
"Apakah kau menyerah karena tidak bisa membunuhku?"
Lin Chen berbalik ketika ada suara di belakangnya, tidak menyadari jika Dewi Alam sudah berpindah meski tatapannya tidak teralihkan ke tempat lain. Ia mengibaskan tangan kirinya menyerang Dewi Alam, tapi tidak menimbulkan dampak apa pun, seperti menyerang air yang mengalir dari keran.
Tubuh Dewi Alam yang terbelah dua itu kembali menyatu tanpa ada darah maupun luka.
Lin Chen mundur ratusan mil menjauh dari Dewi Alam. Ia menengadahkan kepalanya melihat ke atas seraya merentangkan kedua tangannya. "Dao Iblis. Kehancuran, Api Neraka!"
Bang!
Ada ledakan yang berasal dari dalam tubuhnya, menciptakan nyala api yang menyebar membentuk cincin merah gelap seperti darah, membelah Semesta Tian untuk ketiga kalinya dan meledakkan semua bintang-bintang yang baru diciptakan.
Dewi Alam mengangkat tangan kanannya di depan wajahnya seraya menggertakkan giginya. Kekuatan yang sekarang lebih kuat, sampai menguapkan salah satu anggota tubuhnya.
"Akhirnya kau terlihat panik." Lin Chen muncul tepat di depan Dewi Alam dengan mata merahnya yang terbakar.
Lin Chen membuka mulutnya, memperlihatkan taringnya yang tajam bagaikan pedang. Ada Energi Iblis yang berkumpul di dalam mulutnya, kemudian ia melepaskan serangan.
Dash!
Laser melesat dari dalam mulut Lin Chen, menembak Dewi Alam hingga menembus tubuhnya yang terbuat dari air. Laser itu mengubah angkasa luar yang gelap, menjadi merah gelap penuh aura kematian yang mengerikan.
Kepala Dewi Alam beregenerasi kembali dalam waktu singkat. Ia mengulurkan tangannya, mencengkeram rahang Lin Chen yang mulutnya masih terbuka. "Dao Air. Kehidupan, Kendali Darah!"
Telapak tangannya bersinar terang berwarna biru, memasuki mulut Lin Chen yang terbuka.
"Heo—" Lin Chen merasakan sakit yang menyiksanya di sekujur tubuh saat aliran darahnya terbalik. Beserta darah di dalam tubuhnya berubah menjadi jarum-jarum kecil, yang mulai menusuk jantung dan organ vital lainnya.
Zrash!
Tubuh Lin Chen meledak menjadi darah yang melayang di angkasa luar. Tubuhnya menjadi belasan potongan kecil dengan aura yang mulai meredup, namun itu hanya sementara waktu, sebelum akhirnya semua potongan kecil itu bersinar terang dan mulai beregenerasi.
Lin Chen yang sudah beregenerasi, langsung saja melepaskan serangan berbagai macam pedang yang ia gunakan untuk membunuh Dewa Pedang.
Pedang Kuno, Pedang Dewa, Pedang Cahaya, Pedang Dewa Kematian, Pedang Dewa Iblis, Tombak Ashura, Pedang Neraka.
Dewi Alam hanya diam di tempatnya berdiri tanpa berekspresi sama sekali, menunggu apa yang akan dilakukan Lin Chen. Hingga semua pedang itu menembus tubuhnya, ia tetap berdiri dengan tenang tanpa menerima luka. "Bukan tanpa alasan mengapa aku dipanggil Dewi Alam. Tubuhku bisa berubah sesuka hati, sesuai dengan komponen alam ..."
"Kau menyerangku dengan pedang? Aku adalah air, menyerangku dengan api? Aku adalah udara."
Semua Lin Chen kembali menjauh saat melihat Dewi Alam yang mengangkat tangannya. Dari jauh ia bisa melihat ada lima energi berbeda yang melayang di atas telapak tangan Dewi Bulan, Element Api, Air, Tanah, Kayu, Perunggu.
__ADS_1
"Menguasai Lima Element Utama ..." Lin Chen menghilangkan semua klon termasuk menyimpan kembali senjatanya. "Pantas saja kau sangat percaya diri dan jarang menghindari serangan ku."
Lin Chen berpikir sejenak tentang kekuatan yang dikuasai Dewi Alam, yang memungkinkan untuk mengabaikan semua serangan.
Dewi Alam mengayunkan tangannya, melemparkan serangan 5 Element sebesar Matahari ke arah Lin Chen. Serangan itu terus membesar seiring dengan berjalannya waktu, hingga mulai memakan satu sama lain yang mengubahnya lebih besar lagi.
Lin Chen mendongak ketika merasakan fluktuasi energi yang sangat kuat, merasakan bahaya dari serangan gabungan dari 5 Element Utama.
Lin Chen membuka kuda-kuda seraya mengangkat tangan kanannya dan tangan kirinya di bawah. Ia memutar kedua tangannya hingga menciptakan pelindung Yin dan Yang di depannya yang ukurannya hanya sebatas dua meter.
"Pergi!" Lin Chen mendorong kedua tangannya mengarah pada serangan Dewi Alam.
Yin dan Yang melesat bagaikan kilatan cahaya.
Boom!
Benturan antara dua serangan itu mengakibatkan gelombang suara yang sangat keras hingga menggetarkan Semesta Tian. Angin kencang menyebar ke segala arah menghempaskan Lin Chen dan Dewi Alam karena tidak sempat menciptakan pelindung lain.
Bang!
Lin Chen mengganti kekuatannya lagi yang juga menghempaskan pecahan serangan yang mengarah padanya. Cambuk Iblis dan Chakram Iblis sudah muncul di belakang punggungnya, beserta dengan Topeng Iblis yang sudah terpakai.
"Dao Iblis. Kehancuran ..." Lin Chen mengangkat kedua tangannya perlahan di depan dada, mengumpulkan Energi Iblis agar lebih padat lagi. "Penciptaan Monster Kuno!" Ia mengatupkan kedua tangannya.
Chakram Iblis mulai terbakar dengan nyala api ungu, serta ada kilatan petir yang menyambar di tengah-tengahnya. Sambaran petir berwarna hitam mulai menciptakan sebuah pusaran cahaya, terdengar suara mengerikan dari dalam pusaran.
"Khahk!"
Sinar merah yang terlihat mengerikan mulai muncul di tengah-tengah Chakram Iblis. Kemunculan sinar ini menimbulkan getaran pada Semesta Tian yang terlihat hampir runtuh dan meledak.
Hingga tak lama, terlihat ada Monster Kuno dengan bentuk seperti ikan pari, ekor seperti belut dan memiliki kumis panjang seperti ikan lele. Monster Kuno itu berwarna hitam pekat, mulutnya terbuka sangat lebar, mampu menelan ratusan bintang dalam sekali gigit.
Lin Chen melompat mundur ratusan ribu mil seraya merentangkan kedua tangannya. Tubuhnya tidak berubah, meski ada Energi Dewa yang menyelimutinya membentuk sosok putih yang lebih besar dari Monster Kuno.
"Dao Dewa dan Iblis. Kehidupan, Kekuatan, Kematian, Kehampaan ..."
Bang!
Lin Chen mengayunkan kedua tangannya ke depan sampai saling menyentuh. "Penyegelan Semesta!"
Dari dalam tubuhnya melesat dua energi berbeda yang merupakan Energi Dewa dan Iblis. Energi itu pergi ke arah yang berlawanan sampai pada jarak tertentu, kemudian meledak sangat keras membentuk pelindung kubah dari atas maupun bawah.
__ADS_1
Tekanan di Semesta Tian kian meningkat ketika Semesta Tian sudah disegel oleh kekuatan dari Dewa dan Iblis. Kekuatan ini sangat tidak menguntungkan musuh yang masuk di dalamnya, berbeda dengan pengguna yang bisa bergerak bebas tanpa harus takut kehabisan energi.
Walaupun, konyol rasanya jika Dewa atau Dewi sampai kehabisan energi.
Shuuu...
Monster Kuno membuka mulutnya selebar mungkin ke arah Dewi Alam, mulai menghisap semua hal yang berada di depannya.
Dewi Alam mulai merasa panik ketika tidak bisa merasakan aliran kekuatan dari Semesta lain yang salah satu 'Dirinya' tinggali untuk meregenerasi tubuhnya terus-menerus. "Cih! Sial!" Ia mengumpat kesal.
"Persetan!" Dewi Alam mengarahkan jari telunjuknya pada Monster Kuno. Ada gumpalan energi lima warna yang muncul di ujung jarinya, yang kemudian melesat tajam memasuki mulut Monster Kuno.
"Mati!" Dewi Alam mengepalkan tangannya, meledakkan Monster Kuno dari dalam.
Lin Chen tidak peduli dengan Monster Kuno yang ia ciptakan. Ia langsung bergerak ke arah Dewi Alam, tangan kanannya diselimuti nyala api yang gelap dan sangat panas.
Dewi Alam menoleh ke kiri melihat Lin Chen yang baru saja datang. Tubuhnya mulai menguap kembali merasakan pasnya api, tapi dengan cepat ia mengubah tubuhnya menjadi tubuh normal dengan daging, kulit, tulang dan darah.
Bang!
Dentuman lain yang menghempaskan keduanya terjadi ketika dua pukulan antara God Realm tahap Menengah saling beradu satu sama lain. Tapi meski demikian, Penyegelan Semesta masih kokoh menahan ledakan yang mampu menghilangkan setengah Semesta Tian.
Keduanya terpisah jutaan mil jauhnya dari sumber ledakan dan masing-masing mengalami luka yang serius.
Dewi Alam mengalami luka sepanjang lengan kanannya, darah mengalir deras seperti keran air. Pakaian yang ia kenakan juga terbakar, memperlihatkan sebelah dadanya.
Lin Chen, lengan bawahnya menghilang dengan darah yang juga mengalir deras. Tapi ia tidak merasakan sakit, ekspresi wajahnya juga tetap terlihat tenang seperti tidak ada hal aneh. Ia mengangkat lengannya seraya menunduk, melihat luka yang ia terima. "Kau menggunakan Kendali Darah saat menahan seranganku ..."
"Tapi, kau juga mengalami kerugian, kau tidak bisa lagi menggunakan air dan udara. Hanya tanah, perunggu dan kayu ..."
"Tapi, untuk menggunakan kayu, kau harus menciptakan bintang. Apa kau pikir aku akan diam dan membiarkannya?" Jika tidak ada Topeng Iblis, seringai dinginnya akan terlihat jelas.
Dewi Alam berdecak kesal dan menggertakkan giginya. Ia menyentuh bahu kanannya, lalu mengusapnya sampai tangan, membuat luka-luka yang sangat parah itu sembuh dalam sekejap mata.
"Itu sudah lebih dari cukup."
Lin Chen tertegun untuk beberapa waktu, kemudian tertawa terbahak-bahak, "Hahahaha! Bagus!"
...
***
__ADS_1
*Bersambung...