Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 227 : Menyerap Pil Dewa Abadi


__ADS_3

Sudah satu bulan ia berada di Alam Tiantang dan setelah menghancurkan Aliansi Penjarah Surga, tidak ada lagi peristiwa besar yang menggemparkan atau organisasi berbahaya yang menganggu ketenangan Wilayah Tiantang.


Reputasi Kaisar Giok sudah kembali meningkat dengan belasan tempat yang mendapatkan perlindungan dari Wilayah Tiantang.


Penghuni Wilayah Tiantang sudah banyak yang melangkah ke God Realm, terutama Tujuh Putri yang mendapatkan peningkatan lebih cepat, karena mereka mendapatkan Darah Lin Chen dan Yan Xue, yang merupakan Kaisar Giok dan Permaisuri Surga.


Walaupun mereka tidak mendapatkan kekuatan salah satu dari mereka, tapi bakat mereka meningkat.


Menara Kultivasi, Menara Jiwa, Menara Fisik sudah ditambahkan di Wilayah Tiantang. Taman dan Kebun Surgawi berkembang lebih besar dan tanaman yang tumbuh di sana semuanya sangat berkualitas setelah menyerap Energi Abadi, bahkan ada yang hampir mendapatkan Kesadaran Spiritual-nya.


Untuk Lin Chen, meski sudah meningkatkan reputasinya dengan berkeliling dan membantu, ia masih tertahan dalam kultivasinya di Lord Realm tahap 90. Ia bisa dibilang kesulitan untuk naik lebih tinggi, tapi ia masih memiliki Kartu As, Pil Dewa Abadi yang belum digunakan.


Lin Chen duduk di pagar pembatas balkon dengan kedua kaki menggantung; memandangi Wilayah Tiantang yang semakin makmur. "Aku berhasil menyegel Taoist Nyamuk, tapi tidak dengan Ashura. Jika dia bisa membangunkan Lord Sanzu, setidaknya akan memakan dua ratus tahun, namun beda jika Lord Sanzu itu sendiri yang berinisiatif untuk bangun."


Lin Chen merenung sejenak dengan ekspresi nampak rumit. "Aku takut, saat aku menyerap Pil Dewa Abadi, Lord Sanzu datang dan menyerang."


"Gege ..."


Lin Chen menoleh ke belakang melihat Yan Xue yang keluar dari kamar, mengenakan hanfu sederhana berwarna putih tanpa Mahkota Permaisuri. Tangannya sedang membawa nampan dan di atasnya terdapat dua cangkir teh.


"Xue'er, aku ingin menyerap Pil Dewa Abadi. Tapi ..." Lin Chen berhenti dan menekan bibirnya sampai membentuk garis tipis. Masih ada keraguan di hatinya saat ingin menyerap Pil Dewa Abadi.


Yan Xue berhenti melangkah dan kepalanya menunduk perlahan. "Begitu ..." Ia mengatupkan rahangnya, kemudian menghela napas panjang dan kembali mendongak. "Baik, Xue'er akan menunggu Gege." Ia tersenyum cerah.


Hati Lin Chen terasa sakit melihat Yan Xue yang memaksakan diri untuk tetap tersenyum. Ia tahu Yan Xue masih teringat tentang delapan tahun lalu saat ia menyerap Pil Dewa dan menghabiskan waktu selama tujuh tahun. Itu adalah Pil Dewa dari 14 God Realm, dan sekarang Pil Dewa Abadi dari 9 Lord Realm, entah berapa banyak waktu yang terbuang dan Yan Xue harus mengurus semua pekerjaan di saat menunggu dirinya kembali.


Lin Chen tahu harus ada yang dikorbankan, tapi tidak mungkin dan tidak ingin lagi mengorbankan Yan Xue. Ia sudah sering membuat Yan Xue merasakan sakit.


"Aku tidak jadi menyerapnya. Aku tidak ingin meninggalkanmu lagi."


Yan Xue tertegun, tapi ada rasa senang karena bisa bersama-sama. Namun, sesaat setelahnya, ia kembali menundukkan kepalanya. "Tapi ..."


Lin Chen menahan bibir Yan Xue dengan jari telunjuknya. "Cukup, kekuatan bisa didapatkan kapan pun. Aku tidak ingin lagi membiarkanmu sendirian, aku sudah menjadi ayah dan suami yang buruk. Setidaknya, biarkan aku memperbaikinya ..."


"Kalaupun aku menyerap Pil Dewa Abadi, aku akan mencari cara yang lebih baik daripada harus meninggalkanmu sendirian." Lin Chen sangat berharap kloningnya mampu menyerap Pil Dewa Abadi, atau paling tidak saat tubuh utama menyerap, kloningnya harus tetap terjaga.


Yan Xue menganggukkan kepalanya, kemudian menyerahkan cangkir berisikan tes untuk Lin Chen.


Yang awalnya suasana tenang dan cerah, sekarang terasa hening dan suram. Terutama Yan Xue yang selalu menundukkan kepala, dan akan tersenyum paksa setiap kali menatap Lin Chen.

__ADS_1


Lin Chen tidak bisa berbuat apa-apa selain mengerutkan kening dan menghela napas, merasakan penyesalan karena membuat Yang Xue tertekan. Aku, sangat buruk.


...***...


"Berhasil!"


Lin Chen sangat bahagia karena usahanya selama tiga bulan ini akhirnya membuahkan hasil, banyak hal yang terjadi dan ia mengalami ribuan luka dalam yang parah. Ia menyerang kloningnya sendiri sampai terbunuh, dan itu berdampak pada tubuhnya.


Akhirnya, setelah melakukan percobaan yang tak terhitung jumlahnya. Kloning yang terluka parah tidak berdampak pada tubuh utama, dan dengan ini ia bisa menyerap Pil Dewa Abadi tanpa harus meninggalkan Yan Xue.


Dengan ini pula, apabila terjadi hal-hal aneh pada klon yang menyerap Pil Dewa Abadi, tubuh utama akan tetap sadar.


Tapi daripada itu, kekuatan tempur Wilayah Tiantang telah meningkat pesat. Heavenly Realm berhasil melangkah ke God Realm, dan sebagian God Realm telah memasuki Lord Realm. Memang tidak sebanyak Aliansi Penjarah Surga, tapi kekuatan mereka tidak bisa dianggap remeh.


"Apakah benar-benar berhasil? Xue'er tidak ingin melihat Gege terluka lagi, itu hanya akan membuat Xue'er sedih." Yan Xue menatap khawatir Lin Chen. Ini sudah kesekian kalinya mengatakan bahwa itu selesai, tapi ternyata belum selesai sempurna dan akhirnya kembali terluka.


Lin Chen berbalik dan menepuk-nepuk kepala Yan Xue. "Tenang saja, kali ini benar-benar berhasil. Aku sudah mencobanya dan tidak berpengaruh pada tubuh utama."


Yan Xue tertegun sejenak menatap wajah Lin Chen dengan tatapan khawatir, kemudian menundukkan kepala dan menghela napas lega. "Syukurlah."


Lin Chen tersenyum hangat, kemudian mengirimkan klon yang sudah menyamar untuk pergi mencari tempat sepi.


Lin Chen (Klon) terus terbang di dalam lautan awan dan setelah cukup jauh dari Wilayah Tiantang, barulah keluar dari persembunyiannya, kemudian terbang lebih cepat lagi seperti angin hitam.


Hingga akhirnya sampai di tempat yang sangat sepi, bagikan angin pun tidak bertiup. Pulau pun tidak ada, dan ini adalah tempat yang cocok untuk menyerap Pil Dewa Abadi.


Lin Chen mengangkat tangan kanannya; fluktuasi energi berkumpul di atasnya dari empat sudut berbeda. Dari energi itu tercipta sebuah pedang emas yang keluar dari pusaran cahaya emas; aura yang dikeluarkan sangatlah kuat, bahkan udara bergetar dan ada retakan-retakan ruang.


Empat pedang emas itu jatuh dengan kecepatan tinggi, membelah udara tanpa menimbulkan suara. Kemudian mereka tertanam di lautan awan, dan hanya memperlihatkan setengahnya.


Pedang itu memancarkan sinar putih, yang kemudian mereka saling terhubung membentuk pelindung berwarna putih transparan, dan pada saat itu juga pedang emas ikut menghilang. Angin yang awalnya kencang, kini berhenti bertiup seperti tidak pernah ada fenomena besar yang terjadi.


Lin Chen mengeluarkan Pil Dewa Abadi setelah duduk bersila di atas awan. Pil Dewa Abadi masih sama tanpa adanya perlawanan, jika tidak ada Naga Emas yang mengelilingi, mungkin ini akan dianggap sebagai pil biasa yang bahkan tidak memiliki harga.


Lin Chen menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya perlahan. Ia melihat Pil Dewa Abadi yang melayang di depannya, memancarkan cahaya putih dengan Naga Emas yang terus terbang mengelilinginya.


"Serap!"


Bang!

__ADS_1


Pil Dewa Abadi melepaskan energinya yang berlimpah dan menimbulkan ledakan keras, beserta menggetarkan udara sekitarnya.


"Gruoahhhh!" Naga Emas meraung seperti marah karena Pil Dewa Abadi sedang diserap.


Naga Emas mengeluarkan aura penindasan dan membunuh yang kuat, dan ditujukan untuk Lin Chen agar mengurungkan niatnya untuk menyerap Pil Dewa Abadi.


Lin Chen tetap tenang tak bergeming; matanya tetap terpejam meski Naga Emas di depannya sudah mengamuk.


Naga Emas membesar dan membuka mulutnya lebar-lebar. Kemudian ia menerjang Lin Chen untuk menelannya bulat-bulat.


Lin Chen membuka matanya menatap tajam Naga Emas. "Diam."


Tiba-tiba ada ledakan dari tubuh Lin Chen dengan energi emas membentuk kepala naga yang menyelimutinya. Kepala naga itu ukurannya lebih besar dari Naga Emas, yang kemudian menghisapnya ke dalam mulut dan menelannya.


Bang!


Karena tidak ada yang menjaga Pil Dewa Abadi, Energi Abadi yang dilepaskan sangat kuat sampai melukai tubuh Lin Chen, tapi untungnya hanya luarnya saja dan organ dalamnya tidak terpengaruh.


Bang! Bang! Bang!


Kekuatan yang ditahannya dipancing untuk keluar saat energi dari Pil Dewa Abadi mencoba memasuki tubuhnya: Pedang Dewa, Chakram Dewa, Syal Dewa, Rantai Dewa, Cambuk Iblis, Chakram Iblis, Topeng Iblis; ada pula Weiqi yang muncul di depannya mencoba menekan Pil Dewa Abadi.


Tubuhnya memancarkan cahaya emas yang sangat terang, dan saat itu juga fluktuasi energi yang tidak bisa dijelaskan berkumpul di atas kepalanya membentuk pusaran cahaya.


Dari dalam pusaran, terlihat kilatan-kilatan petir yang sedang berkumpul dan membesar, siap untuk menyambar apa pun di bawahnya hingga habis tak bersisa.


Lin Chen mengangkat tangan kanannya; Tombak Emas muncul di atas kepalanya dan langsung melesat naik ke langit dengan kecepatan tinggi. Tombak Emas itu seperti trisula, kemudian menabrak pusaran cahaya emas dan menimbulkan api besar dengan ledakan keras.


Retakan-retakan hitam terlihat di langit biru, tapi dengan cepat menyusut.


Karena pusaran cahaya yang siap menghukum sudah menghilang, tekanan yang diberikan Pil Dewa Abadi padanya kembali meningkat sampai pembuluh darahnya terlihat jelas di permukaan kulit.


Tapi ini tidak seberapa dan ia masih bisa menahannya. Ia harus bisa bertahan agar tidak berdampak pada tubuh utama dan malah tidak sadarkan diri seperti delapan tahun lalu.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2