
" Auli ganti baju dulu gih sama bi Lastri " pinta Dimas ketika putri nya telah menghabiskan puding nya.
" Bi, tolong bantu Auli ganti baju ya, engga usah di mandiin udah malam " seru Dimas memanggil bi Lastri di dalam dapur.
" Baik pak " jawab bi Lastri langsung menghampiri majikannya.
" Auli sama mami " rengek Aulia yang masih duduk di kursi meja makan.
" Mami masih makan sayang, kamu sama bi Lastri dulu ya habis itu kesini lagi " jelas Dimas menatap lembut wajah putri yang memajukan bibir nya.
" Engga apa mas, biar sama aku aja " sahut Rena menghentikan makan nya hendak mencuci tangan namun di tahan oleh Dimas.
" Habisin dulu " tegas Dimas meminta Rena duduk kembali.
" Iya, yaudah sayang sama bibi dulu ya " pinta Rena pada putrinya.
" Iya mi " jawab Auli lalu tutun dari kursi dengan bantuan Bi Lastri dan pergi meninggalkan Rena dan Dimas di meja makan.
Rena mulai menikmati kembali asinan yang hanya tinggal sedikit dengan Dimas yang masih menyangga kepala nya dengan tangan di atas meja terus menatap istri yang semakin hari semakin bertambah cantik.
" Mau coba lagi dong " goda Dimas tersenyum dengan menggigit tipis bibir bawah nya menatap ke arah Rena.
" Mau? " tanya Rena yang langsung di anggukki oleh Dimas.
Rena mengambil satu buah asinan lalu mengarahkannya ke mulut Dimas dengan tangan nya.
" Aku mau nya dari bibir kamu bukan dari tangan kamu " ucap Dimas manja tak mau menerima suapan Rena.
" Ih genit banget sih kamu mas " seru Rena menggigit buah di tangan nya yang dengan cepat di ambil oleh Dimas sisa buah yang masih menempel di bibir Rena.
__ADS_1
" Lagi.. " seru Dimas menatap wajah Rena yang membulatkan mata nya.
" Mas ih, itu kan jorok habis aku gigit " seru Rena.
" Engga masalah dong, emang dimana jorok nya? " tanya Dimas sambil mengunyah makanan di mulut nya.
" Sayang, aku mandi dulu ya gerah banget. Nanti bakal ada orang dari kantor kesini kamu temui dulu ya " tambah Dimas karena tengah merasa risih dengan tubuh nya.
" Tapi kan mas, aku.." sahut Rena terpotong.
" Kamu harus mulai terbiasa menghadapi mereka, oke? "ucap Dimas agar Rena tak selalu merasa minder menjadi istri seorang pengusaha yang harus siap setiap saat menghadapi para pegawai yang datang ke rumah atau pun jika nanti menghadapi banyak rekan bisnis Dimas ketika mereka bertemu di manapun.
" Oke, tapi mas jangan lama lama ya" sahut Rena pasrah karena memang tak memilik pilihan lain selain mengikuti perkataan suaminya.
" Iya, apa mau nemenin mandi biar bisa cepat? " goda Dimas mengedipkan satu mata ke arah Rena.
" Ya lama, kamu kalau mandi suka godain aku " goda Dimas lagi mengembangkan senyum.
" Kebalik mas, udah sana buruan mandi " sahut Rena.
Dimas tersenyum mendengar jawaban istri yang menatap nya jengah, lalu mencium kening Rena dan bergegas ke kamar untuk mandi meninggalkan Rena yang masih asik menikmati sisa asinan nya.
Usai memakan habis asinan buatan bi Ijah, Rena membawa tempat asinan yang hanya tinggal kuah saja menuju ke dapur sekalian melihat menu makan malam yang rencana nya akan di nikmati bersama dengan karyawan Dimas.
" Bapak sering ajak karyawan makan di rumah ya bi?" tanya Rena pada bi Ijah yang tengah sibuk menyiapkan makan malam.
" Engga pernah bu, baru kali ini saja. Bapak engga suka urusan kerja di bawa ke rumah biasa nya " jelas bi Ijah yang memang baru kali ini Dimas meminta karyawan nya ke rumah untuk membahas masalah persiapan pesta ulang tahun kantor.
" Kok sekarang malah undang makan bi? " tambah Rena yang baru mengetahui jika suami nya juga berencana mengajak makan malam karyawan nya di rumah.
__ADS_1
" Bibi juga engga tahu bu, tadi pagi bapak minta bibi masak agak banyak soalnya mau ada tamu " jelas bi Ijah masih sibuk dengan acara memasak nya.
Pak Adi menghampiri bi Ijah di dapur, yang tanpa ia tahu ternyata Rena juga ada di sana membantu bi Ijah menata makanan ke atas piring.
" Maaf bu, tamu bapak sudah datang " seru Pak Adi dengan sopan pada Rena yang asik menata makanan dan sesekali mengambil nya untuk ia makan dari piring yang berbeda.
" Oh iya Pak, saya ke sana sekarang " sahut Rena yang merasa gugup karena untuk pertama kali nya ia harus menemui karyawan suaminya sebagai seorang Istri tuan rumah.
Sebelum keluar, Rena merapikan ikat rambut yang menjuntai seperti ekor kuda menunjukkan kehalusan rambut terawat nya meski ia tak pernah mengunjungi salon kecantikan untuk merawat khusus rambut yang memang sudah tampak indah dan berkilau dengan warna hitam pekat. Kemudian ia merapikan pakaian dan menuju ke depan dimana karyawan Dimas telah menunggu di teras rumah. Dengan perasaan gugup Rena melangkahkan kaki nya yang ia iringi dengan menarik nafas dalam dan membuangnya pelan untuk membuat diri nya lebih tenang.
Di depan sudah terdapat 5 orang dengan pakaian kerja yang masih sangat rapi.
" Silahkan masuk Pak " seru Rena sopan pada ke lima pria yang masih berdiri di depan teras.
" Iya terima kasih bu " jawab Ke lima nya bersama.
Rena mulai mempersilahkan duduk semua orang ke dalam ruang tamu yang hanya di kenal Rena dua dari ke lima orang tersebut, di antara nya manager divisi Rena magang dan juga karyawan yang baik terhadap Rena yaitu Anton yang tak pernah memalingkan ekspresi tak percaya nya jika Rena memang istri dari pemilik perusahaan seperti yang santer di bicarakan di kantor.
" Sebentar ya, Pak Dimas masih di kamar " seru Rena yang duduk di hadapan ke lima orang tersebut.
" Iya bu, engga apa " sahut pria berkacamata yang merupakan manager divisi Rena magang membuat Rena semakin canggung dengan kesopanan mereka.
" Aneh gini rasanya " gumam Rena dalam hati merasa sangat kikuk karena harus di panggil Ibu oleh orang yang lebih tua dari nya.
Tak lama Dimas yang sudah memakai celana pendek serta kaos santai khas nya di rumah menyusul Rena bersama putri nya yang tengah mengenakan rok terusan berwarna putih kombinasi pink dan rambut yang tergulung ke atas.
" Mami " seru Aulia memeluk Rena yang tengah duduk dengan gugup.
Dimas yang masih berdiri di samping Rena di sambut dengan para karyawan nya yang langsung mengambil posisi berdiri ketika Dimas datang seraya membungkukkan tubuh mereka pelan untuk memberikan hormat mereka pada seorang pemilik perusahaan dan di minta Dimas untuk mereka duduk kembali. Dimas mengamati wajah Rena dengan tersenyum tipis, karena istri kesayangan nya terlihat begitu gugup seakan sedang menghadapi sidang. Ia memang sengaja mengundang karyawan nya agar Rena mulai mempersiapkan diri dan belajar terbiasa dengan status nya sebelum acara pesta yang makin banyak mata orang menuju ke arahnya nanti sebagai pasangan Dimas.
__ADS_1