
Dimas menghampiri Rena yang masih berdiri di sebelah sofa Tyo lalu meraih pinggang istrinya dan berjalan menuju meja makan di ikuti oleh Tyo dan semua karyawan yang saling tatap di belakang.
" Lepasin " pinta Rena berbisik dan makin di dekatkan lagi oleh Dimas.
" Kalau kamu gerak aku cium kamu di sini " goda Dimas pelan dengan tersenyum.
Rena yang pasrah saja mengikuti suami nya berjalan ke arah meja makan yang sudah ada Aulia dan Siska menunggu di sana. Dimas mengacak rambut puti nya sembari lewat dan menarik kursi untuk Rena lalu mempersilahkan lain nya untuk duduk menikmati jamuan makan malam.
Rena mengambilkan Dimas dan putri nya makanan lebih dulu, karena karyawan nya pasti tak akan berani mendahului jika Dimas belum mengambil.
" Papi, Auli boleh makan es krim habis makan? " tanya Aulia manja ke arah Dimas yang sedang menerima piring berisi makanan dari tangan Rena.
" Tadi kan udah es krim sama mami " jawab Dimas.
" Coklat aja ya.. " rengek Aulia lagi.
" Engga boleh udah malam, nanti gigi kamu rusak " tegas Dimas.
" Mami.... " rengek Aulia manja menggoyangkan lengan Rena seirama dengan tubuh gemuk nya.
__ADS_1
" Iya sayang boleh, tapi habis itu harus cepat gosok gigi " sahut Rena yang sudah duduk di samping putri nya dengan membelai ujung kepala Aulia.
Aulia yang merasa bahagia karena ijin dari Rena menjulurkan lidah ke arah Dimas yang menatap ke dua komplotan di samping nya.
" Sayang, kamu tuh terlalu manjain teddy bear " protes Dimas.
" Mami..... " manja Aulia jengah dengan panggilan papi yang membuat lain nya terkejut karena Dimas memanggil putri nya seperri itu.
Rena yang tersenyum melihat ke dua nya mulai saling goda tanpa memperhatikan mata yang menuju ke arah mereka bergantian langsung membela Aulia seperti biasa.
" Kan cuma sedikit mas " jawab Rena agar Dimas mengijinkan juga.
Tyo dan Siska yang juga turut memperhatikan ketiga nya mempersilahkan lain nya untuk memulai makan agar tak terganggu dengan tingkah ketiga orang yang saling debat menggoda setiap hari.
" Silahkan di mulai makan nya, biarkan saja mereka setiap hari juga begitu " ucap Tyo kepada semua orang yang ada di meja makan sambil menggoda kakak nya.
Semua karyawan Dimas yang memang merasa seperti pimpinan nya adalah orang lain tak seperti orang yang selalu mereka temui di kantor, membuat semua sangat terkejut dan heran karena ternyata pimpinan yang selalu dingin itu bisa bercanda dan luluh terhadap anak dan istri nya.
Dimas yang tak segan untuk bertingkah manja pada Rena hanya karena ingin istri nya merasa tak canggung lagi mulai meminta Rena untuk menyuapi nya dengan piring yang sama seperti biasa. Ia tak memperdulikan lagi pandangan karyawan yang akan membicarakan tentang nya nanti, karena bagi Dimas yang terpenting sekarang hanyalah membuat Rena merasa rileks seperti biasa.
__ADS_1
Meski awal nya Rena menolak keinginan Dimas dengan sorot mata nya karena merasa tak biasa melakukan hal seperti di depan banyak orang. Suami tampan yang terus menatap nya dengan senyum menyuapi Rena lebih dulu yang semakin membuat semua membulatkan mata mereka kecuali Tyo dan Siska yang malah tersenyum dengan saling pandang. Meski sudah terbiasa melihat perubahan Dimas yang manja pada kakak ipar dan membuat mereka berdua terkejut awal nya, namun Tyo dan Siska tak menyangka jika Dimas juga menunjukkan rasa manja nya di hadapan karyawan kantor.
" Sayang, aku lapar " seru Dimas karena Rena tak kunjung menyuapi diri nya dan malah menunduk malu.
Mendengar ucapan suami yang menarik dagunya ke atas agar ia berhenti menundukkan wajah membuat Rena mengernyitkan alis dengan ekspresi wajah memohon yang di balas Dimas dengan anggukan kecil sambil tersenyum.
Rena mengisi sendok di tangan nya dengan makanan lalu mengarahkan ke mulut Dimas pelan dengan sendok yang sama.
" Mami, Auli juga " rengek Aulia ketika tahu Rena menyuapi Dimas.
Dengan tersenyum Rena meraih piring Aulia dan mulai menyuapi anak dengan tatapan hangat yang selalu membuat Rena sangat damai ketika menatap Aulia.
Anton yang sedari datang terus mencuri pandang pada Rena karena memang ia menyukai gadis cantik dengan kepribadian kalem tersebut dari mulai mereka bertemu pertama kali nya.
" Bodoh nya aku suka dan mengharapkan kamu yang seorang istri CEO Ren, gimana aku bisa buang perasaan ini begitu cepat " gumam Anton dalam hati melihat Rena sangat bahagia dengan anak juga suami nya.
" Pak Dimas juga kelihatan nya cinta banget sama kamu " tambah Anton dalam hati yang terasa seperti ada yang mencambuk hatinya hingga sangat sakit dari awal ia melihat Rena menghampiri ke teras rumah.
Rena dan Dimas menghabiskan makanan mereka dengan saling suap dan berbagi sendok serta makanan hingga Rena mengisi kembali piring mereka karena Dimas merasa masih lapar. Sambil menyuapi Aulia, Rena juga menyuapi Dimas lalu bergantian dengan Dimas yang menyuapi istri cantik yang mulai terlihat rileks sekaran.
__ADS_1