Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
BAB 54


__ADS_3

Bi Ijah yang telah kembali dengan satu nampan yang telah tersusun segelas air putih, susu kehamilan untuk Rena dan 1 piring nasi lengkap dengan lauk juga sayur merasa sedikit canggung mendapati majikannya yang tengah saling peluk di atas ranjang.


" Maaf pak, bibi tidak ketuk pintu dulu" seru bi Ijah yang memang kesusahan jika harus mengetuk karena nampan yang ia bawa.


" Engga apa bi, silahkan masuk " ucap Dimas melepas pelukannya dari tubuh Rena.


Bi Ijah mulai meletakkan nampan yang ia bawa di atas meja kecil sebelah tempat tidur lalu ijin untuk meninggalkan majikan nya.


" Sekarang kamu makan dulu ya, aku suapi " seru Dimas meraih piring berisi makanan setelah ia membantu Rena untuk duduk bersandar dengan tumpukan bantal.


" Mas engga makan? " tanya Rena yang hanya mendapati 1 piring di tangan Dimas.

__ADS_1


" Nanti setelah kamu habiskan ini semua baru aku makan, yang penting kamu dulu" ucap Dimas mulai menyuapi Rena.


" Aku engga mau kamu sampai engga makan lagi" ucap Dimas penuh penekanan yang hanya di angguki oleh Rena karena mulutnya yang masih mengunyah.


Dengan sabar dan penuh perhatian Dimas memasukkan makanan ke mulut Rena hingga habis tanpa sisa karena Dimas memaksa agar makanan tersebut harus habis meski Rena beberapa kali meminta agar Dimas menyudahi suapan nya. Usai habis dengan nasi yang ia makan, Dimas meminta Rena untuk meminum susu kehamilan nya.


" Nanti aja ya mas, perut aku penuh takut nya malah engga bisa nerima lagi " seru Rena yang takut jika nanti malah memuntahkan semua yang telah ia makan.


" Ya udah kalau gitu " jawab Dimas meletakkan kembali segelas susu ke atas nampan yang terdapat tak jauh dari diri nya lalu mengambilkan segelas air putih yang diminum Rena hanya beberapa teguk saja.


Dimas pun meninggalkan Rena di kamar tersebut untuk berganti pakaian karena ia mengurungkan niat nya untuk berangkat bekerja hari ini, lalu ia menghubungi Tyo jika ia tidak bisa ikut dengan Tyo kembali ke lokasi proyek karena ada urusan lain tanpa mengatakan jika Rena tengah sakit karena takut jika nanti Tyo malah khawatir dan menyempatkan untuk menemui Rena. Dimas hanya meminta Tyo untuk lebih fokus terhadap proyek yang ia tangani sekarang tanpa ingin membebani adik nya dengan masalah pribadi.

__ADS_1


Setelah berganti pakaian dan menghubungi Adik nya, Dimas kembali turun untuk makan dan menemani Aulia bermain di kamar bermain yang terletak dekat dengan ruang tv.


" Papi, mami mana? " tanya Aulia yang sibuk menyusun boneka barbie milik nya ke dalan rumah rumahan barbie dengan ukuran jumbo.


" Mami tidur, Auli di sini saja sama papi " sahut Dimas dengan memainkan rubik milik putrinya.


" Auli mau lihat mami" seru Aulia langsung berlari membuka pintu kamar bermain nya.


" Eh Auli engga boleh " seru Dimas mengejar putrinya yang terus berlari hingga tertangkap dan menggendongnya menuju teras rumah agar putrinya bermain di luar saja.


" Main sepeda aja yuk" ajak Dimas melangkahkan kaki ke taman sebelah rumah dengan masih menggendong tubuh gemuk Aulia.

__ADS_1


Dengan berduduk santai di ayunan panjang yang terdapat di taman, Dimas menjaga Aulia dengan sesekali berteriak ketika putrinya mulai mengayuh sepeda sedikit cepat. Ia memang seorang ayah yang sangat posesif semenjak Kiara meninggalkan mereka berdua. Bahkan sebelum kehadiran Rena, Dimas selalu memantau setiap makanan ataupun minuman yang Aulia makan. Tak jarang ia bersikap sedikit berlebihan hanya karena putri kesayangan nya terbentur meja ketika bermain. Semenjak kehadiran Rena, Dimas sedikit merasa tenang karena ada yang bisa selalu mengontrol putrinya ketika ia sedang tak di rumah.


Siang hari setelah puas dengan segala permainan yang tersedia di rumah, Aulia mulai merasa lelah dan ingin tidur saja karena memang sudah jam tidur siang Aulia. Dimas menemani putrinya untuk tidur di kamarnya karena sudah lama Dimas tak tidur dengan Aulia semenjak kedekatannya dengan Rena. Usai mencuci kaki dan tangan mereka, Dimas mengangkat tubuh putrinya ke atas ranjang dan menyusulnya untuk mendekap erat gadis mungil yang selalu membuat lelah dan segala masalah nya terasa hilang begitu Aulia tersenyum dan memeluk Dimas. Mereka mulai memejamkan mata bersama meninggalkan Rena yang terlelap di kamar tidur karena Dimas tak ingin mengganggu Rena agar ia bisa beristirahat dengan puas hari ini.


__ADS_2