
Dimas mulai duduk di sofa samping Rena yang kemudian istrinya tersebut mulai pamit undur diri.
" Maaf, saya permisi dulu masuk dulu ya. Mas aku ke dalam ya ajak Auli main " pamit Rena mengarahkan tatapan nya ke pada ke lima pegawai yang terus memperhatikan diri nya lalu berganti menatap ke arah suami nya.
" Iya bu, silahkan " jawab Ke lima nya kompak membuat Rena memaksakan senyum nya di sela gugup yang mendera.
" Iya sayang " jawab Dimas tersenyum lalu mendekatkan kembali wajah nya mencium kening Rena dan berganti pada Aulia yang juga berdiri di samping papi nya.
Semua karyawan yang semakin membulatkan mata mereka memperhatikan Dimas berbanding 180 derajat dengan Dimas yang begitu dingin dan suka marah ketika tak mendapati pekerjaan yang sesuai keinginan nya begitu berbanding jauh dengan Dimas yang terlihat begitu hangat dan penuh perhatian terhadap anak dan istri nya yang tanpa malu ataupun canggung mengungkapkan perasaan terhadap mereka melalui ucapan dan perlakuan yang begitu lembut dan mesra untuk Rena.
Dimas mempersilahkan semua orang di hadapan nya untuk menikmati teh dan makanan yang sudah di bawakan oleh bi Ijah begitu mereka semua datang. Sementara Rena yang langsung menuntun Aulia ke dalam begitu usai berpamitan terus menggerutu dalam hati dengan perlakuan Dimas di ruang tamu yang semakin membuat Rena makin merasa tak enak terhadap semua tamu rumah nya.
Aulia yang tak ingin bermain di kamar main nya, memilih untuk menonton tv saja. Rena meninggalkan Aulia untuk membantu ke dua bibi di dapur menyiapkan makan malam setelah mengambilkan boneka beruang besar kesayangan putri nya sebagai teman setiap kali ia menonton acara kartun.
__ADS_1
" Kalian bisa sedikit santai kalau di rumah saya, jangan buat anak dan istri saya merasa takut dengan wajah serius kalian " goda Dimas tersenyum pada karyawan nya yang bersikap seperti biasa saat mereka menghadapi atasan nya di kantor.
" Iya pak maaf " seru mereka mulai berani untuk tersenyum.
Mereka mulai menjelaskan beberapa proposal yang mereka bawa untuk acara pesta yang akan di adakan beberapa hari lagi di hotel milik keluarga Dimas yang kini di pegang oleh adik nya yang juga akan segera datang menyusul ke rumah Dimas bersama siska untuk turut membahas acara pesta.
Setelah hampir 10 menit mereka membahas, Tyo dan juga Siska yang telah tuba menyapa semua orang di sana, dan dilanjutkan oleh Siska yang pamit menyusul Rena dan Aulia di dalam.
" Anak cantik nya Tante kok sendirian? " tanya Siska yang mendapati Aulia duduk di depan tv dengan bersandar pada boneka besar yang ia letakkan di samping tubuh gendut nya.
" Makasih tante " jawab Aulia senang lalu memeluk dan mencium Siska.
" Ya udah tante taruh di belakang ya, nanti habis makan malam baru kita makan sama sama sambil nonton tv " pamit Siska di balik pelukan Aulia.
__ADS_1
" Iya tante " sahut Aulia kembali duduk.
Siska meletakkan kantung berisi kue di meja dapur dan memasukkan es krim ke dalam lemari es lalu membantu kakak ipar nya yang terlihat sibuk bersama kedua asisten rumah tangga.
" Aku bantu apa nih mba? " tanya Siska menghampiri Rena yang langsung memeluk adik ipar nya menempelkan pipi mereka bergantian.
" Engga usah ini udah siap semua, kamu bantu panggil mereka aja ya " pinta Rena karena tak ingin kembali ke ruang tamu.
" Oh kalau itu sih tugas tuan rumah dong mba" goda Siska yang tahu jika kakak ipar nya tengah berusaha menghindar.
Rena mengambil nafas dalam dan membuangnya kasar " oke.. " seru Rena pasrah.
Mereka berempat mulai menyusun makanan yang telah siap ke atas meja makan, dan begitu selesai semua Rena melangkah ke arah ruang tamu yang kembali rasa gugup mendera diri nya.
__ADS_1
" Mas, makan malam nya udah siap " seru Rena berdiri di samping Tyo yang duduk di sebelah Dimas.
" Iya sayang " sahut Dimas mengarah ke wajah Rena dan mempersilahkan semua orang di sana untuk menuju meja makan untuk menikmati santap malam mereka.