
Lin Chen memiringkan kepalanya ketika merasakan aliran energi yang serupa. "Apakah kalian ingin membalaskan dendam atas kematian Leluhur Surgawi?"
"Nama keluarga kalian memang berbeda, tapi memiliki akhiran yang sama. Apakah kalian berempat berasal dari satu tempat, kemudian berpura-pura saling bermusuhan satu sama lain untuk menciptakan pandangan yang berbeda?"
Jika keluarga mereka tidak dipecah, akan terlalu banyak memiliki Earth Realm dan itu bisa mendapatkan perhatian dari kekuatan lain di luaran sana, yang mungkin saja berdampak pada keterlambatan rencana mereka.
Dan, jika keluarga mereka dipecah, lalu salah satunya membuat masalah, keluarga lain bisa datang menjadi penengah dan mendapatkan keuntungan dari pandangan publik.
Hal ini sangat biasa dan sering terjadi, seperti kasus-kasus di Bumi, salah satu organisasi akan menyewa orang-orang untuk bertindak sebagai penjahat, kemudian organisasi itu akan datang sebagai pahlawan penyelamat.
Seorang pemuda dengan rambut hijau, mengenakan pakaian biru langit dan matanya berwarna cokelat. Ia bertepuk tangan dengan senyum tipis menghiasi wajahnya. Ia adalah Leluhur dari keluarga Lao, Lao Tzuxan.
"Seperti yang kau pikirkan, kami memang berada dari tempat yang sama, dan kami berpura-pura saling bermusuhan agar tidak menarik perhatian." Lao Tzuxan tersenyum tipis, tidak ada rasa takut di wajahnya meski Lin Chen sudah mengetahui keberadaannya.
Wanita berambut biru langit, mengenakan hanfu merah muda bercorak bunga teratai, dan membawa kipas merah. Ia adalah adik dari Leluhur keluarga Guo yang sudah meninggal sejak lama karena suatu penyakit, dan saat ini sedang dekat dengan Lao Tzuxan.
Wanita itu bernama Guo Annbi. "Dari yang kau katakan tadi, ini seperti kau tahu siapa yang membunuh Leluhur Surgawi, atau bahkan mungkin saja dia adalah kenalanmu."
Lin Chen tersenyum tipis, bukan hanya sebatas kenal saja, tapi ialah yang membunuh Leluhur Surgawi. Namun, ia tidak menyangkalnya dan hanya diam dengan anggukkan kepala.
Pemuda yang mengenakan pakaian merah, rambutnya berwarna hitam dengan mata ungu, sudah bersiap-siap untuk menyerang Lin Chen kembali, itu terlihat jelas dari pedang yang sudah ditarik dari sarungnya. Ia bernama Yao Xuanma yang merupakan Leluhur dari keluarga Yao.
"Karena kau mengenalnya, ini menambah alasan mengapa kami harus membunuhmu di sini." Yao Xuanma mengalirkan energinya pada pedang, dan terlihat pedang itu terselimuti energi bagaikan nyala api merah.
Penduduk yang berada di bawah pertemuan mereka berempat, mulai berlari menjauh untuk menyelamatkan diri. Tidak mungkin bagi mereka untuk selamat jika 3 Earth Realm bekerja sama untuk membumihanguskan Kota Yang.
Lin Chen tidak terlalu bersemangat lagi untuk melakukan pertarungan seperti dulu, yang mana ia akan selalu tersenyum dan mengeluarkan semuanya. Mungkin, ini karena ia sudah tidak bisa menemukan lawan yang cocok. Kalaupun ada, ia belum sampai di sana.
Wusshh...
Angin bertiup kencang dan terasa dingin, ini bukan karena cuaca yang berubah, melainkan karena aura membunuh yang sangat kuat.
Fluktuasi energi mulai berkumpul di atas Lin Chen, Lai Tzuxan, Guo Annbi dan Yao Xuanma. Energi itu membentuk awan hitam yang menggulung dengan lubang di tengahnya, pada bagian lubang itu terlihat pusaran cahaya berwarna oranye.
Tidak lama setelah kemunculan awan hitam yang menarik perhatian dan menekan penduduk Kota Yang, ada Profound Ark berwarna oranye yang keluar dari sana.
Profound Ark itu memiliki patung singa yang berada di depannya, dan ada lambang '秋然' atau 'Qiang' berwarna merah di lambungnya.
"Kerajaan Qiuran? Mereka benar-benar datang." Lao Tzuxan mundur selangkah ke belakang.
Walaupun mereka adalah Earth Realm tahap Menengah, tapi dihadapan Raja dari Kerajaan Qiuran, yang mana Earth Realm tahap Akhir, mereka bukanlah lawannya.
__ADS_1
Tapi, ternyata bukan hanya Kerajaan Qiuran saja yang datang. Ada Profound Ark lain dengan patung Phoenix di bagian depannya, dan ada lambang '清' atau 'Qing' berwarna emas dilambung Profound Ark.
Profound Ark itu adalah Profound Ark milik Kekaisaran Qing, dengan Kaisar Qing Ranah Earth Realm tahap Puncak dan Leluhur Qing dengan Ranah Heavenly Realm tahap Awal.
Lin Chen mengabaikan kedatangan dua kekuatan besar, dan penasaran dengan Xian Anqi maupun Kaisar Qiang yang sudah kembali ke Daratan Juanxin.
Tapi, Lin Chen kembali mengalihkan perhatiannya pada dua pusaran cahaya berbeda.
"Wali Kota Yang mencari muka dengan Kerajaan Qiuran, kemudian Kerajaan Qiuran menjilat Kekaisaran Qing."
Lao Tzuxan, Guo Annbi dan Yao Xuanma memandang satu sama lain, kemudian menganggukkan kepala dan pergi menjauh.
"Tidak perlu khawatir." Suara menggema berasal dari Profound Ark Kekaisaran Qing.
Suara yang sangat mendominasi itu menghentikan langkah 3 Earth Realm yang mencoba melarikan diri meninggalkan Kota Yang.
Seorang pemuda berambut hitam dengan Mahkota Kaisar di kepalanya, ia mengenakan pakaian emas berlambangkan Phoenix.
Mengapa banyak sekali yang suka dengan Phoenix? Apakah tidak ada yang memakai Naga? Naga lebih hebat dari Phoenix!
Berbicara tentang Phoenix, Lin Chen tidak menemukan adanya Hewan Suci maupun Ilahi di Semesta selain Semesta Yongheng.
Apa ini berkaitan dengan kematianku saat memisahkan antara Dewa dan Iblis ketika Ranah Lord Realm? Yang akhirnya mengakibatkan terciptanya 'Ras' baru? batin Lin Chen.
"Hexan." Kaisar Qing memanggil Wali Kota dari Kota Yang.
"Hamba di sini, Yang Mulia Kaisar." Wali Kota yang mengenakan pakaian biru dengan jubah hitam, membungkuk di kiri belakang Kaisar Qing seraya mengulurkan kedua tangannya.
Wali Kota membawa Giok Wali Kota, berwarna hijau dengan bentuk seperti stempel dan pada pegangannya berbentuk kuda seperti yang ada di bidak catur.
Kaisar Qing mengambil Giok Wali Kota. "Ini adalah peninggalan dari Leluhur Yang, yang menyimpan harta bendanya di Dimensi Ruang tertentu ..."
Mendengar hal ini, akhirnya Lin Chen mengerti mengapa tidak banyak yang mengetahui tentang kegunaan Giok Wali Kota, dan alasan mengapa keluarga Bao, Lao, Guo dan Yao mengetahuinya, mungkin ada mata-mata di Kediaman Wali Kota.
"Hari ini, Wali Kota Yang berniat membuka Dimensi Ruang untuk kita semua. Syarat untuk memasukinya adalah Earth Realm, tapi, tidak ada larangan untuk Spirit Realm memasukinya, asalkan kalian mampu menahan tekanannya," sambung Kaisar Qing.
"Banyak harta berharga di sana, bahkan Heavenly Realm juga akan merasa bahagia jika mendapat harta di sana. Dan, yang terpenting, Leluhur Yang merupakan salah satu orang yang pernah menerima berkat dari Dewa Langit."
Lin Chen tidak terlalu peduli dengan pidato Kaisar Qing, perhatiannya tertuju pada pusat Kota Yang, di mana di sana ada Gerbang Dimensi yang sama seperti saat hendak membuka Negeri Surgawi.
Gerbang Dimensi di Kota Yang tidak tertanam, melainkan membaur dengan atmosfer dan sering dilalui pejalan kaki, meski mereka tidak tahu jika di sana ada Gerbang Dimensi.
__ADS_1
"Tidak ada hal spesial di dalam Dimensi Ruang. Semuanya sampah."
Pernyataan Lin Chen terhadap Dimensi Ruang Leluhur Yang ini didengar oleh semua orang, dan itu menarik amarah Wali Kota. Terutama amarah Kaisar Qing, yang mana merasa seperti badut karena meninggikan harta peninggalan Leluhur Yang.
"Apa maksudmu?" Kaisar Qing menatap tajam Lin Chen dengan amarah dan kebencian yang kuat.
Lin Chen mengangkat kedua bahunya dengan tangan yang merentang. "Entahlah, di sana memang tidak ada barang berharga. Hanya beberapa ribu Pil Ilahi, puluhan Senjata Ilahi, belasan Artefak Ilahi. Herbal berusia ratusan ribu tahun dan beberapa bumbu dapur berusia jutaan tahun."
Bumbu dapur yang dimaksud Lin Chen adalah Jahe Merah Dingin 2,5 Juta tahun, Ginseng Air 230 Ribu tahun, Akar Manis 1,2 Juta tahun, Akar Gongxu 120 Ribu tahun.
Kaisar Qing terlihat sangat marah, tapi tetap mencoba tenang agar tidak menghancurkan gambaran tentangnya yang selalu tenang dan bersikap dingin.
Kaisar Qing mengalirkan kekuatannya di Giok Wali Kota, membuat giok itu memancarkan sinar hijau. Sinar yang paling terang berasal dari mata patung kuda, yang melintas tajam mengarah ke pusat Kota Yang.
Booom!
Pusat Kota Yang meledak dan ada retakan-retakan di atmosfer, kemudian terlihat Gerbang Dimensi berwarna biru yang muncul secara perlahan.
Giok Wali Kota terus mengirimkan kekuatannya pada Gerbang Dimensi, hingga mulai bergetar dan berfungsi. Gerbang Dimensi menciptakan pusaran cahaya berwarna hijau, dengan aliran badai angin maupun ruang yang cukup kuat untuk melukai Earth Realm tahap Awal.
Walaupun Lin Chen mengatakan Gerbang Dimensi itu adalah sampah yang tak berarti, tapi karena sudah melihat harta tepat di depan matanya, tidak baik jika membiarkan harta itu tetap di sana.
Apalagi, anak-anaknya sangat suka berburu harta.
Aku akan kembali terlebih dahulu, tiga hari kemudian setelah Xue'er selesai dalam kultivasinya, barulah aku membawa anak-anak untuk masuk ke sana.
Lin Chen kembali ke Penginapan Jueqi untuk melihat keadaan Yan Xue, berharap tidak ada gangguan karena kebisingan di Kota Yang.
Kaisar Qing yang melihat kepergian Lin Chen, hanya diam dan menyeringai. Ia akan mengambil harta di dalam Dimensi Ruang, baru setelah keluar nanti, ia akan berurusan dengannya karena telah mempermalukannya di depan umum.
Lao Tzuxan, Guo Annbi dan Yao Xuanma merasa senang karena Lin Chen sudah ditargetkan oleh Kaisar Qing. Dengan ini, mereka tidak perlu bertindak, karena kematian Lin Chen sudah dipastikan.
Tapi, pandangan Wali Kota Yang berbeda. Walaupun ia merasa kesal dengan Lin Chen karena menghina peninggalan Leluhur Yang, tapi ia juga kagum dan takjub karena mampu menebak isi di dalamnya tanpa harus melihatnya langsung.
Wali Kota Yang berharap dapat menjalin kerja sama dengan Lin Chen. Namun, yang tidak diketahui Yang Hexan, adalah tentang Lin Chen yang sangat tidak menyukai Dewa Langit.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1
*Kaisar Qiang diubah, yang sebelumnya Kaisar Daratan Jinmang, jadi Daratan Juanxin.