Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 024 : Divine God tahap Akhir


__ADS_3

Lin Chen jatuh bebas dengan posisi kepala mengarah ke bawah, dan kedua lengan yang menyilang di belakang kepala. Ia sudah berada dalam keadaan seperti ini hampir sepuluh menit, dan tidak ada tanda-tanda akan sampai ke dasar.


Sinar matahari juga tidak bisa menerangi lubang di sini, sehingga pandangannya sedikit terganggu, meski ia masih bisa melihat sekitar melalui kesadarannya.


"Bibi, berapa lama lagi untuk sampai? Aku mulai merasa bosan."


"Sebentar lagi."


Lin Chen menghembuskan napas panjang, ini sudah sekian kalinya ia mendapat jawaban itu, namun sampai saat ini juga belum sampai ke dasar.


Long Xia Yun mengepalkan tangan kanannya saat mendengar Lin Chen yang menggerutu, akhirnya ia membawa dua keponakannya lagi seperti tadi dan terbang dengan kecepatan tertingginya.


Wush! Bang!


Hanya dalam kedipan mata saja, Lin Chen sudah dibawa turun ke dasar dan menciptakan gelombang angin yang menyebar ke segala arah, menghantam dinding batu besar. Dari hantaman itu menimbulkan suara yang sangat keras, bahkan Lin Chen harus merasakan sakit di telinga dan tulang-tulangnya bergesekan.


"Bagaimana?"


Lin Chen yang dalam posisi terlentang itu hanya bisa diam dan tidak bisa menggerakkan tubuhnya yang masih sakit. Ini benar-benar mengerikan, dan ia merasa menyesal karena memancing amarah Long Xia Yun. Sesaat ia lupa jika Bibinya adalah Tongzhi tahap Awal, dan sepertinya sudah kembali ke tahap Menengah.


"He- Hebat." Lin Chen mengangkat tangan kirinya dengan kaku dan memberikan pujian menggunakan ibu jari.


"Eh?" Lin Chen baru menyadari jika ia sudah bisa melihat dengan jelas. Dinding di sini memancarkan cahaya biru putih seperti Element Es, dan samar-samar ada perasaan dingin yang mulai menusuk tulang.


Long Xia Yun mendengkus dengan raut wajah sombong seraya berkacak pinggang. "Huh! Jangan pernah menggerutu di depan Bibi."


Lin Chen mengangguk kecil dan kembali menurunkan tangannya, serta menunggu tulang-tulangnya beregenerasi karena jatuh yang cukup menyakitkan tadi. Luka yang dideritanya cukup parah, mengingat regenerasinya yang biasanya sangat cepat, seperti tidak berfungsi karena dibawa jatuh oleh Long Xia Yun.


Long Xia Yun berjongkok di sebelah wajah Lin Chen dan menusuk-nusuk pipinya dengan jari telunjuk. "Kenapa? Ayo berdiri, kau bilang ingin ikut."


Lin Chen benar-benar kesal karena pipinya dimainkan, dan bukannya menolong untuk menyembuhkan luka dalamnya yang cukup parah. Tapi ia tidak bisa mengeluh, atau ia akan terluka lebih parah lagi.


Long Xia Yun menggeleng pelan dengan senyum hangat terukir di wajahnya, tertawa saat mengetahui apa yang dipikirkan Lin Chen. Ia mengalirkan energi spiritualnya pada dada Lin Chen, dan pada saat itu juga semua luka dalamnya sembuh total.


Lin Chen menekan kedua tangannya di tanah beku, menopang badannya untuk duduk kemudian berdiri seraya menepuk-nepuk pakaiannya.

__ADS_1


Xue Ying yang sudah turun bersama hanya diam dan melihat Lin Chen yang sedang dipermainkan oleh Long Xia Yun, seraya memakan camilan seperti sedang menonton pertunjukan.


Pandangan Lin Chen menjadi lebih luas saat sudah berdiri, ia bisa melihat di mana mereka berada saat ini. Ini adalah ruang bawah tanah, yang sepertinya pernah ditinggali oleh Kultivator kuat pada masanya, dan secara kebetulan terkena jatuhan Kapal Angkasa milik Suku Maya Kuno.


Alasan mengapa Lin Chen berpikir bahwa ini adalah tempat tinggal, itu karena ia melihat banyak sekali gua yang bercabang.


"Artefak Ilahi milik Ho Liiu ditemukan oleh Kultivator Bintang Sheng yang tinggal di sini, namun karena tidak mampu menahan tekanan dari artefak, dia tewas dan tempatnya berubah menjadi domain es." Long Xia Yun berjalan lurus ke depan, mengarah pada gua bercabang tiga.


Lin Chen sangat penasaran dengan Paman Ho, hanya dengan artefaknya saja mampu membuatnya merasakan dingin, meski ia termasuk pemilik Element Es dan sudah mencapai tahap Memahami Element.


Cabang yang diambil adalah yang di tengah-tengah, karena di sana adalah sumber aura yang sangat menekan. Untuk bagian kiri dan kanan, sepertinya adalah ruang penyimpanan sumber daya.


Ketika sudah masuk ke dalam cabang tengah, aura dingin yang dirasakan lebih kuat lagi, bahkan sampai membuat Lin Chen kedinginan.


Cahaya di sini lebih terang dari yang di luar, dan juga ada energi murni dari Element Es yang sangat kental.


"Gunakan waktumu untuk berkultivasi, setelah kau meningkatkan Element Es, barulah Bibi akan mengambil Artefak Ilahi."


Lin Chen mengangguk kecil dan memiringkan badannya, melihat apa sebenarnya Artefak Ilahi yang berada di depan Bibinya. Ia bisa melihat ada sebuah sabuk kain berwarna biru muda seperti langit, dan ada embun es yang terpancar darinya.


Aura dingin mulai memasuki sekujur tubuh Lin Chen, termasuk semua organ dalam dan darah serta tulang. Namun ia tidak merasakan dingin yang menusuk, melainkan perasaan hangat yang menenangkan. Ia merasa ada dua aura yang bercampur menjadi satu, salah satu aura itu adalah milik Long Xia Yun yang membantunya menyerap energi murni dari Element Es.


Setiap waktu yang terlewati, akan ada perubahan yang signifikan pada tubuh Lin Chen, dan yang paling nampak adalah warna rambutnya. Warna rambut Lin Chen yang sebelumnya berwarna hitam mulai berubah menjadi biru keputihan dan terus berubah seperti biru langit.


Pada bagian alisnya juga berubah dan samar-samar ada garis-garis halus yang muncul sepanjang lengan hingga leher. Garis halus itu adalah tanda dari Tubuh Roh yang aktif dengan sendirinya.


Setelah berhasil menembus Heavenly Immortal God, Lin Chen tidak perlu selalu mengaktifkan Tubuh Roh untuk membuat sebuah klon.


Tubuh Roh Lin Chen aktif karena mengalami peningkatan, setelah jiwanya sedikit terganggu di dalam ruangan ini dan dibantu dengan energi Long Xia Yun.


Dalam kultivasi ini, ia juga mengambil waktu yang cukup lama karena aura yang sangat murni ini adalah kesempatan terbaik untuk membantunya menembus tahap Akhir dari Divine God.


Menit berganti jam, jam berganti hari, dan hari berganti minggu. Lin Chen masih saja duduk bersila di permukaan lantai yang membeku, dan ditemani oleh Long Xia Yun seorang. Sedangkan untuk Xue Ying, ia kembali ke Kota Abadi karena ada yang harus dilakukan.


***

__ADS_1


Sebulan berlalu semenjak kedatangan Lin Chen ke Daratan Liyang, dan sampai saat ini ia masih berada jauh di kedalaman tanah menyerap energi murni Element Es.


Angin dingin mulai tercipta mengelilingi tubuh Lin Chen dan membuat suhu di gua menjadi lebih dingin lagi dari sebulan yang lalu.


"Bibi, sepertinya Kakak hampir selesai," ucap Xue Ying yang duduk bersantai di kursi goyang.


Long Xia Yun mengangguk kecil seraya memakan camilan. "Benar, aura kultivasinya juga meningkat ..."


"Ngomong-ngomong, bagaimana dengan urusanmu di Kota Abadi?" Long Xia Yun melanjutkan ucapannya sembari menoleh ke kanan.


"Sudah selesai, dan Kak Xue menanyakan kabar Kakak. Dia ingin bertemu dengan Kakak yang asli, bukan sebatas klon. Apalagi klon Kakak juga bermeditasi karena arahan dari Ibu," ucap Xue Ying menjelaskan keadaan di Kota Abadi.


Long Xia Yun mengangguk kecil dan kembali mengalihkan perhatiannya pada Lin Chen.


Angin dingin di sekitar Lin Chen semakin menguat seperti badai, dan karena itulah teh hangat dan camilan Long Xia Yun membeku dalam sekejap. Terlihat, kelopak mata Lin Chen mulai bergerak-gerak, dan tak lama setelahnya mulai terbuka perlahan.


Bang!


Aura kultivasi Lin Chen terlepas dengan aura dingin yang menyebar lebih kuat dari sebelumnya, bersamaan dengan cahaya biru muda yang melonjak naik ke langit-langit gua hingga menembus ke permukaan. Seluruh tempat di dalam gua juga membeku seperti es yang sangat dingin dan licin.


Lin Chen berdiri perlahan dengan penampilan rambut yang masih belum berubah, bahkan pakaian yang ia gunakan malah menjadi warna biru seperti langit cerah.


Artefak Ilahi yang menggantung di tongkat kayu mulai bergetar hebat seperti memiliki kesadarannya tersendiri, yang kemudian melesat tajam ke arah Lin Chen dan melilit pinggangnya.


Mata Lin Chen berubah warna dan terlihat embun es yang terpancar darinya. Ketika ia mengangkat tangan kanannya, tanah di bawahnya berdiri mulai bergetar dan menciptakan pilar es yang sangat tinggi.


Pilar es ini memiliki pelindung pada bagian atasnya, yang berfungsi untuk menghancurkan langit-langit gua yang menghalangi.


Long Xia Yun yang melihat itu terdiam dengan mulut sedikit terbuka, kemudian senyum hangat terlihat di wajahnya. "Sepertinya, Artefak Ilahi ini adalah hadiah untuk Chen'er."


...


***


...*Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2