
Hari ini adalah hari di mana ia akan membawa semua orang untuk pergi ke Alam Semesta, termasuk membawa binatang-binatang yang ia ciptakan. Awalnya ia tidak berniat membawa mereka, tapi karena ingin membantunya yang merupakan Dewa Pencipta, akhirnya ia membawa mereka.
Lin Chen juga ingin mengganti Hewan atau Binatang Suci yang ada di Alam Semesta!
Kupu-kupu Surgawi, Macan Taring Pedang, Merpati 7 Warna, Kuda Sayap Elang, Kelinci 3 Warna, Lebah Perak, Semut Emas, dan lain sebagainya.
Semua itu adalah hasil dari ciptaannya, kecuali Lebah Perak dan Semut Emas yang memang sudah ada sedari dulu, meski sangat langka keberadaannya, bahkan mungkin saja di Bintang Zhuyao tidak bisa ditemui.
Lin Chen di ujung dahan pohon dengan kedua kaki yang menggelantung dan memandangi lautan awan putih yang sangat indah. "Tidak lama lagi aku akan meninggalkan Semesta Yongheng, tapi aku akan tinggal dulu selama beberapa tahun untuk memastikan fondasi kaki di Semesta Yongheng cukup kuat ..."
"Bagaimanapun, dunia ini penuh misteri, tidak mungkin akan selalu sama dan tentunya banyak bahaya yang bersembunyi."
"Apakah Gege memikirkan sesuatu yang berat lagi?" Yan Xue mendatangi Lin Chen dan memeluknya dari belakang.
Lin Chen tersenyum ringan memegangi lengan Yan Xue yang melingkar di lehernya. "Aku tidak memikirkan apa pun, aku hanya memandangi lautan awan."
Yan Xue mendongak melihat lautan awan, dan ia juga berpikiran jika lautan awan di depannya sangat indah.
"Apakah yang lain sudah bersiap-siap?"
Yan Xue kembali menunduk melihat Lin Chen dari belakang. "Sudah, mereka bisa pergi kapan saja, saat ini mereka hanya menunggu Gege kembali." Ia memeluk erat Lin Chen dari belakang.
"Begitu ..." Lin Chen memegangi pergelangan tangan Yan Xue, dan mencium punggung tangannya. "Peperangan ini sudah pasti dimenangkan oleh pihak kita, bahkan kau sendiri sudah membunuh Yuzhao ke bawah."
"Tapi, aku tetap ingin kau berhati-hati, karena dalam peperangan ini, kemungkinan besar aku hanya akan melihatnya saja."
Yan Xue menganggukkan kepalanya dan mencium pipi kanan Lin Chen. "Terimakasih, Xue'er akan selalu berhati-hati. Xue'er juga ingin memperlihatkan kekuatan Xue'er setelah menembus Divine God."
Lin Chen menutup matanya menikmati pelukan Yan Xue dari belakang, kemudian membuka matanya kembali dan sudah tiba di dalam Feichuan. Lalu ia berdiri dan berbalik melihat semua yang sudah berada di dalam Feichuan terlebih dahulu.
"Hari ini kita akan melakukan penyerangan ke Bintang Zhuyao, Galaxy Zhongyang. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya, yang pasti, aku harus kalian semua bisa selamat."
Hampir semua orang sudah mengetahui jika Lin Chen tidak akan ikut campur dalam pertarungan kali ini, karena itulah ada sedikit rasa gugup dan tidak percaya diri apakah bisa memenangkan pertarungan yang sebentar lagi akan dimulai.
"Tenang saja, aku akan memastikan kalian semua selamat." Long Xia Yun berdiri dan berjalan di samping Lin Chen.
Ketika mendengar itu, perasaan mereka menjadi lebih tenang karena Long Xia Yun sendiri yang menjaminnya, yang merupakan Kultivator Sejati dan terkuat nomor dua setelah Lin Chen.
__ADS_1
Dalam perjalanan kali ini, Lin Chen tidak ingin langsung tiba di Bintang Zhuyao, karena ingin membiarkan semua orang bersiap-siap atau menyesuaikan kekuatan mereka dengan bertarung melawan monster liar.
Lin Chen menengadahkan kepalanya melihat langit melalui jendela kaca tebal. Dengan jentikkan jarinya, ruang mulai terbuka di langit biru, memperlihatkan gelapnya angkasa luar yang dipenuhi oleh kilauan bintang.
Feichuan mulai melayang perlahan memasuki ruang yang terbuka, kemudian ruang itu menutup sesaat setelah Feichuan memasukinya.
***
Galaxy Heise Yan, Alam Semesta
Dari Galaxy Heise Yan ke Galaxy Zhongyang setidaknya membutuhkan waktu ratusan tahun, namun dengan kekuatan Lin Chen, ia bisa membuatnya sampai dalam sekejap, tapi ia memperlambatnya menjadi satu minggu.
Saat Feichuan sudah kembali ke Alam Semesta, hampir semua orang mulai kembali berlatih melawan monster yang ia beli dari System. Ya! Dari System, monster tidak berakal yang sangat ganas dan mengerikan, tidak bisa dijinakkan.
"Lin Che— Dewa?" Rui Alexander menghampiri Lin Chen yang duduk di luar Feichuan.
Lin Chen menoleh ke belakang melihat Rui Alexander yang rambutnya sudah panjang. "Kau bisa memanggilku seperti biasa, tidak perlu menggunakan panggilan kehormatan ..."
"Ngomong-ngomong, ada apa?"
Rui Alexander menghampiri Lin Chen dan duduk bersila di sebelah kirinya. "Menurutmu, bagaimana dengan teman sekelas kita yang ada di Bumi?"
Rui Alexander menganggukkan kepalanya dan mengerti maksud dari perkataan Lin Chen. Teman sekelas yang ada di Bumi tinggal di bintang atau planet, berbeda dengan mereka yang di angkasa luar dan bergerak dengan kecepatan cahaya.
Jika teman sekelas mereka masih hidup, maka usia mereka sudah lebih dari 200 tahun. Tapi tentunya tidak mungkin, bisa saja mereka semua sudah mati, dan di sana ada catatan tentang orang-orang yang pergi meninggalkan Bumi.
"Apakah kau ingin berkunjung ke Bumi?"
Rui Alexander menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Iya, aku ingin melihat keadaan di sana, dan bagaimana makam Ayahku. Apakah masih terjaga dengan baik atau bahkan hancur. Kau tahu, banyak rumor mengatakan bahwa perang dunia nuklir tidak akan lama lagi berlangsung ..."
Lin Chen merebahkan badannya dengan kedua lengan menyilang di belakang tengkuk. Ia juga memikirkan tentang perang nuklir, mungkin di Bumi sudah terjadi perang, mengingat waktu yang terus berjalan dengan cepat.
"Setelah semuanya selesai ..." Lin Chen kembali duduk dan memandangi angkasa luar. "Apakah kau ingin kembali ke Bumi untuk melihat keadaan di sana?"
"Bolehkah?" Rui Alexander menolehkan kepalanya ke kanan, dan ada harapan yang terpancar dari matanya.
"Tentu, aku juga ingin melihat keadaan di sana. Ingin mengetahui bagaimana Bumi yang sekarang."
__ADS_1
Rui Alexander tersenyum bahagia, kemudian menundukkan kepalanya seperti memikirkan sesuatu dan ingin mengatakannya, namun takut membuat Lin Chen marah atau ditolak.
"Ada apa?" Lin Chen mengetahui apa yang dipikirkan oleh Rui Alexander, dan ini berhubungan dengannya yang sudah menjadi Dewa.
Rui Alexander mengepalkan kedua tangannya erat. "Aku ..." Ia menoleh kembali menatap Lin Chen dengan penuh harap. "Bisakah kau membantuku untuk menghidupkan kembali Ayahku?"
"Aku bisa-bisa saja. Tapi, apakah kau siap menerima hasil akhirnya? Apakah Bibi sudah menyetujui hal ini?" Lin Chen masih tidak ingin asal membangkitkan manusia yang sudah mati karena usia.
Rui Alexander menganggukkan kepalanya tegas. "Sudah, Ibu juga terlihat sangat merindukan Ayah. Karena itu, aku ingin meminta bantuan darimu. Aku juga tahu akan hal ini, mungkin akan menimbulkan trauma pada orang yang kembali hidup ...'
Rui Alexander terdiam sejenak seraya mengigit bibir bawahnya, dan seperti ada rasa dendam maupun kebencian yang tersirat di wajahnya. "Namun, aku ingin mendengar langsung dari Ayahku, tentang bagaimana dia bisa mati. Ada bekas luka tusukan pada dadanya yang menembus paru-paru dan melukai jantung."
Lin Chen mengangkat tangan kirinya dan menepuk-nepuk pundak kanan Rui Alexander. "Jika kau sudah yakin, maka aku akan membangkitkannya setelah kita selesai di Bintang Zhuyao. Aku bisa kembali ke Bumi dalam sekejap."
"Terimakasih." Rui Alexander tersenyum ringan, kemudian ia berdiri dan kembali masuk ke dalam Feichuan untuk berlatih.
Lin Chen yang ditinggalkan seorang diri itu kembali merebahkan badannya dan memandangi bintang-bintang yang berkilauan di angkasa luar.
***
7 Hari Kemudian
Feichuan yang bisa melihat bintang yang sangat besar berwarna biru yang memancarkan sinar. Ada cincin yang mengelilingi bintang itu, yang merupakan Profound Ark yang melindungi Bintang Zhuyao.
Profound Ark itu berputar-putar mengelilingi Bintang Zhuyao, dan jumlahnya benar-benar banyak sekali karena sampai mampu menciptakan cincin seperti atom.
Lin Chen memandangi Bintang Zhuyao dengan tenang. Kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celana, dan saat ini ia mengenakan pakaian modern dengan jas yang terbuka.
"Mereka berkumpul di satu tempat, ini lebih baik karena tidak menyusahkan kaki untuk membunuh mereka."
Feichuan mulai memperlihatkan wujudnya setelah fitur yang menyatu dengan atmosfer mulai dinonaktifkan.
Lin Chen menaikkan sudut bibirnya, dan berucap dengan suara yang menggema. "Long Li Chen! Telah kembali!"
...
***
__ADS_1
*Bersambung...