
" Habis ini kita ke dokter ya sayang" seru Dimas meraih tangan Rena di atas perutnya.
" Auli mau ikut papi" rengek Aulia.
" Engga bisa dong, kan kamu sekolah " jawab Dimas lembut.
" Kita tunggu Aulia pulang sekolah aja ya mas, lagian juga aku harus ke kantor mas buat selesaiin semua nya sebelum masa magang ku habis, aku udah banyak izin soalnya nanti nilai aku jelek mas" jelas Rena membuat Dimas menghela nafas panjang.
." Oke, tapi dengan satu syarat. Aku antar jemput kamu dan nanti sore kita ke dokter ya" seru Dimas yang juga ingin menjaga Rena di kantor nya.
" Hore.. hore.. " teriak Aulia senang membuat Dimas dan Rena tersenyum melihat tingkah putri polos nya.
Rena dan Dimas memutuskan untuk ke kamar sebentar dan bersiap meninggalkan Aulia dengan bi Lastri di meja makan untuk menunggu mami dan papi nya makan sarapan bersama. Sampai nya di kamar Dimas langsung memeluk tubuh Rena dari belakang karena Rena melangkah lebih dulu untuk mengambil pakaian magang nya.
" Aku seneeeeeeeng banget Ren akhirnya kita punya anak" ucap Dimas meletakkan kepalanya di pundak Rena dengan tangan memeluk perut Rena.
" Aku juga seneng banget mas bisa di percaya buat jaga anak kamu di rahim aku" jawab Rena dengan telapak tangannya membelai pipi Dimas lembut yang langsung dibalikkan tubuhnya oleh Dimas lalu mencium bibir Rena lembut dan melumat nya.
" Mas, Auli nunggu kita" ucap Rena menghentikan tangan Dimas yang mulai meraba karena takut jika suami nya kebablasan.
__ADS_1
" Ah iya, aku lupa. Ya udah aku mandi dulu ya kamu cepat siap siap" jawab Dimas seketika melepas lumatan di atas bibur pink Rena lalu bergegas ke kamar mandi meninggalkan Rena yang masih tersenyum melihat suaminya selalu saja berhasrat setiap hari.
" Cepat mas" teriak Rena sembari melangkah untuk mengambil pakaian nya.
" Iya " teriak Dimas singkat.
Rena dengan perlahan mulai melepas daster nya dan memakai pakaian magang nya yang sesekali memiringkan tubuh nya untuk melihat perut nya dari kaca lalu tersenyum sambil mengusap perut nya.
Dimas yang menyingkat acara mandinya hanya 10 menit yang biasanya setiap pagi ia bisa sampai setengah atau satu jam di kamar mandi bergegas keluar dan menuju ruang ganti miliknya untuk berganti pakaian, sedangkan Rena masih asik di depan meja rias memoles wajah halusnya dengan sedikit sentuhan make up tipis.
" Udah yuk" ajak Dimas yang sudah siap dengan celana chino cream dan kemeja berwarna hitam lengan pendek.
Dimas menuruni anak tangga dengan tangan yang terus melingkar di pinggang istrinya lalu memulai sarapan dengan Aulia dan kemudian berangkat mengantar putri cantiknya lalu mengantar Rena ke kantor sampai ke meja kerja Rena dengan tatapan semua orang yang sangat mengenal Dimas di sana menatap aneh pada CEO mereka yang terus melingkarkan tangan di pinggang anak magang tanpa merasa risih.
" Tolong kalian jaga istri saya di sini, jangan sampai saya tahu dia bekerja terlalu berat. Jika perlu semua pekerjaan istri saya kalian yang kerjakan" Tegas Dimas penuh wibawa kepada semua pegawai yang berada di sana.
" Mas, apa apa an sih kamu kok perintah mereka seenaknya gitu, kan mereka bukan bawahan mas. Nanti kedengaran manager sini aku yang kena mas" bisik Rena pelan di ke arah suami nya yang hanya tersenyum.
" Ya udah kamu hati hati ya, aku tinggal dulu " pamit Dimas mencium kening Rena mengundang banyak pertanyaan dan rasa terkejut semua orang lalu pergi begitu saja dengan gagahnya mengantongi kedua tangan nya di saku tanpa menengok lagi ke belakang yang terdapat banyak karyawan berbisik membicarakan hubungan Rena dan Dimas.
__ADS_1
Dimas langsung menuju ke ruangan manager yang masih kosong dan duduk di meja manager agar bisa terus memantau istrinya karena ruangan manager berada lurus dengan meja Rena yang hanya tertutup vertical blind di kaca ruangan manager tersebut.
" Apa apa an jam segini ruang manager masih kosong sementara CEO sudah berada lebih dulu di kantor" gumam Dimas sambil memainkan papan nama akrilik di atas meja tersebut sambil memutar kursi manager mengamati setiap sudut ruangan.
" Siapa kamu berani berani nya masuk ke ruangan saya dan duduk di kursi saya!! bosan hidup kamu?" Teriak seorang laki laki berkemeja biru muda yang memasuki ruangan manager tersebut tanpa melihat wajah Dimas karena posisi Dimas yang membelakangi pintu dan menggoyangkan kursi tersebut.
" Apa saya terlihat seperti orang bosan hidup? " tanya Dimas dingin sambil memutar kursi yang ia duduki.
" Ma... ma.. maaf Pak saya tidak tahu itu bapak" ucap manager itu gemetar dan ketakutan dengan ucapan dan tatapan dingin Dimas.
" Dimana mana yang saya tahu pegawai datang lebih dulu dari atasan kan? " tambah Dimas yang mulai bangkit dari duduk nya dan memegang kuat pundak manager yang masih gemetar.
" Ma.. ma.. maaf pak tadi macet sekali" kilah manager berkacamata itu.
" Apa kamu pikir saya tidak tahu jalanan macet? harusnya kamu yang datang pagi bukan jalanan yang kamu salahkan" teriak Dimas menggenggam kuat pundak pria tersebut.
"Maafkan saya pak, saya janji tidak akan terulang lagi" mohon pria tersebut dengan merapatkan kedua tangannya ke arah Dimas.
" Kali ini saya maafkan tapi besok terulang akan saya pecat kamu! hari ini ruangan ini saya tempati dan kamu sekarang bilang ke semua orang di luar sana untuk berhenti membicarakan saya dan istri saya! cepat! " seru Dimas tegas
__ADS_1
" Ba...baik pak" jawab manager itu terbata dan langsung keluar ruangan nya mengumpulkan semua pegawai yang ada di sana kecuali Rena dan melaksanakan perintah Dimas.