untuk berjaga-jaga di Kediaman Lin.


Keduanya mengangguk secara bersamaan; menerimanya tanpa ada penolakan terhadap keputusan Lin Chen.


***


Kabar mengenai Kediaman Gui yang dibeli oleh pendatang baru sudah tersebar luas; banyak yang penasaran dengan pemilik baru dari Kediaman Gui dan ingin melihatnya, meski melihatnya dari jauh karena tidak berani terlalu dekat.


Tapi setelah melihat banyak dedaunan yang memenuhi jalanan di depan Kediaman Gui atau yang sekarang telah berubah nama menjadi Lin, orang-orang sangat penasaran dan akhirnya mulai mendekat. Alangkah terkejutnya mereka saat melihat pohon yang sebelumnya kering, kini telah tumbuh lebat.


"Bagaimana bisa Kediaman Gui berubah menjadi seperti ini? Mereka tinggal belum genap satu hari, tapi sudah membawa perubahan yang signifikan pada Kediaman Gui." Wanita paruh baya berucap seraya menutup mulutnya dengan kipas tangan.


"Hanya ada satu jawaban, pemilik rumah ini adalah Immortal!" Salah seorang menjawab rasa penasaran wanita paruh baya.


Bagikan petir yang menyambar, ini adalah berita yang sangat mengejutkan jika benar-benar ada Immortal yang tinggal di Kota Fanren.


Pada saat itu juga, perhatian semua orang teralihkan pada dua kediaman yang berseberangan dengan Kediaman Gui, kediaman itu kosong selama belasan tahun karena penghuninya takut terganggu, termasuk dua kediaman lain yang mengapit Kediaman Gui.


Qin Sanzhong mengatakan hanya ada satu kediaman kosong di jalan utama, meski sebenarnya terdapat lima kediaman kosong. Lin Chen mengetahui hal itu, tapi tidak terlalu memikirkannya, lagi pula Kediaman Gui adalah kediaman terbesar dan ia dapatkan dengan harga murah.


Kreekk... _.suara pintu terbuka.


Lin Chen dan Yan Xue keluar dari Kediaman Lin; mengenakan hanfu laki-laki berwarna biru langit dan Yan Xue mengenakan hanfu berwarna merah muda yang semakin ke bawah warnanya makin gelap dan ada corak bunga.


Yan Xue menggandeng tangan kiri Lin Chen. "Gege, banyak sekali orang yang melihat kita."


Lin Chen mengecup kepala Yan Xue. "Biarkan saja, sekarang ayo kita berangkat, aku tidak ingin sampai kesiangan."


Xue Ying menganggukkan kepala, lalu berjalan dengan langkah yang sama agar tidak tertinggal ataupun mendahului.


Pembicaraan kembali dilanjutkan dengan diam-diam saat melihat Lin Chen dan Yan Xue yang keluar dari Kediaman Lin; melihat dari penampilan keduanya, mereka sangat yakin jika pemilik baru dari Kediaman Lin adalah Immortal!


Yang terlihat jelas dari penampilan adalah dari segi tinggi badan, Lin Chen memiliki tinggi 225 cm dan Yan Xue setinggi 187 cm. Berbeda dengan penduduk di Kota Fanren, rata-rata tinggi penduduk setempat adalah 175 cm.

__ADS_1


Tapi hanya dari tinggi badan bukan berarti Immortal, yang menambah keyakinan mereka semua adalah fakta bahwa Lin Chen masih hidup meski tinggal di Kediaman Lin.


Tanpa membuang waktu, semua orang mulai pergi ke Kantor Properti untuk membeli kediaman tersisa di samping Kediaman Lin; mereka ingin tinggal di sekitar Immortal, siapa tahu membawa keberuntungan tersendiri.


*15 Menit Kemudian


Lin Chen dan Yan Xue sudah tiba di depan bangunan berlantai sembilan berwarna cokelat, dan ada beberapa bagian berwarna merah dari kayu secang.


"Paviliun Obat." Lin Chen menaiki tangga batu, memasuki Paviliun Obat bersama dengan Yan Xue.


Cukup sulit untuk mereka sampai di Paviliun Obat, karena mereka menjadi pusat perhatian dan menimbulkan kerumunan massa yang penasaran dengan pemilik Kediaman Lin.


Lin Chen langsung pergi ke meja resepsionis yang dijaga oleh wanita muda mengenakan Cheongsam merah, berdiri di belakang meja.


"Selamat datang, ada yang bisa dibantu?" tanya resepsionis—ia terlihat sedikit kesulitan untuk berbicara dengan Lin Chen, karena tingginya hanya sebatas 155 cm, berbeda 70 cm.


"Aku baru membeli Kediaman Gui dan berencana untuk membuka toko herbal, menurut penjaga gerbang, aku harus mendapatkan izin di sini jika ingin membukanya."


Wanita resepsionis itu tersentak saat mendengarnya, tidak berharap jika orang yang sedang hangat-hangatnya akan datang ke Paviliun Obat. Ia berjalan keluar dari meja resepsionis seraya berkata, "Silakan ikuti saya, saya akan membawa kalian berdua untuk mengikuti tes."


Wanita resepsionis sudah diberi pesan oleh Manager, jika pemilik baru dari Kediaman Gui datang, maka layani dengan baik dan jangan biarkan menunggu lama.


Untuk mengambil tes sendiri biasanya harus membuat janji, dan tes akan dilaksanakan seminggu setelah bertemu dengan orang yang memberikan tes, kemudian hasilnya akan keluar tiga hari setelah tes diambil.


Lin Chen dibawa ke ruangan khusus di lantai empat dan berhenti di depan ruangan dengan pintu kembar berwarna merah.


Tuk... Tuk... Tuk... _.suara ketukan pintu.


"Masuk." Ada balasan dari dalam ruangan yang terdengar berat dan sedikit serak, seperti suara pria tua.


Pintu terbuka perlahan, terlihat pria tua yang mengenakan pakaian putih, rambut maupun janggutnya cukup panjang dan berwarna putih. Pria tua sedang mengecek buku-buku yang tersusun rapi di rak buku, dan di sisi lain ruangan banyak herbal-herbal yang cukup berharga.


Lin Chen menangkupkan kedua tangan dengan maksud memberi salam. Bahkan ia harus melalukan salam semacam ini hanya untuk memahami arti Kehidupan dari Mortal. "Namaku Lin Chen, kedatanganku kemari untuk mengikuti tes dan mendapatkan izin membuka toko di Kediaman Gui."


Pria tua bernama Lao Mingxan menutup buku dan mengembalikannya pada tempatnya. "Membuka toko obat? Lin Chen? Ah! Aku mendengarnya dari penjaga gerbang jika kau akan datang ke sini."


Lao Mingxan memang sudah menunggu kedatangan Lin Chen, tapi bukan karena ucapan dari penjaga gerbang, melainkan karena rasa penasaran terhadap pemilik baru dari Kediaman Gui.


"Tes ini sangat mudah, biasanya kau harus menjawab pertanyaan, seperti nama dan kegunaan dari herbal yang berada di dalam gambar. Tapi karena aku belum menyiapkannya, maka langsung mulai dari tes kedua ..." Lao Mingxan berjalan ke sisi lain ruangan, menghampiri lemari berisikan herbal maupun rempah-rempah.


"Kau harus menjawab dengan benar semua herbal di sini, tapi bukan dalam bentuk utuh, melainkan yang sudah berbentuk bubuk."


Lin Chen menganggukkan kepalanya, berjalan menuju meja yang berada di tengah-tengah ruangan. Di atas meja itu terdapat beberapa mangkuk kecil berisikan bubuk-bubuk berbeda warna.


Lin Chen mengangkat salah satu mangkuk. "Ginseng atau renshen, ampuh untuk menyembuhkan beragam penyakit manusia, mengembalikan qi (energi vital), dan menghangatkan badan ..."


"Walnut atau hetao, bisa menajamkan pikiran dan meningkatkan konsentrasi serta memori. Kayu manis, sangat bagus untuk menghangatkan tubuh, melancarkan sirkulasi darah, dan menyelaraskan energi bagian atas dan bawah tubuh ..."


"Jahe, sangat bagus untuk kesehatan pencernaan, menetralkan racun di makanan, hingga menyehatkan paru-paru dan melancarkan peredaran darah ke seluruh anggota tubuh..."


Lin Chen terus menjelaskan semua bubuk yang berada di atas meja tanpa ada sekalipun yang salah; semuanya ia jawab dengan benar dan hanya membutuhkan sekali hidup untuk bisa mendapatkan jawaban.


Biji teratai, hawthorn berry, goji berry, jujube, akar licorice, kulit jeruk, kacang hijau dan lain yang. Total bubuk yang berhasil dijawab Lin Chen adalah 100 dari 100.


Lao Mingxan hanya diam tak bisa berkata-kata; tidak pernah menemukan orang yang mampu menjawab semuanya dalam kurun waktu kurang dari setengah jam dan semuanya sempurna.


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2