Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
BAB 73


__ADS_3

Usai mengantar Dimas dan Aulia sampai teras, Rena memilih untuk menyirami bunga di taman agar ia tak kembali larut dalam kesedihan. Rena mencoba menyibukkan diri nya karena tak mau terus memikirkan masalah yang menerpa rumah tangga nya dengan Dimas. Meski tak mudah ia mencoba kuat demi anak yang ia kandung agar tak terpengaruh oleh kesedihannya.


Sementara Dimas dan Aulia yang sudah 35 menit membelah jalanan yang lenggang mulai memasuki halaman rumah kakek Dimas karena jarak yang tak begitu jauh juga dari rumah nya.


Kakek Dimas yang sibuk dengan burung peliharaannya dihampiri oleh Dimas dan Aulia yang langsung memeluk pria yang memilik wajah Asli Belanda.


" Kenapa hanya berdua? " tanya kakek Dimas tak melihat ada nya Rena yang sering terhubung via video call selama ini.


" Iya, Rena lagi capek dari tadi pagi ikut Dimas ke kantor kek " sahut Dimas yang berdiri di hadapan Dedrick.


" Istri macam apa suami kerja kok ikut " sahut Natalie yang tiba untuk menyambut kehadiran cucu nya lalu menggendong tubuh Aulia.


" Dimas yang ajak, bukan Rena yang mau ikut " jelas Dimas menahan emosi dengan celetukan Natalie.


Dedrick mengajak Dimas masuk menuju ruang keluarga yang sudah ada Tyo, Siska dan Teddy duduk santai di sana. Dimas yang di ajak duduk di samping Dedrick menyandarkan tubuh nya dengan pikiran terpusat pada Rena di rumah.


" Kaya nya udah lama ya kita engga kumpul lengkap kaya gini " celetuk Natalie yang duduk di samping suami nya memangku Aulia.


" Hanya kurang istri kamu nak, kenapa engga di ajak sekalian " sahut Teddy ke arah Dimas yang hanya diam saja semenjak datang.


" Aku suruh dia istirahat pa " sahut Dimas dengan tangan yang memegangi ponsel menatap wajah Rena yang ia gunakan sebagai wallpaper.


" Kalau ada orang lain namanya bukan kumpul keluarga dong, kita di sini juga bukan mau bagi bagi santunan kan? " sahut Natalie membuat Dimas geram lalu memejamkan mata nya menahan emosi yang memuncak ketika Natalie mulai menghina Rena lagi.


" Rena cucu menantu dan bukan penerima santunan, jaga bicara kamu Natalie " seru Kakek Dimas tak suka mendengar ucapan menantu nya.


" Sis, tolong ajak Aulia pergi sebentar " pinta Dimas pada Siska karena tak ingin putri nya mendengar perdebatan tentang mami nya.

__ADS_1


Dengan sigap Siska membujuk Aulia untuk makan es krim di taman belakang dan bermain bersama kelinci yang sengaja di pelihara dan dibiarkan berkeliaran di taman oleh Dedrick.


" Papi, Auli boleh makan es krim terus main sama kelinci kakek buyut gak? " tanya Aulia menghampiri Dimas.


" Iya sayang boleh " sahut Dimas tersenyum ke arah Aulia.


Aulia mencium pipi Dimas karena telah mendapatkan ijin. Siska mulai menuntun Aulia pergi dengan cepat menuju taman belakang.


" Ma, tolong jangan menghina istri aku lagi apalagi di hadapan Aulia " pinta Dimas yang sudah memastikan putri nya pergi bersama Siska.


" Mama engga suka kamu panggil dia seperti itu di hadapan mama " tegas Natalie ke arah Dimas.


" Rena istri aku, ibu dari anak anak aku jadi aku mohon mama bisa terima dia dan restui kami " tambah Dimas yang masih mencoba menahan emosi nya.


" Engga akan, ceraikan dia dan mama akan carikan istri yang tepat buat kamu yang bisa mama anggap sebagai menantu " tegas Natalie penuh penekanan.


" Natalie! " teriak kakek Dimas keras yang ditahan tangan nya oleh Dimas agar kakek nya tidak terbawa emosi mengingat usia yang sudah lanjut.


" Dimas engga akan cerai sama Rena sampai kapan pun " jawab Dimas mengeratkan rahang kuat menahan amarah nya.


"Mas.. " seru Tyo menenangkan Dimas yang duduk di sofa sebelah Dimas karena ia sangat faham dengan sifat kaka nya yang mudah marah.


Natalie meraih ponsel nya dan menelfon seseorang yang ternyata adalah pengacara keluarga agar mempersiapkan berkas perceraian untuk Dimas dan Rena hari ini juga.


" Cukup ma! " teriak Dimas keras ketika mendengar percakapan Natalie di telfon.


" Aku datang baik baik ke sini atas permintaan Rena buat minta maaf sama mama, kami cuma butuh restu mama bukan lainnya. Tolong jangan campuri rumah tangga Dimas, aku cinta sama Rena ma aku engga mau kehilangan dia, tolong mama ngerti aku " ucap Dimas seraya memohon dan berjongkok di hadapan Natalie.

__ADS_1


" Engga akan pernah, sampai mama mati pun engga akan pernah mau mama buat restui kalian !" tegas Natalie berdiri dari duduk nya.


" Rena lagi hamil anak Dimas, cucu mama. Cobalah untuk menerima Rena sekali saja ma " pinta Dimas yang sudah berdiri di balik tubuh Natalie.


" Dia hamil? apa kamu yakin itu anak kamu? mama lihat seperti nya dia orang yang mudah menyerahkan diri demi uang " sahut Natalie dengan nada mengejek.


" Terserah " pungkas Dimas tak ingin terpancing emosi mengingat permintaan Rena. Ia melangkah keluar meninggalkan semua orang dan memutuskan untuk pulang bersama Aulia, Tyo bergegas mengejar agar Dimas tak pergi dalam keadaan emosi yang akan membahayakan nyawanya dan Aulia.


" Berani kamu keluar dari sini dan kembali ke gadis murahan itu maka mulai hari ini kamu bukan lagi anak mama Dimas " teriak Natalie keras menghentikan langkah Dimas yang menghela nafas panjang.


" Sekarang mama suruh aku milih mama atau Rena? " tanya Dimas mulai dengan nada tinggi.


" Ya! " tegas Natalie membuat Teddy berdiri dengan geram.


" Aku engga akan milih ma! Rena istri aku dan mama orang yang lahirin aku, kalian sama penting nya buat aku! Dimas udah engga tahu lagi harus ngomong kaya gimana sama mama! " teriak Dimas dengan emosi dengan di tahan oleh Tyo.


" Mas tenang " ucap Tyo memegang pundak Dimas.


" Mas engga tahu lagi harus gimana dek! rasanya mas udah mau gila! kamu tahu mas sayang sama Rena, mas engga mau kehilangan dia " seru Dimas dengan mata mulai berkaca kaca.


" Iya mas, aku ngerti " jawab Tyo tak tega melihat kakak nya dalam posisi serba salah dan tak berdaya.


" Tinggalkan gadis murahan itu dan menikah dengan pilihan mama! " tegas Natalie.


" Rena bukan gadis murahan!! dia istri Dimas !!" bentak Dimas dengan nada kuat yang langsung membuat Natalie menghampirinya dan menampar keras pipi Dimas.


" Berani kamu bentak mama? " seru Natalie melotot ke arah Dimas dengan penuh amarah dalam diri nya.

__ADS_1


Teddy yang mencegah istri nya berbuat lebih mengajak Natalie untuk ke kamar agar ia bisa lebih tenang dan menghentikan perdebatannya.


Tyo mengajak Dimas untuk duduk kembali bersama kakek nya mencoba menenangkan kakak nya bersama Dedrick.


__ADS_2