Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
BAB 36


__ADS_3

Pukul setengah 7 malam Aulia yang sudah tampak segar dan cantik karena sudah di mandikan oleh bi Lastri sewaktu ia terbangun pukul 5 sore tadi menghampiri kamar tidur Dimas dan Rena. Ia segera masuk dan naik ke atas ranjang membangunkan kedua orang tua nya yang masih terlelap. Auli langsung mengangkat tangan Dimas yang masih melingkar di perut Rena.


" Papi, minggir " seru Aulia berusaha mengangkat tangan Dimas yang terasa berat untuk nya.


Dimas dan Rena yang terkejut mendengar suara melengking Aulia langsung terbangun.


" Auli, kamu tuh kalau mau masuk kamar orang tua ketuk pintu dulu" seru Dimas mulai memeluk perut Rena yang sudah terbangun.


" Ih papi minggir " seru Aulia dan berusaha mengangkat tangan Dimas lagi.


" Sini Auli di samping mami aja yuk" ajak Rena menarik tubuh Aulia ke samping nya dan memunggungi Dimas.


" Masa iya aku di kasih rambut sih Ren" celetuk Dimas kesal lalu lebih mendekatkan tubuh nya hingga tak ada jarak lagi dengan punggung Rena.


" Mas, kamu ih " pekik Rena risih karena Dimas yang mulai memainkan telapak tangan nya di dalam selimut yang tak di ketahui Aulia karena putri nya berada di pelukan Rena menindih selimut mereka.


jari jari nakal Dimas malah memainkan tubuh istri nya lembut membuat Rena memejamkan mata nya dan menggigit tipis bibir bawah nya karena serangan lembut suami nya. Tangan Rena tak bisa menghentikan tangan Dimas yang berada di bawah selimut karena takut jika ia langsung memindahkan tangan dari pelukannya kepada Auli maka Auli akan tahu kenakalan papi nya kini.


" Auli, mami boleh minta tolong ambilkan ponsel mami di meja rias dong" pinta Rena agar Auli beranjak dari tempat tidur dan dia bisa menghentikan aksi suami nya.


" Iya mami" jawab Aulia langsung turun dari tempat tidur dan menuju meja rias yang ada di pojok kamar jauh dari tempat tidur.


Dengan cepat Rena memasukkan tangan nya ke dalam selimut lalu menghentikan permainan tangan Dimas dan berpaling menghadap suaminya.

__ADS_1


" Nanti malam ya mas" seru Rena pelan dan mencium bibir Dimas lembut.


" Janji? " tanya Dimas dengan menahan hasrat nya.


" Iya mas janji " jawab Rena dengan senyum menggoda dan mengancingkan kembali kancing dasternya. " Aku mandi dulu ya habis ini kita makan aku udah lapar" pamit Rena menarik selimut dari tubuh nya.


" Ya udah nanti aku susul ya " jawab Dimas yang masih ingin merebahkan tubuhnya.


Aulia yang sudah kembali dengan membawa ponsel mami nya memberikan langsung pada Rena yang sudah duduk di tepi ranjang.


" Terimakasih sayang, tapi mami mau mandi dulu ya habis ini kita makan. Auli tunggu sama papi disini" seru Rena mengangkat tubuh putri cantik nya ke atas tempat tidur.


" Iya mami" jawab Aulia yang langsung ditarik Dimas tidur ke dalam pelukan nya


" Dasar tukang ganggu" seru Dimas memeluk erat dan gemas pada Aulia dan bercanda berdua sembari menunggu Rena yang sudah memasuki kamar mandi.


" Udah yuk, makan dulu mami udah lapar nih" ajak Rena agar mereka berhenti bercanda.


Aulia langsung berdiri di atas tempat tidur hendak minta gendong Rena namun Dimas dengan cepat bangun mencegah Rena menggendong putri nya.


" Auli gendong papi aja, mami kasihan kamu berat. tunggu ya papi cuci muka dulu" seru Dimas menyadari tubuh putri nya yang semakin gendut akan membuat Rena kuwalahan ketika menggendong.


" Kamu engga mandi dulu mas? " tanya Rena melihat Dimas menuju kamar mandi.

__ADS_1


" Engga, nanti malam juga mandi keringat" seru Dimas melanjutkan langkah nya.


Rena memahami maksud dari perkataan Dimas mulai menghela nafas panjang dan menggelengkan kepala nya " mesum" gumam Rena pelan sambil tersenyum.


Setelah menunggu Dimas sebentar mereka langsung turun untuk makan malam yang sudah di siapkan oleh bi Lastri dan bi Ijah di meja makan. Dimas menurunkan tubuh putri nya duduk di kursi meja makan yang di apit oleh Rena dan Dimas.


Rena mulai mengambilkan makan untuknya anak dan suami nya lalu memulai makan malam mereka.


" Bi, kita punya mangga gak ya? " tanya Rena tiba tiba.


" Engga ada bu, besok bibi belikan ya" sahut bi Lastri menghampiri Rena.


" Kalau malam malam gini ada di mana ya bi? " tanya Rena lagi yang sangat menginginkan makan mangga malam ini.


" Kalau yang masih muda kaya nya di pos depan ada bu " jelas bi Lastri mengingat ada nya pohon mangga yang sudah berbuah di belakang pos satpam kompleks.


Rena bergegas berdiri dari duduk nya dan keluar rumah menemui pak Adi berniat minta tolong pak Adi meminta satu buah mangga di pos.


" Mau kemana? " teriak Dimas melihat Rena meninggalkan meja makan.


" Sebentar mas " jawab Rena sambil terus melangkah keluar rumah lalu menjumpai pak Adi yang sedang minum kopi di teras rumah lalu meminta tolong untuk meminta mangga muda di pohon dekat pos satpam.


Pak Adi yang langsung pergi memenuhi keinginan majikannya meninggalkan Rena yang menunggu nya di teras rumah.

__ADS_1


Tak selang lama Pak Adi sudah kembali membawa e buah mangga muda yang langsung membuat Rena mengecap mulutnya dan menelan ludah.


" Makasih ya pak" seru Rena berjalan masuk dengan gembira membawa mangga muda di tangan nya dan menuju ke dapur untuk mulai membersihkan mangga yang sangat ingin ia nikmati di iringi dengan tatapan kedua asisten rumah tangga heran dengan Rena.


__ADS_2