Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
Kisah Nyata 144


__ADS_3

STOP PLAGIAT!


" Aku mohon jangan pergi, jangan tinggalkan Aku " seru Dimas berulang dalam dekapan istrinya tanpa henti.


Rena melepaskan pelukannya perlahan dan memegang kedua sisi wajah lelaki yang terlihat amat rapuh saat ini. Entah mengapa Dimas amat takut jika istrinya pergi dan berubah setelah Ia tahu jika dirinya telah melakukan hubungan badan dengan perempuan lain. Terlebih ketika mertuanya nanti tahu pasti tak mudah untuk mereka bisa tetap bersama lagi meski sekeras apapun dirinya mempertahankan rumah tangga dengan istrinya. Orang tua mana yang tak marah mengetahui jika suami putrinya telah berhubungan badan drngan wanita lain meski itu hanya sebuah jebakan.


" Dengar Aku, Aku engga akan pernah tinggalkan Kamu meski apapun yang terjadi. Semua ini bukan salah Kamu mas, kalau aja waktu itu Aku tidak pergi semua ini tidak akan pernah terjadi. Aku minta sama Kamu lupakan semuanya jangan mengingat apapun karena Aku mau Kita sama seperti sebelum ini terungkap " ucap Rena tulus menatap dalam mata suaminya.


" Dan Aku harap engga ada pembahasan masalah ini lagi di antara Kita, Aku cinta sama Kamu mas dan itu tulus engga akan pernah berkurang sedikitpun " tambah perempuan yang masih memegang kedua sisi wajah suaminya dengan mata saling manatap.


Perempuan yang kini lebih memilih melanjutkan kehidupan pernikahan bersama suaminya tanpa ada bayangan masa lalu yang bisa menjadi jurang pemisah di antara keduanya. Ia tak ingin larut dalam perasaan sakit dan menghancurkan segalanya dan mencoba mengubur dalam dalam semua hal kelam dalam rumah tangganya selama ini.


Rena mencium kilas bibir suami yang masih menatapnya sendu agar suaminya yakin jika dirinya sudah sepenuhnya memaafkan. Walaupun melupakan segalanya tak semudah membalikkan telapak tangan, namun Ia juga tak ingin keluarga kecil juga kebahagiaan anak anaknya hancur hanya karena sebuah kelicikan seorang sekretaris yang tega melakukan hal kotor dengan alasan cinta dan sebuah pernikahan.


" Terimakasih sayang, Aku engga tahu harus ngomong apa lagi selain terimakasih ke Kamu karena masih mau memaafkan Aku dan bersedia menjalani pernikahan ini " seru lelaki yang merasa amat beruntung memiliki istri seperti Rena.


" Jangan berterimakasih mas, Aku ingin Kita sama sama berjuang untuk rumah tangga Kita juga kebahagiaan anak anak " tulus Rena kembali langsung di peluk erat oleh suaminya.


" Kita pulang ya mas, ada sesuatu yang mau Aku kasih ke Kamu " ucap perempuan yang perlahan memeluk suaminya.

__ADS_1


" Apa? " heran Dimas menatap istri yang tersenyum di hadapannya.


" Kehangatan, Aku mau Kamu " genit Rena dengan suara yang Ia buat seksi serta senyum menggoda.


" Sayang, Aku takut setiap kali Kamu kaya gini " sahut lelaki yang menatap wajah menggoda istrinya.


" Katanya suka? kok takut sih? " jengah perempuan yang kini sudah beranjak dari sofa dengan mengernyitkan kedua alisnya.


" Suka tapi takut juga " sahut Dimas menarik istrinya merebahkannya di sofa dengan telapak tangan sebagai alas kepala istrinya.


" Aku mau Kamu mas " sahut Rena menikmati bibir suaminya lembut.


" Mau di sini? " tanya Dimas penuh keheranan karena istri yang terus memancing hasratnya.


" Kenapa engga? " lirih Rena dengan tatapan menggoda seraya menggigit seksi bibir bawahnya.


Lelaki yang sudah terpancing gairahnya karena sentuhan intens istrinya, menggendong tubuh sintal tersebut ke dalam ruangan dimana Ia biasa tidur di sana ketika tak ingin pulang kerumah. Ruangan kerja yang memiliki fasilitas kamar mandi juga tempat tidur kecil di dalam itu menjadi saksi cinta mereka berdua yang sama sama memiliki hasrat untuk meraih sebuah kepuasaan demi melupakan segala yang terjadu dan membangun kembali kehangatan di antara mereka yang sengaja dilakukan oleh Rena.


Segala kesedihan serta kekecewaan dirubah perempuan yang kini sudah memulai permainan panasnya dengan sebuah hasrat sebagai pelampiasan. Setiap sentuhan keduanya mampu membuat mereka lebih santai dan menghilangkan segala beban pikiran akan kejadian buruk selama perpisahan mereka.

__ADS_1


Tak henti Ia menunjukkan sisi nakal seorang istri setelah tahu jika suaminya di jebak oleh sekretarisnya pada siang usai mereka bercinta. Meski bukan perselingkuhan, namun cukup membuat Ibu dua anak tersebut berubah dalam setiap hal dari permainan ranjang, tingkah laku nakal untuk menggoda suaminya serta tampilan seksi setiap berdua saja. Seakan ada rasa takut yang membayanginya tentang sebuah perselingkuhan nyata tanpa sebuah penjebakan mengingat banyak sekali yang menginginkan suaminya bukan hanya Ana.


" Kamu nakal banget sih sayang sekarang " ucap lelaki yang sudah mencapai kepuasan bersama dan memeluk istrinya demi menahan semua benih cintanya di dalam.


" Kamu nagihi mas " goda Rena genit tak ingin memberitahu semua alasan dibalik tingkahnya yang berubah memancing bibir suaminya menikmati kelembutan bibirnya kembali dengan tetap membiarkan keperkasaan masih tertanam dalam.


" Semoga Kita cepat dapat keturunan lagi ya " ucap Dimas yang masih begitu berharap akan kehamilan istrinya sebagai penguat hubungan mereka yang tak akan pernah bisa terpisahkan oleh apapun.


" Semoga mas " sahut Rena tersenyum ke arah suaminya.


Tubuh yang masih berbalut selimut itu terus mendekat tanpa sedikitpun jarak di antara keduanya, dengan Rena yang menyandarkan kepala di dada suaminya juga tangan tak henti memainkan sebuah keperkasaan yang terus melonjak perlahan hingga membuat keduanya melakukannya lagi dan lagi seakan tak pernah ingin saling melepas lalu terlelap bersama di ruangan nyaman yang memiliki desain minimalis namun memiliki fasilitas layaknya hotel bintang lima.


Ruang kerja yang tadi menjadi sebuah tempat sidang menegangkan, seketika di rubah Rena menjadi sebuah tempat berhasrat yang membuat suaminya akan melupakan semua yang terjadi dan hanya mengingat kehangatan di antara mereka ketika lelaki yang mendekap tubuhnya dalam lelap itu melakukan aktifitasnya di kantor.


Segala upaya Ia lakukan demi menghapus tentang Ana yang tertinggal di ruangan suaminya agar memberikan rasa nyaman tanpa adanya ingatan buruk dan rasa bersalah yang mungkin muncul lagi saat lelaki tersebut mulai teringat akan kesalahan terbesar dalam hidupnya.


------------------------------


Hempaskan typo karena author cuma manusia biasa yang suka mengerjakan semuanya dengan cepat, yang penting up gitu loh ya. Gak tau deh nyambung apa engga, suka apa engga ya. Oh ya engga lupa author juga minta dukungan vote, like, komen kalian agar semangat up nya buat kalian setiap hari dan terimakasih sudah menyempatkan waktu berharga kalian cuma buat baca coretan coretan author. Dan sekedar bocoran kalau cerita ini memang real ya dari sumber terpercaya jadi kalaj ada yang nanya ada kah Rena di dunia nyata? jawabannya ada dan itu narasumber author sekarang ini. Hahahaha cuma ada bumbunya sedikit karena sebenarnya konfliknya lebih banyak juga lebih berat yang asli timbang versi novelnya.

__ADS_1


__ADS_2