
STOP PLAGIAT
Dua hari sudah Tyo, Dimas dan Teddy berada di rumah Tyo yang ada di Paris. Dimas yang sengaja menunggu waktu untuk menemui Erwin atas saran dari papa serta adiknya yang menunggu emosi Erwin mereda lebih dulu. Dengan mengumpulkan segala kekuatan dan kesiapan mental nya, Dimas yang sudah sangat merindukan Rena memutuskan untuk menemui Erwin di kediamannya dengan di antar oleh supir Tyo.
Sampainya di rumah Erwin yang ternyata memiliki penjagaan sangat ketat, Dimas meminta ijin menemui mertua nya dengan menggunakan bahasa perancis yang fasih. Dengan penjelasan Dimas, penjaga rumah Erwin menghubungi rumah utama untuk meminta ijin oada Erwin jika ada orang yang ingin menemuinya. Meski terkejut, Erwin mengijinkan menantunya untuk masuk.
Mobil Tyo menyusuri halaman luas kediaman Erwin hingga samoai pada sebuah rumah yang sangat mewah dengan banyaknya kaca besar di setiap ruangan. Dimas melangkahkan kaki nya memasuki rumah yang baru Ia datangi tersebut. Ia tak mengira jika wanita yang Ia nikahi memiliki kekayaan luar biasa di balik kesederhanaan nya.
" Pa " sapa Dimas ketika mulai memasuki rumah yang sudah ada Erwin menunggunya dengan berdiri di tengah pintu sengaja menunggu kehadiran Dimas.
" Kenapa Kamu kesini? " tanya Erwin dingin ke arah Dimas.
" Aku mau minta maaf sama Papa dan jemput anak istri Aku Pa " sahut Dimas dengan nada lembut.
" Mas Dimas " teriak Rena dari dalam begitu melihat suami yang dirindukan berdiri tepat di depan pintu rumah.
Rena berlari menghampiri suaminya yang menatap sendu penuh kerinduan kepada perempuan dengan dress hamil biru muda dengan tali spagheti melingkar di pundaknya. Rena langsung memeluk erat tubuh Dimas yang membalasnya tak kalah erat di pinggang Rena membuat Erwin tak kuasa menahan haru nya melihat Rena dan Dimas begitu saling mencintai dan merindukan.
" Aku kangen kamu sayang, aku kangen banget sama kamu " seru Dimas menitikan air mata bahagia karena bisa bertemu dan memeluk istrinya kembali.
" Aku juga mas " sahut Rena yang juga mulai mengurai air mata bahagianya.
Pelukan yang mereka berikan sedikit mampu mengurangi rasa rindu karena terpisah dengan sangat jauh. Rena dan Dimas tak ingin melepaskan pelukan mereka yang akan membuat mereka kembali terpisah.
__ADS_1
" Masuk kalian " seru Erwin mendahului untuk masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.
Dimas menggandeng tangan Rena dan duduk di hadapan Erwin bersama.
" Pa, ijinkan Rena kembali sama Dimas. Kita saling mencintai dan saling membutuhkan Pa, Aulia juga sangat merindukan Mami nya" pinta Dimas seraya memohon pada Erwin sambil terus menggenggam tangan Rena.
" Tidak Dimas, sebelum Natalie sendiri datang kemari meminta maaf pada Rena dan membawanya kembali, Papa tidak akan membiarkan Rena kembali " tegas Erwin dengan menyandarkan tubuh di sofa.
" Tapi Pa " sahut Dimas terpotong karena Erwin kembali menatakan penolakan tegasnya.
" Tidak! " tegas Erwin.
" Dimas mohon Pa, Dimas engga bisa tanpa Rena, anak Kami juga butuh Kami " pinta Dimas kembali.
" Rena, kembali ke kamar! " tegas Erwin melotot ke arah Rena.
" Engga Pa, Rena mau sama mas Dimas" pinta Rena dalam air mata.
" Aku mohon Pa jangan pisahkan Kami karena kesalahan Mama " pinta Dimas memeluk Rena.
" Jangan paksa Pap untuk mengirim Kamu lebih jauh lagi Rena! " tegas Erwin mengancam putrinya.
" Engga mau Pa " teriak Rena untuk pertama kalinya terhadap Erwin.
__ADS_1
Erwin menarik paksa Rena yang masih di genggam tangan nya oleh Dimas hingga terlepas dan meminta pembantunya membawa Rena ke dalam. Dimas yang langsung bersimpuh di kaki Erwin memohon dengan air mata nya agar Ia bisa bersama dengan Rena membuat Istrinya tak kuasa melihat lelaki yang Ia cintai harus memohon seperti itu.
" Percuma Kamu seperti ini, Saya hanya akan menyerahkan putri Saya ketika mama Kamu yang sombong itu memohon maaf pada anak Saya. Lebih baik Kamu pergi sekarang dari rumah Saya " bentak Erwin kuat ke arah Dimas dan berlalu pergi meninggalkan menantunya yang masih bersimpuh tersebut.
" Papa aku mohon kembalikan Rena Pa " pinta Dimas seraya berteriak memohon dalam keputus asaan.
Rena yang menahan langkah kakinya pergi ke kamar langsung menghampiri kembali suaminya yang tak berdaya.
" Mas, jangan seperti ini " seru Rena memeluk suaminya yang masih bersimpuh di atas lantai.
" Aku engga mau pisah dari Kamu sayang " sahut Dimas menangis di pelukan Rena yang mendekap erat kepalanya menangis.
" Aku juga mas, tapi percuma Kita bicara sekarang karena Papa masih sangat marah. Kita tunggu beberapa hari mas. Lebih baik mas kembali karena Auli butuh Mas " pinta Rena masih memeluk suami nya.
" Aku engga akan pulang tanpa Kamu " ucap Dimas lirih mendekap erat pinggang Rena.
" Mas, dengar Aku. Aku akan berusaha membujuk Papa, tapi jika Mas masih terus berada di sini malah akan membuat Papa semakin marah. Sekarang mas pulang dan jaga Auli, Kita pasti bisa bersama lagi mas " jelas Rena memegang kedua sisi wajah Dimas dengan mengusap lembut air mata suaminya.
" Aku cinta Kamu Rena " ucap Dimas dengan berat harus menuruti oerkataan istrinya yang memang ada benar nya.
" Aku juga cinta Kamu mas " sahut Rena mencium lembut bibir suaminya lama.
Dimas dan Rena harus berat hati mengalah pada keputusan Erwin dan meminta Natalie agar mau menemui Erwin meminta maaf pada Rena. Meski berat, Dimas harus meninggalkan istrinya di rumah Erwin untuk kembali pulang dan meminta Natalie agar mau menjemput Rena untuknya dan Aulia. Meski Dimas tak tahu apakah Natalie bersedia atau tidak namun Dimas akan memaksa mama nya untuk menyetujui bagaimanapun caranya.
__ADS_1
Dengan tanamgan kosong dan hati hampa Dimas kembali ke rumah Tyo dan memutuskan kembali esok hari meminta bantuan semua keluarga membujuk Natalie untuk memenuhi syarat dari Erwin.