
STOP PLAGIAT
Malam harinya seluruh keluarga masih berkumpul bersama karena Dedrick melarang semua untuk kembali pulang dulu karena hendak berpamitan bersama Teddy juga Erwin yang akan kembali bersama ke Belanda. Erwin yang tahu akan kondisi Natalie terbaring tak berdaya di rumah sakit memutuskan ikut ke Belanda sebelum Ia melanjutkan segala aktifitasnya di Paris. Walau bagaimanapun Natalie tetaplah sahabat dari mendiang istri yang begitu berarti untuknya. Meski apapun yang telah dilakukan Natalie pada Rena tak membuat Erwin dendam sedikitpun walau Ia pernah begitu marah hingga ikut memisahkan Rena dari anak serta suaminya. Keadaan Natalie yang semakin memburuk memaksa mereka harus cepat kembali karena tak ingin hingga wanita yang begitu kejam menceraikan anak serta menantunya itu kenapa kenapa hingga merenggut nyawanya.
" Kakek cuma mau pamit sama Kalian kalau Kakek, Papa Erwin juga Papa Teddy harus kembali ke Belanda esok hari " ucap Dedrick ketika mereka berada di ruang tamu untuk menghabiskan waktu bersama dan seketika mengejutkan semua cucu serta cucu menantunya yang tak ingin mereka kembali.
" Kenapa Kek? bukankah di sana sudah ada yang mengurus bisnis Kita? " tanya Dimas terkejut akan keputusan yang sudah di buat ketiganya.
" Iya Kek, Kita di sini butuh Kakek, Papa sama Om Erwin " tambah Tyo berusaha mencegah ketiganya untuk kembali.
" Kami juga ingin terus tinggal di sini tapi, Mama Kamu membutuhkan Kakek juga Papa Kamu di sana lagipula Erwin masih memiliki bisnis yang harus Ia kelola " jelas Dedrick memberikan pengertian.
" Mama kenapa Kek? Mama baik baik saja kan? " tanya Rena yang hampir tiap hari bertanya pada Teddy akan kondisi mertuanya.
" Mama mertua Kamu sedang di rawat di rumah sakit sayang " jelas Erwin pada putrinya yang sontak membulatkan mata ke tiga orang yang mendengarkan ucapan Erwin selain Dimas yang sudah lama memutuskan hubungan dengan Natalie dari Rena pergi ke Paria bersama Erwin dulu.
" Mama kenapa? " tanya Siska bersamaan dengan Tyo juga Rena karena Dimas seolah tak perduli lagi dengan Ibunya.
__ADS_1
" Mama Kalian terkena serangan jantung dan keadaannya semakin kritis sekarang " jelas Teddy.
" Kenapa engga ada yang bilang sama Kami sih? " seru Tyo berdiri dari duduknya karena syok dan coba di tenangkan oleh Siska.
Dimas hanya tetap diam mematung tanpa berkata apa apa meski Ia sendiri juga terkejut mendengar kondisi Ibu nya. Namun sakit hati akan apa yang dilakukan Natalie pada kehidupannya seakan menutup mata hati Dimas untuk bisa merasakan iba dengan kondisi yang di alami oleh Natalie.
" Bukannya bagus ya, itu balasan atas perbuatannya " sahut Dimas dengan nada dingin.
Semua mengerti kenapa Dimas bisa sampai seperti itu, karena memang kelakuan Natalie terlalu berat untuk di maafkan jika orang orang dalam ruangan tersebut berada pada posisi Dimas. Namun Rena begitu kecewa akan ucapan suami yang begitu dingin dan acuh bahkan ketika Ia tahu kondisi orang yang telah melahirkannya dalam keadaan kritis.
" Mas, Kamu engga bisa ngomong gitu ! Gimanapun juga itu orang yang melahirkan Kamu, Mama kandung Kamu mas! " tegas Rena penuh penekanan pada suaminya masih duduk dengan begitu santai.
" Mas " teriak Rena ketika melihat suaminya berlalu keluar rumah begitu saja.
" Rena, biarkan saja Dimas butuh waktu untuk bisa memaafkan Mamanya " ucap Dedrick tak ingin memaksa cucunya karena Ia begitu memahami apa yang di rasakan cucunya selama dua tahun terpisah hingga harus bercerai dari istri dan juga anak yang bahkan belum lahir ke dunia.
" Rena ikut Papa ke Belanda " tegas Rena tanpa basa basi dan meminta persetujuan Dimas.
__ADS_1
" Engga nak, Kamu harus bicara pada suami Kamu dulu " sahut Erwin mencoba membuat Rena tak gegabah dalam mengambil keputusan.
" Om Erwin betul mbak, biar Aku sama mas Tyo yang ikut ke Belanda. Nanti kalau mas Dimas sudah tenang, mbak bisa susul Kami ke sana lagipula Aulia juga harus sekolah mbak " jelas Siska membujuk Kakak iparnya.
" Tapi Dek " sahut Rena terpotong.
" Benar kata Siska nak, Kalian bisa ke sana saat Aulia liburan sekolah " tambah Teddy yang di setujui oleh semua orang.
" Iya Pa " sahut Rena lirih.
Meski begitu ingin melihat kondisi mertuanya, namun Ia juga tak bisa meninggalkan kewajibannya sebagai seorang Ibu dan Istri apalagi Aulia yang sebentar lagi menghadapi ujian kenaikan kelas. Erwin meminta Rena agar menyusul Dimas keluar dan meminta agar mereka tak bertengkar untuk membahas masalah Natalie mengingat emosi Dimas akan cepat naik ketika mendengar nama Ibunya di sebut.
Tyo bertanya akan penyebab Ibunya terkena sakit jantung hingga harus di rawat. Begitu memastikan jika Rena telah keluar Dedrick menjelaskan tentang Natalie yang kala itu tengah arisan bersama teman temannya dan salah satu temannya memuji akan keberhasilan juga paras cantik Rena di sebuah artikel online. Dengan penasaran Natalie melihat artikel tersebut dan mengejutkan dirinya ketika melihat foto Rena terpampang begitu cantik, anggun dan elegan yang tertulis jika Rena adalah salah satu pewaris tunggal perusahaan desain terbesar di Paris yang kini menjadi seorang desainer muda paling berbakat di dunia dan seketika membuat Natalie terkena serangan jantung hingga harus di larikan ke rumah sakit.
Erwin yang sudah mendengar hal itu hanya diam saja tanpa mengatakan apapun, sedangkan Tyo dan Siska tak mampu mempercayai jika Natalie begitu membenci Rena hingga terkena serangan jantung begitu mendengar kesuksesan menantu yang memilik harta berkali lipat dari keluarganya.
Kehidupan sederhana yang selalu di terapkan Erwin juga Nesa pada Rena membuat orang tak pernah menyangka jika Ia adalah anak dari dua orang tang begitu berhasil dalam dunia bisnis bahkan memiliki beberapa perusahaan yang terbagi di beberapa negri juga yayasan yang tak terhitung jumlahnya. Dari kecil Rena sudah terbiasa akan hidup sederhana yang hanya makan apa yang ada dan tak sedikitpun memiliki sikap manja meminta kemewahan dan hanya bersikap manja untuk di suapi dan di temani bermain ataupun nonton tv saja.
__ADS_1
Diluar, Rena mencoba menghampiri suami yang duduk di taman dengan melebarkan kaki serta tangan Ia lipat bertumpu pada lututnya. Badan kekar yang membungkuk bersama pandangannya turun kebawah menutupi mata yang mengeluarkan beberapa bulir air mata di sana. Meski Ia mencoba membenci Natalie akan perbuatannya dan telah memutuskan hubungan dengan Ibu yang sudah membuatnya dan Aulia menderita dengan rasa kesepian selama dua tahun ini, namun hati paling dalamnya tak bisa menampik jika Natalie tetaplah seorang Ibu yang melahirkan dirinya dan mungkin sedang berjuang antara hidup dan mati kini.