
STOP PLAGIAT, HARGAI KERJA KERAS SAYA JUGA KELUARGA SAYA SELAKU PEMILIK KISAH.
" Mas " sapa Rena yang mulai menapaki anak tangga yang terdapat di teras dan menghampiri Dimas meminum teh hangat miliknya lalu mencium tangan Dimas ketika ia mulai meletakkan cangkir ditangannya.
" Di antar siapa " tanya Dimas dingin tanpa menatap wajah Rena.
" Mas Anton mas, karyawan di tempat aku magang " jawa Rena dengan tersenyum meski tak tampak oleh Dimas yang memilih memainkan ponsel.
" Ooo" balas Dimas dingin dan singkat lalu beranjak meninggalkan Rena di teras dengan menahan amarah nya menuju ke arah kamarnya.
Merasa jika suami nya bersikap aneh dari pagi Rena pun memtuskan untuk mengikuti Dimas ke kamar dan menanyakan apa yang terjadi hingga Suami yang selalu manja setiap hari berubah kembali dingin terhadap nya.
Dimas yang sudah berada di kamr dan menutup pintu memilih duduk di tepi ranjang yang langsung di hampiri Rena dengan berjongkok di hadapan Dimas lalu meraih lembut tangan suami di hadapannya.
__ADS_1
" Mas, kamu kenapa sih dari pagi kaya gini ke aku ? tolong jangan kaya gini mas " seru Rena lembut dengan tangan kiri yang membelai pipi kiri Dimas halus. Namun Dimas malah mengalihkan pandangannya saat tangan Rena menyentuh pipi nya.
" Mas, kalau memang aku ada salah kamu tegur aku biar aku tahu dimana slah aku dan memperbaiki kesahanku " seru Rena yang terkejut dengan sikap Dimas
" Rena, aku harus pergi sekarang, kita bicara lain kali " tegas Dimas dingin dan beranjak dari duduknya menuju ke kamar mandi yang dengan cepat Rena langsung memeluk punggung tegap suami yang ia cintai.
" Maaf mas, kalau memang aku lakukan keslahan aku minta maafin aku mas. Tapi tong jangan berubah dingin seperti ini mas " pinta Rena yang mulai menangis
Seakan tak peduli dengan apapun yang coba Rena katakan dan lakukan, Dengan cepat Dimas melpas pelukan Rena melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap kerumah meski sebenarnya ia tak memiliki urusan ataupun pekerjaan di luar dan hanya ingin menenangkan diri saja karena merasa pengap berada di rumah.
Rena mulai beranjak duduk di tepi ranjang untuk menunggu Dimas selesai mandi dengan rasa sakit di hatinya membuat ia tak mampu menghentikan air mata yang dengan sendirinya terus mengalir di wajah cantiknya.
Begitu selesai mandi, Dimas yang membuka pintu mendapati Rena duduk tertunduk di tepi ranjang lalu menegurnya " Kenapa nangis " tanya Dimas sembari menggosok rambutnya yang basah dengan handuk di lehernya.
__ADS_1
" Engga mas, aku cuma merasa sedih melihat sikap mas ke aku hari in " seru Rena diiringi isakan tangis nya.
" Kamu engga sadar Ren ? kamu yang udah buat aku kaya gini " jawab Dimas sedikit teriak dan mengejutkan Rena.
" Tadi pagi kamu langsung tinggalin aku,sekarang kamupulang di antar cowok lain dan beraninya kamu malah tersenyum ke dia!! Aku suami kamu Rena wajar aku cemburu, wajar aku marah lihat istri aku senyum ke pria lain, boncengan dekat dekat dengan pria lain !! Apa pantas kamu sebagi seorang ibu, seorang istri melakukan hal itu? " emosi Dimas mulai naik karena Rena yang ternyata masih belum menyadari perilakunya yang membuat Dimas marah.
" Mas, aku tadi engga mau ninggalin kamu tapi Auliajak aku ke kamar buat bantu dia siap siap ke sekolah, Aku bisa jelaskan kenapa mas Anton antar aku, itu karena aku engga bisa dapat kendaraan umum lama makanya dia antar aku pulang meski aku udah nolak mas. Tapi karena memang aku engga dapat juga aku takut kemalaman maka nya aku mau. Itupun aku engga pegang pegang atau dekat sama dia " jelas Rena yang memang menjaga jarak duduknya dengan Anton selama perjalanan memilih berpegangan pada besi belakang jok motor.
" Kamu bisa telfon aku, bisa telfon pak Adi untuk di jemput !! semua cuma alasan kamu karena kamu juga menginginkan untuk pulang sama dia !! " seru Dimas yang makin emosi dan menunjuk nunjuk wajag Rena
" Aku lihat tadi pagi kamu capek mas, makanya kamu bentak aku pas aku coba bangunin kamu " jelas Rena
" Cukup Rena, kamu bebas sekarang mau dengan siapa pun ! " tegas Dimas meninggalkan Rena sendiri dan beralih ke ruang ganti kamr nya untuk bersiap pergi
__ADS_1
Tubuh Rena seketika lemas dengan ucapan Dimas dan tersungkur di lantai menyaksikan suami yang kemarin kemarin masih sangat hangat padanya dan membalas perasaan nya pergi begitu saja. Hati Rdna sangat hancur dengan perkataan Dimas. Pernikahan yang semula berubah hangat kini kembali pada titik awal lagi dimana Dimas yang dingin harus kembali ia hadapi. Ia tidak tahu jika apa yang ia lakukan hari ini bisa merubah Dimas dengan begitu cepat.