
Ini bisa dibilang adalah jalan buntu; mereka tidak bisa mengeluarkan kekuatan fisik yang mampu melukai satu sama lain, karena setiap kali ada serangan, tubuh mereka bisa meniadakan serangan itu dengan berubah menjadi api atau cahaya.
"Aku merasa, kau tidak berniat untuk membunuhku." Lin Chen sudah menyadarinya dari awal, meski Dewi Kuxing mengeluarkan niat membunuh, tapi setiap serangannya tidak sampai membuatnya dalam bahaya.
Dewi Kuxing mengencangkan bibirnya seperti menahan emosi, kemudian mengembuskan napas. "Tentu saja, tidak mungkin aku membunuhmu sebelum mendapatkan Esensi Darah."
Lin Chen menggaruk belakang kepalanya; merasa pertarungan ini akan berlangsung lebih lama dari yang diharapkan. Ia tidak tahu sudah berapa lama berlalu, mungkin sudah berhari-hari meski baru terasa beberapa menit.
Lin Chen mengangkat tangannya setinggi mungkin, lalu menurunkannya kembali untuk mengambil Chakram Dewa di atasnya agar kembali lagi ke belakang punggung. "Mungkin ini kekanakan dan bodoh, tapi, bagaimana kau bisa memahami Esensi Dao lebih dari satu?"
Dewi Kuxing terlihat tenang; tidak merasa tidak nyaman saat ditanya tentang Esensi Dao. Ia mengangkat kedua bahunya seraya merentangkan tangan. "Aku akan memberitahukannya nanti jika kau bisa mengalahkanku."
Lin Chen menganggukkan kepalanya; Chakram Dewa bergerak melingkarinya yang berada di tengah-tengah; Chakram Dewa bercahaya putih terang yang menyilaukan mata, tapi sepertinya Dewi Kuxing tidak merasa sakit atau apa pun itu saat melihat cahayanya, seperti sudah biasa.
Ruang yang terbagi menjadi dua: biru dan putih itu berubah total menjadi putih bersih tanpa kotoran, mereka seperti sedang berada di dalam ruangan luas.
Dewi Kuxing melihat tangannya sendiri saat merasakan penurunan kekuatannya, meski tidak terlalu banyak dan masih mampu bersaing dengan Lin Chen dalam segi kekuatan. "Lumayan."
Dewi Kuxing mendongak ketika merasakan aura yang sangat kuat; melihat ada Chakram Dewa yang sudah bergerak tepat ke arah lehernya. Ada bahaya dari Chakram Dewa, dan ia rasa perubahan Tubuh Api tidak berguna dihadapan Chakram Dewa di Domain Dewa.
Dewi Kuxing menghindari serangan dengan cara seperti kayang, tapi saat itu juga melihat Lin Chen yang sudah tiba di atasnya dengan tangan diselimuti petir biru muda seperti warna langit. "Cepat juga."
Lin Chen tidak merasa kesal meski Dewi Kuxing terus memprovokasi dirinya—karena itu adalah hal yang wajar dalam pertarungan untuk melemahkan konsentrasi lawan. "Tentu."
Dewi Kuxing tersenyum tipis seraya memutar tubuhnya lagi; menendang tulang rusuk Lin Chen menggunakan tumit kaki kirinya.
Bang!
Keduanya sama-sama terkena serangan masing-masing, dan serangan itu mengenai rusuk mereka; menimbulkan suara retak yang cukup keras, bahkan suaranya sangat sakit untuk didengar karena menusuk telinga.
Lin Chen tersentak; bukan karena ia terkena serangan, tapi karena serangan yang ia lepaskan berhasil mendarat di tubuh Dewi Kuxing yang sebelumnya sangat sulit untuk disentuh. Tapi, ada perasaan aneh dalam pertarungan ini, seperti Dewi Kuxing menahan diri, bukan karena alasan Esensi Darah, tapi yang lain.
Namun, siapa yang peduli!
Walaupun keduanya sama-sama menerima serangan, mereka tetap berada di tempat karena menguatkan tubuh agar tidak terhempas.
Pertarungan terus dilanjutkan dengan kekuatan fisik.
Lin Chen mengayunkan tangan yang lain ke arah wajah Dewi Kuxing; kekuatan yang dilepaskan cukup tinggi dan ini mampu menghancurkan Galaxy Zhongyang hanya dengan satu kali serangan; menyapu bersih semuanya tanpa sisa.
Dewi Kuxing tidak tinggal diam; ia juga menyerang dengan gerakan yang sama, namun ke arah perut Lin Chen.
Booom!
__ADS_1
Serangan masing-masing kembali ditahan, tapi masih menerima dampak memar pada tangan lain yang menahan serangan, bahkan sampai mengeluarkan darah hanya karena menahan pukulan.
Lin Chen tersenyum lebar karena sudah lama tidak merasakan ini; biasanya ia hanya akan menjentikkan jari, dan lawan akan langsung terbunuh tanpa meninggalkan jejak, itu sangat membosankan.
Dewi Kuxing menatap Lin Chen seraya menahan pukulan yang mengarah di pelipis kanannya. "Kau cukup kuat." Ia menggertakkan gigi.
Lin Chen tersenyum tipis seraya menahan pukulan Dewi Kuxing yang mengarah pada perutnya. "Belum seberapa." Tangannya gemetaran; tidak mampu menahan lebih lama.
Aura hitam mulai menyelimuti tubuh Dewi Kuxing seperti api yang menyala; Domain Dewa ikut terkena dampak dari energi yang dikeluarkan Dewi Kuxing, mulai ada kotoran-kotoran seperti miasma, bahkan Domain Dewa terlihat meleleh, seperti dinding es yang terkena api.
Lin Chen mencoba melangkah mundur, namun gerakannya ditahan oleh Dewi Kuxing: bukan hanya pukulannya, tapi juga tubuhnya yang dikunci oleh Element Ruang dan Waktu. Tapi ia tidak ingin menerima serangan secara sukarela, ia melepaskan auranya lebih banyak lagi untuk menggerakkan 2 Chakram Dewa.
Bola mata Lin Chen masih bisa digerakkan; ia melirik sebisa mungkin yang dilihatnya, Domain Dewa sudah mulai berubah total dengan adanya miasma hitam korosif; rawa-rawa hitam juga terlihat dengan kerangka tulang manusia di mana-mana sampai menggunung.
Jika Lin Chen tidak memiliki Esensi Dao Iblis, mungkin sekarang akan berubah menjadi kerangka tulang manusia.
Dewi Kuxing menutup matanya untuk beberapa saat, lalu membukanya kembali memperlihatkan mata hitam gelap yang mengeluarkan kabut hitam. Raut wajahnya terlihat datar tanpa emosi, ia seperti sebuah boneka yang digunakan untuk membunuh.
Dewi Kuxing mencengkeram erat tangan Lin Chen yang berhasil ia tahan hingga terdengar suara kasar, menandakan tulangnya patah, tapi setelah kekuatan cengkeramannya ia tambahkan, tangan itu terputus dengan api hitam yang menyala.
"Tahan ini." Dewi Kuxing menarik tangan kanannya, lalu kembali memukul perut Lin Chen.
Booom!
Lin Chen melintas lebih cepat dari cahaya; bagian dadanya terlihat menghitam karena pukulan Dewi Kuxing yang mengerikan; ia merasakan adanya pembalikan energi yang memperlambat kecepatan geraknya.
"Aku datang."
Lin Chen tersentak melihat Dewi Kuxing yang sudah datang di atasnya; bersiap-siap untuk melepaskan serangan lain yang sama kuat. Ia menyentuh dadanya sendiri dan menyembuhkan luka-luka yang diterima, lalu untuk tangan yang lain, mencoba menahan serangan menggunakan Chakram Iblis.
Dewi Kuxing sedikit bergetar melihat Chakram Iblis yang muncul, tapi anehnya ada senyum tipis yang terukir di wajahnya; seperti telah mendapatkan emosinya kembali.
Lin Chen tidak tahu mengapa Dewi Kuxing tersenyum, tapi itu suatu penghinaan baginya. Ia mengendalikan Cambuk Iblis yang sudah membaik untuk menyerang Dewi Kuxing; Cambuk Iblis menyelinap melalui Chakram Iblis ke belakang punggung Dewi Kuxing.
Booom!
Dewi Kuxing melepaskan pukulan yang sama ke Chakram Iblis dan saat itu Cambuk Iblis juga menyerang punggungnya.
Asap tebal menghalangi pandangan keduanya karena serangan mematikan, bahkan api menyala hanya karena benturan antara serangan dengan pertahanan; gelombang udara kencang menyebar menerbangkan miasma hitam korosif, memecahkan kerangka tulang manusia yang menggunung maupun lautan racun.
Bang!
Aura kuat dari keduanya meledak saling beradu satu sama lain: bagian atas adalah aura Dewi Kuxing yang berwarna hitam, dan bagian bawah adalah aura Lin Chen berwarna merah. Aura keduanya hampir mirip, sama-sama mengandung kekuatan tentang kematian dan tabu, Kematian, Iblis.
__ADS_1
Terlihat Lin Chen yang terkena serangan di dadanya setelah Chakram Iblis pecah, tapi Dewi Kuxing juga mendapatkan luka yang tidak kalah parah dari Lin Chen. Cambuk Iblis berhasil menusuk punggung Dewi Kuxing sampai menembus ke dadanya, tapi Cambuk Iblis tidak memancarkan cahaya seperti biasanya.
Darah terlihat mengalir cukup deras dari dalam mulut Lin Chen, dada kanannya juga hancur seperti dimakan oleh binatang buas. Dewi Kuxing tidak jauh berbeda, darah mengalir dari dadanya yang tertusuk, tapi tidak ada darah dari mulutnya, kekuatannya juga tidak menurun.
"Kita menemukan jalan buntu, tidak ada satu pun dari kita yang bisa membunuh satu sama lain," ucap Dewi Kuxing yang tidak terlihat kecewa; ia tersenyum seperti sudah menunggu untuk waktu yang lama agar bisa menghadapi lawan yang setara.
Lin Chen tidak bisa menyangkalnya; pertarungan kali ini memang lebih sulit dari yang sudah-sudah. "Tapi, bukankah ini menarik? Tiga puluh lima tahun lalu, aku bahkan tidak bisa berdiri hanya karena tekanan dari God Realm paling lemah, dan sekarang aku bisa mengimbangi mu."
Dewi Kuxing menyeringai lebar dengan keinginan membunuh yang terpancar di matanya. "Maka, cobalah ini."
Tangan Dewi Kuxing kembali diselimuti oleh api hitam membara yang sangat panas dan korosif; punggungnya juga mengeluarkan api yang sama untuk membakar Cambuk Iblis maupun menyembuhkan luka yang diderita.
"Keugh!" Lin Chen tidak bisa menahan rasa sakit akibat pukulan tambahan Dewi Kuxing, yang bahkan sampai meledakkan dada dan bahu kanannya; ia juga terhempas jauh ke bawah seperti udara.
Bang!
Tubuh Lin Chen menghantam sesuatu yang cukup keras; seperti dinding tebal yang sulit dihancurkan, namun tidak lama setelah ia menghantam, bagian bawah tempat ia berhenti mulai retak cukup cepat, yang kemudian pecah seperti kaca.
Dewi Kuxing menghilangkan semua miasma hitam; bergerak cepat ke arah Lin Chen dengan kaki kanan yang menendang bagian dada lainnya menggunakan telapak kakinya.
Bam!
Lin Chen kembali terhempas memasuki ruang yang pecah; pada saat itu juga pandangannya mulai berubah total, tidak lagi berwarna hitam penuh kabut, banyak sekali kilauan bintang, ini seperti Semesta yang belum hancur.
"Akhirnya, aku sudah menunggu kalian datang."
Lin Chen menoleh ke kanan; terlihat ada seorang pria muda yang berdiri, rambutnya berwarna hijau muda dan mengenakan hanfu pria berwarna biru, membawa kipas tangan merah yang di dalamnya ada pisau lempar tersembunyi.
Lin Chen tidak terlalu ingat siapa pria itu, karena penampilannya terlihat asing, tapi di sisi lain juga merasa kenal. Hingga Dewi Kuxing datang di atasnya, tapi tidak mengambil tindakan.
"Dewa Lima Element, aku datang."
Lin Chen mengerutkan keningnya saat mendengar itu; merasa pertarungan kali ini akan sangat sulit untuk menenangkannya. Tapi, ia akan terus berusaha meski hasilnya nihil, dan akan mundur apabila berada diambang kematian.
Dewi Kuxing bergerak ke arah Dewa 5 Element, berdiri bersebelahan seraya menatap Lin Chen yang sedang memulihkan kondisi tubuh.
Lin Chen merasa aneh akan hal ini, akan sangat mudah bagi mereka langsung mengalahkan dirinya tanpa harus menunggu meregenerasi tubuh. Apakah aku diremehkan? Tapi, aku tidak bisa menyangkalnya, aku bahkan hampir mati saat melawan Dewi Kuxing ...
Walaupun, aku tidak bisa mati jika tujuh juta kloning tidak dibunuh bersamaan.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...