Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
BAB 61


__ADS_3

" Mas, aku mau itu deh " seru Rena manja sambil menunjuk ke arah penjual asinan di trotoar pinggir jalan dalam perjalanan mereka pulang.


" Engga, aku minta bibi buatkan di rumah aja ya sayang " jawab Dimas tak mau membelikan istri nya jajanan di pinggir jalan lagi.


" Iya deh " sahut Rena pasrah dengan membuang nafas kasar


Dimas mulai menekan nomor rumah nya dan meminta bi Ijah untuk membuatkan istrinya asinan.


" Mami jangan minta papi jajan, papi pelit " seru Aulia yang duduk di belakang asik bermain game pada tablet milik Rena.


" Iya ya sayang, pengusaha tapi pelit papi " goda Rena melirik ke arah Dimas yang merasa jengkel di bilang pelit.


" Bukan pelit, tapi emang engga mau kalian makan yang engga bersih " jelas Dimas dengan mata menuju ke jalanan.


" Dasar papi pelit " ledek Aulia tertawa bersama Rena.


" Hm papi engga bakal menang kalau kamu udah sama mami. Papi ngalah aja " sahut Dimas dengan melebarkan senyum.


Dimas terus fokus pada jalanan yang hampir gelap dengan bergumam mengikuti alunan lagu yang ia nyalakan pada audio mobil, membuat Rena senang mendengar Dimas terlihat santai dengan menganggukkan kepala mengikuti alunan musik.

__ADS_1


" Yang kenceng dong mas, aku juga mau dengar kamu nyanyi "goda Rena yang terus memperhatikan Dimas.


" Engga mau, entar kamu ketagihan " jawab Dimas tersenyum mengacak rambut Rena pelan.


" Kalau di luar aja mau nyanyi sama main piano, kalau buat aku engga pernah " gerutu Rena pelan membuat Dimas yang mendengar nya tersenyum sambil melanjutkan lagu dan mengikuti alunan musik dengan kepala yang mengangguk serta jari telunjuk yang ia mainkan pada setir mobil.


Dimas meraih tangan Rena yang duduk di samping nya lalu ia letakkan pada paha nya sembari mengemudi menuju ke rumah. Sesekali Dimas menarik tangan Rena ke dada dan mencium punggung tangan istri yang mulai memiringkan posisi nya menghadap Dimas dengar terus melebarkan senyum ketika suami yang ia cintai menyanyikan lagu Sammy Simorangkir " Tulang Rusuk " dengan merdu untuknya. Hati nya seakan penuh dengan bunga yang bermekaran mendengar suami tampan dihadapan nya sesekali melirik dengan melempar senyum terindahnya. Rena mulai menggigit tipis bibir bawah nya dengan terus tersenyum bahagia seakan Ia adalah wanita paling bahagia dan beruntung di dunia karena telah memiliki Dimas dan Aulia.


" Kok gitu ekspresi nya? " tanya Dimas setelah melirik Rena yang menggigit bibir tipis dan tersenyum menatapnya lekat.


" Kenapa? " sahut Rena merasa tak ada yang salah dengan ekspresi kagumnya.


" Kaya orang pengen " goda Dimas pelan dengan senyumnya, agar tak terdengar Aulia yang begitu bermain game langsung lupa dunia.


Mereka sudah mulai memasuki area kompleks perumahan elit yang terdapat rumah megah Dimas di sana. Rena mulai meminta putri nya berhenti karena sudah terlalu lama menghadap layar tablet lalu mengambil tablet yang sudah di matikan oleh Aulia. Pak Adi yang sudah sigap begitu mendengar Dimas menyalakan klakson mobil langsung membuka pintu pagar agar mobil majikan nya bisa masuk lalu menutup nya kembali.


Dimas mulai menuruni kendaraan dan membukakan pintu untuk anak dan istri nya lalu memanggil Pak Adi untuk menyampaikan jika akan ada seseorang yang datang untuk menemui Dimas dan meminta Pak Adi agar langsung mempersilahkan masuk tamu nya nanti. Usai menyampaikan hal tersebut, Dimas memasuki rumah menyusul Rena dan Aulia yang mendahului untuk masuk karena ingin segera memakan asinan yang di buatkan bi Ijah atas permintaan Dimas tadi.


Asinan yang sangat di inginkan Rena sudah tertata di atas meja makan hingga ia bisa langsung memakan nya bersama Aulia yang mencoba nya sedikit namun tak suka dan memilih memakan puding coklat bercampur fla kesukaan nya.

__ADS_1


" Enak sayang? " tanya Dimas begitu sampai dan melihat Rena melahap asinan dengan sesekali memejamkan mata nya karena makanan yang sangat ia inginkan bisa dinikmati membuatnya sangat lega dan bahagia.


" Enak banget mas, kamu mau? " seru Rena dengan ekspresi sangat menikmati makanan di hadapan nya.


" Buat kamu sama baby aja sayang " jawab Dimas duduk di samping Rena menemani anak istri nya memakan makanan mereka masing masing.


" Oh ya sayang, kita butuh ke dokter buat cek baby lagi deh kayaknya setelah kamu pingsan kemarin Dokter Bram minta kita untuk check up lagi ke rumah sakit " ucap Dimas yang seketika mengingat ucapan dokter Bram ketika mengusap lembut perut Rena di samping nya.


" Iya suamiku sayang, besok kalau kamu sempat ya " jawab Rena dengan nada yang ia buat se mesra mungkin dengan menyengir.


" Awas kamu engga panggil aku gitu terus ya " gemas Dimas mencubit pipi Rena yang asik mengunyah.


Rena hanya cengengesan mendengar suaminya mengatakan hal itu. Meski ingin memanggil Dimas dengan sebutan sayang seperti halnya Dimas, namun karena tak terbiasa dan terasa canggung makanya Rena tak pernah memanggil Suaminya dengan kata kata itu.


" Cantik " ucap Dimas tiba tiba menyangga kepala nya dengan tangan di atas meja memperhatikan setiap ekspresi Rena yang begitu menikmati asinan dengan jari jari nya untuk mengambil setiap buah tanpa sendok atau pun garpu karena memang Rena lebih suka memakan apapun langsung telanjang tangan, membuat Dimas sedikit aneh ketika pertama tahu dan menjadi sangat terbiasa sekarang.


" Siapa? aku? " tanya Rena tak yakin ke arah Dimas yang langsung mencium lembut bibir Rena yang terkena sedikit kuah asinan, seketika membulatkan kedua mata Rena karena ada Aulia dan kedua bibi di sana.


" Enak " seru Dimas tersenyum.

__ADS_1


" Ih kamu nih mas kalau cicipi apa apa selalu aja aneh cara nya " gerutu Rena dengan wajah memerah.


Dimas hanya tersenyum dengan menaikkan ke dua pundak bersama alis nya, sementara kedua bibi yang memperhatikan kelakuan majikannya merasa malu sendiri, yang untuk saja Aulia tak melihat karena sibuk menunduk untuk menikmati puding coklat miliknya.


__ADS_2