Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 120 : Test Petualang


__ADS_3

Baixue yang dibawa sudah mengecilkan tubuhnya sebesar anak anjing kecil, agar tidak terlalu menarik perhatian saat tiba di Ibu Kota. Walaupun, mereka tetap saja menarik perhatian, bukan dari pakaian yang mencolok, namun karena wajah mereka yang terlihat halus dan terawat.


Keluarganya diberhentikan saat hendak melewati gerbang kota yang terbuat dari besi berwarna perak. Diberhentikan oleh tiga penjaga yang mengenakan jirah besi, untuk menanyakan tentang identitas.


"Kami tidak memilikinya."


Salah seorang penjaga menghela napas panjang, lalu kembali ke pos penjagaan untuk mengambil kertas. "Nama dan usia."


"Lin Chen, Yan Xue, Lin Qiao Jianying, Lin Da Zixuan." Lin Chen mengenalkan dirinya dan anggota keluarganya.


Pria paruh baya berambut cokelat dengan luka di pipi itu mengerutkan keningnya seraya bertanya, "Apakah kalian berasal dari Timur?"


Timur, adalah tempat yang bisa dibilang sama seperti China, Korea dan Jepang saat di Bumi. Tempat di sana kaya akan makanan yang beragam, dan bangunan di sana masih menggunakan nuansa tradisional.


Sebelumnya ia ingin membawa anak-anaknya ke sana, tapi tidak jauh berbeda dengan Kota Chen di Bintang Qiang, sehingga pergi ke tempat lain.


Lin Chen menganggukkan kepalanya. "Iya, dan Lin adalah nama keluarga."


Penjaga itu menganggukkan kepalanya. "Biayanya empat Keping Emas." Ia menyerahkan empat lembar kertas berisikan identitas. "Kalian bisa menukarkannya Kantor Sipil atau Guild Petualang untuk mengambil Kartu Identitas."


Lin Chen tidak tahu Keping Emas mana yang dimaksud, sehingga ia mengeluarkan dua mata uang yang berbeda. "Apakah ini?"


Ada kepingan emas dengan dua jenis. Yang pertama adalah Keping Koin Emas, berasal dari Bintang Biru. Kedua adalah Keping Emas dari Bintang Sheng yang di tengah-tengahnya berlubang.


Pria paruh baya itu mengamati dua mata uang yang berbeda, kemudian mengambil kedua untuk mengecek keaslian emasnya. "Tidak masalah, meski Kerajaan Epitychimenos menggunakan mata uang dengan lubang persegi di tengah-tengahnya."


"Epi- Apa?" Lin Da Zixuan merasa kesulitan untuk menyebutkan nama kerajaan.


Lin Chen mengusap kepala Lin Da Zixuan. "Ayo masuk." Ia membawa yang lain untuk memasuki Kota Chige.


Alangkah terkejutnya Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan saat memasuki kota, banyak bangunan dengan dinding kaca yang terlihat indah. Jalanan terlihat sangat bersih tanpa ada daun yang jatuh, gedung juga sangat tinggi, lebih tinggi ketimbang melihatnya dari jauh.


Walaupun, gedung tinggi itu hanya terbangun di Wilayah Elit.


Karena banyak pejalan kaki yang berlalu-lalang, Lin Chen menggendong Lin Da Zixuan di tangan kiri, dengan lengan kanannya digandeng Yan Xue. Yan Xue juga menggendong Lin Qiao Jianying agar tidak terpisah di kerumunan, karena akan merepotkan.


Bukan merepotkan karena mencari anaknya yang tersesat, tapi merepotkan jika harus menjelaskan bagaimana anak-anaknya bisa berpindah tempat karena beteleportasi.


"Ayah, Zixuan ingin mencoba itu."


Lin Chen menoleh ke kiri melihat kedai yang ditunjuk Lin Da Zixuan, terlihat daging sebesar paha orang dewasa yang dibakar, di tengah-tengah dagingnya ada tulang yang berfungsi untuk memudahkan dalam memegangnya.


"Apakah Xuan'er mampu menghabiskannya?" Walaupun ia tahu Lin Da Zixuan sangat menyukai makan, ukuran daging itu terlalu besar untuk anaknya yang masih kecil.

__ADS_1


Lin Da Zixuan hanya diam dan menggelengkan kepalanya, seraya tetap memeluk Baixue dengan satu tangan.


"Ayah akan membelikannya nanti, tapi kita harus mendaftarkan diri dulu dan menukarkan uang."


Lin Da Zixuan menghisap jari telunjuknya sendiri dan tetap memandangi kedai kecil di pinggir jalan. "Ba- Baiklah ..."


Lin Chen terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang tak tega melihat putranya yang sedih. Akhirnya, ia membawa Yan Xue ke kedai yang tidak terlalu ramai. "Tolong dua."


Wanita paruh baya terpana dengan mulut sedikit terbuka ketika melihat penampilan keluarga Lin Chen yang sangat tampan dan cantik. "Ba- Baik." Ia tersadar dan mulai menyiapkan pesanan.


Membutuhkan kurun waktu kurang dari sepuluh menit untuk menyelesaikan membakar daging. Kemudian Lin Da Zixuan membayar dengan 2 Keping Koin Emas, meski harganya hanya sebatas 5 Keping Perunggu untuk satuannya.


"I- Ini ..." Wanita paruh baya itu tidak bisa berkata-kata melihat uang yang setara dengan 2000 Keping Perunggu. Ia mendongak menatap Lin Chen. "Te- Terlalu banyak."


Untuk mata uang di Kerajaan Epitychimenos terbagi menjadi, Perunggu, Perak Kecil, Perak Besar dan Emas.


Lin Chen tersenyum ringan dan berucap, "Tidak apa-apa, ambil semua kembaliannya. Aku juga minta maaf karena bentuknya berbeda dengan mata uang di sini."


Lin Chen meninggalkan kedai atau stand makanan itu, tanpa menunggu jawaban dari wanita paruh baya. Ia tidak ingin memperpanjang hal itu, dan memilih pergi karena masih banyak yang harus dilakukan.


Mereka terus berjalan sampai ke perempatan jalan, lalu bisa dilihat ada bangunan seperti museum bergaya Romawi Kuno, dan di atasnya tertulis Adventure Guild.


Sepertinya Bintang Logia sama dengan Bintang Biru dan Bintang Sheng, sama-sama menggunakan bahasa China untuk percakapan, dan huruf alfabet dengan kata-kata Inggris untuk penulisan.


Perhatian kembali tertuju padanya dan yang lain, karena pakaian yang mereka gunakan sangat tidak cocok untuk pergi ke Adventure Guild, meski pakaian ini normal-normal saja apabila dikenakan saat berkeliling kota.


"Aku ingin mendapatkan Kartu Identitas." Lin Chen menyerahkan lembaran kertas yang diberikan padanya oleh penjaga gerbang.


"Tolong tunggu sebentar." Wanita berambut kuning cerah, mata biru dan telinga runcing itu sedikit membungkukkan badannya, lalu mengambil lembaran kertas di atas meja.


"Aku juga ingin mendaftarkan anakku menjadi Petualang."


"Eh!?" Elf terkejut ketika mendengarnya dan menoleh ke kanan menatap Lin Chen. Ia melihat Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan, lalu menggeleng pelan. "Tidak bisa, mereka berdua terlalu muda. Lagi pula, di luar sangat berbahaya, dan kami tidak ingin menerima orang yang tidak memiliki kemampuan."


Lin Da Zixuan yang sedang memakan daging itu terdiam sejenak, lalu berteriak, "Zixuan memiliki kemampuan!"


Petir menyambar dari tangan kanannya, yang seketika itu juga meledakkan daging yang ia bawa menjadi abu.


"Jian'er juga." Lin Qiao Jianying memperlihatkan belasan pedang es yang muncul di telapak tangannya, dan saat ia mengangkat tangan kirinya, pedang itu semakin membesar.


Elf yang menjaga meja resepsionis terbelalak dengan mulut terbuka, tidak percaya ada anak-anak yang mahir dalam Sihir. "Ba- Bagai— Uhum." Ia mencoba untuk tetap tenang, lalu menatap Lin Chen dengan raut wajah datar. "Mereka memang berkemampuan, tapi saya harus memastikannya lagi. Silakan ikuti saya."


Lin Chen mengikuti Elf yang membawanya ke tempat lain melalui jalan di sebelah meja resepsionis, yang mengarah ke ruang bawah tanah.

__ADS_1


Ruang bawah tanah ini cukup luas, mungkin dua kali lapangan sepak bola dan ada kehadiran monster di dalamnya. Monster ini bukan seperti yang ada di Dunia Kultivator, monster-monster di sini seperti Game RPG.


"Cukup tinggi." Lin Chen melihat langit-langit ruangan yang berjarak sekitar dua puluhan meter dari lantai.


Lin Chen menoleh ke belakang, melihat Petualang lain yang berjalan ke tempat yang berbeda, dan menonton dari tribun. "Apakah ini wajar?"


"Wajar? Oh!" Elf mengerti apa yang dimaksud Lin Chen. "Biasanya memang begitu apabila ada anggota baru, tapi karena yang mengikuti ujian kali ini adalah anak-anak, maka lebih menarik."


"Begitu." Lin Chen menurunkan Lin Da Zixuan dari pelukannya, bersama dengan Lin Qiao Jianying yang juga turun.


Lin Da Zixuan berbalik menatap Yan Xue. "Ibu, tolong pegang." Ia menyerahkan Baixue.


Elf bernama Christine itu berjalan ke tepi arena, berdiri di sebelah mimbar kecil setinggi dadanya. "Apakah sudah siap?"


"Sudah!" Lin Qiao Jianying dan Lin Da Zixuan bersemangat.


Lin Chen dan Yan Xue mundur beberapa langkah ke belakang untuk memberi ruang pada anak-anak mereka.


Christine menyentuh kaca di tengah-tengah mimbar kecil, yang saat itu juga membuat salah satu jeruji besi terbuka.


Terlihat ada kelinci yang ukurannya seperti sapi keluar dari jeruji besi, sungguh aneh melihat Kelinci yang lebih besar dari Goblin. Kelinci itu berwarna putih dengan tanduk di dahinya, serta ada taring tajam yang mencuat.


"Hanya satu?" Lin Da Zixuan terlihat kecewa saat melihat Kelinci Bertanduk.


Lin Qiao Jianying melirik ke kiri melihat Lin Da Zixuan, kemudian berlari dengan kecepatan penuhnya, sampai membuat debu beterbangan. "Kakak duluan!"


"Eh!?" Lin Da Zixuan terkejut saat melihat Lin Qiao Jianying yang bergerak lebih dulu. Akhirnya ia juga bergerak, merubah tubuhnya menjadi kilatan petir.


Lin Qiao Jianying tiba di depan Kelinci Bertanduk, langsung saja menusukkan pedang es di dada. Serangannya membuat kelinci itu membeku menjadi patung es.


Begitu pun dengan Lin Da Zixuan, yang tiba di atas seraya membawa tombak petir. Yang kemudian menusuk Kelinci Bertanduk dengan tombaknya. "Petir."


Tombak petir itu melepaskan sengatan petir yang lebih besar, membuat Kelinci Bertanduk terpanggang dan meledak menjadi kepingan es yang menyebar ke segala arah.


Bongkahan es terbesar terbang ke arah Lin Chen dan Yan Xue, namun saat hampir mengenai pakaiannya, tiba-tiba ada nyala api yang menguapkan bongkahan es itu.


Keterkejutan terlihat jelas di wajah semua orang, tidak bisa mempercayai apa yang mereka lihat. Meski Kelinci Bertanduk hanya memiliki satu serangan, tapi cukup untuk menembus jirah besi, dan sekarang terbunuh begitu saja dalam waktu singkat.


Walaupun sudah membunuh Kelinci Bertanduk, keduanya masih tidak puas karena hanya melawan satu monster. Keduanya berpencar melihat monster di dalam jeruji besi yang berbeda tempat.


Kemudian keduanya menggelengkan kepala karena kecewa, kecewa terhadap semua monster yang tidak menarik perhatian dan tidak kuat. Bagaimanapun, monster di sini hanya digunakan untuk mengetes kekuatan Petualang baru.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2