
STOP PLAGIAT
Dimas yang sudah tampak lebih segar menghampiri istri juga anaknya yang sudah menunggu di meja makan. Lelaki dengan balutan kaos santai tersebut menggendong putranya kebawah usai mandi bersama. Dimas memangku Brian untuk makan yang seperti biasa Rena mengambilkan suaminya juga Aulia lebih dulu sebelum dirinya. Bocah kecil yang tak ingin lepas dari papinya itu terus duduk di paha Dimas sembari papinya menikmati santap siang dengan sesekali mencuri pandang pada perempuan yang terlihat cantik meski dengan dadanan sederhana di sampingnya.
" Papi, masa Aku di sekolah di panggil anaknya bidadari sih " seru Aulia di tengah acara makan mereka bersama.
" Kok bisa ?" tanya Dimas sembari menikmati makanannya.
" Iya, kata teman teman Aku Mami cantik kaya bidadari. Guru guru di sekolah juga bilangnya gitu, mereka sering tanyain Mami kalau Mami engga ikut jemput atau antar Aku ke sekolah " jelas Aulia melebarkan senyum kedua orangtuanya mendengar cerita polos putri mereka.
" Mami kan emang bidadarinya Papi " sahut Dimas melirik istrinya sembari tersenyum dan hanya di balas lirikan oleh Rena heran mendengar perkataan suaminya.
" Papi ngegombal sayang " seru Rena tersenyum bersama Aulia.
" Iya ih Papi kaya Pak Anto aja bilangin Mami bidadarinya " sahut Aulia masih dengan nada polosnya namun mengejutkan Dimas.
" Siapa Pak Anto ? ngomong gimana ?" tanya lelaki yang menghentikan makannya lalu menatap Aulia serius.
" Itu guru olahraga Auli Pi, suka nanya gini ke Aku Pi. Eh Auli Mami bidadari Pak Anto engga ke sekolah ? gitu Pi terus Aku di sorakin sama teman teman katanya Pak Anto calon Papinya Auli gitu, Aku engga suka deh Pi " cerita Aulia panjang lebar membuat Maminya tersedak dan meraih air minum di samping piring makannya.
__ADS_1
" Besok Papi ke sekolah Kamu " tegas Dimas tak suka.
" Udah yuk habisin makannya sayang, kalau makan engga boleh ngomong kok ini malah cerita sih " ucap Rena pada putri yang cengengesan menatap Maminya dan melanjutkan makan kembali.
Dimas yang tak suka mendengar cerita Aulia tentang guru juga teman temannya, melanjutkan makan dengan terus mengarahkan pandangannya pada Rena yang menundukkan pandangan untuk menyelesaikan makan tanpa menyadari jika suaminya terus menatap dirinya. Cerita Aulia tanpa sadar telah mengganggu pikiran Dimas yang ingin menunjukkan dirinya ke sekolah Aulia esok hari agar guru Aulia yang dibilang calon Papi buat putrinya tersebut tahu jika Rena masih memiliki suami dan tak pantas bagi seorang guru menyebut wali murid seperti cara Pak Anto memanggil istrinya.
Brian yang sudah merasa mengantuk karena lelah dan juga kenyang di bawa Bi Lastri ke kamar bersama Aulia yang sudah menyelesaikan makannya. Rena yang memang tak ingin merepotkan Bi Ijah karena pekerjaan rumah tangga sudah terlalu banyak, membersihkan sendiri piring yang kotor meski Bi Ijah sudah melarang majikannya karena mereasa tak enak, namun Rena selalu bersikeras membersihkan sendiri tempat makan yang sudah Dia dan keluarganya pakai setiap hari.
" Mas, Kamu istirahat aja pasti capek habis perjalanan kan " seru Rena menghampiri suami yang masih duduk di ruang makan.
" Iya sebentar lagi sayang " sahut Dimas dengan memegang ponsel untuk mengirim pesan pada Teddy memberitahu jika dirinya telah tiba di rumah agar tak membuat cemas keluarganya di bandara.
" Kamu mau kerja ? Aku kan baru pulang " ucap Di as dengan nada tak suka karena Ia memang tak menyukai ketika istrinya lebih sibuk dengan urusan desain daripada dirinya juga anak anak.
" Engga mas, Aku cuma mau beresin aja kok " sahut Rena tersenyum lembut dan di ijinkan oleh Dimas.
Meski Rena tak pernah melalaikan kewajibannya sebagai seorang istri ataupun Ibu dengan semua pekerjaannya, Dimas tetap saja tak suka jika istrinya tersebut harus bekerja dan membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan.
Rena membawa masuk semua pekerjaannya ke kamar yang lebih dulu suaminya pergi ke kamar setelah Rena pergi keluar untuk memberskan pekerjaan. Di kamar, Dimas yang sudah merebahkan diri dengan menyelimuti bagian bawah tubuhnya. Rena yang melihat suaminya sudah memejamkan mata, memilih duduk di sofa sambil melihat desain yang sudah jadi dan mengirimnya pada Erwin.
__ADS_1
" Kamu setiap hari kerja kaya gini ? " ucap Dimas yang belum tidur dan mengejutkan Rena.
" Iya mas biar cepat selesai, Aku pikir Kamu udah tidur kok masih bangun sih ?" sahut Rena menatap wajah suami yang tampak jengah.
" Kita ini udah lama engga ketemu loh, dan Aku baru pulang malah harus lihat Kamu kerja kaya gini ? tau gitu Aku engga pulang dulu sekalian bareng Tyo sama Siska " jengah Dimas karena merindukan istri yang malah sibuk dengan perkerjaan daripada menemani dirinya.
Rena mengambil napas dalam dan membuangnya pelan lalu mematika ponsel dan menghampiri suaminya yang tengah menunjukkan wajah tak suka nya. Trauma akan masa lalunya dengan Mami kandung AuliĀ masih membekas pada diri Dimas yang tak ingin kembali terulang pada pernikahannya pada Rena hanya karena sebuah karir.
" Maaf ya mas, Aku pikir tadi Kamu udah tidur jadi Aku kerjain sekarang biar nanti kalau Kamu sama anak anak bangun Aku bisa temani kalian " jelas Rena.
" Udahlah Kamu kerja aja, mana mungkin Kamu mau tinggalin karir Kamu yang lagi bagus di Paris " jengah Dimas.
" Aku engga ada niatan untuk lanjutin karir dan Aku cuma mau fokus sama keluarga Kita aja mas, bukannya Aku udah bilang kalau Aku masih punya tanggung jawab yang belum selesai kan mas ? Aku juga milih buat selesaikan di sini sama Kamu dan engga balik ke Paris, kenapa Kamu masih ngomong kaya gitu sih ?" ucap Rena panjang lebar karena memang sudah menjelaskan semuanya dari awal agar tak sampai terjadi masalah dengan suaminya.
" Udahlah, Kamu sama Kiara emang engga ada bedanya " seru Dimas memunggungi istri yang menghela napasnya panjang dan kasar.
" Terserah Kamu mas, Aku engga mau Kita bertengkar " jawab Rena merasa sedih harus di sama sama kan dengan mantan istri suaminya.
Rena memilih pegi dari kamar dan meninggalkan suami Dimas karena tak ingin melanjutkan perdebatan yang akan berujung pertengkaran. Ia tak ingin bertengkar dengan suaminya hanya karena pemikiran yang di buat sendiri atas dasar rasa trauma masa lalu Dimas. Perempuan yang sudah rela meninggalkan karir demi suami juga anak anaknya itu merasa semua usahanya untuk meyakinkan atas ketulusan dan cintanya seakan sia sia karena Dimas masih saja membahas masalah karir hingga membuatnya menyamakan dirinya dengan Kiara yang membuatnya begitu merasa sedih dan terluka.
__ADS_1
Lelaki yang masih diam di atas tempat tidur meskipun tahu jika istrinya sudah pergi meninggalkan kamar tak hentinya menggerutu kesal memaki dirinya sendiri karena menyinggung nama Kiara bahkan menyamakan istrinya dengan mantan istri yang pergi meninggalkan anaknya yang masih kecil untuk mengejar karir model. Ia hanya ingin bersama dengan Rena karena begitu merindukan istri yang beru Ia nikahi kembali belum lama ini, namun ketika melihat istrinya sibuk dengan pekerjaan entah mengapa hatinya begitu kesasl dan ingin marah meski tahu jika Rena tengah berusaha menyelesaikan semua tanggung jawabnya agar bisa kembali fokus terhadap keluaraga. Bayangan akan masa lalu yang tiba tiba datang begitu melihat istrinya bekerja membuat Dimas tanpa sadar memulai perdebatan tak berarti dengan istri yang begitu Ia rindukan selama mereka terpisah.