
STOP PLAGIAT
Dimas, Tyo dan Teddy yang sudah kembali langsung menuju rumak Dedrick menemui Natalie untuk meminta Natalie agar bersedia meminta maaf pada Rena dan menjemputnya kembali. Namun ego dan gengsi Natalie membuatnya menolak keras keinginan keluarganya. Ia malah merasa senang jika Rena telah meninggalkan Dimas, karena Ia tak perlu lagi bersusah payah memisahkan Rena dan Dimas meski Ia telah mengetahui jika Rena adalah anak dari sahabat dekatnya. Sikap sombong dan angkuh Natalie membuat semua keluarganya membenci Natalie. Ia pun memutuskan untuk kembali ke Belanda seorang diri karena sudah tak ada lagi yang menganggapnya di keluarga suaminya.
Dimas yang tak pernah kehilangan harapan selalu mencoba meyakinkan Erwin dengan terus kembali ke Paris demi meyakinkan mertuanya namun Erwin masih tetap pada pendiriannya meski sekeras apapun Dimas mencoba. Selama 4 bulan Dimas masih terus mengunjungi Erwin tanpa diperbolehkan untuk bertemu dengan Rena sama sekali.
Natalie yang tak ingin berurusan lagi dengan Rena meminta seseorang mengirimkan surat cerai ke rumah Erwin dengan menggunakan nama Dimas setelah mereka terpisah 5 bulan lamanya. Rena yang tak percaya jika suaminya menceraikan dirinya tak ingin menandatangani surat cerai tersebut hingga Erwin memberikan oengertian pada putrinya agar bisa kuat dan tabah menjalani semua nya serta melepaskan Dimas karena memang sudah menjadi keinginan Dimas untuk berpisah juga menjadi jalan terbaik bagi hubungan mereka. Meski dengan terpaksa dan air mata yang melinang juga hatinya yang telah hancur, Rena menandatangani surat cerai tersebut lalu mengirimnya kembali ke alamat yang sama pada pengirim surat tersebut.
Rena mencoba kuat dan bangkit demi anak dalam kandungannya, meski Ia harus menelan kepahitan melahirkan anak tanpa seorang suami di sisi nya. Erwin yang terus mendampingi Rena menguatkan hati putrinya agar Rena bisa bangkit dari keterpurukan dan membuatnya ikut serta mengelola bisnis Nesa di Paris, menyerahkan semua tanggungjawab perusahaan Desain kepada Rena agar putrinya memiliki kesibukan dan tak hanya terpaku pada pemikiran tentang Dimas yang sudah menghancurkan hidupnya.
Usai surat perceraian yang dikirim Natalie, Dimas yang tak mengetahui hal itu masih terus mencoba mendatangi Erwin. Namun penjaga rumah Erwin tak oernah mengijinkan Dimas untuk masuk ke dalam rumah atas perintah Erwin.
Hingga suatu hari Dimas menerima surat dari kurir yang di serahkan oleh Bi Lastri padanya saat Ia sedang berada di ruang kerja.
__ADS_1
" Maaf, Pak ada surat buat Bapak " seru Bi Lastri ketika Dimas mengijikannya untuk masuk.
Dimas menerima surat yang di berikan oleh Bi Lastri lalu membukanya dengan sangat terkejut tak mempercayai jika itu adalah hasil keputusan perceraian dirinya dan Rena. Dimas yang sakit hati begitu marah dengan surat yang ada di tangan nya, Ia membanting semua barang di meja kerja nya membuat asisten rumah tangganya begitu ketakutan karena suara tinggi Dimas penuh amarah begitu menggelegar. Bi Lastri yang merasa khawatir mencoba menghubungi Tyo dan menceritakan semuanya.
Dengan cepat Tyo mendatangi rumah Dimas dan melihat keadaan kakaknya yang marah marah di dalam ruang kerja dengan barang yang berantakan. Tyo meraih surat yang ada di tangan Dimas dan membacanya dengan tak percaya. Tyo mencoba menghubungi Teddy dan memintanya menghubungi Erwin tentang surat keputusan cerai yang datang oada Dimas. Erwin tak pernah membiarkan pembantunya menyampaikan telfon dari keluarga Dimas dan meminta untuk mengatakan jika Rena dan Erwin telah pindah.
Dimas mencoba untuk tetap bertahan hidup bersama Aulia, menjadi seorang ayah tunggal kembali bagi putri yang terus merindukan maminya yang tak akan pernah kembali lagi. Setiap kali Aulia bertanya pada Dimas tentang Rena, Dimas tak oernah kuasa menahan sakit hati yang masih sangat membekas di hati nya. Ia menyibukkan diri setiap hari dengan bekerja tanpa sedikitpun tersenyum kembali seakan semua kebahagiaan nya telah lenyap bersama Rena yang pergi meninggalkan nya.
***
Aulia yang sudah memasuki SD sudah tak lagi menanyakan tentang Rena, karena Ia tahu jika Papi nya akan mulai menangis begitu Ia menyinggung masalah Rena. Aulia hanya diam diam melihat fotonya bersama Dimas dan Rena yang selalu Ia simpan di balik bantal tidurnya.
Rena, Brian dan Erwin yang tinggal bersama membangun kebahagiaan mereka sendiri hingga suatu pagi berita tak mengenakan menghampiri mereka.
__ADS_1
" Rena, nenek meninggal " seru Erwin dengan nada sedih kepada Rena yang sedang mengganti pakaian untuk Brian putranya.
" Apa Pa? " seru Rena tak percaya dan mulai mengurai air mata dengan bayangan tentang neneknya yang hadir dengan begitu nyata.
Erwin, Rena dan Brian memutuskan untuk langsung kembali ke Indonesia karena pemakamannya menunggu kehadiran Erwin dan Rena atas permintaan Erwin yang ingin melihat Ibu kandungnya untuk terakhir kali.
Setelah menempuh perjalanan sangat jauh dan lama, Erwin dan Rena tiba dirumah neneknya di Jogja. Air mata yang tak mampu mereka bendung mengiringi langkah mereka melihat tubuh kaku orang tua yang telah menemani hidup mereka selama ini.
Dedrick, Tyo, Teddy dan Siska yang mendengar kabar meninggalnya Ibu Erwin langsung bergegas ke Jogja menggunakan pesawat tanpa adanya Dimas dan Aulia yang akan menyusul mereka karena Dimas masih berada di luar kota.
Sampai nya di rumah Ibu Erwin yang sudah Dedrick anggap sebagai Ibunya sendiri, Rena menyapa keluarga mantan suaminya dengan sopan juga memperkenalkan Brian ke mereka yang membuat mereka bahagia bisa bertemu dengan anak Dimas.
" Mbak, gimana kabarnya? kenapa mbak engga pernah hubungi aku? " tanya Siska memeluk Rena dengan mata sembab usai menangisi kepergian neneknya.
__ADS_1
" Maaf Sis, Aku terlalu sibuk merawat Brian dan bisnis Mama" jelas Rena pada Siska.
Erwin yang tak ingin memiliki dendam dengan keluarga Dimas dan menerima mereka dengan hangat karena masalahnya hanya dengan Natalie dan Dimas. Teddy dan Tyo bermain bersama Brian yang mereka anggap seperti duplikat dari Dimas karena kemiripan mereka.