
Seusai acara makan malam, semua memutuskan untuk pergi ke rumah Dimas untuk menuruti keinginan Dedrick bernostalgia dengan menonton acara wayang bersama Erwin dan Teddy.
" Aku tinggal ganti baju Auli dulu ya " pamit Rena kepada semua orang ingin mengganti baju putrinya yang terkena noda es krim coklat.
" Iya nak " sahut Dedrick yang sudah berada di depan ruang tv Dimas dengan Tyo yang mulai memutar video wayang dengan lakon jaman dulu dari laptop yang di hubungkan ke tv.
Sementara Dimas yang sudah selesai memarkir mobil, menyusul semua orang di depan ruang tv. Melihat Dedrick, Teddy dan Erwin yang duduk di lantai beralaskan karpet membuat Dimas menggelengkan kepala nya heran karena mereka bertiga sama sama tak terlihat seperti seorang pemimpin perusahaan jika bersama.
" Rena sama Auli kemana sis? " tanya Dimas pada Siska yang menata kacang ke atas piring sesuai keinginan Teddy.
" Lagi di atas mas bantu Auli ganti bajunya yang tadi kena es krim " jelas Siska masih terus menuang satu bungkus kacang ke atas piring.
Dimas beranjak untuk menghampiri anak dan istri nya di kamar atas karena juga ingin mengganti pakaian nya dengan celana lebih santai sebelum ikut menemani semua orang di bawah menonton wayang meski tak memahami satu pun bahasa yang di gunakan.
Dimas yang memasuki kamar Aulia memegang pinggang Rena dan mencium pipi istri nya yang sedang mengganti baju Aulia usai membantu gadis kecil tersebut menggosok gigi serta mencuci kaki dan tangan nya.
" Papi kok kesini? ini kan kamar Auli " seru Aulia dengan nada cempreng.
" Kan mami di sini jadi papi ke sini, lagian kamar kamu ini juga masih di dalam rumah papi jadi terserah papi dong " sahut Dimas tak ingin kalah dengan putri nya.
" Papi nyebelin " seru Aulia dengan nada jengah memajukan bibir nya hingga terlihat pipi tembam nya yang lucu.
" Anak mami kalau kaya gini kaya itu tuh, apa nama nya ya, ah iy kaya ikan kembung " goda Rena ke arah Aulia di sambut tawa oleh Dimas serta tatapan manja Aulia yang langsung menggelayut di tengkuk Rena yang duduk di ranjang putrinya.
" Bukan sayang, ikan paus dia ini " sahut Dimas tertawa semakin membuat putri nya jengah.
" Mami, lihat tuh papi ngatain aku terus " rengek Aulia manja.
__ADS_1
" Kan mami duluan, kok papi yang salah? " seru Dimas menggoda Aulia dengan memasang wajah sok jengkel
" Kalau mami boleh, tapi papi engga boleh " ucap Aulia yang mendapat cubitan di pipi nya oleh Dimas.
" Yuk kita pergi ke kakek, papi biarin sendirian " goda Rena tersenyum ke arah suami nya yang menahan tangan Rena.
" Kamu jahat banget ya " sahut Dimas cemberut di samping Rena.
Rena yang tersenyum melihat suaminya mulai menekuk wajah meminta putrinya lebih dulu turun kebawah dengan alasan ingin berganti pakaian lebih dulu. Aulia yang menuruti keinginan Rena mulai beranjak meninggalkan Rena dan Dimas usai mereka mengantar Aulia hingga depan kamar lalu memasuki kamar mereka.
Rena mengambil daster untuk ia kenakan, sementara Dimas juga mulai mengganti celana nya dengan celana yang ringan dan lebih santai bersama Rena di dalam kamar.
" Sayang, mau caba yang baru gak? " goda Dimas ketika istri nya mulai menanggalkan pakaian yang melekat.
" Apa mas? " sahut Rena terus mengganti pakaian nya dengan suami yang menghampiri lalu memeluk nya dari belakang mencium tengkuk Rena.
" Mas, dibawah banyak orang engga enak kalau kita lama lama di sini " sahut Rena yang mengerti kemauan Dimas.
Rena yang mulai menggeliat menuruti keinginan suami nya karena memang tak ingin berdosa jika menolak setiap keinginan Dimas yang merupakan kewajiban nya sebagai istri.
Mereka melakukan nya kilas dengan posisi masih berdiri dengan tubuh istri nya di sandarkan di tembok. Usai melakukan aktifitas mereka, Rena yang memang sedikit merasa khawatir dengan kandungan nya karena hasrat Dimas yang terlalu besar memberanikan diri untuk bertanya pada Dimas.
" Mas, emang engga apa kita terus terusan kaya gini pas aku hamil muda? "tanya Rena masih dalam pelukan suami yang baru saja mencapai puncak kenikmatan.
Seakan tersentak oleh pertanyaan istrinya, Dimas yang sering lupa jika Rena tengah hamil muda ketika ia sangat menginginkan istri nya mulai merasakan khawatir juga.
" Maaf sayang, aku lupa kalau kamu lagi hamil " sahut Dimas yang memang tak memikirkan apapun ketika ia sedang bersama istrinya hingga terbawa suasana.
__ADS_1
" Kok bisa lupa sih, aneh kamu " seru Rena jengah.
" Lagi mau mana ingat sih sayang, maaf ya aku janji akan lebih nahan lagi ke kamu " sahut Dimas menyesal karena hari ini berulang kali ia meminta dari Rena.
" Ya udah, semoga aja engga ada masalah sama baby ya mas. Sekarang cepat pakai baju terus kita turun " ucap Rena lembut membelai wajah suami nya yang terlihat menyesal.
" Iya sayang " sahut Dimas mencium kening Rena.
" Maafin papi ya sayang " tambah Dimas berjongkok di depan perut Rena yang masih polos dan mengusap lembut perut istrinya lalu mencium anak dalam kandungan Rena.
Dimas yang mudah terpancing gairah nya karena Rena, mulai mengenakan pakaian untuk nya dan membantu Rena lalu turun kebawah menghampiri semua orang.
" Kalian lama banget sih, ngapain dulu? " goda Dedrick ke arah Dimas dan Rena yang baru tiba.
" Ganti baju kek, kan tadi bantu Auli dulu makanya lama " kilah Dimas duduk di samping Dedrick di atas karpet.
Rena yang juga ikut duduk di bawah di dekat papa nya mulai menonton wayang bersama Tyo dan Siska yang hanya diam tak mengerti apapun di dekat Erwin yang daritadi menjelaskan ke arah Siska tentang alur cerita wayang.
Aulia yang tadi nya duduk di atas pangkuan Teddy, beralih duduk di pangkuan Rena begitu melihat mami nya duduk ikut menonton di bawah.
" Auli sama papi yuk, kasian adik nya kena duduk kamu " pinta Dimas dengan mencoba meraih tangan putri nya.
" Biarin mas, engga kena perut kok " sahut Rena karena Aulia yang menggelengkan kepala tak ingin berpindah ke pangkuan Dimas.
" Auli, sebentar lagi mami mau kakek ajak pulang ke jogja satu bulan jadi Auli puas puasin sama mami dulu" ucap Erwin yang membelalakkan mata Dimas seketika.
" Auli iku mami " sahut Aulia yang tak ingin terpisah dengan mami nya.
__ADS_1
" Iya sayang, kita ke jogja sama sama ya nanti mami ijinin kamu ke sekolah " sahut Rena yang membuat putri nya bahagia namun tidak dengan Dimas karena tak bisa meninggalkan kantor apalagi Dedrick yang pasti juga akan ikut ke jogja tak akan mengijinkan Dimas libur.
Dengan lesu dan kehilangan mood begitu mendengar akan di tinggalkan istri dan anak nya pergi meski belum pasti karena Rena yang belum mengatakan apapun ke Dimas, ia mencoba fokus melihat wayang meskipun tak memahami bahasa dan alur cerita nya.