
STOP PLAGIAT
Setiap hari kedua insan yang saling merindukan itu hanya bisa terhubung melalui sambungan telpon ataupun video yang jarang mereka lakukan karena kesibukan perbedaan waktu yang jauh hingga susah untuk menemukan waktu yang pas karena Dimas juga harus mengurus urusan rumah sakit Natalie yang terkadang ikut bersama Teddy ke perusahaan untuk sekedar melihat lihat juga membantu beberapa pekerjaan Papanya. Hampir dua minggu Dimas di Belanda yang rencananya hanya satu minggu saja karena sekalian menunggu Natalie pulang karena dokter sudah mengijinkannya melihat kondisi Natalie yang sudah membaik dan pulih dengan cepat.
Erwin sudah lebih dulu kembali karena urusan pekerjaan sudah sangat menumpuk dan membutuhkan dirinya untuk mengurus semua pekerjaan. Sementara Tyo sibuk mengurus Siska yang menunjukkan tanda tanda kehamilan dengan seringnya Ia merasa mual juga pusing hingga memaksanya untuk beristirahat di rumah Dedrick. Siska belum mau untuk pergi ke Dokter karena merasa belum yakin jika dirinya tengah hamil dan takut kecewa.
...
Pukul 10 pagi Rena mengajak Brian turun untuk mencari Pak Adi karena stok susu putranya sudah habis dan tak ingin keluar sendiri karena Dimas sudah memperingatkan agar tak mengemudi sendirian, meski motor miliknya masih ada Ia tetap tak ingin keluar tanpa ijin dari suaminya meski hanya untuk ke supermarket membeli susu untuk Brian.
" Bi, Pak Adi kemana ya? Aku mau minta tolong buat beli susunya Brian " seru Rena
" Pak Adi kayanya keluar tadi pagi pagi Bu ke kantor Bapak" sahut Bi Lastri yang membantu Bi Ijah membersihkan dapur.
" Apa mau Bibi belikan saja Bu biar Bibi naik ojek " tambah Bi Lastri.
" Engga usah Bi, nanti aja tunggu Pak Adi. Ini juga masih ada buat hari ini kok " sahut Rena tersenyum.
Rena membawa Brian bermain di taman sembari Ia menggambar beberapa desain di bukunya atas permintaan Erwin agar Ia membuat desain dari gabungan desain yang dikirimkan Papanya melalui email. Saking seriusnya mengerjakan membuat Rena lupa waktu dan sudah saatnya Brian makan siang yang di bawakan oleh Bi Lastri ke taman. Perempuan yang mengenakan kaos serta celana kulot sampai lutut tersebut menghentikan pekerjaannya dan menyuapi Brian yang tak ingin berhenti bermain di atas rumput bersama kelinci yang di berikan oleh Dedrick.
__ADS_1
" Bi, tolong hubungi Pak Adi ya takutnya lupa jemput Aulia nanti " pinta Rena pada Bi Lastri yang masih berada di taman.
" Iya Bu " sahut Bi Lastri kemudian pergi meninggalkan majikannya untuk segera menghubungi Pak Adi karena sudah hampir waktunya Aulia pulang sekolah.
Rena masih dengan sabar menyuapi Brian yang menggendong kelinci dan berjalan kesana kemari hingga membuat Rena harus mengikuti setiap langkah Brian.
" Sayang, kalau makan duduk dong " seru Rena karena putranya tak ingin duduk dan terus berjalan menggendong kelinci tanpa sedikitpun merasa takut.
Bocah kecil yang selalu tertawa ketika Rena mulai berbicara banyak tersebut terus asik bermain hingga makanannya habis tanpa sisa. Rena memang tak akan pernah mengijinkan kedua anaknya menyisakan makan dan membuang buang makanan hingga tubuh kedua anaknya bertambah banyak karena Rena terus membuatkan mereka camilan sehat juga makan dengan teratur setiap hari yang membuat Aulia sedikit protes saat bajunya tak muat untuk Ia pakai.
" Sayang tunggu sini ya, Mami taruh piring dulu " ucap Rena pada anaknya.
" Udah pulang? ganti baju dulu ya habis itu makan " ucap Rena melihat Aulia masuk dengan tasnya yang berat.
" Iya Mami " sahut Aulia beranjak ke kamar bersama Bi Lastri.
Setelah membersihkan piring dan menyiapkan makan putrinya, Rena bergegas keluar untuk menemui Pak Adi memintanya untuk makan siang juga. Kakinya kembali melangkah ke taman untuk menemui Brian yang Ia tinggalkan cukup lama. Matanya membulat ketika melihat seseorang mengenakan kaos putih dan topi hitam duduk berjongkok bersama Brian, langkah kaki yang Ia percepat untuk menghampiri lelaki yang di peluk oleh putranya tersebut.
" Mami " seru Brian melihat hadirnya Rena yang berjalan ke arahnya membuat lelaki tersebut menoleh ke belakang dan melihat seorang wanita dengan rambut tergulung ke atas berjalan ke arahnya.
__ADS_1
" Mas Dimas? " seru Rena terkejut melihat suaminya berdiri di dekat putranya.
Perempuan dengan binar mata bahagia tersebut berlari menghampiri lelaki yang tersenyum ke arahnya. Rena langsung memeluk suaminya dengan erat melingkarkan tangan pada tengkuk Dimas hingga tubuhnya terangkat ketika suaminya mengeratkan pelukan di pinggangnya. Pelukan begitu erat penuh kerinduan di luapkan oleh Rena juga Dimas dengan adanya Pak Adi tersenyum melihat keduanya. Dimas sengaja tak mengabari Rena jika akan pulang karena sama sekali tak bisa menghubungi istrinya selama dua hari sebelum Ia memutuskan untuk kembali pulang.
" Aku kangen banget sama Kamu mas " seru Rena dengan begitu bahagia bisa melihat dan merasakan kembali suaminya seperti saat ini.
" Aku juga sayang " Sahut Dimas menurunkan tubuh Istrinya lalu mencium lembut dan lama kening Rena diiringi senyum Brian melihat kedua orangtuanya.
Aulia yang juga terkejut melihat Dimas menjemputnya ke sekolah bersama Pak Adi diminta Papinya agar tak memberitahu Maminya jika dirinya sudah kembali agar bisa memberikan kejutan bagi istrinya. Aulia menuruti keinginan Dimas dengan masuk rumah sendirian sementara Dimas yang melihat Brian sedang di taman langsung menghampiri putranya tersebut. Kehadiran Dimas kembali membahagiakan semua orang yanga ada di rumah tak terkecuali asisten rumah tangga mereka yang kembali bisa melihat kebahagiaan keluarga kecil itu kembali bersama dan tertawa menghiasi rumah seperti sebelum Dimas pergi.
Rena dan Dimas duduk di ayunan taman dengan Dimas yang melingkarkan tangan pada pinggang istri yang merebahkan kepala di pundak suaminya bersama Brian juga Aulia yang sudah menyusul ke taman tanpa makan siang lebih dulu.
" Masuk yuk mas Aku siapin makan sekalian ajak Auli buat makan " pinta Rena karena cuaca di luar sangat panas juga waktunya untuk anak anak nya tidur siang setelah makan.
" Iya sayang, Aku mandi dulu ya lengket " sahut Dimas tersenyum.
" Iya mas " jawab Rena tersenyum lalu mencium pipi suaminya sebelum beranjak membuat Dimas begitu bahagia.
Rena mengajak Aulia bersama untuk masuk ke dalam rumah di susul dengan Dimas menggendong Brian dan melepas topi yang langsung Ia kenakan pada putranya tersebut. Bi Lastri juga Bi Ijah menyapa Dimas begitu lelaki tersebut memasuki rumah dan membalas mereka dengan senyuman tulus yang terlihat begitu tampan terukir di wajahnya. Dimas mengajak Brian untuk mandi bersama atas permintaan Rena karena putranya sudah sangat bau matahari dan berkeringat, sementara Rena bersama Aulia menyiapkan makan untuk Papinya sembari menunggu mereka selesai mandi agar bisa makan bersama.
__ADS_1