
Esok hari pukul 16.00 Dimas, Rena dan Aulia telah sampai di butik milik Siska.
" Hai mba, apa kabar? " sapa Siska menempelkan pipi kanan dan kiri kepada Rena yang baru memasuki butik yang terlihat mewah tersebut.
" Baik, kamu? " sahut Rena tersenyum.
" Aku juga baik, ini yang kecil apa kabar juga sayang? " sapa Siska membungkuk di hadapan perut datar Rena sambil mengelus nya lembut.
" Baik tante " jawab Rena menirukan suara anak kecil yang membuat Siska tersenyum.
" Auli engga di sapa Tante? " protes Aulia yang menghampiri Rena dan Siska dalam gendongan Dimas.
" Iya dong, anak Tante cantik sini Tante gendong " seru Rena meraih Aulia dari gendongan Dimas dan mengajak mereka semua masuk ke ruang kerja Siska untuk menunjukkan beberapa gambar desain dress couple seperti yang di minta oleh Dimas tadi siang melalui sambungan telfon.
Rena mulai membuka tiap lembar buku berwarna coklat dengan banyak gambar desain di sana, karena memang Siska adalah seorang mahasiswi jurusan desainer yang mengembangkan bakat nya di Paris.
Rena yang duduk di samping Aulia mulai bingung dengan banyak nya gambar di hadapan mereka karena semua terlihat begitu bagus dan anggun. Mata Rena dan Aulia tertuju pada gambar desain mini dress yang terlukis dengan warna abu muda membentuk ramping pada bagian pinggang ke atas namun bervolume di bagian pinggang hingga atas lutut dengan kombinasi brokat hingga pinggang namun menerawang di bagian dada dan punggung atas.
"Ini " seru Rena dan Aulia bersama dan tersenyum mengundang tatapan heran Dimas dan Siska pada pilihan keduanya yang sama.
" Mami sama anak ini kompak ya, seleranya juga sama " sahut Siska dengan tersenyum.
__ADS_1
" Mana papi mau lihat " seru Dimas mengulurkan tangan ke arah Rena dan Aulia agar mereka memberikan gambar desain yang di pilih.
Mata Dimas mengamati gambar yang di tunjuk Rena dan Aulia dengan cermat sembari membayangkan jika istri nya mengenakan gaun tersebut menunjukkan kehalusan kulit tubuh dan dada bagian atas serta kaki ramping jenjang yang mulus.
" No! " tegas Dimas cepat.
" Kenapa mas? " tanya Rena heran yang memang tadi di suruh memilih apapun yang di inginkan Rena dan putrinya.
" Terlalu terbuka, aku engga suka " singkat Dimas lalu membolak balik tiap lembar buku di tangan nya.
" Mas Dimas ini aneh, semua dress juga modelnya kaya gitu mas " celetuk Siska tersenyum.
" Orang buta juga bisa juga bisa lihat orang bagian atas tipis gitu " gumam Dimas terus mencari desain yang cocok untuk anak istri nya.
" Orang buta mana bisa lihat" gumam Rena pelan.
" Nih, ini aja " seru Dimas menunjuk sebuah dress dengan panjang sampai lutut namun tetap bervolume dan bagian lengan panjang sampai siku berwarna nude dengan bagian atas tertutup yang hanya membentuk tubuh saja.
Rena dan Aulia saling tatap melihat gambar desain yang di pilih oleh Dimas dengan tegas.
" Auli engga suka papi " rengek Aulia mewakili Rena yang tidak menyukai pilihan suaminya.
__ADS_1
" Papi suka, udah ini aja " jawab Dimas tersenyum puas.
" Kayak nya model ini emang terlalu tua untuk mbak Rena sama Auli deh mas " sahut Siska karena tahu jika Rena dan Aulia lebih suka pada desain pertama.
" Udah ini aja pokok nya, titik " ucap Dimas penuh penekanan dan tak mengharapkan bantahan apa pun.
" Ya udah deh tapi nanti aku bakal ubah sedikit ya mas biar kelihatan pas sama usia mba Rena dan Auli " terang Siska yang berencana mengkombinasikan kedua desain menjadi satu.
" Oke aku percaya sama kamu ya " seru Dimas menatap ke arah Siska yang memiliki pemikiran tersendiri agar bisa memuaskan ketiga nya lalu mengangguk ke arah Dimas menandakan jika ia bisa di andalkan oleh sang kakak ipar.
Rena dan Aulia yang terlihat kecewa namun hanya bisa menerima keputusan final Dimas.
" Tau gitu tadi mas kesini sendiri aja " gumam Rena pelan memajukkan bibir nya menunjukkan kekesalan nya sama seperti Aulia.
" Aduh anak papi dua dua nya ngambek sih, ayo papi beliin es krim " goda Dimas pada istri dan anak nya mengundang senyum Siska melihat tingkah Rena mirip Aulia yang malah di anggap anak oleh kakak ipar nya.
" Engga mau " seru Rena dan Aulia bersamaan semakin membuat Dimas gemas dan mulai pamit pada Siska untuk menghibur istri dan anak nya yang tengah jengkel.
" Mas pulang dulu ya dek sebelum butik kamu di acak acak sama dua anak mas " pamit Dimas yang mulai berdiri sambil menggoda Rena dan Aulia.
Rena dan Aulia juga menyusul Dimas untuk berpamitan lalu beranjak keluar mengikuti langkah Dimas yang lebih dulu berjalan. Siska mengantar ke tiga nya sampai luar butik dan menunggu hingga mobil yang di kendarai Dimas berlalu, baru ia kembali masuk untuk mulai menggambar gabungan desain yang di pilih oleh keluarga kecil tadi.
__ADS_1