
STOP PLAGIAT!
Ketika kata tak mampu lagi meyakinkan istrinya karena mood selalu cepat berubah, Dimas memilih untuk mengajak istri juga kedua anaknya keluar ruangan menuju tempat live musik kafe, dimana semua pemain musik sedang beristirahat sejenak.
Kursi di balik piano cukup untuk menampung kedua orang tua, yang lebih dulu meminta pelayan menyediakan tempat bagi kedua anak mereka di samping. Wajah tampan calon Ayah dari anak ketiga itu, lagi lagi mampu membius mata semua kaum hawa yang ada di dalam kafe.
Rasa kagum mereka tunjukkan lebih besar lagi ketika tuts piano sudah mulai di tekan oleh lelaki yang mencoba menghayati lagu. Sebuah lagu permintaan maaf romantis Ia mainkan dengan sangat apik untuk menyentuk kelembutan hati istrinya.
Suara sedikit serak namun begitu merdu juga seksi ditelinga semua orang, seakan menghanyutkan bagi seluruh orang di dalam kafe tersebut. Lagu * Please forgive me * dari Brian Adams sengaja dipilih Dimas demi meluluhkan istri yang sudah mulai menatapnya kagum.
"Hati istri mana yang engga bakal luluh punya suami kaya Kami mas," batin Rena tersenyum kagum menatap suami yang sesekali menatapnya sambil terus memainkan piano dan menyanyikan lagu.
Mata iri begitu terlihat jelas dari banyaknya kaum hawa yang turut menyaksikan, bagaimana paras tampan itu begitu baik memperlakukan istrinya, bahkan tak segan menunjukkan kebesaran cintanya.
"Maaf sayang, Aku janji engga akan ada kebohongan lagi untuk rumah tangga Kita," lirih Dimas usai menyelesaikan lagunya.
Tatapan penuh cinta serasa mendorong Rena untuk mencium pipi suaminya tanpa lagi perduli dengan riuh nya pengunjung kafe. Aulia menutup mata Brian dengan kedua telapak tangan seraya memejamkan matanya sendiri, begitu melihat kedua orang tuanya saling menunjukkan perasaan.
Pelukan hangat diberikan keduanya untuk saling meluapkan perasaan begitu besar dalan hati mereka, bahkan tak segan untuk saling menikmati bibir dengan begitu tulus. Perasaan kuat di antaranya membuai indah, membuat mereka benar benar merasa hanya ada mereka sana.
Suara tepuk tangan serta seruan kagum pengunjung kafe, menyadarkan keduanya dan saling melepas bibir mereka lalu mengembangkan senyum mengucap kata cinta dengan mata saling menatap.
Dimas mengajak istri juga kedua anaknya kembali ke rumah karena hari sudah malam. Usai berpamitan pada pegawainya, lelaki dengan menggendong Brian di sebelah kiri tubuh, juga melingkarkan tangan kanan pada pinggang istri yang sudah menuntun Aulia itu keluar melewati banyak mata menatap kagum pada mereka.
Seorang pengunjung juga sangat mengagumi keluarga kecil itu mulai bertanya pada pelayang tentang siapa mereka. Jawaban pelayan semakin membuat pengunjung tersebut merasa kagum akan sosok Dimas yang tak hanya tampan dan penuh perhatian juga cinta, namun ternyata memiliki kedudukan begitu tinggi dalam dunia bisnis.
Suara suara bisikan pengunjung kafe masih terdengar untuk mengagumi keluarga kecil yang tampak serasi dan bahagia tersebut, mata para pegawai juga seakan tersihir melihat bos dingin mereka ternyata memiliki sisi lain ketika bersama istri dan kedua anak nya.
"Aku nanti mau punya suami kaya Papi deh kalau udah besar," celoteh Aulia tiba tiba mengembangkan senyum kedua orang tuanya.
"Kecil kecil udah mikir kejauhan. Kenapa? Papi keren kan? baru sadar Kamu?" protes Dimas sembari membanggakan diri sendiri melirik putrinya dari spion tengah.
"Keren sih keren ya Auli, cuma marah marah sama cemburunya suka bikin serem," sahut istri dengan senyum mengembang melirik ke arah suaminya.
"Eh, Mami mau Aku ceritain lagi gak?" goda Aulia kembali langsung mendapat tatapan tajam dari mata yang terlihat dari spion tengah.
"Boleh, apa sayang?" sahut Rena memiringkan tubuh dan menoleh ke belakang.
"Aulia, diam dan makan makanan Kamu," coba Dimas memperingatkan putrinya sambil melotot dari spion tengah, semakin membuat Aulia bersemangat.
"Apa Mami tahu, waktu Mami di Paris nih.." ucap Aulia terpotong mendengar namanya dipanggil begitu keras oleh Papinya.
Aulia yang memang tak ingin mengatakan apapun dan hanya menggoda Papinya itu langsung tertawa terbahak di jok belakang.
"Punya anak cewek satu cerewet nya engga ketulungan, suka banget lihat Papinya di sengsara," gumam lirih Dimas melirik putrinya terpingkal hingga memegangi perut.
"Dua kosong Papi," ucap Aulia disela tawanya, diiringi senyum Maminya sambil menggelengkan kepala.
Sikap Dimas yang selalu mengganggu kebersamaan Aulia dan Rema, membuat Putrinya sangat suka mengerjai Papinya sendiri. Terlebih ketika harus melihat Papinya bertingkah seperti anak kecil demi merayu Maminya, membuat Aulia semakin gencar menggoda lelaki yang masih menggerutu sambil mengemudi itu.
Candaan Papi juga anak perempuannya itu mampu memberikan warna tersendiri bagi Rena, dan mampu memberikan kebahagian berlebih dalam keluarga kecilnya. Apalagi restu serta terbukanya hati Natalie, membuat kehidupan keluarga kecil tersebut terasa sangat lengkap setelah akan hadirnya anggota baru di antara mereka.
***
Ini lagu yang di bawakan Dimas ya.. kalau ada salah ya hempaskan saja, siapa tahu bisa di contoh buat bujuk pasangannya juga. Hahaha
Still feels like our first night together
Masih terasa seperti malam pertama kita bersama
Feels like the first kiss
Terasa seperti ciuman pertama
It's getting better baby
Keadaan makin membaik sayang
No one can better this
Tidak ada yang lebih baik dari ini
Still holding on
Aku masih bertahan
You're still the one
Kamu masih satu-satunya
First time our eyes met
Pertama kali kita saling menatap
Same feeling I get
Sekarang aku rasakan perasaan itu
Only feels much stronger
__ADS_1
Namun sekarang terasa lebih kuat
I wanna love you longer
Aku ingin mencintaimu lebih lama
Do you still turn the fire on?
Masihkah kamu nyalakan bara itu?
So if you're feeling lonely, don't
Maka janganlah kamu merasa kesepian
You're the only one I'll ever want
Kamulah satu-satunya yang aku inginkan
I only want to make it go
Aku hanya ingin mewujudkannya
So if I love you a little more than I should
Maka jika aku mencintaimu lebih dari seharusnya
Please forgive me, I know not what I do
Maafkanlah aku, aku tidak tahu yang aku lakukan
Please forgive me, I can't stop loving you
Maafkanlah aku, aku tidak bisa berhenti mencintaimu
Don't deny me, this pain I'm going through
Jangan tolak aku, luka ini akan terus aku rasakan
Please forgive me, if I need you like I do
Maafkanlah aku, jika aku mau kamu merasa yang aku rasa
Please believe me (Oh believe it), every word I say is true
Maafkanlah aku (percayalah), setiap kata yang aku katakan benar
Please forgive me, I can't stop loving you
Maafkanlah aku, aku tidak bisa berhenti mencintaimu
Masih terasa seperti saat-saat terbaik kita bersama
Feels like the first touch
Terasa seperti sentuhan pertama
Still getting closer baby
Kita semakin dekat kasih
Can't get closer enough
Tidak ada yang lebih dekat lagi
Still holding on
Aku masih bertahan
You're still number one
Kamu tetap yang nomor satu
I remember the smell of your skin
Aku ingat aroma tubuhmu
I remember everything
Aku ingat segalanya
I remember all the moves
Aku ingat gerak gerikmu
I remember you yeah
Aku ingat dirimu
I remember the nights, you know I still do
__ADS_1
Aku ingat malam itu, kamu tahu masih aku ingat
So if you're feeling lonely, don't
Maka janganlah kamu merasa kesepian
You're the only one I'll ever want
Kamulah satu-satunya yang aku inginkan
I only want to make it go
Aku hanya ingin mewujudkannya
So if I love you a little more than I should
Maka jika aku mencintaimu lebih dari seharusnya
Please forgive me, I know not what I do
Maafkanlah aku, aku tidak tahu yang aku lakukan
Please forgive me, I can't stop loving you
Maafkanlah aku, aku tidak bisa berhenti mencintaimu
Don't deny me, this pain I'm going through
Jangan tolak aku, luka ini akan terus aku rasakan
Please forgive me, if I need you like I do
Maafkanlah aku, jika aku mau kamu merasa yang aku rasa
Please believe me (Oh believe it), every word I say is true
Maafkanlah aku (percayalah), setiap kata yang aku katakan benar
Please forgive me, I can't stop loving you
Maafkanlah aku, aku tidak bisa berhenti mencintaimu
One thing I'm sure of
Satu hal yang aku yakini
Is the way we make love
Adalah cara kita bercinta
The one thing I depend on
Satu hal yang aku harapkan
Is for us to stay strong
Adalah agar kita terus bertahan
With every word and every breath I'm praying
Dalam setiap kata dan setiap tarikan nafas aku berdoa
That's why I'm saying
Karena itu aku katakan
Please forgive me, I know not what I do
Maafkanlah aku, aku tidak tahu yang aku lakukan
Please forgive me, I can't stop loving you
Maafkanlah aku, aku tidak bisa berhenti mencintaimu
Don't deny me, this pain I'm going through
Jangan tolak aku, luka ini akan terus aku rasakan
Please forgive me, if I need you like I do
Maafkanlah aku, jika aku mau kamu merasa yang aku rasa
Please believe me (Oh believe it), every word I say is true
Maafkanlah aku (percayalah), setiap kata yang aku katakan benar
Please forgive me, I can't stop loving you
Maafkanlah aku, aku tidak bisa berhenti mencintaimu
__ADS_1