
" Mami , Auli mau lagi " seru Aulia ketika bakso dalam mangkuk nya telah habis dan membuat Rena, Erwin dan Siska tersenyum melihat Aulia yang masih menginginkan bakso setelah ia menghabiskan satu mangkuk.
" Sayang, nanti kamu kekenyangan kan masih harus temenin papi main piano nanti " sahut Rena menatap ke arah putri nya.
" Tapi aku masih mau mami " rengek Aulia manja yang tak bisa di tolak oleh Rena.
" Yaudah setengah aja ya sayang, nanti kamu kekenyangan terus ngantuk " sahut Rena tak bisa menolak keinginan putri manja nya yang langsung melebarkan senyum dengan mata berbinar senang saat diijinkan untuk menambah lagi bakso nya.
" Auli ini sama kaya kamu Ren, engga bisa kalau makan bakso cuma sekali aja " seru Erwin tersenyum melihat Aulia seakan melihat Rena kecil yang jika dilarang menambah bakso selalu merengek sambil memelas hingga membuat orang yang melihatnya tak kuasa menolak.
" Iya dong pa kan anak aku jadi ya mirip aku, iya gak sayang ?" sahut Rena tak ingin menganggap Aulia seperti anak tiri sambil menarik gemas hidung putrinya yang tersenyum.
Rena keluar bersama Aulia untuk mengambilkan putri nya bakso lagi dengan tatapan Erwin dan Siska ke arah keduanya yang terlihat begitu akrab dan saling menyayangi. Erwin yang merasakan bahagia dari ia pertama melihat Rena yang sangat di cintai suami nya dan semakin membuatnya bahagia lagi ketika Aulia menganggap Rena seperti seorang Ibu kandung. Usai mengambilkan makan untuk putri nya, Rena kembali lagi menghampiri Erwin dan Siska untuk menunggu Aulia makan sembari menunggu waktu untuk mereka bersiap.
Pukul 06.00 Rena dan Siska sudah mulai bersiap dengan bantuan oleh dua orang yang memoles wajah mereka dengan make up dan mengganti pakaian mereka. Sementara Aulia di bantu oleh seorang asisten Siska untuk bersiap dengan gaun nya di ruang ganti.
Di hotel Dimas dan Tyo menyambut kakek, papa dan mama nya yang baru tiba dengan mengenakan setelan jas yang di bawa Dimas dari butik Siska.
" Baguslah kamu engga ajak wanita murahan itu kesini, atau kalau engga akan buat malu keluarga " seru Natalie begitu tiba tak mendapati Rena disana membuat lainnya menghela nafas panjang dan saling tatap.
__ADS_1
" Dimas engga mau debat sama mama hari ini " sahut Dimas tak ingin menghancurkan mood nya.
Sementaran di butik semua yang masih saja bersiap siap dengan sedikit lebih cepat karena waktu yang terus berjalan, belum lagi Aulia yang harus membuka acara bersama Dimas dan tak ingin terlambat hingga membuat Dimas marah.
" Cucu kakek cantik banget " seru Erwin yang sudah bersiap dengan jas hitam nya dan menyusul Aulia ke ruang ganti.
" Iya dong kek, aku kaya princess " seru Aulia tersenyum sambil melebarkan rok nya memutar membuat Erwin gemas dan menggendong cucu nya tersebut mengajak nya menunggu Siska dan Rena untuk bersiap. Dengan duduk di ruang tunggu butik, asisten Siska masih saja mengikat rambut Aulia agar semakin terlihat sangat anggun malam ini. Sementara Erwin yang sedang menerima telfon dari Teddy meminta mereka segera datang karena sudah di tunggu oleh beberapa rekan bisnis yang mengetahui kehadiran Erwin melalui cerita Teddy.
Tepat pukul tujuh kurang seperempat, Rena dan Siska yang sudah bersiap dengan riasan cantik dan gaun indah mereka yang sudah di desain oleh Siska dan diberikan sedikit perubahan oleh tangan terampil Erwin dari tadi pagi. Mereka bergegas untuk menuju hotel dengan supir yang membawa mereka karena Aulia yang akan segera tampil bersama Dimas.
Sampai nya di hotel, mereka dengan perlahan dan terlihat begitu anggun menuju ke ruang pesta dengan di antar oleh pegawai Dimas yang sengaja di utus untuk menunggu mereka di lobi. Dimas dan Tyo yang sedang berbicara dengan rekan bisnis mereka merasa takjub dengan kehadiran istri mereka yang terlihat begitu cantik dan tak seperti biasanya. Dimas dan Tyo berjalan menghampiri istri mereka masing masing lalu memuji mereka. Tyo mengajak Siska untuk menemui salah satu teman Tyo yang datang untuk memperkenalkan istri nya, sementara Dimas masih saja terpaku menatap Rena dengan make up nude dan gaun tanpa lengan berwarna coklat nude serta hiasan payet bernuansa blink di bagian atas berbentuk u menutupi seluruh dada Rena.
" Ini gaun kenapa banyak lubang nya sih " gerutu Dimas ketika memeluk istrinya mendapati punggung Rena yang terbuka dengan jelas hingga pinggang atas menampilkan seluruh punggung mulus dan putih Rena karena gaun yang berbentuk v di bagian punggung.
" Kenapa mas ?" tanya Rena ketika Dimas berputar kebelang tubuh istrinya menutupi punggung Rena dengan tubuh nya agar tak terlihat oleh lain nya.
" Aku engga suka kamu pakai kaya gini dilihatin banyak orang, kalau ada yang suka sama kamu giman ? lagian siapa yang suruh kamu pakai make up sama gaun kaya gini sih " gerutu Dimas yang mengetahui semua tatapan orang di ruangan tersebut memperhatikan cantik nya wajah Rena yang terbalut gaun panjang dengan nuansa nude tersebut.
" Terus kamu mau kaya gini terus mas ? " sahut Rena tersenyum melihat tingkah lucu suaminya.
__ADS_1
" Kamu kan harus main piano sama Auli mas, tuh Auli udah nunggu kamu sama papa " tambah Rena karena terpisah dengan Erwin saat Aulia langsung mengjaka kakeknya berjalan ke arah piano tanpa mau ikut menyapa tamu yang membuta pipi nya harus selalu di cubit seperti tahun tahun sebelum nya.
" Terus aku tinggalin kamu di sini gitu biarin kamu di dekati sama cowok lain ?" jengah Dimas masih berada di balik tubuh Rena.
" Mas, engga ada yang berani dekati aku kok orang suami aku galak kaya gini ' goda Rena tersenyum.
Dimas yang masih dengan wajah jengah nya membimbing rena untuk mendekat ke arah piano sambil terus berjalan di balik punggung Rena meminta istri nya yang terlihat begitu cantik, elegan dan sexi menemani diri nya dan Aulia bermain piano. Dimas sengaja meminta seseorang untuk mengambilkan kursi untuk Rena dengan sandaran punggung agar mampu menutupi punggung istri nya sambil menemani nya bersiap di balik tutus piano bersama Aulia.
" Ini yang buat baju kalian harus aku marahin habis ini " geram Dimas yang melihat Aulia memakai gaun dengan desain sama dengan Rena membuat Rena dan Aulia tersenyum dengan saling tatap melihat Dimas yang terus menggerutu.
" Papi, kita ini princess " seru Rena dan Aulia bersamaan sambil mengangkat tangan mereka memegang kedua sisi wajah mereka memasang wajah sok imut semakin membuat Dimas jengah.
" Princes apa an " gumam Dimas pelan memperhatikan punggung Aulia yang juga terbuka dengan menarik tubuh gemuk putri nya pelan ke arah depan.
Dimas yang masih menggeleng gelengkan kepala melihat gaun anak dan istri nya tak sama seperti apa yang ia tunjuk ketika memesan dari Siska dulu membuat nya jengah dan ingin segera menemui Siska tanpa ia tahu jika Erwin lah yang telah merombak gaun anak dan istri nya.
__ADS_1