
Sebelumnya ia berniat untuk membunuh orang yang bereinkarnasi, tapi ia urungkan karena masih penasaran dengan apa yang dilalui pemuda itu di kehidupan sebelumnya. Mungkin tidak terlalu berhubungan dengannya, karena ia berasal dari Semesta Yongheng, namun tidak ada salahnya mencari tahu bagaimana perubahan ke depannya.
Alasan mengapa aura yang ia rasakan terasa tidak nyaman juga bisa ia tebak, itu karena dendam terhadap orang yang sangat dipercaya.
Walaupun ingin mengetahui bagaimana Semesta Xing ke depannya, ia merasa tidak semudah itu untuk mendapatkan informasi. Kecuali, ia membaca pikiran saat pemuda itu tertidur.
Lin Chen yang sudah berdiri itu berjalan ke kerumunan orang yang berjalan di jalan utama, yang kemudian ia menghilang, menyatu dengan atmosfer. Kemudian ia bergerak mengikuti pemuda yang mendapatkan julukan Sampah Xanlau.
Keberadaannya benar-benar tidak terdeteksi sama sekali, dan tentu saja tidak mungkin, karena God Realm saja tidak bisa mendeteksinya, apalagi Bone Realm.
Pemuda bernama Qiang Dewei tidak menyadari keberadaan Lin Chen dan terus bergerak ke arah timur, pergi ke salah satu bangunan berlantai sembilan, yang sepertinya adalah Paviliun Alkimia dan Obat.
Oh? Sumber daya di sini sangat berkualitas, yang terendah berusia seratus tahun. Tapi, bagiku semua ini adalah sampah!
Sekarang, apa yang ingin dia beli.
Lin Chen mengamati apa yang ingin dibeli oleh Qiang Dewei, meski ia sudah bisa menebak bahan apa yang akan dibeli.
"Tolong siapkan semua bahan ini." Qiang Dewei meletakkan selembar kertas di atas meja.
Pria paruh baya yang mengenakan pakaian oranye dengan jubah merah dan mengenakan topi merah itu melirik kertas cokelat di atas meja. Lalu menatap Qiang Dewei dengan tatapan merendahkan. "Apakah kau memiliki uang? Kau sudah bukan lagi Tuan Muda dari keluarga Qiang."
Qiang Dewei merogoh lengan bajunya, mengeluarkan gulungan kertas lain. "Aku akan memberikan informasi tentang beberapa penggunakan herbal, seharusnya ini cukup untuk menembusnya."
Pria paruh baya dengan tubuh besar, wajah berbintik-bintik dan ada nevus atau tahi lalat di pipi kirinya, tetap tidak mengubah ekspresi wajahnya, dan bahkan lebih merendahkan Qian Dewei. "Apa yang bisa dilakukan orang sepertimu? Aku tidak tahu bagaimana kau bisa mengabaikan Skin Realm dan langsung menembus Bone Realm ..."
"Tapi, kau tetaplah tidak berguna!"
Lin Chen masih mengamati, penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Qiang Dewei.
"Bisakah kau diam." Qiang Dewei melepaskan aura kultivasinya yang hanya sebatas Bone Realm, namun samar-samar ada aura lain yang setara dengan Heavenly Realm.
Seketika itu juga, ratusan pengunjung di Paviliun Alkimia dan Obat kesulitan untuk bernapas karena aura yang dilepaskan dari Qiang Dewei. Mungkin auranya sangat kuat, namun ada darah yang mengalir di sudut bibir Qiang Dewei.
"Ada apa ini?" Lin Chen memasuki Paviliun Alkimia dan Obat sesaat setelah melepaskan persembunyiannya.
Ketika ia memasuki ruangan, aura yang menekan satu ruangan itu menghilang dalam sekejap mata.
Qiang Dewei tersentak dan memuntahkan seteguk darah segar saat Lin Chen datang memasuki ruangan, yang secara paksa menghilangkan tekanan aura di dalam Paviliun Alkimia dan Obat. Ia berlutut dengan kedua lutut menyentuh lantai, serta tangan kanan yang berpegangan pada pinggiran meja.
__ADS_1
Lin Chen berjalan menghampiri Qiang Dewei, menunduk melihat pemuda yang masih berlutut karena kehilangan banyak darah, lalu mendongak menatap pria paruh baya di depannya. "Berapa biayanya, aku akan membayar semua biaya yang dibutuhkan oleh pemuda ini."
Pria paruh baya masih mengatur napasnya yang berat, lalu menatap tajam Lin Chen. "Apakah kau memiliki uang—"
Lin Chen menjentikkan jarinya, dan pada saat itu juga di belakangnya terdapat tumpukan Batu Spiritual kualitas Tinggi yang menggunung, bahkan sampai hampir mengenai langit-langit ruangan. "Apakah cukup?"
Semua orang terdiam saat melihat jumlah Batu Spiritual yang dirasa cukup untuk membiayai keluarga menengah atas selama puluhan tahun dengan hidup bermewah-mewah.
"Cu- Cukup."
Lin Chen tersenyum tipis, lalu mengambil kertas di atas meja yang berisikan daftar herbal ataupun rempah yang dibutuhkan Qiang Dewei. Ada Jahe Hijau, Ginseng Merah 1000 Tahun, Akar Gongxu, Daun Surgawi, Daun Teh Surgawi, Embun Spiritual.
"Pil Meridian dan Pencuci Sumsum?" Lin Chen menundukkan kepalanya melihat Qiang Dewei yang nampak terkejut, dengan posisi yang masih berlutut. "Kau ingin membuka Meridian yang tersumbat dan mengubah sumsum tulang, agar tulang-tulang yang kau miliki menjadi lebih kuat?"
Qiang Dewei tersentak ketika mendengarnya, karena ia tahu tidak ada seorang pun yang mengetahui tentang Pil Meridian dan Pencuci Sumsum. Tidak! Daripada dikatakan tidak ada, lebih tepatnya tidak ada yang tahu jika bahan-bahan itu bisa digunakan untuk menyuling dua pil yang baru saja dikatakan Lin Chen.
"Ba- Bagaimana kau tahu?" Qiang Dewei berdiri perlahan seraya mengepalkan kedua tangannya erat, ada kemarahan di matanya yang menjelaskan dendam.
"Kau tidak perlu tahu siapa aku." Lin Chen melepaskan sedikit auranya, menciptakan formasi array yang menahan suara mereka berdua agar tidak terdengar oleh yang lain. "Apakah kau mengenal Dewa Xing?"
Kemarahan Qiang Dewei terlihat memuncak saat mendengar nama Dewa Xing, seperti ada keinginan untuk membunuh yang terpendam dan ingin dilepaskannya saat ini juga. "Siapa kau—"
Ia yang sudah menghilang dari pandangan semua orang itu mengirimkan transmisi suara pada Qiang Dewei. "Aku tidak tahu mengapa kau sangat marah terhadap Dewa Xing, tapi aku sangat penasaran bagaimana keadaan Bintang Xu ke depannya ..."
"Karena itu, jika kau berkenan, tolong ceritakan bagaimana Bintang Xu jutaan tahun yang akan datang. Seseorang yang berasal dari masa depan."
"Jika kau berada di pihak yang sama denganku, aku akan membantumu."
Qiang Dewei tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya terhadap kata-kata yang masuk ke benaknya, seharusnya tidak ada yang mengetahui tentang dirinya yang baru saja terlahir kembali.
"Membantu?" Qiang Dewei menyeringai lebar, kemudian menoleh ke kanan dan mengambil Cincin Ruang berisikan sumber daya yang ia pesan.
Qiang Dewei berjalan menuju pintu keluar. "Kau hanyalah Spirit Realm! Tidak mungkin bisa membantuku untuk membunuh murid dari Dewa Xing dan Dewa Xing itu sendiri!"
Lin Chen duduk di atap Paviliun Alkimia dan Obat, melihat Qiang Dewei yang berjalan dengan terburu-buru ke arah timur untuk keluar dari Kota Xanlau. "Aku lebih penasaran, dia musuh dari Dewa Xing?"
"Apakah teman baiknya adalah murid dari Dewa Xing? Membunuhnya karena Dewa Xing merasa tersaingi?"
Lin Chen berdiri dari tempatnya, kembali mengikuti Qiang Dewei. "Mungkin terlalu cepat, tapi aku akan melihat ingatannya saat ini juga."
__ADS_1
Wosh!
Angin mulai bertiup kencang dengan aroma bunga yang menyebar ke seluruh penjuru Kota Xanlau, membuat satu per satu penduduk merasa sangat nyaman, hingga mereka mulai tergeletak dan sadarkan diri di jalanan maupun di dalam rumah, atau bahkan saat berjaga-jaga di tembok kota.
Qiang Dewei terlihat masih berusaha untuk tetap sadarkan diri, namun karena kekuatannya yang terlalu lemah, ia tidak bisa menahannya. "Si ... al!"
Lin Chen melayang pelan di depan Qiang Dewei yang tergeletak. Ia menunjuk kepada Qiang Dewei, terlihat ada gumpalan energi putih di ujung jari telunjuknya. Gumpalan cahaya itu memasuki kepala pemuda itu secara perlahan, yang tak lama kemudian kembali keluar.
"Dapat." Lin Chen menangkap gumpalan itu, lalu kembali menghilang dari sana, berpindah ke tempat yang cukup jauh.
***
10.000 Mil ke Arah Timur dari Kota Xanlau
Lin Chen duduk di bongkahan batu melihat gumpalan energi di telapak tangannya. Ia menggunakan System untuk membantunya melihat ingatan Qiang Dewei, agar tidak memakan waktu lama.
Layar hologram terlihat di depannya, bukan satu atau dua, melainkan belasan layar.
Di sana ada ingatan Qiang Dewei, yang terlihat sangat tersiksa selama hidupnya di Bintang Xu. Hingga beberapa bulan dari sekarang, ada kejadian mengerikan yang menimpa Bintang Xu, yang membunuh semua makhluk hidup di dalamnya.
Dari pembantaian besar, hanya Qiang Dewei saja yang berhasil selamat dan ditemukan oleh Dewa Xing yang mengangkatnya menjadi seorang murid.
Sikap Qiang Dewei tidak ada masalah, dan sangat sopan, sikapnya benar-benar baik. Tidak pernah membuat masalah, hanya memiliki seorang ibu di keluarga Qiang.
"Begitu, Dewa Xing sudah memiliki murid, dan mengangkat Qiang Dewei sebagai murid keduanya. Tapi ..."
"Itu semua sudah berada dalam rencana, karena pelaku dibalik hancurnya Bintang Xu adalah Dewa Xing itu sendiri. Kemudian, ketika Qiang Dewei hampir menerima Pendewaan, Dewa Xing meminta muridnya untuk membunuh Qiang Dewei."
Pendewaan Qiang Dewei dibatalkan, dan kekuatan kultivasinya diambil untuk meningkatkan kekuatan Dewa Xing.
"Karena kita berada di pihak yang sama." Lin Chen berdiri dari tempatnya duduk di bongkahan batu. "Maka, aku akan membantumu."
"Tiga bulan lagi Bintang Xu akan diserang jutaan Earth Realm. Aku akan mengambil kesempatan ini untuk meningkatkan kekuatan."
...
***
*Bersambung...
__ADS_1