
PLAGIAT? INGAT TUHAN ITU ADA. LEBIH BAIK SUSAH DI DUNIA DARIPADA DI AKHIRAT. NAUDZUBILLAHIMINDZALIK.
"Kamu bukannya tadi sebelum ngaji udah mandi ya? kok mandi lagi sih?" tanya Aulia tetap dalam dekapan suaminya.
"Gerah sayang, apalagi lihat kamu tambah gerah aku" goda Dion tersenyum di samping wajah istrinya.
"Emangnya aku tungku bikin gerah" gumam Aulia melebarkan senyum lelaki tanpa kaos tersebut, lalu melepas pelukan menatap istrinya gemas.
"Kamu bukan tungku, tapi kamu api sukanya bakar hati aku" tetap tersenyum lebar mencubit kedua sisi wajah istrinya hingga kepala Aulia bergoyan ke kanan dan ke kiri.
"Sakit" protes Aulia memegang kedua pergelangan tangan suami masih mencubitnya.
Dion tersenyum gemas melihat wajah manyun istrinya, dan mencium kedua pipi sudah di cubitnya gemas tadi. Sepertinya Aulia mulai membiasakan diri dengan sikap sikap Dion yang bermunculan usai menikah. Banyak sekali sikap baru yang ditunjukkan, bahkan tak pernah diketahui Aulia sebelumnya.
Sikap suka menggoda, genit, manja, dan jago dalam segala hal. Sikap dewasa dalam membimbing adik adik iparnya ketika belajar juga mengaji, membuat Aulia mengagumi suaminya lebih. Bahagia bisa dinikahi oleh seorang lelaki seperti Dion, bertumbuh cepat dalam batinnya. Soalah melihat papinya sendiri dalam diri suaminya, Aulia yang selalu berharap bisa memiliki suami hangat seperti Dimas pun sangat bahagia.
"Ya udah sekarang kamu mandi dulu keburu magrib nanti, aku turun dulu ya" ucap Aulia bernada lembut.
"Temenin dulu lah, paling gak jagain aku di sini masa aku sendirian sih?" ucap Dion memajukan bibir berekspresi manja.
"Masa engga berani sih di kamar sendirian?nanti kalau ada apa apa lamgsung teriak aja, di bawah banyak orang" ucap Aulia.
"Bukan takut, tapi kan kalau ada kamu enak bisa bantu aku pakai baju juga" jawab Dion tetap berekspresi manja, ditertawakan istrinya.
"Ketawa sih? salah aku minta bantu istri sendiri? sebelum punya anak kan kamu harus jadiin aku anak juga" protes Dion menatap aneh pada perempuan tertawa menutup mulut di depannya.
"Kalau udah punya anak, berarti aku engga perlu urusin kamu dong?" sahut Aulia sekenanya.
__ADS_1
"Ya tetap lah urusin aku, nanti juga urus anaknya berdua sama aku habis kamu urusin aku dulu" manja Dion, menggelengkan kepala Aulia cepat.
"Ya udah iya aku tunggu di sini ya, kamu mandi dulu sana" ucap Aulia mendorong tubuh suaminya ke arah kamar mandi.
"Cium dulu buat teman mandi" menoleh Dion ke arah istrinya.
"Engga mau, nanti aja kalau udah mandi" tetap mendorong tubuh suaminya masuk ke dalam kamar mandi.
Begitu sudah berhasil mendorong suaminya masuk kamar mandi, Aulia menutup pintu dan melangkah sambil tersenyum menggelengkan kepala. Menuruti keinginan suaminya untuk menunggu sampai usai mandi, Aulia memilih untuk duduk di sofa kamar membaca buku fiqih wanita yang merupakan bagian dari mas kawin yang diberikan Dion padanya.
Baru satu lembar setengah membaca, ponselnya tiba tiba berdering dan diraih dari dalam saku rok panjang yang di kenakannya. Tertulis nama Seva pada layar ponsel berwarna putih sudah di pegangnya itu, dan cepat Aulia menggeser tombol warna hijau untuk menjawab panggilan sahabatnya.
"Gue kirim video buat kado nikah lo, buka sana" langsung saja Seva berbicara begitu Aulia sudah mengangkat.
"Iya waalaikumsalam" sahut Aulia tersenyum di balas tawa Seva di ujung telpon.
"Lupa gue saking semangatnya, asalamualaikum nyonya Dion pemilik toko furniture yang jumlahnya engga kehitung berapa, karena gue malas hitung juga" ucap Seva seraya menggoda, melebarkan senyum menampakkan gigi putih gadis tetap duduk memegang buku tebal di atas pangkuannya.
"Engga apa apa gue di marahi sama papi, asal gue dimarahi langsung biar bisa lihat wajah papi yang mempesona" tawa Seva menjawab.
"Udah ah buruan buka tuh video, spesial gue kirim buat lo pakai telor bebek lima" tambah kembali Seva.
"Gue alergi telor, iya gue buka sekarang. Asalamualaikum nona Seva yang belum laku" jawab Aulia menahan tawa.
"Sialan lo, bye selamat menikmati dan waalaikumsalam" sahut Seva langsung memutuskan panggilan telpon.
Kembali tersenyum dan menggelengkan kepala, Aulia meletakkan buku sudah di beri tanda batas baca dan membuka video kiriman dari Seva. Mendownload sebentar sampai video bisa untuk di putar, Aulia sangat penasaran video apa yang membuat sahabatnya sangat bersemangat.
__ADS_1
Matanya terkejut membulat melihat video dimana ada Dion di sana. Tertawa melihat lelaki telah menikahinya kemarin itu tengah berjoget joget sendiri kegirangan. Seva selalu menemani Dion untuk menghampiri ke rumah Aulia, juga setia menjadi pendengar ketika Dion mulai bercerita tanpa henti tentang Aulia.
Seva satu satunya orang yang banyak menyimpan rahasia perjuangan cinta Dion selama ini, dan di abadikan melalui video juga rekaman diam diam. Sengaja melakukan hal itu agar bisa menunjukkan pada Aulia betapa besar Dion mencintainya, dan akhirnya dijadikan hadiah pernikahan yang tak bisa di hadiri karena tengah di kuar Kota.
"Ada apa sih?" heran lelaki sudah mengenakan pakaian lengkap dengan mengeringkan rambut mengenakan handuk.
"Mau lihat? sini" ucap Aulia menghentikan tawanya.
Dion menghampiri istrinya dan duduk di sampingnya, dengan Aulia membantu mengeringkan rambut suami tengah menatap layar ponsel. Wajahnya memerh seketika melihat video dirinya sendiri ketika berhasil melamar Aulia dan berjoget di trotoar sendirian.
Sudah berjanji jika bisa mendapatkan Aulia, maka ia akan berjoget tanpa malu di trotoar yang ramai. Hal itu sudah di penuhi Dion yang tidak mengetahui tangan jahil Seva. Langsung saja Dion mematikan ponsel tanpa melihat sampai habis video yang memutar kegilaannya, bahkan tak melihat beberapa video lainnya.
"Kok dimatiin? masih banyak loh" goda Aulia mengintip dengan masih menggosok rambut suaminya mengenakan handuk berwarna biru tua.
"Kamu udah lihat semuanya?" memelas Dion dalam wajah memerah.
"Udah dong, dan sekarang aku lagi mikir mikir buat punya suami kaya kamu deh" goda Aulia, membuat Dion bergegas memutar tubuh menghadap istrinya.
"Kok gitu?" memelas kembali Dion menatap perempuan menekuk lutit di atas sofa tersebut, dan ditariknya untuk duduk.
"Bercanda, tapi lucu juga lihat kamu kaya gitu. Gimana kalau habis resepsi lusa, kamu kaya gitu lagi?" canda Aulia menggigit bibir bawah mengembangkan senyum.
"Gimana sih joget joget nya? lagi dong, mau nonton live nih aku" goda kembali Aulia.
"Mau?" tanya Dion menaikkan kedua alis, di jawab anggukan kepala Aulia.
"Yuk lah aku tunjukin live buat kamu" tambah Dion.
__ADS_1
Aulia sudah menunggu suaminya dengan mata penasaran. Namun yang dilakukan Dion bukan seperti yang diinginkan, malah menyergap Aulia dengan ciuman hangat dan meletakkan kedua tangan istrinya melingkar pada tengkuk. Masih tetap membimbing untuk bisa saling menikmati bersama.
( Aku mohon banget bantuannya buat selalu like dan komentar setiap habis baca ya, aku juga kan engga malas kasih cerita jadi cukup hargai dengan ** Like dan komentar ** kalian aja kok, dan itu gratis. Terima kasih banyak).