Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 078 : Memaafkan


__ADS_3

Bintang Qiang sudah mengalami kemajuan dalam pembangunan meski tidak terlalu cepat karena kurangnya tenaga kerja, tapi setidaknya sudah ada peningkatan seperti jembatan yang berada di atas danau dari empat sisi.


Pohon dengan diameter lima puluhan mil juga sudah dibongkar di bagian dalamnya, yang digunakan sebagai rumah bagi Lin Chen yang bisa dibilang Pemilik Bintang Qiang untuk sementara waktu, sampai ia pergi meninggalkan Semesta Yongheng.


Pada ruangan di dalam batang pohon yang tingginya sekitar 350 mil dari permukaan tanah, di sana sedang mengadakan pertemuan untuk anggota keluarga saja, yang memang berhubungan dengan Lin Chen.


Lin Zhian, Luo Yi, Xue Ying, Long Xia Yun, Long Min Zhong, Wang Ji Fei, Wang Xi Zhang, Hua Jia Ran, Ho Liiu Yaoshan yang sudah menikah dengan Bibinya, dan tentunya Yan Xue.


Mereka duduk mengelilingi meja bundar yang cukup besar, mampu menampung mereka semua duduk bersama dan ada hidangan yang sudah tertata rapi di atasnya.


"Aku tidak akan mengambil posisi Kaisar."


Pernyataan ini mengejutkan semua orang yang ada, terutama untuk Long Min Zhong dan Wang Ji Fei.


"Aku tidak bisa berlama-lama tinggal di Semesta Yongheng." Lin Chen kembali berbicara setelah semua orang tetap diam.


Ia kembali menjelaskan tentang Semesta yang sebelumnya di anggap hanya ada Alam Bawah, Semesta dan Selestial. Penjelasannya tidak terlalu berbeda seperti sebelumnya, dan ia juga mengungkapkan tentang pembudidaya atau praktisi saat ini benar-benar jauh berbeda seperti Zaman Sejati.


"Tapi, aku akan tinggal di sini untuk beberapa tahun."


Walaupun yang lain masih diam membisu, ia tidak terlalu memedulikan yang lain dan kembali menyantap hidangan di atas meja.


Kemudian, tentang Hitam dan Putih yang bergabung dengannya, ia masih menunda hal itu karena waktu prosesnya yang terbilang cukup lama, mengingat seberapa kuatnya Hitam dan Putih.


Dirinya yang lain di Semesta Xinxing dan Semesta Xangzin masih tidak diketahui keberadaannya oleh Dewa di sana, sehingga ia bisa dengan tenang untuk menyerap aura di sana, meski masih sangat jauh untuk menembus tahap Menengah.


Ketika bergabung dengan Hitam dan Putih, ia menduga akan berhasil menembus tahap Menengah, meski kekuatannya akan lebih dari sekedar tahap Menengah biasa.


Xue Ying yang sedari tadi tetap diam, dengan tangan yang masih memegang sumpit akhirnya tersadar kembali. Seraya menundukkan kepalanya, ia berucap pelan, "Kakak, apakah Yi'er bisa ikut?"


Lin Chen mendongak melihat Xue Ying yang berada di seberangnya. "Tentu, kau boleh ikut." Ia sudah memikirkan hal ini dan melakukan beberapa percobaan.


Percobaan yang dilakukannya adalah membawa monster di dalam Ruang Dimensi dari Alam Bawah, yang kemudian ia kirimkan ke Semesta Xinxing dan sebaliknya. Hal itu bisa dilakukan, sehingga manusia juga tidak jauh berbeda.


Wang Ji Fei yang duduk di sebelah kanan Lin Chen menghembuskan napas panjang dan terdengar cukup keras. "Chen'er, apakah kau bisa memaafkan Ras Roh?"


Tangan Lin Chen berhenti bergerak saat hendak menyuap, kemudian meletakkan kedua sumpit di atas mangkuk. "Bibi? Yi'er?" Ia ingin meminta pendapat keduanya.


"Bibi sudah melupakan masalah itu, Bibi sudah memaafkan Ras Roh."


"Meski Yi'er masih marah, tapi Yi'er tidak sampai membencinya Kakek dan Nenek Buyut."

__ADS_1


"Chen'er..." Wang Ji Fei memegang punggung tangan kanan Lin Chen.


Seraya menghela napas dan tanpa menoleh, Lin Chen menjawabnya, "Ini semua karena permintaan Nenek, maka aku akan memaafkan mereka. Tapi aku masih belum bisa melupakan kejadian waktu itu."


Wang Xi Zhang dan Hua Jia Ran yang duduk di kanan depan, atau jika diibaratkan di depan Lin Chen adalah jam 12, maka keduanya duduk di jam 3. Keduanya hanya diam saja dari tadi tanpa berbicara sama sekali, seperti orang asing yang tidak diinginkan dalam pertemuan.


"Tidak masalah tidak melupakan kejadian di mana kau dibunuh, tapi jangan sampai hal itu mengganggumu, atau kau hanya akan dipenuhi oleh kebencian."


Suara Putih yang menggema di benaknya itu menenangkan Lin Chen akan emosinya yang meluap. Ia harus cukup tenang sampai benar-benar bergabung dengan Hitam dan Putih, agar tidak kehilangan kendali yang mungkin mampu merusak Semesta Yongheng.


Lin Chen mendongak menatap Wang Xi Zhang dan Hua Jia Ran. "Jika Ras Roh bisa membantu pembangunan di Bintang Qiang, mungkin aku akan melupakan kejadian waktu itu."


Masalah bersama adalah prioritas utama ketimbang masalah pribadi, itulah yang ia pikirkan setelah mendapat nasihat dari Putih.


Ekspresi wajah Wang Xi Zhang yang sebelumnya muram, kini sudah cerah. "Tidak masalah, kami akan mengerahkan kekuatan untuk membantu pengembangan Bintang Qiang."


Wang Ji Fei tersenyum hangat menatap Lin Chen. "Terimakasih."


Lin Chen menganggukkan kepalanya, kemudian kembali makan bersama dengan suasana yang tenang dan hangat, tidak seperti sebelumnya yang tegang.


***


Keesokan Harinya


Ada pemuda yang mengenakan kaus putih lengan pendek dan celana panjang berwarna putih yang biasa ia kenakan. Pemuda yang merupakan Lin Chen itu sedang duduk di ujung sampan, membawa joran pancing.


"Danau yang luas dan banyak ikan di dalamnya yang mampu menghidupi ratusan juta penduduk."


Lin Chen melirik ke belakang melihat tiga orang pria yang merupakan Rui Alexander, Hong Mianli dan Yang Minghuan. "Aku tidak menyangka kalian akan datang sepagi ini."


Pagi?


Ketiganya menengadahkan kepala melihat langit biru cerah dengan sinar matahari yang bersinar terang.


Rui Alexander berjalan di atas permukaan air dan berdiri di samping sampan untuk melihat ember kayu milik Lin Chen. "Bukankah di sini banyak ikan dan kau mampu menciptakan ikan-ikan besar ..."


Rui Alexander menoleh melihat punggung Lin Chen. "Lalu mengapa kau pergi memancing dan hanya mendapatkan satu?"


"Mencari ketenangan, danau biru tanpa gelombang adalah tempat yang cocok. Memancing hanya tambahan, dan mendapatkan ikan adalah bonus." Lin Chen menjawabnya langsung dengan mata masih tertuju pada permukaan air.


Tidak ada yang memotong atau menyela ucapan Lin Chen, karena pemahaman mereka sendiri berbeda, dan Semi-Immortal dan Dewa juga memiliki cara yang berbeda dalam pelatihan serta pemikiran.

__ADS_1


"Apakah kalian sudah bersiap-siap?"


"Sudah." Ketiganya menjawab secara bersamaan.


"Baiklah." Lin Chen menganggukkan kepala, meski tidak bergerak dan tetap fokus memancing. "Tapi kita akan berangkat besok, hari ini aku ingin menenangkan pikiran di sini."


Rui Alexander, Hong Mianli dan Yang Minghuan saling menatap satu sama lain, kemudian meninggalkan Lin Chen setelah berpamitan.


Lin Chen menghela napas panjang seraya memijat keningnya.


"Apakah kau masih bingung akan membangkitkan mereka atau tidak?"


"Iya, aku berencana untuk membangkitkan Suku Maya Kuno. Tapi, apakah aku harus mengubah Bintang Qiang menjadi Bintang Teknologi?'


"Itu adalah keputusanmu, kau harus bisa memutuskan sendiri, karena setelah kita bergabung, aku tidak akan bisa memberikan saran lagi."


Lin Chen terdiam ketika mendengar ucapan Putih yang sangat benar. Ia tidak akan bisa mendapatkan saran atau nasihat lagi, dan harus memutuskannya sendiri tanpa bantuan orang lain.


Ia menghembuskan napas panjang, dan berberes-beres peralatan memancingnya, kemudian kembali ke ruangan di puncak Pohon Dewa untuk bertemu Luo Yi.


Apa yang dilihatnya saat memasuki ruangan adalah delapan wanita yang sedang melakukan perawatan wajah, seperti mengenakan masker, dengan mentimun yang menutupi kedua mata. Kedelapan orang itu hanya mengenakan dalaman saja, benar-benar tidak sopan dan vulgar.


Hua Jia Ran, Wang Ji Fei, Luo Yi, Long Xia Yun, Guang Li Xiqing, Ji Yue Ling, Yan Xue dan Xue Ying.


Nenek Buyut, Nenek, Ibu, Bibi, Yue Mu, Istri dan Adik.


Lin Chen sendiri merasa aneh mengapa mereka melakukan hal ini, mengingat penampilan mereka yang tidak berubah sama sekali setelah berusia 25 tahun.


"Chen'er, apakah itu kau?"


"Iya, Bu." Lin Chen meletakkan ember kayu di permukaan lantai dan berjalan menghampiri Ibunya, lalu duduk di tepi tempat tidur. "Apakah kalian semua tidak memiliki rasa malu? Usia kalian sudah tidak muda lagi, namun berpenampilan seperti ini—"


"Diam!" Secara serempak semuanya kecuali Yan Xue dan Xue Ying membentak Lin Chen.


Lin Chen beranjak dari tempat tidur di mana Ibunya berada, kemudian berpindah ke puncak Pohon Dewa untuk melihat lautan awan di sisi lain.


Sebelumnya ia ingin berbicara dengan Ibunya, tapi tiba di waktu yang tidak tepat.


"Jangan pernah membahas tentang usia di hadapan wanita." Lin Chen menghela napas panjang dan ada rasa penyesalan karena memasuki ruangan tadi.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2