Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 167 : Mengamati Monster Kuno


__ADS_3

Lin Chen melihat ada monster yang tingginya sampai menembus awan, dan untuk bentuknya sendiri sangat sulit untuk dijelaskan. Ini seperti gabungan dari beberapa Monster Kuno yang pernah ia lawan, dengan kekuatan Heavenly Realm tahap Awal.



"Ayolah ..." Lin Chen benar-benar tidak mengerti lagi dengan hobi pengikut Dewa Langit ataupun penggemar. "Kalian menggunakan Monster Kuno sebagai peliharaan? Apa yang salah dengan otak kalian?"


Lin Da Zixuan berlari ke tepi Profound Ark untuk melihat Monster Kuno. "Ayah, mengapa bentuk mereka sangat berbeda dan mengerikan?"


Lin Chen berpikir sejenak sebelum menjawab, karena ia sendiri tidak tahu alasan pasti mengapa bentuk mereka berbeda. "Mereka adalah Monster Kuno, mungkin sudah ada sebelum manusia muncul, mereka memiliki kesadaran dan pikiran ..."


"Mungkin dua hal itu terbilang biasa-biasa saja, karena banyak monster yang memiliki dua hal itu. Tapi, berbeda dengan Monster Kuno yang sangat terobsesi untuk menjadi Penguasa dari Semesta."


Lin Da Zixuan mendongak ke kanan, mendengarkan cerita Ayahnya dengan baik tanpa memotongnya.


"Untuk menjadi Penguasa, mereka membutuhkan kekuatan yang tinggi, dan cara cepat untuk mendapatkannya adalah dengan menggabungkan beberapa bagian dari tubuh monster lain." Lin Chen mengarang akan hal ini, bahkan dari ingatan Hitam dan Putih saja tidak ada yang tahu asal-usul Monster Kuno.


"Mengapa Ayah tidak memilikinya sebagai peliharaan?" Lin Da Zixuan sangat penasaran, karena Ayahnya sangat kuat dan bisa menciptakan berbagai macam binatang, seharusnya juga bisa menciptakan Monster Kuno.


Lin Chen mengerutkan keningnya, merasa aneh dengan pertanyaan itu. "Apakah Xuan'er serius menanyakan itu, meski kau sudah tahu jawabannya? Monster Kuno memiliki bentuk aneh dan sangat menjijikkan."


Lin Da Zixuan melipat kedua tangannya di depan dada. "Betul juga."


"Apakah kalian sudah puas?" Monster Kuno mengeluarkan suara berat dan terdengar seperti kaset yang macet.


Suaranya sangat menyakitkan, dan mungkin saja mampu merusak jiwa Spirit Realm, atau bahkan Earth Realm. Jika saja bukan Lin Chen yang datang, melainkan orang lain, mungkin orang itu akan langsung meledak karena suara yang mampu menghancurkan jiwa.


Lin Chen mengabaikan ucapan Monster Kuno dan memilih berbalik melihat keluarganya. "Ini adalah Dimensi Ruang terakhir yang kita datangi, setelah itu kita akan kembali ke Semesta Yongheng."


Monster Kuno merasa kesal karena diabaikan, dan berencana untuk membunuh Lin Chen sekeluarga untuk mengeluarkan kekesalannya terhadap Leluhur Yang, yang mana mengurungnya di sini.


Awan di sekitar Monster Kuno tergulung, bergerak ke arah belakang kepalanya membentuk pusaran awan dan memperlihatkan bagian hitam di tengahnya.


Banyak serangan yang berkumpul di sana, seperti anak panah yang terdapat pusaran angin hitam di belakangnya.


Lin Chen menyadari Monster Kuno yang bersiap untuk melepaskan serangan, tapi ia masih belum mengambil tindakan dan tetap berbincang dengan keluarganya. Istri dan anak-anaknya juga tidak merasa takut, karena mereka tahu tidak ada yang bisa mengalahkannya di Semesta Lantian.


Lin Chen menoleh ke belakangnya, melihat Monster Kuno yang masih bersiap-siap. Jika ia adalah Monster Kuno, ia akan memanfaatkan tubuh besar dengan baik, seperti langsung mengayunkan tangannya.


"Apakah kau bodoh? Kau memiliki tubuh besar, kau hanya perlu mengayunkan tanganmu seperti ini."


Lin Chen mencontohkan bagaimana gerakan seperti sedang memukul nyamuk.


Bang!


Gerakan kedua tangannya menciptakan dentuman yang sangat keras, bahkan menimbulkan gelombang udara yang membelah lautan meski jaraknya cukup jauh antara Profound Ark dengan permukaan airnya.


Bukan hanya dentuman yang keras, tapi ada dua tangan yang muncul secara tiba-tiba mengepung Monster Kuno, dan ukurannya lebih besar dari Monster Kuno itu sendiri.


Itu adalah tangan dari bentuk Dewa yang biasanya Lin Chen gunakan saat bertemu lawan yang cukup sulit, meski sekarang lebih sering ia gunakan untuk menekan lawan yang tidak ingin ia lawan.


Booom!

__ADS_1


Monster Kuno meledak saat terkena tepukan kedua tangan, dan terlihat ada darah yang menyembur seperti badai hujan. Gelombang udara yang lebih kuat juga tercipta, bahkan Dimensi Ruang juga mulai retak karena tidak mampu menahan tekanan yang ada, meski sebenarnya mampu menahan serangan penuh Monster Kuno.


Lin Chen mengangkat tangannya, mencoba meraih retakan-retakan yang ada di langit maupun atmosfer sekitar. Ketika ia memberikan energinya, semua retakan itu mulai pulih dalam hitungan detik.


"Airnya jadi merah." Lin Da Zixuan berjinjit saat berdiri di tepi Profound Ark dan berpegangan pada pembatasnya. Ia menoleh ke kanan dan mendongak. "Ayah, apakah kita akan berada di sini sampai malam hari?"


Lin Chen menoleh ke kiri membalas tatapan Lin Da Zixuan. "Iya, bukankah kita akan menunggu Monster Kuno lainnya? Di sini ada ratusan, meski Xuan'er tidak mungkin bisa mengalahkannya untuk sekarang ..."


Ia mengalihkan pandangannya lagi pada lautan luas. "Tapi, ini baik untukmu mengetahui macam-macam Monster Kuno."


Lin Da Zixuan menundukkan kepalanya seraya mengusap dagunya, lalu kembali melihat wajah Ayahnya. "Tapi, Zixuan tidak bisa belajar banyak kalau Ayah selalu membunuhnya. Zixuan ingin melihat bagaimana serangan dari Monster Kuno." Ia mendengkus kesal seraya memukul pinggang Ayahnya.


Lin Chen tertawa kecil dan mengangkat Lin Da Zixuan seperti membawa karung beras di pundaknya. Ia berjalan menghampiri Yan Xue yang sudah berada di dalam bangunan bersama yang lain.


*Malam Harinya


Lin Chen seorang diri menunggu kedatangan Monster Kuno, di saat Yan Xue menemani anak-anak untuk tidur di dalam bangunan. Saat ini ia sedang duduk bersila dengan mata terpejam, ia menyerap aura spiritual di sekitar untuk membantunya.


"Hah..." Lin Chen mengembuskan napasnya secara perlahan dan membuka matanya, lalu mengecek seberapa banyak Point Pengalaman yang ia butuhkan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


...[~Profil~]...


[Nama : Lin Chen]


[Gelar : Yang Mulia Kaisar, Tuan Muda Keluarga Lin, Lutrinae, Orang Terhormat dari Benua Bumi, Raja Iblis, Orang Gila, Dewa Pencipta, Penguasa, Dewa Suci, Dewa Iblis, Monster Gila, Pencipta Semesta]


[Ranah : God Realm tahap Akhir (789 Septiliun/1500 Septiliun)]


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Hanya mendapatkan sedikit, entah berapa banyak waktu yang harus terbuang." Lin Chen menghilangkan layar interface di depannya, lalu menoleh ke belakang melihat bangunan. "Setelah keluar dari sini, aku benar-benar akan mengasingkan diri ..."


Ada rasa sedih dan kecewa karena ia harus mengasingkan diri, yang mana tidak bisa melihat pertumbuhan anak-anaknya.


Membayangkan bagaimana tidak melihat anak-anaknya selama satu hari saja merasa sedih, apalagi ia harus mengasingkan diri selama beberapa tahun lamanya. Tidak bisa melihat pertumbuhan mereka, dan bahkan mungkin saja hubungannya akan renggang saat sudah menembus tahap Puncak.


Lin Chen menunduk dalam diam, lalu mengacak-acak rambutnya memikirkan anak-anaknya. Akhirnya ia tahu perasaan Ibunya saat tidak melihatnya dalam waktu yang lama, dan alasan mengapa Ibunya selalu memperlakukannya seperti anak kecil.


"Ayah..."


Lin Chen mendongak, lalu menoleh ke belakang. Ia bisa melihat Lin Da Zixuan yang membuka pintu seraya mengusap mata, dan sesekali menguap karena terlihat mengantuk.


"Apakah Monster Kuno sudah datang?"


Lin Chen tersenyum ringan seraya mengembuskan napas panjang. Ia berjalan menghampiri Lin Da Zixuan yang tubuhnya terhuyung-huyung karena masih mengantuk.


"Belum." Lin Chen membawa Lin Da Zixuan untuk duduk di bagian depan Profound Ark.


Keduanya menikmati malam yang indah di tengah badai angin yang terus menghantam Profound Ark, dan gelombang air yang terus meledak-ledak tanpa henti, namun tidak menghilangkan indahnya kilauan bintang.

__ADS_1


"Apakah Xuan'er menyelinap? Ah!" Lin Chen menunduk dan tersenyum hangat saat melihat Lin Da Zixuan yang tertidur di pangkuannya. "Walaupun hampir menembus Raja Dewa, dia tetaplah anak-anak."


Lin Da Zixuan bergerak-gerak, mengubah posisi tidurnya yang terasa tidak nyaman.


Lin Chen sedikit berdiri untuk mengeluarkan sofa panjang yang mampu menampung kakinya untuk diluruskan. Dengan ini, putranya bisa tidur dengan nyaman.


Booom! Booom! Booom!


Ketenangan itu tidak bertahan lama karena ledakan yang sama kembali terjadi di dalam lautan merah, yang mengakibatkan naiknya air dan membentuk sebuah pilar yang lebih besar dari tadi siang.


"Untung saja aku sudah mempersiapkan hal ini, jika tidak, anak-anakku akan terbangun dari tidurnya."


Lin Chen mendongak melihat Monster Kuno yang masing-masing memiliki tentakel, sepertinya bentuk awal mereka adalah gurita yang telah berevolusi setelah bergabung dengan beberapa monster, atau bahkan mengambil tubuh manusia.


Ada 4 Monster Kuno Heavenly Realm, dengan ratusan Monster Kuno lain yang lebih kecil antara Spirit Realm dan Earth Realm.



Tidak seperti Monster Kuno sebelumnya yang terlalu sombong dan membuang waktu, bahkan harus memberi salam pembuka. Monster Kuno yang sekarang langsung bergerak dan melepaskan serangannya tanpa aba-aba.


Semua Monster Kuno memiliki kecocokan terhadap Element Air yang tinggi, karena itulah semua serangannya berbasis Element Air.


Gelombang air mulai tercipta cukup tinggi melebihi awan di malam hari, tombak air juga bermunculan di udara.


Whooooosh! Whooooosh! Whooooosh!


Semua serangan dilepaskan secara bersamaan mengarah pada Profound Ark.


Lin Chen yang setengah terlentang seraya menepuk-nepuk punggung Lin Da Zixuan yang tidur di pelukannya, mulai berhenti bergerak. Namun bukan berarti ia tidak berbuat apa-apa dan menerima serangan itu begitu saja.


Ngung, ngung...


Dengungan suara yang berasal dari Profound Ark mulai terdengar, dengan sinar putih yang mulai menyebar mengelilingi. Sinar itu membentuk salah satu hal yang berharga dan sering digunakannya, yaitu Chakram Dewa.


Chakram Dewa berputar-putar tak beraturan sampai membentuk sebuah bola yang melindungi Profound Ark.


Tidak ada yang bisa dilihat selain dinding putih yang mengelilingi Profound Ark dan suara ledakan tanpa henti yang merupakan serangan dari Monster Kuno yang dihempaskan.


Ketika Chakram Dewa berhenti berputar dan menghilang, terlihat kabut tebal yang menghalangi pandangan. Namun hanya sebentar saja, karena Monster Kuno kembali menyerang dengan tubuh fisik.


Lin Chen mengangkat tangannya, lalu menjentikkan jarinya. Tiba-tiba, ribuan pusaran cahaya berdiameter 250 meter muncul di udara maupun permukaan lautan, dan dari dalam pusaran cahaya itu terlihat ada rantai putih yang ukurannya setengah dari pusaran cahaya.


Ribuan rantai itu bergerak dengan kecepatan penuh, bahkan pergerakannya tidak bisa ditangkap oleh mata Monster Kuno.


Hanya dalam sekejap mata, ribuan rantai itu mengikat semua anggota tubuh Monster Kuno yang mengarah pada Profound Ark, termasuk Monster Kuno lain yang berada di kejauhan dan mulut mereka juga tertutup.


"Dengan ini, keadaan kembali tenang. Untuk saat ini kalian tahan dulu sampai pagi, barulah kalian boleh menyerang lagi untuk pelajaran bagi anak-anakku."


...


***

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2