Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
BAB 69


__ADS_3

" Mas, geli " pekik Rena pelan yang membuat suaminya tersenyum dengan tatapan tertuju pada Rena.


" Kamu mau di sini? " goda Dimas dengan jari jari yang membelai punggung mulus Rena.


" Dasar kamu mas siang siang udah mesum " seru Rena bangkit dari pangkuan Dimas dan merapikan kaos nya.


" Kan sama dokter udah boleh sayang " tambah Dimas menggoda karena wajah Rena yang memerah.


" Ya engga di sini juga mas, kan kita bisa di rumah nanti " sahut Rena polos ke arah Dimas yang mulai tersenyum.


Dimas yang selalu menyukai ekspresi malu malu Rena tak pernah absen untuk menggoda istri nya yang semakin menarik dengan ekspresi wajah malu dan muka yang memerah. Dimas mulai beranjak dari duduk nya memeluk tubuh Rena daru belakang karena Rena yang memunggungi Dimas untuk menyembunyikan wajah merah padam nya. Tangan Dimas yang mulai nakal menggoda, menyusuri setiap bagian depan tubuh Rena dari belakang dan membalikkan tubuh Rena menghadap ke arahnya. Ia mencium kilas bibir Rena berulang dengan tangan nya yang memegang lembut kedua pinggang istri nya.


" Mas, udah " pinta Rena merasa tak nyaman dengan tingkah Dimas.

__ADS_1


" Aku mau kamu " goda Dimas lalu melingkarkan kedua lengan Rena di tengkuk nya mulai menikmati bibir sexi di hadapannya dengan langkah mendorong pelan tubuh Rena ke arah sofa panjang hingga tubuh Rena merebah di sana dengan Dimas yang ada di atas tanpa melepaskan sedikit pun bibir mereka.


tok.. tok.. tok..


terdengar ketukan pintu dari balik pintu ruangan Dimas yang membuat Dimas menghentikan aksinya lalu menurunkan kaos Rena serta membantu istri nya duduk.


" Selamat " gumam Rena lega dalam hati.


" Masuk " teriak Dimas tanpa beranjak dari duduk nya.


" Kenapa lama? " tegas Dimas dingin.


" Maaf pak karena penjual nya jauh dari kantor jadi saya harus ke sana dulu " jelas Ana yang memang sengaja menaiki motor milik OB hanya untuk membeli rujak.

__ADS_1


" Oke terimakasih, kamu bisa pergi " sahut Dimas masih dengan nada dingin.


" Baik pak, permisi " jawab Ana dan pergi meninggalkan ruangan Dimas.


Telapak tangan Rena yang sigap menutup mata suami nya agar tak melihat tubuh belakang Ana yang berjalan layaknya model di catwalk dengan rok ketat serta sepatu high hells yang menunjang tubuh tinggi nya.


" Engga boleh lihat " seru Rena berbisik dengan telapak tangan yang masih menutupi kedua mata Dimas yang tersenyum hingga Ana kembali menutup pintu.


" Sekalian aja kalau kerja di kasih penutup mata biar engga bisa lihat apa apa sayang " goda Dimas tersenyum dengan tingkah lucu Rena ketika cemburu.


" Ya kalau kamu kerja aku ikut aja mas " celetuk Rena asal yang malah membuat suami nya senang.


" Beneran ya, awas kalau engga " jawab Dimas tersenyum.

__ADS_1


Rena mulai beranjak untuk mencuci tangan di wastafel yang tersedia di kamar mandi ruangan kerja Dimas tanpa menjawab perkataan suaminya lebih dulu. Lalu ia mulai membuka bungkusan rujak di atas meja karena memang sangat ingin memakan cepat rujak tersebut dalam kondisi hati yang merasa cemburu tak menentu semenjak melihat sekretaris cantik Dimas. Rena menuangkan bumbu ke atas buah yang sudah tersusun rapih dalam bungkus foam dan memulai memakannya satu persatu dengan menyuapi Dimas yang juga mulai suka rasa rujak buah ketika pertama kali ia mencicipi saat Rena dan Siska memakan makanan tersebut bersama.


__ADS_2