
Lyons, Kansas. Amerika Serikat
Rui Alexander memimpin jalan untuk menuju makam terdekat menurut ingatannya dulu, meski sangat sulit karena keadaan yang hancur seperti ini. "Aku tidak bisa mengingatnya karena tempatnya rata dengan tanah."
Lin Chen yang duduk bersila belasan mil dari permukaan tanah, akhirnya mengambil tindakan setelah belasan menit Rui Alexander mencari namun tidak membuahkan hasil. Ia mengangkat tangan kanannya yang terbuka, terlihat bintik-bintik cahaya kecil seperti debu mulai berkumpul di sana.
Jiwa Kecil berwarna putih sudah terbentuk di telapak tangan Lin Chen dalam hitungan detik. Ini bisa terjadi karena yang akan dibangkitkan bukanlah pembudidaya atau praktisi.
"Alex, aku sudah mendapatkan jiwa Paman Albert. Tapi, karena dia sudah meninggal untuk waktu yang lama, kemungkinan ada sebagian ingatan yang hilang."
Rui Alexander menoleh ke belakang. "Benarkah?!"
Lin Chen menganggukkan kepalanya pelan dan menghilangkan Jiwa Kecil itu untuk ia simpan, yang kemudian akan ia buatkan tubuh baru setelah kembali ke Bintang Qiang. "Tapi tunggu dulu, aku tidak ingin membuat tubuh di tempat seperti ini, meskipun aku mampu."
Rui Alexander menganggukkan kepalanya, mengerti apa yang dimaksud Lin Chen dengan tidak ingin membangkitkannya sekarang.
Lin Chen memalingkan wajahnya dari Rui Alexander, menatap Hong Mianli dan Yang Minghuan secara bergantian. "Apakah kalian berdua ingin aku membangkitkan kerabat kalian?"
Hong Mianli dan Yang Minghuan menatap satu sama lain, kemudian mengalihkan pandangan ke arah Lin Chen, lalu keduanya menganggukkan kepala.
Kerabat di sini tentunya yang memang berhubungan keluarga dengan mereka, yang sebelumnya tidak ikut pergi karena harus mengurus perusahaan keluarga.
Lin Chen mengangguk kecil, kemudian berdiri seraya berucap, "Kebetulan diriku yang lain di China sudah selesai menyatukan jiwa-jiwa yang pecah, beserta keturunan mereka semua."
Ada sekitar 2450 jiwa yang sudah ia satukan, yang sebagian besarnya merupakan keturunan yang sudah mati, entah karena usia atau perang. Lalu ia juga hanya membangkitkan yang memang pantas, dan meninggalkan mereka yang pada saat masa hidupnya sangat tidak jelas.
Kemudian ada lagi 3238 yang bisa dikatakan setengah manusia, karena mereka tinggal di Dimensi Ruang di kedalaman laut, yang sebelumnya pernah ia tawarkan untuk pergi bersama, namun ia ditolak.
"Chen'er."
Lin Chen menoleh ke kiri melihat Long Xia Yun yang terbang ke arahnya. "Apakah sudah?"
Long Xia Yun menganggukkan kepalanya seraya melayang turun ke bawah di depan Lin Chen. "Sudah, dari lima puluh Shelter di seluruh dunia, ada sekitar tujuh ribu orang yang Bibi tandai. Termasuk keluarga pemilik rumah makan di mana kau singgah tadi."
Jika menghitung dari 50 Shelter yang jumlahnya berkisar 198.478 manusia, namun hanya 7000 saja yang pantas untuk dibawa, artinya banyak yang tidak memenuhi syarat penerimaan di mata Long Xia Yun.
Seberapa buruknya mereka?
"Baiklah." Lin Chen melayang perlahan meninggalkan daratan. "Ayo cepat bawa mereka, kemudian kembali dan membangkitkan Suku Maya Kuno."
__ADS_1
"Apakah bisa?" Long Xia Yun tahu jika Bintang Sheng di mana Suku Maya Kuno jatuh sudah meledak, tentunya hal itu sangat tidak memungkinkan untuk membangkitkannya kembali.
Dengan senyum tipis terukir di wajahnya, Lin Chen menjawab, "Bisa, jiwa mereka masih terkurung di dalam kapsul. Bahkan jika tersebar di Alam Semesta, aku bisa menyatukannya lagi ...,"
Lin Chen mengerutkan kening saat mengingat sesuatu yang sangat penting. "Mengapa aku sangat bodoh? Aku juga bisa mencari pecahan jiwaku yang tersebar."
Lin Chen menggelengkan kepalanya, membuang pikiran untuk mencari jiwa tentang identitas Long Li Chen, karena itu hanya akan menambah beban pikiran serta mengingatkannya pada masa-masa sulit dan sedih.
"Bibi, di mana mereka."
Long Xia Yun melayang menghampiri Lin Chen dan mengarahkan telapak tangannya pada punggung Lin Chen, melepaskan energi spiritualnya untuk memberi tahu di mana orang-orang yang akan dibawa.
Seperti ada benang kuning yang menuntunnya ke arah manusia-manusia berbeda kota maupun negara di seluruh penjuru Bumi.
Lin Chen mengalirkan Energi Dewa mengikuti benang yang diarahkan oleh Long Xia Yun, membuat semua orang yang ditandai itu mulai bersinar dengan warna putih.
Terlihat cahaya yang melonjak naik puluhan mil ke langit, menembus debu cokelat di langit yang menghalangi sinar matahari. Cahaya ini mengejutkan semua orang di Bumi, bahkan sds yang melepaskan tembakan, namun tidak berpengaruh terhadap cahaya yang melindungi.
Dengan kibasan tangannya, tiba-tiba cahaya berbentuk pilar dari segala tempat itu menghilang, yang kemudian di depannya sudah berdiri orang-orang yang ditandai.
Manusia yang ternyata jumlahnya sekitar 7657 itu terlihat bingung, takut, khawatir, gugup, semuanya bercampur menjadi satu. Kebanyakan dari mereka berasal dari China, dan sebagainya lagi dari Asia Tenggara.
Keterkejutan terlihat jelas di wajah semua orang, terutama untuk mereka yang berasal dari Shelter 07 karena sudah melihat Lin Chen yang terbang. Begitu pun dengan Qin Xumei yang masih mengenakan bunny suit.
Lin Chen mengangkat tangan kanannya, membuat debu cokelat tebal di langit itu terbelah, memperlihatkan indahnya langit biru yang tidak pernah mereka lihat.
Bumi yang selalu gelap karena debu, akhirnya sekali lagi mendapatkan sinarnya saat sinar matahari yang jatuh memandikan daratan Bumi.
Bukan hanya menghilangkan polusi udara saja, ia juga memunculkan awal putih di langit yang secara signifikan mulai gelap dan hujan mulai turun cukup deras.
"A- A- A- Air ... ini air!"
Semua orang menengadahkan tangan untuk menampung air hujan, kemudian meminumnya. Ada pula yang menengadahkan kepala seraya membuka mulutnya lebar-lebar, agar air hujan langsung jatuh ke dalam mulut.
Lin Chen membiarkan mereka semua untuk beradaptasi dengan air hujan, setidaknya sampai dahaga mereka mulai mereda. Ketika dirasa cukup, ia terbang ke langit menuju angkasa luar dengan menciptakan sebuah pelindung berbentuk bola besar.
"Ka- Kami akan dibawa ke mana?" Ada rasa senang dan takut di wajah Qin Xumei.
"Tempat yang lebih baik dari Bumi." Lin Chen menjawabnya tanpa menoleh, dan saat sudah berada di angkasa luar, ia memanggil Yan Xue maupun Xue Ying di sampingnya.
__ADS_1
Yan Xue tidak terkejut saat tiba-tiba berpindah tempat, karena sudah diberitahu oleh dirinya yang lain yang tinggal di Pohon Dewa. Namun ketenangannya tidak bertahan lama saat melihat Bumi. "Gege, apakah itu Bumi?" Ia menggandeng lengan kiri Lin Chen.
Lin Chen mengangguk kecil, dan menjawab, "Iya, ini adalah Bumi setelah dua ratus tahun berlalu."
Xue Ying mengerutkan keningnya melihat Bumi. "Apakah Kakak tidak membawa semua orang? Masih banyak yang selamat di sana."
Lin Chen mengusap lembut kepala Xue Ying. "Mereka adalah orang yang tidak pantas untuk diselamatkan." Ia menurunkan tangannya dan berbalik. "Sekarang, ayo kembali."
Lin Chen terbang dengan kecepatan penuhnya menuju Bintang Qiang, melewati ratusan galaksi dalam hitungan detik saja dan beberapa kali berpindah tempat melewati miliaran galaksi luas.
Rencana awalnya ingin tinggal selama tujuh hari di Bumi, namun karena Bumi sudah berubah total, maka tidak perlu berlama-lama di sana. Lalu untuk manusia yang berada di Mars, mereka hidup dengan baik, sehingga tidak perlu ia bawa.
Xue Ying yang datang itu bergerak ke sana kemari mengelilinginya orang-orang dari Bumi. Kemudian ia membuka System Shop, membelikan makanan dan minuman untuk semua orang. "Makanlah."
Ribuan makanan itu muncul di depan dada semua orang, yang membuat mereka merasa sedikit takut karena kemunculannya yang tiba-tiba.
Karena pelindung yang dibuat Lin Chen, udara di dalamnya tetap terjaga dan benda-benda juga melayang di satu tempat yang tetap, sehingga tidak masalah jika ingin makan di angkasa luar.
Semua orang mulai makan dengan lahap ditemani oleh air mata yang menetes dari sudut mata karena rasa bahagia.
Puluhan menit kemudian semenjak semua orang mulai makan dan makanan sudah dihabiskan, akhirnya Lin Chen memindahkan semua orang dalam sekejap ke Bintang Qiang.
Udara segar dan hamparan rumput hijau sejauh mata memandang, membuat ribuan orang yang dibawa merasa heran karena tidak pernah melihat pemandangan ini secara langsung. Jika pun ada yang pernah melihat, itu hanya sebagian dan itu pun berasal dari buku gambar.
"Bai Hu."
"Hamba di sini, Tuan."
Udara di depan Lin Chen bergerak-gerak seperti fenomena fatamorgana, dan dari udara itu terlihat Bai Hu dan Xuanwu Jianqi yang bersama.
"Bisa kau bawa mereka semua, selama tujuh hari, berikan mereka makanan dan minuman berkualitas." Lin Chen menunjuk semua orang di belakangnya dengan ibu jari. "Setelah itu, biarkan mereka bekerja sesuai kemampuan masing-masing."
Bai Hu menangkupkan kedua tangannya. "Baik, Hamba mengerti, Tuan."
Lin Chen menepuk pundak kiri Bai Hu, kemudian pergi ke Pohon Dewa membawa Long Xia Yun, Yan Xue, Xue Ying, Rui Alexander, Hong Mianli dan Yang Minghuan.
...
***
__ADS_1
*Bersambung...