Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
Kisah Nyata 107


__ADS_3

STOP PLAGIAT


Esok hari tepat pukul 2 siang, Tyo dan keluarganya kembali ke rumah mereka usai mengantar mobil Kakaknya ke jasa pengiriman karena Dedrick tak mengijinkan Tyo pulang dengan mengendarai mobil bersama Siska. Sampainya di bandara sekitar pukul setengah 5 sore, Tyo menghubungi Dimas sembari menunggu jadwal penerbangan mereka.


" Mas, mobilnya Aku kirim lewat pengiriman ya soalnya Kakek engga ijinin Aku pulang naik mobil " ucap Tyo memberitahu Dimas sesuai perintah Dedrick.


" Kalian pulang sekarang? " tanya Dimas dari ujung telfon usai bertemu dengan klien bersama Ana.


" Iya Mas, ini udah di bandara penerbangan jam setengah enam. Mas udah balik? " sahut Tyo.


" Ini baru selesai, langsung balik ke rumah. Oh ya, Mbak Rena ikut pulang gak? " tanya Dimas penasaran namun tak berani menghubungi Rena karena tak ingin bertengkar kembali.


" Oh Mbak Rena? engga Mas, kenapa? " tanya Tyo sambil memesan kopi di bandara untuk semua orang.


Dimas menghela napasnya panjang lalu menghembuskan kasar mendengar jawaban Adiknya.


" Ya udah hati hati, nanti Auli biar di jemput pak Adi dirumah Kakek " ucap Dimas lesu dan menutup sambungan telfonnya.


Dimas tak mengerti harus berbuat apa ketika Ia tahu jika istrinya tak kembali padanya dan memilih untuk melanjutkan pekerjaan di Paris. Dia merasa sangat kecewa dengan keputusan Rena hanya karena cemburunya pada Ana juga suami yang tak bisa menjemput karena pertemuannya dengan beberapa orang hari ini.


" Tega banget Kamu Ren " batin Dimas dalam hati.


Dimas langsung kembali ke rumah dengan supir kantor yang sengaja Ia ajak dalam perjalanan bisnisnya karena merasa terlalu lelah jika harus mengemudi sendiri. Ia hanya diam saja selama perjalanan dengan duduk di samping supir membiarkan Ana menguasai jok belakang karena tak ingin jika harus duduk bersama Ana di sana.


Sementara Tyo dan keluarganya yang sudah tiba kembali di Kota mereka tinggal usai satu jam 20 menit perjalanan langsung menuju ke restoran bersama supir yang sudah menanti mereka. Mereka memutuskan untuk menikmati santap malam lebih dulu sebelum pulang karena Aulia yang sudah merasa kelaparan semenjak di pesawat. Dengan petunjuk dari Dedrick, supirnya mengarahkan laju kendaraan ke sebuah restoran untuk mereka menikmati makan malam.


***

__ADS_1


Pukul 23.30 Dimas yang sudah tiba di rumah meminta supir untuk mengantarkan Ana kembali pulang ke rumahnya. Dengan Pak Adi yang sudah membukakan pintu pagar, Dimas melangkahkan kakinya masuk karena minta untuk di turunkan di depan pagar saja agar supir juga sekretarisnya tak lebih larut lagi untuk kembali ke rumah mereka masing masing.


" Aulia sudah di jemput Pak? " tanya Dimas pada Pak Adi yang mengunci pagar rumah.


" Sudah Pak, mungkin sekarang sudah tidur sama Bi Lastri " sahut Pak Adi sopan.


Dimas mengangguk sembari melepas dasi yang masih menempel pada leher kemejanya dan berjalan ke arah rumah untuk masuk dan beristirahat. Ia menatap ke dalam seisi rumah lalu menghembuskan napasnya kasar dan berlalu untuk tidur di kamar tamu karena tak ingin tidur di kamar yang sudah Ia minta kepada asisten rumah tangga juga Pak Adi mengembalikan semua seperti sebelum Rena pergi meninggalkan rumah.


Ia tak ingin mengingat semua tentang Rena ketika istrinya tersebut pergi dua tahun lalu sehingga meminta semua barang Rena dipindahkan dari kamarnya, namun karena istri yang akan kembali bersama anak kedua mereka, Dimas meminta untuk semua barang di kembalikan ke tempat asal juga semua foto pernikahan di ruangan yang telah di copot kembali di gantung serta menyediakan beberapa kebutuhan Brian di kamar tersebut.


Dimas membersihkan diri di kamar mandi yang ada di kamar tamu sebelum Ia pergi untuk tidur dengan perasaan kecewa terhadap istrinya. Kesunyian malam di dalam rumah yang terasa seperti tanpa kehidupan mengantarkannya ke dalam tidur lelap dan berusaha menata kehidupan tanpa adanya Rena ataupun mewarnai di dalamnya. Ia akan kembali menjalani takdirnya sebagai seorang duda dengan satu anak dalam keseharian yang Ia harus jalani.


Keesokan paginya, Dimas yang masih terlelap mendapati tangan yang memeluk pinggangnya dari belakang.


" Auli, Papi masih ngantuk " seru Dimas tanpa membuka mata dan masih memiringkan tubuhnya.


" Auli, biarin Papi tidur dulu " tambah Dimas karena tangan yang tak beranjak dari pinggangnya.


Dimas membelalakkan matanya lebar merasakan kedua benda yang terasa begitu menekan pada punggungnya serta tangan yang erat memeluk tubuh kekarnya dari belakang. Dengan cepat Dimas menghempaskan tangan tersebut dan duduk di atas ranjang menoleh ke arah seorang wanita yang tidur di belakangnya sambil memeluk tadi.


" Kamu? "seru Dimas terkejut melihat seorang wanita cantik tersenyum ke arahnya dengan berbalut piyama tidur hitam bunga bunga pink.


" Iya, kenapa? Kamu harapin siapa emang? " sahut wanita yang menggerai rambut panjangnya tersenyum ke arah Dimas yang masih membulatkan mata terkejut.


" Jahat banget Kamu ya " ucap Dimas langsung menggelitik pinggang wanita tersebut.


" Mas geli, udah " seru Rena yang sengaja memberikan kejutan untuk suaminya dengan tak memberikan kabar jika Ia kembali bersama lainnya kemarin.

__ADS_1


" Kamu tuh nyebelin banget sih " gumam Dimas menghentikan tangan nya yang menggelitik Rena lalu menekan tubuh istrinya dan mengangkatnya hingga Rena berganti posisi ada di atas Dimas.


" Kamu kok tidur sini sih? " tanya Rena karena pagi pagi Ia mencari Dimas dan di beritahu oleh Bi Ijah jika suaminya selalu tidur di kamar tamu ketika pulang larut.


" Aku pikir Kamu engga pulang makanya Aku langsung tidur di sini " sahut Dimas mencubit gemas pipi Rena.


" Pulang dong, kan punya suami " ucap Rena tersenyum.


Rena turun dari atas tubuh Dimas dan tidur di samping suaminya saling berhadapan.


" Berarti kalian semua sekongkol ya buat kerjain Aku, dasar nakal Kamu " ucap Dimas dengan wajah bahagia.


" Aku kangen banget sama Kamu mas " seru Rena mendekat dan memeluk Dimas erat.


" Aku juga sayang, tapi engga kangen sama marah marah nya Kamu " sahut Dimas menggoda istrinya.


" Salah siapa malam malam sama perempuan lain " ketus Rena melepas pelukannya.


Dimas tersenyum bahagia dengan kecemburuan yang terlukis di wajah Rena lalu mencium kening istrinya lembut dan lama.


" Aku suka Kamu cemburu tapi jangan berlebihan sayang, sakit semua kalau udah kaya gitu" ucap Dimas yang membuat istrinya tersenyum dan kemudian saling menikmati bibir di dalam rasa rindu mereka.


" Udah yuk, Kita ke anak anak dulu " ucap Rena menghentikan suaminya sebelum suaminya kembali bergairah seperti pagi pagi sebelumnya.


Sepasang suami istri yang terus melebarkan senyum mereka keluar dari kamar tamu dengan menyapa kedua Bibi yang sudah sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing namun juga terlihat bahagia melihat keluarga tempat mereka bekerja kembali rukun seperti dulu. Dimas membangunkan Brian juga Aulia yang tidur di kamarnya dengan menggoda kedua anak yang masih lelap tersebut dengan jari jari yang menggelitik perut keduanya bersamaan.


Auli dan Brian yang terbangun karena ulah papi mereka langsung beranjak dan memeluk Dimas yang duduk di atas tempat tidur bersamaan.

__ADS_1


" Anak anak Papi " seru Dimas tersenyum membalas pelukan kedua anaknya.


Rena merasakan kebahagiaan yang teramat berlebih untuk hidupnya dengan menyaksikan senyum orang orang yang sangat Ia cinta dihadapannya. Ia yang masih berdiri di samping ranjang memeluk ketiganya dengan kasih sayang yang Ia luapkan. Pagi ini mereka saling memeluk dan tersenyum untuk melepas kerinduan dalam kebahagiaan bersama keluarga kecil yang akan selalu bahagia dan akan bertambah bahagia nantinya.


__ADS_2