
STOP PLAGIAT!
Malam hari sekitar pukul 21.30, Tyo yang hampir selalu terjaga karena menunggu istrinya merasakan tanda tanda melahirkan, memilih untuk tidur sejenak karena memang tak melihat tanda tanda apapun dari Siska. Dalam kamar yang hanya tinggal Dia seorang, seolah tengah meminum obat tidur Tyo pun langsung terlelap begitu saja. Bahkan suara berisik dari Teddy juga Rendra menikmati acara bola di TV pun tak sedikitpun mengusik telinga laki laki yang sudah memasuki alam mimpi tersebut.
Siska lebih memilih tidur bersama Alena dan Natalie, karena tak ingin mengganggu suami yang tengah lelap dalam wajah lelah. Malam mereka lalui bertiga dalam sebuah kamar yang biasa ditempati Natalie, sebuah pembicaraan tentang proses melahirkan dan mengasuh bayi mereka bicarakan hingga calon Ibu muda tersebut terlelap dengan sendirinya.
Sekitar setengah 12 malam, rasa mulas dan perut terasa mengeras hingga membuat tak nyaman, membangunkan perempuan yang tidur di antara mertua dan mamanya itu. Walaupun akhir akhir ini sudah sedikt merasakan hal yang sama, namun kali ini rasa itu tak kunjung hilang dan semakin menjadi. Perlahan Siska membangunkan Alena dengan suara lirih menggoyangkan tubuh wanita dengan balutan baju tidur satin salem tersebut.
" Ma, bangun sepertinya Aku mau melahirkan " lirih Siska menahan mulas teramat pada perutnya, terus mencoba mengatur napas sendiri.
Segera Natalie terbangun, karena kala itu mertuanya lah yang tengah tidur menghadap Siska. Merasakan Siska terus bergerak, Natalie yang selalu tidur dalam suasana nyaman, langsung membuka mata dan membantu menantunya perlahan bangkit sambil berteriak memanggil suaminya yang masih menikmati acara bola.
Seketika Alena terperanjat dari tempat tidur beriringan dengan Teddy dan Renda masuk ke dalam kamar mendengar teriakan keras dari wanita yang kini sudah memegang menantunya bersama Alena. Tanpa lagi mengganti pakaian, semua bergegas membawa Siska ke rumah sakit dan melupakan keberadaan Tyo yang masih terlelap di kamar tidur sendirian.
Kendaraan dipercepat Teddy agar segera bisa sampai rumah sakit, dengan ponsel sudah terhubung pada Dokter kandungan rumah sakit milik Dedrick. Mendengar jika cucu menantu dari pemilik rumah sakit tempatnya bekerja akan melahirkan, Dokter wanita yang tengah beristirahat di kediamannya itu langsung bergegas menuju rumah sakit dengan lebih dulu menghubungi pihak rumah sakit agar menyiapkan ruang persalinan.
" Ma, sakit " rintih Siska terus mencoba mengatur napas selama perjalanan.
" Sabar nak, sebentar lagi Kita sampai ya " seru Alena mencoba menenangkan Siska bersama dengan Natalie.
__ADS_1
" Tyo mana Pa ?! " teringat Natalie tiba tiba ketika ingin meminta putranya untuk mengusap perut anaknya dan mengajak berbicara.
" Lagi tidur Ma " singkat Teddy santai sambil terus mengemudi, langsung saling tatap dengan Rendra ketika menyadari ucapannya sendiri.
" Ketinggalan!" seru kedua pria yang melupakan untuk membangunkan Tyo karena saking gugupnya.
" Papa..." balas kedua wanita masih sama sama mengenakan pakaian tidur itu bersamaan.
Tanpa ingin memikirkan lagi Tyo yang tertinggal di rumah dalam lelap, mobil yang dikendarai Teddy akhirnya sampai di depan rumah sakit, dan sudah ada empat orang perawat menunggu bersiap menolong Siska bersama satu orang Dokter yang sama sama menangani kandungan Siska dan Rena saat ini.
Begitu sudah memasuki ruang bersalin dengan didampingi oleh Natalie dan Alena, Teddy mencoba menghubungi Tyo berulang kali. Namun laki laki teramat lelah dan mengantuk itu tak sekalipun menjawab panggilan atau pesan dari Teddy juga mertuanya.
" Mas, ada telpon " seru Rena terbangun lebih dulu karena suara dering ponsel suaminya di atas meja.
Masih memejamkan mata karena baru pukul 02.00 dini hari, Dimas mencoba meraih ponsel di atas meja samping dirinya tidur, sembari menggerutu karena adanya panggilan masuk di kala waktu dirinya terlelap.
" Hm.." jawab Dimas tanpa melihat siapa yang menghubungi karena mata masih terpejam.
" Dimas bangun, Siska mau melahirkan " seru Teddy langsung membuat Dimas terperanjat dari tidur, mengejutkan istrinya.
__ADS_1
" Laki laki apa perempuan Pa ?" tanya Dimas sudah duduk di atas tempat tidurĀ dengan Rena masih memiringkan tubuh mengamati suaminya penuh tanya.
" Belum Dim, masih mau. Sekarang Kamu ke rumah Adik Kamu, Dia ketinggalan di rumah " jelas Teddy mengejutkan Dimas.
" Apa?! " teriak terkejut Dimas makin membuat istrinya mengembangkan tanya dalam kebingungan.
" Udah Dimas berangkat sekarang ! " tambah Dimas langsung turun dan bergegas meraih kaos di ruang ganti, karena memang selalu terbiasa tidur tanpa menutup dada.
Melihat suaminya tengah buru buru usai menerima telpon, Rena mencoba bangun dari tempat tidur perlahan dan menghampiri suaminya penuh wajah tanya akan apa yang telah terjadi hingga mmebuat suaminya begitu terlihat bingung dan bergerak cepat.
" Mas, kenapa ? ada masalah apa? " tanya Rena mengikat rambut di belakang dan berjalan menyusul suami yang tengah mengenakan kaos.
" Siska mau lahiran, tapi Tyo ketinggalan di rumah sayang ini Aku mau ke rumah Tyo antar Dia ke rumah sakit. Kamu dirumah aja ya, nanti Aku jemput sama anak anak Kita ke rumah sakit " jelas Dimas panjang lebar sambil berjalan ke kamar mandi menyegarkan wajahnya lebih dulu.
" Jangan buru buru bahaya mas, ini udah pagi loh " ucap Rena mengingatkan suaminya.
" Iya sayang, Aku berangkat dulu. Love you " singkat Dimas sudah terlihat segar walau hanya mencuci muka dan mencium lembut kening serta bibir istrinya.
Secepat mungkin Dimas berlari menuruni anak tangga meninggalkan istri yang sudah Ia minta agar tak mengantar dan meminta untuk istrinya kembali tidur lagi, dengan janji akan segera menghubungi begitu sampai rumah Tyo melalui pesan saja ahgar istrinya tak lagi terganggu. Tanpa mau mengusik tidur asisten juga supir rumahnya, Dimas membuka sendiri pintu dan pagar rumah lalu segera melaju ke rumah Adiknya usai menutup kembali pagar dengan gembok. Selama perjalanan tanpa henti seorang Kakak tersebut mengomel sendiri karena bisa bisanya Adiknya tertinggal di rumah pada saat paling penting dalam hidup rumah tangganya.
__ADS_1