Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 250 : Bantuan Keluarga Ye


__ADS_3

Lin Chen menariknya terlalu kuat sampai membuat Lin Qiao Jianying menabrak tubuhnya.


"Apa yang terjadi?" Lin Qiao Jianying memegang kepalanya saat pandangannya sedikit berputar. Ia menoleh melihat sekitarnya; mencari tahu di mana ia berada sekarang, sampai akhirnya pandangannya terpaku pada wanita yang struktur wajahnya mirip dengannya. "Ibu? Ibu sendirian? Di mana Ayah?"


Yan Xue terdiam tanpa kata, dan hanya menundukkan kepalanya saat menunjuk ke bawah Lin Qiao Jianying.


Lin Qiao Jianying menundukkan kepalanya, dan akhirnya sadar bahwa ia sedang duduk di atas dada Lin Chen. "Ah!" Ia bangkit, lalu duduk di samping Yah Xue. "Ayah, Jian'er minta maaf..." Ia menundukkan kepalanya dan suaranya terdengar sangat pelan.


Lin Chen menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan. "Tidak masalah, Jian'er sudah pernah melompat ke atas perut Ayah. Jadi ini tidak seberapa."


Lin Qiao Jianying menutup wajahnya dengan kedua tangan dan berkata dengan pelan, "Ayah..."


Lin Chen duduk di atas awan. Ia menepuk-nepuk kepala Lin Qiao Jianying sebelum mengecup hangat di keningnya. "Putri Ayah semakin cantik, apakah ... Jian'er sudah makan?" Hampir saja mengungkit masalah tentang keluarga Ye, tapi dengan segera mengalihkan arah pembicaraan.


Lin Qiao Jianying tersenyum pahit, kemudian menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Belum, Jian'er belum menyentuh makanan selama tiga tahun. Keluarga Ye membuat Jian'er pusing, jika Jian'er tidak ingin mempertahankan reputasi Paviliun Qiao Jian'er, mungkin Jian'er sudah menyerang keluarga Ye sejak lama."


Ada perasaan rumit yang terkandung dalam kata-katanya, seperti marah yang sudah terpendam sejak lama, namun tidak berdaya karena tidak mampu melepaskannya.


Lin Chen sangat marah ketika melihat putrinya yang terlihat sedih, ingin sekali mengambil tindakan, tapi tidak baik untuk perkembangan Lin Qiao Jianying apabila selalu dilindungi dan semua masalah diatasi olehnya.


Yan Xue merangkul Lin Qiao Jianying. "Apa pun yang Jian'er lakukan, Ibu akan selalu mendukungnya. Asalkan, masih dalam batas wajar dan tidak melakukan hal yang salah."


Lin Qiao Jianying menganggukkan kepalanya saat menyandarkan kepalanya di bahu kanan Yan Xue. Matanya mulai berkabut karena air yang berkumpul, kemudian air mata itu mengalir membasahi pipinya. Ia melepaskan semua emosi yang selama ini ditahan; perasaan bagaimana harus menahan tekanan yang diberikan keluarga bangsawan di Kota Dongqi, sampai banyak fitnah tentang pil yang dijualnya.


Jika Lin Qiao Jianying tidak mengkhawatirkan bawahan yang dipekerjakannya, mungkin ia akan melarikan seorang diri tanpa melihat ke belakang.


Lin Chen duduk lebih ke depan, berhadapan dengan Lin Qiao Jianying. "Kakakmu, dia dikejar tiga kekaisaran di Bintang Fengxuan."


Lin Qiao Jianying membuka matanya lebar dan duduk dalam posisi tegak. "Bagaimana keadaannya? Ayah harus pergi ke sana, bantu Kakak!"


Lin Chen tersenyum tipis melihat Lin Qiao Jianying yang panik. Ia ingin sekali memutar waktu khusus untuk Lin Qiao Jianying seorang agar kembali menjadi gadis kecil berusia empat tahun yang lucu. "Dia sudah membunuh mereka semua, dan sekarang sudah meninggalkan Bintang Fengxuan. Adapun Xuan'er, dia masih berburu monster dan terkadang bermain menjadi pahlawan dengan membunuh Kultivator Iblis."


Lin Qiao Jianying menghela napas lega dan membuka mulutnya hendak berbicara, tapi didahului Lin Chen.


"Jian'er, apakah Jian'er ingin menjadi gadis kecil? Ayah ingin memeluk Jian'er yang kecil."


Lin Qiao Jianying tertegun dengan mulut terbuka, bahkan Yan Xue pun tidak mengharapkan hal itu. Yan Xue kembali menarik telinga Lin Chen sampai terlihat seperti Buddha Goutama. "Jangan gunakan putrimu untuk bereksperimen Dao Waktu!"

__ADS_1


Lin Qiao Jianying memandang Lin Chen dan Yan Xue bergantian, kemudian tertawa kecil seraya menutupi mulutnya dengan tangan kanannya. Ia sangat merindukan hal ini, ayahnya yang sangat kuat, melebihi apa pun, tapi terlihat lemah tak berdaya di samping ibunya.


Lin Qiao Jianying melompat ke dalam pelukan Lin Chen, menyandarkan kepalanya di dada ayahnya.


Lin Chen memeluk punggung Lin Qiao Jianying seraya menepuk-nepuk kepalanya. "Jika Jian'er tidak bisa menghadapi Keluarga Ye, Ayah bisa mengirimkan Bai Hu untuk membantu. Dia sudah Spirit Realm tahap Puncak, atau Ayah bisa mengirim Murid Batin atau Asisten Penatua Utama dari Murid Batin."


"Tidak." Lin Qiao Jianying menggelengkan kepala saat membenamkan wajahnya di dada Lin Chen. "Jian'er bisa mengatasinya sendiri. Jika Kakak Mei bisa membunuh musuh-musuh kuat, Jian'er juga bisa. Lagi pula, Jian'er yang lebih dahulu berkultivasi."


Lin Chen mengangguk kecil dan terus menepuk-nepuk kepala Lin Qiao Jianying. Yan Xue duduk di samping dan menyandarkan kepalanya di bahu Lin Chen. Keduanya saling memandang, kemudian pandangannya jatuh pada Lin Qiao Jianying yang sudah tertidur.


Yan Xue menatap wajah Lin Qiao Jianying, dan membersihkan bibirnya yang mengeluarkan air liur saat hampir menetes ke baju Lin Chen. "Sepertinya dia sangat kelelahan, biarkan dia seperti itu."


Lin Chen mengubah posisi Lin Qiao Jianying yang terlihat tidak nyaman. Ia menggendongnya, kemudian meletakkannya di pangkuannya dengan posisi menyamping, dan membiarkan kepalanya bersandar di dada kirinya. Dengan demikian, punggung Lin Qiao Jianying tidak terasa sakit, dan bisa lebih mudah melihat wajahnya.


"Aku masih merasa bersalah meninggalkan mereka selama tujuh tahun. Jika saja aku tidak menyerap Pil Dewa, mungkin kami akan sangat dekat. Terutama Xuan'er." Lin Chen menghela napas, masih memikirkan Lin Da Zixuan yang sangat marah padanya dulu.


Yan Xue menggelengkan kepalanya. "Ini bukan salah Gege, nanti Xue'er akan berbicara dengan Xuan'er. Walaupun dia sudah memaafkan Gege, tapi sepertinya dia masih terlihat dingin." Walaupun mengatakan demikian, ada ketidakberdayaan di wajahnya.


Lin Chen tidak mengatakan apa-apa lagi, hanya mengarahkan awan yang didudukinya untuk pergi ke atas Paviliun Qiao Jian'er; menjaga apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan, terutama bantuan dari Kekaisaran Rongyang.


Lin Chen merasakan bantuan dari Kekaisaran Rongyang sudah berangkat. Sepertinya, Kekaisaran Rongyang puas dengan kualitas pil yang disuling Lin Qiao Jianying, meski sama dalam hal tingkat dan tahap, tapi dari segi keefektifan, milik Lin Qiao Jianying yang terbaik.


***


"Menurutmu, bagaimana Peri Jianying berurusan dengan Kekaisaran Rongyang?"


"Entahlah, Peri Jianying hanyalah Divine God, dan Kekaisaran Rongyang, ada yang Yuzhao, bahkan Huangdi. Dari segi kekuatan, mereka bagaikan bumi dan langit."


"Sangat sulit menjadi cantik dan berbakat. Kau akan dikejar karena kecantikanmu, dan kau akan diburu untuk dikurung karena bakatmu. Jika Peri Jianying dikurung oleh Kekaisaran Rongyang, mungkin dia akan dipaksa untuk menyuling pil sampai akhir hidupnya."


Semua orang mulai memandang Paviliun Qiao Jian'er dan mengasihi Peri Jianying yang karena kecantikannya membuatnya bermasalah dengan Keluarga Ye, dan karena bakatnya membuatnya bermasalah dengan Kekaisaran Rongyang.


Mereka menghela napas, kemudian mulai menjauh dari Paviliun Qiao Jian'er. Bahkan pengunjung pun mulai pergi menjauh, menyisakan para pekerja yang masih tinggal.


Lin Chen yang berada di atas awan, mendengarnya, tapi tidak mengambil tindakan.


Lin Qiao Jianying pun sampai bangun karena kebisingan yang menganggu. Tapi enggan untuk turun dari pangkuan Lin Chen dan tetap bersandar seperti masa kecilnya dulu.

__ADS_1


Pada saat itu, tiba-tiba angin bertiup kencang dengan fluktuasi energi yang berkumpul dari berbagai tempat, mengelilingi Kota Dongqi. Awan terbang tak beraturan karena aura kuat yang datang, tapi anehnya awan putih di atas Paviliun Qiao Jian'er tidak bergerak sekalipun, seolah-olah ada tali yang mengikatnya agar tidak pergi.


Suara kain robek terdengar, dan terlihat ada celah spasial yang terbuka. Dari dalamnya terdapat Profound Ark, bukan satu atau dua, itu selusin lebih dengan ukuran yang sangat besar, memiliki panjang satu mil.


Yang terbesar ukurannya lebih dari tiga kali ukuran normal, berwarna merah dengan lambang Naga dan Phoenix.


Tekanan yang diberikan oleh Profound Ark itu menyebar ke seluruh penjuru kota, membuat semua orang tidak mampu bertahan lebih lama dan akhirnya berlutut.


"Serahkan Lin Qiao Jianying!"


Suara menggema di langit, dan di Profound Ark terbesar, terlihat seorang pemuda yang mengenakan pakaian merah dengan jubah emas, ada hiasan emas di atas kepalanya yang biasanya digunakan oleh para Pangeran.


Dari salah satu kediaman di Kota Dongqi, terlihat ada belasan cahaya yang terbang membentuk siluet manusia. Ketika cahaya itu berhenti di tengah-tengah langit kota, terlihatlah wujud aslinya.


Salah satu dari mereka adalah pemuda berambut biru tua, mengenakan pakaian berwarna ungu. Matanya terlihat tajam dan pandangannya seperti orang yang berkuasa, seperti orang yang menganggap dirinya adalah pusat dari segalanya, dan dunia berputar di sekitarnya.


"Pangeran Ketiga. Seperti yang sudah disepakati, Peri Jianying akan menikah denganku." Yang berkata adalah Tuan Muda Ye, yang memandang rendah semua orang.


Pangeran Ketiga, hanya mengangguk kecil tanpa suara. Kemudian, ia mengangkat tangannya; fluktuasi energi spiritual yang sangat kuat berkumpul di atas Paviliun Qiao Jian'er. Dengan lambaian tangannya, tiba-tiba terbentuk tangan berwarna emas yang jatuh.


Gelombang udara menyebar dan getaran kuat terjadi bahkan sebelum tapak tangan itu mengenai daratan.


Lin Chen sedang memeluk Lin Qiao Jianying, mulai bergerak dengan menurunkan tangan kanannya. Ia menahan jari telunjuknya dengan ibu jari, dan di sana ada kerikil kecil yang ditahan.


Melihat itu, Lin Qiao Jianying menahan tangan Lin Chen seraya menggelengkan kepalanya. "Ayah, biarkan Jian'er yang mengatasinya. Jian'er ingin seperti Kakak yang bisa menghadapi tantangan. Jian'er sudah lama tidak bertarung, dan karena mereka sudah datang, ini bagus untuk meregangkan otot."


Lin Chen memandang Lin Qiao Jianying, kemudian menganggukkan kepala. Berbeda dengan Yan Xue, yang sudah bersiap-siap untuk melepaskan serangan.


Lin Qiao Jianying berdiri dan melangkah ke tepi awan.


Bang!


Tapak tangan itu menghantam formasi array yang melindungi Paviliun Qiao Jian'er; gelombang kejut beserta udara menyebar ke segala arah, menyapu bangunan-bangunan di sekitarnya meski tidak sampai menghancurkannya dengan parah.


Lin Qiao Jianying menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan. Ia melangkah sampai melewati batas awan, membuatnya muncul kembali di langit Kota Dongqi.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2