
Feichuan
Hampir dua tahun berlalu setelah kehilangan keberadaan Lin Chen, dan sampai saat ini mereka masih belum menerimanya. Meninggalkan Galaxy Mazhelun adalah keputusan yang tepat menurut Long Xia Yun, meski sebenarnya banyak penolakan dari semua orang yang ada.
Tapi demi menyelamatkan hidup mereka, Long Xia Yun menerima semuanya dengan lapang, ia yang bertanggung jawab meski harus mendapatkan hukuman dari Luo Yi.
Karena kehilangan Lin Chen juga, Luo Yi yang sebelumnya sangat sehat dan bahagia, berubah menjadi terpuruk karena menyalahkan diri sendiri sebagai Ibu yang tidak baik. Akibatnya, kekuatan Luo Yi kembali jatuh dari Yuzhao tahap Menengah ke Divine God tahap Akhir.
Inti Jiwa Luo Yi juga sedikit retak dan tidak bisa disembuhkan kembali, meski menggunakan banyak sekali sumber daya berharga yang sangat mahal dan berkualitas.
Lalu meski mereka sudah meninggalkan Galaxy Mazhelun dan pergi ke Galaxy Heise Yan, mereka masih berada di angkasa luar dan tidak mendarat di salah satu bintang di sana.
***
Ruang Pertemuan, Feichuan
Banyak orang-orang penting yang berkumpul, termasuk mereka yang mengenal baik karakter Lin Lin, entah yang berasal dari Alam Immortal atau teman sekelas saat di Bumi. Mereka berkumpul untuk membahas keadaan mereka saat ini, dan berita tentang musibah yang melanda Galaxy Mazhelun.
Dalam pertemuan ini, Lin Zhian dan Luo Yi tidak turut hadir karena ingin beristirahat. Sehingga yang menjadi pemimpin dalam pertemuan adalah Long Xia Yun dan yang ditemani oleh Xue Ying.
"Kita semua sudah tahu, jika Galaxy Mazhelun meledak, bahkan dampaknya sampai menyebar ke galaksi lain di sekitarnya." Long Xia Yun memulai pertemuan dengan memberi tahu informasi yang sudah diketahui banyak orang.
Long Xia Yun menoleh ke kirinya menatap Xue Ying. "Tapi, Yi'er masih merasakan jika Lin Chen masih hidup, meski keberadaannya tidak diketahui."
Yan Xue tersenyum saat mendengarnya, selama ini ia sangat murung karena kehilangan pria yang sangat dicintainya, membuat waktu latihannya berkurang karena selalu memikirkan keselamatan Lin Chen.
Banyak yang bersyukur saat mendengar itu, namun yang tidak mereka ketahui, Lin Chen yang sekarang bukanlah Lin Chen yang mereka kenal.
Xue Ying merasakan ada perubahan pada System, namun anehnya ia tidak mengalaminya perubahan sama sekali, ini seperti sebagian besar kekuatan System sudah tidak terhubung lagi pada dirinya, ia seperti dipisahkan dari System secara paksa.
__ADS_1
Karena itulah, Xue Ying hanya bisa merasakan jika Lin Chen masih hidup, tapi tidak tahu di mana tempat pastinya, dan ia tidak ingin membicarakan masalah ini pada Long Xia Yun.
Xue Ying juga merasakan ada kekuatan kuat yang menghalangi jiwanya untuk berhubungan dengan Kakaknya, yang mana seharusnya ia bisa menguning dan mendapatkan informasi, tidak peduli seberapa besar jarak antara keduanya.
"Selanjutnya, keberadaan kita sudah diketahui oleh Kaisar Kematian dari Alam Bawah. Kita tidak tahu kapan kita bisa bernapas lega, dan tidak tahu sampai kapan harus melarikan diri dari pengejaran." Ketika Long Xia Yun membahas masalah ini, semua orang kembali tertunduk.
Setelah berhasil membebaskan Ho Liiu Yaoshan, dan karena saat itu dilanda kepanikan. Long Xia Yun tidak sengaja melepaskan auranya yang kuat hingga bisa dirasakan dari beberapa galaksi sekitar, serta bawahan dari Kaisar Kematian kembali ke Alam Bawah untuk mempersiapkan pasukan besar.
Karena Alam Bawah sudah bersiap-siap untuk menyerang, Istana Naga dan 10 Ras Utama lain juga berpikiran yang sama, mereka berniat untuk mencari Feichuan dan membunuh semua orang di sana tanpa menyisakan satu pun.
***
Lin Chen terus terbang ke arah yang ia rasakan, seraya mengobrol dengan Hitam dan Putih untuk belajar lebih banyak pengetahuan tentang dunia ini. Dari pembicaraan mereka, sifat dan sikapnya benar-benar berubah total, ia seperti sangat sulit untuk bisa tersenyum dan selalu memperlihatkan wajah datar.
"Bagaimana cara Dewa bertarung?" Lin Chen mencoba memahami, agar ia bisa benar-benar menjadi seorang Dewa yang mampu mengundang segala hal yang ada.
"Para Dewa terlalu malas untuk bertarung, kami sangat jarang menggunakan kekuatan fisik dan serangan-serangan elemen tidak berguna. Kami hanya melepaskan kekuatan pikiran, dan beberapa Semesta akan meledak."
"Lalu untuk menjadi Dewa, jalanmu masih panjang. Kau sudah bisa dikatakan memahami dirimu sendiri dan jati diri, tapi masih belum bisa menerima jiwamu yang merupakan Dewa dan Iblis."
Lin Chen menganggukkan kepalanya, memahami setiap penjelasan yang diberikan oleh Putih. Ia merasa penjelasan Putih lebih nyaman dan mudah dipahami, karena berbicara dengan normal, tidak seperti Hitam yang selalu berteriak dengan niat membunuh yang menekan.
"Apakah 'Aku' memiliki orangtua?" Akan sangat hebat sekali jika Lin Zhian dan Luo Yi adalah orangtuanya saat di kehidupan sebelumnya.
Putih tidak menjawabnya untuk belasan menit, seperti tidak ingin membahas pertanyaan yang sangat sensitif itu. "Aku tidak tahu, menurut mereka yang merawatku saat kecil, aku jatuh dari langit seperti meteor dan menghantam salah satu bintang ..."
"Aku dirawat dengan baik, tapi anehnya, penampilan wajah tidak mengalami perubahan sama sekali semenjak berusia dua puluhan tahun. Tapi wujudku terus bertambah tinggi dan besar, bahkan galaksi yang terlihat besar, hanya seukuran ibu jari, lambat laun, Semesta hanya sebesar kepalan tangan."
Lin Chen menganggukkan kepalanya, akhirnya ia mulai mengerti mengapa Putih membelanya saat berdebat dengan Hitam mengenai sebuah keluarga, itu karena Putih yang merupakan Jiwa Utama memiliki keluarga. Untuk Hitam, adalah Iblis yang bernaung di dalamnya, karena suatu masalah dan peristiwa yang sampai saat ini belum diceritakan.
__ADS_1
"Lalu, maksud dari bahaya yang 'Aku' sebutkan tadi apa? Mengapa aku harus pergi secepat mungkin dan akan menyesalinya jika terlambat?"
"Feichuan, sedang dalam masalah besar, karena keberadaan mereka sudah diketahui dan dikejar oleh Alam Bawah dan Istana Naga serta Sepuluh Ras Utama. Aku mengetahuinya dari membaca ingatanmu."
Lin Chen hanya diam dan mengangguk kecil dengan raut wajah datar tanpa emosi saja sekali. Ia sudah bisa mengendalikan emosinya, dan terlihat seperti orang yang tidak memiliki kasih sayang karena ia adalah Setengah Iblis.
"Jika kau sudah benar-benar menjadi Dewa, kami berdua akan bergabung dengan jiwamu."
"Ada yang ingin ku tanyakan. Jika aku sudah membunuh semua musuh di Semesta Yongheng ini, apakah aku harus bepergian seorang diri, atau bisa membawa orang lain?" Lin Chen merasa pergi sendirian adalah keputusan terbaik karena tidak ada beban yang harus dijaga, dan bisa bertindak sesuka hati.
"Itu adalah keputusanmu, sebagai seorang Dewa yang pernah dirawat keluarga manusia, aku akan membawa manusia tercinta untuk pergi bersama. Namun sebagai Iblis, aku melarangnya karena itu hanya menambah beban." Putih menjawabnya sesuai dengan apa yang dipikirkan Lin Chen.
Lin Chen kembali mengangguk kecil dan ada senyum ringan yang terukir di wajahnya. Jika begitu, maka ia akan memberikan Tahtanya kembali pada Ayahnya, dan meninggalkan semuanya, namun mungkin saja akan ada perubahan di depan.
Sudah sepuluh menit berlalu semenjak ia terbang dan 179.875.200 kilometer atau 111.793.163 mil jarak yang sudah ia tempuh. Akhirnya ia memutuskan untuk berhenti dan menoleh jauh ke belakang di mana Bintang Dongjie sebelumnya berada. Ia merasakan fluktuasi energi spiritual dari Alam Bawah.
"Apakah aku harus bertarung dengan kekuatan fisik? Memukul dan menendang?" Lin Chen sudah bersiap-siap untuk menyerang dengan mengalirkan energinya pada kedua tangannya.
"Cobalah bertarung dengan cara Kultivator, bukan Pendekar. Saat ini, kau belum menjadi Kultivator Sejati, Dao yang kau ambil masih tidak karuan. Tapi untuk sekarang, cobalah untuk bertarung tanpa menahan diri ..."
"Kerahkan semua kekuatan, jangan pernah bersembunyi seperti sebelumnya. Jika kau ingin menjadi Dewa namun takut diketahui oleh Long Ka Xiang, jangankan untuk menjadi Dewa, kau tidak pantas untuk menjadi Kultivator Sejati!"
Lin Chen menganggukkan kepalanya saat mendengar arahan dari Putih, memang benar jika dipikirkan kembali. Selalu bersembunyi tidak akan bisa membuatnya meningkat, dan hanya akan menjadi semut. Memang ada kalanya harus bersabar dan menunggu waktu yang tepat, namun saat ini, ia merasa itu tidak diperlukan.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1