Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
BAB 79


__ADS_3

Pukul 15.00 Dimas dan Rena yang kembali melakukan aktifitas berhasrat mereka setelah tidur sejenak karena memang Dimas yang msaih menginginkan nya lagi. Terdengar ketukan pintu yang menegejutkan ke dua nya dalam aktifitas mereka. Dimas menghentikan sejenak permainan nya untuk menjawab orang yang ada di balik pintu tanpa melepaskan Rena sedikit pun.


" Ya " teriak Dimas


" Maaf Tuan ada tamu yang menunggu " seru bi Ijah dari balik pintu.


" Iya " sahut Dimas melanjutkan kembali acaranya bersama Rena membiarkan tamu nya menunggu hingga mereka meraih kenikmatan bersama sebelum membersihkan diri mereka dan menemui tamu yang telah menunggu di bawah.


Usai mandi bersama, Dimas dan Rena memutuskan untuk langsung bergegas menuruni anak tangga karena Rena yang tak enak membiarkan orang menunggu mereka terlalu lama.


" Kamu sih mas, nambah nambah aja " seru Rena mencubit tipis perut Dimas.


" Engga nahan kalau lihat kamu " sahut Dimas tersenyum sambil mengusap perut yang di cubit oleh istri nya.


" Sayang, itu " seru Dimas melihat leher Rena ada bekas merah dan menghentikan langkah mereka yang sudah menuruni beberapa anak tangga.


" Apa ?" tanya Rena tak mengetahui ada nya bekas yang di tinggalkan suami nya.


Dimas menuntun Rena untuk kembali ke kamar dan menunjukkan bekas merah di leher di depan kaca lalu meminta istri nya menutupi dengan make up.


" Ih kamu nih selalu aja ninggalin kaya gini mas " gerutu Rena padahal selalu memperingatkan suami nya agar tak meninggalkan bekas apapun pada tubuh nya hingga menimbulkan pertanyaan Aulia.


" Aku mana sadar sih, orang lagi kaya gitu masa sempat lihat sayang " kilah Dimas tersenyum berdiri di belakang Rena yang tengah duduk di depan meja rias menutupi noda merah di leher nya.


" Untung Auli engga ada, kalau ada udah ribut pasti " seru Rena yang selalu merasa bingung setiap kali putri nya melihat ada bekas merah dan bertanya tanpa henti sampai mami nya menjelaskan.


Dimas hanya tersenyum melihat Rena dengan ekspresi wajah nya mencari cari dimana lagi terdapat bekas di tubuh nya yang ternyata lumayan banyak di bagian dada. Rena menatap ke arah suami nya yang masih setia berdiri di belakang ketika ia mendapati banyak tanda merah di bagian dada nya.

__ADS_1


" Gemes sayang " kilah Dimas tersenyum sebelum Rena mengatakan apapun.


Setelah memastikan semua nya tertutup dengan concealer dan sedikit bedak, Rena dan Dimas kembali melangkah ke bawah menuju ruang tamu yang sudah ada orang menunggu mereka begitu lama.


" Papa ?" seru Rena terkejut ketika mendapati seorang pria yang tengah duduk bersandar di sofa dengan kemeja biru melekat.


" Pa, kok engga telfon kan bisa kita jemput " tambah Dimas menghampiri mertua nya dan mencium tangan yang sudah ada Rena lebih dulu memeluk tubuh papa yang sudah bertahun tahun tak pernah ia jumpai.


" Papa dijemput supir kok. Kalian tidur ya ? " ucap papa Rena karena menunggu terlalu lama membuat Rena menatap ke arah Dimas yang duduk di samping mertua nya.


" Iya pa, tadi Rena ajak jalan jalan terus capek jadinya ketiduran " sahut Dimas berkilah.


" Papa kok engga ngabari aku kalau mau datang ? " seru Rena manja duduk di samping Erwin melingkarkan tangan memeluk papa nya dengan rasa rindu.


" Suami kamu yang larang papa bilang kamu " sahut Erwin menatap ke arah Dimas yang tersenyum, karena ingin membuat kejutan untuk istri nya.


Rena yang dari kecil di rawat oleh nenek nya hanya bisa bertemu Erwin satu tahun sekali yang kadang karena kesibukan pekerjaan membuat nya jarang ikut merayakan hari besar bersama Rena. Dari usia 12 tahun, Rena sudah tak memiliki seorang Ibu yang membuat Rena mengerti bagaimana kondisi Aulia dan sangat menyayangi putri tiri nya tersebut.


" Putri kalian kemana kok papa engga lihat ?" tanya Erwin yang belum pernah bertemu dengan Aulia dan hanya mengenal gadis lucu tersebut melalui sambungan telfon dan video call saja.


" Anak aku lagi di rumah om nya pa, nanti kita jemput sama sama ya sekalian Rena mau kenalin papa sama adik nya mas Dimas " seru Rena


" Oh ya sayang, sekalian aja nanti kita makan malam sama papa juga kakek ya, kan mereka belum pernah saling ketemu sebelum nya " tambah Dimas yang membuat Rena semakin gembira.


" Mama kamu engga datang Dim ?" tanya Erwin karena Dimas tak membicarakan untuk mengundang mama nya juga.


" Mama ada pa, tapi lagi repot ketemu sama teman teman nya jadi mungkin nanti aja ketemu sama mama waktu acara pesta " seru Dimas yang sengaja tak ingin mengundang Natalie karena takut mertua nya sedih ketika melihat perlakuan buruk Natalie ke Rena.

__ADS_1


" Pa, aku punya kabar baik lo buat papa " seru Rena yang belum pernah memberitahukan tentang kehamilan nya pada Erwin.


" Apa sayang ?" tanya Erwin penasaran menatap putri nya dengan wajah berbinar.


" Rena sama mas Dimas mau punya anak lagi " ucap rena memegangi perut nya.


Mendengar ucapan rena dengan ekspresi wajah bahagia, Erwin langsung memeluk tubuh putri nya haru dan memberikan ucapan selamat pada Rena dan Dimas.


" Papa bahagia banget, akhir nya setelah lama kalian menikah kamu hamil juga sayang " ucap Erwin mencium kening Rena membuat Dimas juga merasakan kebahagian karena melihat istri nya terlihat begitu gembira dengan kasih sayang papa nya hingga begitu manja layak nya Aulia pada Dimas.


" Sayang, ajak papa istirahat dong pasti papa capek " seru Dimas menatap ke arah Rena.


" Oh iya, aku lupa. Ayo pa aku antar ke kamar sekalian aku buatin camilan kesukaan papa habis ini " ucap Rena beranjak dari duduk dan mengantarkan papa nya ke kamar tamu bersama Dimas yang membawakan koper milik mertua nya.


Usai mengantarkan Erwin, Rena langsung menuju ke arah dapur bersama Dimas yang ingin membantu istri nya memasak martabak asin kesukaan Erwin. Dimas membantu Rena mengambilkan bahan bahan dan Rena tinggal meracik nya saja. Selama Rena meracik bumbu dan mencampur semua bahan, tangan Dimas tak henti nya melingkar pada perut istri yang sudah mengenakan celemek untuk masak.


" Kamu mau bantu apa ngrecokin sih mas " seru Rena geli dengan jenggot tipis Dimas yang sengaja ia letakkan di sebelah pipi Rena sambil memeluk nya dari belakang.


" Bantuin dong, masa ngrecokin sih " jawab dimas tersenyum dan mengusapkan jenggot nya di pipi lembut Rena hingga istri nya merasakan geli dan sedikit sakit karena tusukan dari jenggot suami nya.


" Kenapa engga di cukur aja sih mas, sakit muka aku tiap kamu manja gini " gerutu Rena yang selalu saja terkena jenggot Dimas yang sengaja suami nya usapkan ke wajah Rena setiap kali berada berdua saja.


" Engga ah, kamu kan suka kata kamu sexi kalau ada jenggot nya tipis gini " seru Dimas yang sengaja memelihara jenggot ketika mengetahui jika istri nya menyukai sosok pria dengan brewok tipis di wajah.


" Iya sexi tapi engga di gesek gesek terus mas, sakit yang ada " seru rena masih menyiapkan bahan bahan sebelum mulai menggoreng nya.


" Kamu gemesin sih makanya aku suka kaya giniĀ  sama kamu, apalagi kalau lagi itu malah bikin pengen nambah terus " goda Dimas tersenyum tipis mencium pundak istri nya.

__ADS_1


__ADS_2