
STOP PLAGIAT
Terdengar suara ketukan pintu dari luar ketika Dimas tengah mengganti pakaian untuk Aulia.
" Auli Kamu lanjutin dulu pakai bajunya, papi buka pintu sebentar " ucap Dimas dan melangkah meninggalkan Aulia untuk membuka pintu.
" Papa? kenapa Pa? " tanya Dimas mendapati mertuanya berdiri di depan pintu kamar.
" Kamu bisa ikut papa sebentar gak? papa ada barang yang harus di ambil di kantor desa sekarang " ucap Erwin.
" Sekarang Pa? Dimas mandi dulu ya " sahut Dimas yang ingin memulai acara mandinya bersama Rena.
" Engga usah gitu aja soalnya sudah di tunggu kepala Desa di sana, cuma sebentar kok " seru Erwin.
" Iya pa, sebentar lagi Aku susul ke depan. Aku pamit Rena dulu Dia lagi mandiin Brian " ucap Dimas dan di angguki oleh Erwin yang langsung meninggalkan kamar Rena.
Dimas berjalan dengan lesu menuju kamar mandi untuk mengatakan pada Rena tentang ajakan Erwin.
" Sayang, Kamu mandi aja Aku di ajak papa ke kantor Desa " ucap Dimas lesu.
" Kenapa engga daritadi sih mas, Brian udah selesai mandi. Ya udah Aku minta tolong gantiin baju Brian ya, Aku mandi dulu " sahut Rena yang sedang mengeringkan tubuh putranya dengan handuk.
" Ah papa ganggu aja sih " gumam Dimas yang di lempar senyum oleh Rena.
" Nanti aja ya mas, sekarang Kamu ganti baju Brian dulu Aku udah kedinginan ini " tambah Rena yang masih tersenyum menatap wajah memelas suaminya.
Dimas meraih tubuh Brian yang sudah memakai handuk dan menggendongnya ke atas tempat tidur untuk mulai mengganti pakaian anaknya yang sudah Ia siapkan ketika mengambil baju Aulia di dalam tas.
Brian yang terus lari larian di atas tempat tidur membuat Dimas kuwalahan dengan keaktifan anak keduanya tersebut hingga harus mengejarnya.
" Kamu diam dulu dong Brian, pakai baju dulu " tegur Dimas yang mulai gerah mengejar anak nya yang tak bisa diam dan bercanda dengan Aulia.
" Auli jangan di ajak bercanda Adiknya, nanti mami keluar Adik belum pakai baju ngomel lagi loh " seru Dimas mengarah ke Auli yang malah menggoda Brian hingga Adiknya terus berlarian di atas tempat tidur.
Auli dan Brian yng masih asik dengan tawa canda mereka membuat Dimas benar benar kuwalahan hingga meneteskan beberapa bulir keringat karena mengejar Brian hingga Ia harus mengapit tubuh putranya di pangkuan agar bisa menggantikan pakaian Brian meski Aulia terus menggoda Adiknya hingga Brian tertawa terpingkal dan menggerakkan tubuhnya terus.
Setelah berjasil menggantikan pakaian Brian, Dimas menghela napas panjang. Rena telah menyelesaikan mandinya mulai keluar kamar mandi dengan handuk melingkar di tubuhnya. Lalu mengganti pakaian di kamar yang masih ada suami dan anak anaknya yang tengah bercanda.
__ADS_1
" Sayang sini Aku pakaiin kaya anak anak " seru Dimas lirih menggoda Rena yang menatapnya dari kaca almari sambil terus mengenakan pakaian dalamnya.
" Auli sama Brian bilangin Kakek, Papi mau ganti baju dulu " ucap Dimas pada anak anak nya agar meninggalkan kamar.
" Siap Papi " jawab Auli turun dari tempat tidur bersama Brian yang dibantu oleh Dimas lalu menuntun adiknya untuk keluar kamar meninggalkan orangtua nya.
" Mas ini apa apaan sih masa anak anak di suruh keluar kan kasihan mas " tegur Rena ketika Dimas mulai memeluk tubuhnya manja dari belakang sambil menciumi pundaknya ketika Aulia telah keluar bersama Brian dan menutup pintu kembali.
" Aku besok pulang sayang, engga ketemu Kamu lagi. Aku mau terus gini sama Kamu " seru Dimas terus memeluk tubuh Rena dan menyusupkan tangan di dalam pakaian dalam atas istrinya.
" Katanya di tunggu Papa? nanti malam kan bisa mas " sahut Rena menghentikan acara mengganti pakaiannya karena Dimas yang terus menggelayutinya.
" Manja banget sih suami Aku " seru Rena tersenyum sambil memegang pipi Dimas yang masih menenggelamkan wajah di pundak Rena.
" Mas, nanti Auli masuk lagi, kan pintunya engga di kunci dan papa juga udah tunggu Kamu" tambah Rena ketika suaminya mulai memainkan dadanya.
Dimas mengambil napas panjang karena harus menghentikan manjanya terhadap Rena lalu membantu mengaitkan dalaman yang sempat Ia buka.
" Kenapa sih harus pergi " gumam Dimas lirih dengan wajah lesu meninggalkan Rena memakai pakaian nya di depan almari dengan Dimas yang juga mengganti kaos yang terkena keringat ketika mengganti pakaian Brian.
Rena kembali ke dapur untuk membantu beberapa pekerjaan yang mungki masih ada sementara anak anak nya pergi bersama suami dan juga papa nya.
" Laki Lo pergi lagi? "tanya Sonya yang merapikan beberapa piring di dapur bersama Andin dan Siska sementara para tetangga Rena sudah pulang dan akan kembali lagi nanti.
" Iya ke kantor desa, mana lagi yang Gue kerjain? " tanya Rena melihat ke dapur dan sudah selesai semua.
" Engga ada, bikin rujak yuk ada sisa bahan nih " ucap Andin merindukan rujak buatan Rena ketika masih satu kos dulu.
" Boleh tuh mbak, pasti enak kalau mbak Rena yang bikin " celetuk Siska.
" Oke, ayo Kita bawa ke teras semua biar enak sambil hirup udara sore " ajak Rena lalu mengambil beberapa peralatan untuk membuat rujak buah.
Begitu tiba di depan, Rena mulai menyiapkan bahan bahan untuk Ia jadikan bumbu rujak, sementara Andin, Sonya dan juga Siska mengupas buah bersamaan agar cepat selesai karena air liur mereka sudah mulai keluar membayangkan enaknya rujak buah buatan Rena yang sedikit pedas juga asam manis seperti biasa Rena buat.
Mereka mulai menikmati rujak mereka bersama dalam satu cobek besar yang sudah mereka campur dengan bumbu.
" Enak banget " seru ke empatnya merasakan suapan pertama rujak mereka dengan menggunakan tangan kosong.
__ADS_1
Dedrick dan Tyo yang sudah tiba untuk membantu di rumah Erwin bersama Teddy ikut bergabung bersama keempat perempuan yang asik bercanda dengan menikmati rujak.
" Pedes nak " seru Dedrick yang tak tahan pedas sama seperti Dimas ketika mulai mencoba satu buah yang sudah bercampur bumbu. .
" Aku buatin sendiri ya Kek " sahut Rena dan di angguki oleh Dedrick.
Rena kembali ke dalam mengambil cobek baru dan mulai membuatkan untuk kakek mertuanya agar dapat menikmati bersama rujak buah di teras rumah.
" Pinter banget Kamu " seru Teddy memuji menantunya yang tersenyum.
" Dia ini pintar buat gemuk orang Om " seru Sonya yang selalu menikmati masakan Rena di kost bersama Andin dan teman kost lainnya ketika hari libur.
" Pantesan engga ada mbak Auli jadi kurus banget " celetuk Tyo.
" Tenang aja Dek, nanti mbak buat gemuk lagi Dia " sahut Rena tersenyum bersama dengan lainnya.
Erwin, Dimas dan anak anaknya melihat semua orang berkumpul dengan akrab dan menghampiri mereka.
" Wah Kmu buat rujak? "tanya Erwin lalu mencuci tangan di kran yang ada di depan rumah ikut bergabung menikmati rujak bersama karena Rena membuat dengan porsi banyak menghabiskan sisa bahan yang ada di dapur.
" Kamu engga mau mas? " tanya Rena melihat suaminya yang ikut duduk di lantai bersama Brian, sementara Aulia langsung ikut makan milik Dedrick bersama.
" Suapin ya, Aku pegangi Brian nanti kena kotor tanganku " seru Dimas tersenyum manja ke arah Rena mengembangkan senyum heran lainnya ketika Dimas terlihat begitu manja.
Rena menyuapi satu potong buah untuk Dimas dan membuat suaminya merasa seperti terbakar.
" Pedes sayang " seru Dimas yang langsung di ambilkan air minum yang tersedia di sana dan membantu suaminya minum dengan punggung tangan.
" Maaf mas, Aku lupa ini pedes. Kamu makan sama Auli punya Kakek aja ya engga pedes " seru Rena menyesal ke arah suaminya dan memberikan buah tanpa bumbu sebagai penawar pedas untuk suami yang menggelengkan kepala ke arah Rena.
" Engga bakal mau soalnya engga Kamu suapi Ren " celetuk Teddy dan mengembangkan tawa semua orang.
" Papi manja " tambah Aulia membuat papinya menggelitik perutnya hingga tertawa geli.
" Mas, nanti tersedak " seru Rena menghentikan suaminya yang menggelitik Aulia dengan makanan dimulutnya.
Dimas tak pernah malu untuk menunjukkan sikap manja dan akrabnya bersama keluarga kecilnya di depan semua orang hingga membuat Sonya dan Andin begitu ingin mendapatkan keberuntungan seperti Rena yang memiliki suami begitu hangat dibalik wajah dinginnya.
__ADS_1