Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
Cemburu?


__ADS_3

PLAGIAT? INGAT TUHAN ITU ADA. LEBIH BAIK SUSAH DI DUNIA DARIPADA DI AKHIRAT. NAUDZUBILLAHIMINDZALIK.


Selesai sarapan, Dimas bersama Tyo pergi untuk melihat persiapan acara resepsi Aulia dan Dion di hotel yang masih di kelola Tyo hingga saat ini. Dion hendak ikut, namun tidak di perbolehkan oleh Rena karena masih pengantin baru. Rena meminta Dion untuk tinggal saja di rumah. sedangkan Rena harus pergi ke pengajian rutin bersama Natalie juga Siska.


Hanya anak anak mereka juga Teddy dan Erwin yang berada di rumah. Semuanya sengaja diliburkan dari sekolah karena memang akan sangat sibuk di rumah dan tidak sempat untuk mengantar jemput ke sekolah. Tapi mereka tidak meninggalkan pelajaran walaupun tengah libur, semuanya berkumpul di ruang tengah untuk mengulas pelajaran masing masing bersama sepasang pengantin baru yang mengajari.


"Rendi, telpon dari Sisi nih" seru Erwin yang mengangkat telpon rumah, tetap berdiri dan menyodorkan telpon ke arah Rendi cepat menghampiri.


"Ngapain sih telpon telpon yayang Rendi nya aku? ganjen banget" gerutu Sandra di lirik oleh Aulia dengan tersenyum.


"Cemburu ya?" goda Aulia menunjuk ke arah Sandra tetap tersenyum.


"Iya dong, kan itu yayang nya aku" ucap Sadra melipat tangan di depan dada dan mendengus kesal.


"Halah apaan sih? kak Brian nih udah SMA tapi engga ada yang suka" celoteh Brian melirik Sandra, cepat di dorong lengannya oleh Aulia.


"Bohong banget, tuh siapa yang tiap hari chatingan sama kamu? yang suka kirimin kado siapa? terus yang suka kesini pura pura nanya tugas sekolah siapa?" protes Aulia beruntun.


"Banyak banget Brian yang suka sama kamu" ucap Dion menatap adik iparnya.


"Tapi cewek yang Brian incar tuh engga suka sama Brian kak, di bilang Brian playboy. Padahal kan mereka yang suka dan Brian engga ladeni mereka" jawab Brian seraya mengeluh dengan wajah masam, di tertawakan Aulia.


"Jelas aja engga suka sama kamu, orang dulu pernah di tembak tapi kamu nya nolak. Ya mana mau dia sama kamu lagi. jelas pilih lainnya dong" jawab Aulia selalu menjadi teman curhat adiknya.


"Ya kan kita gak boleh pacaran kak, makanya aku tolak. Eh gak tau nya di malah jadian sama temen Brian, sakit banget rasanya" jawab Brian.

__ADS_1


"Aduh curhat dia" santai Rendi kembali duduk di atas karpet.


"Kenapa Sisi? mau kesini? bawa coklat?" semangat Brian bertanya menatap adiknya.


"Iya nanti sore mau kesini" santai Rendi.


"Cie, di apelin dong" goda Aulia menusuk nusuk pipi adiknya yang selalu dingin dan santai.


"Apaan sih" sntai Rendi melirik kakaknya.


Dion sedikit terkejut melihat tingkah Aulia yang selalu menggoda adiknya. Laki laki berparas tampan tersebut, terus memperhatikan istri di samping nya. Seperti melihat seorang yang lain saat setelah menikah, karena Aulia yang di kenal Dion bukanlah gadis yang suka banyak bicara dan menggoda seperti yang ia lihat saat ini. Aulia terkenal cuek di sekolah, dan tidak begitu banyak bicara. Bahkan untuk membuat Aulia tertawa saja sedikit susah.


Sandra menatap sinis ke arah Rendi yang bahkan tak menatapnya. Begitu duduk kembali, Rendi langsung fokus pada pelajaran. Sandra merasa di acuhkan langsung berusaha menunjukkan kekesalan hatinya, ia pun mulai membuka buku paket kasar untuk mencuri perhatian Rendi. Sandra terus membuka tiap halaman buku, namun matanya melirik ke arah Rendi yang tetap tak perduli.


"San, buku kamu robek loh nanti" ucap Dion mengingatkan Sandra.


"Biarin kak, lagi cemburu dia" santai Dinda di samping Sandra.


Rendi tetap saja diam, ia fokus mengerjakan latihan soal pada buku paket. Sama halnya Brian, Rendi juga banyak yang menyukai di sekolah bahkan di tempatnya les. Hal itu terkadang membuat Sandra uring uringan sendiri ketika melihat Rendi menerima hadiah dari cewek yang menyukainya. Namun setiap coklat ataupun hadiah itu selalu menjadi milik Brian semua, karena Rendi tidak mau menikmati apapun dari seseorang yang tidak disukainya.


Sedangkan Brian, di balik sikap tenangnya menyimpan sebuah perasaan cinta untuk teman sekelasnya. Parasnya memang cantik, dan kulitnya seputih susu, namun yang terpenting adalah dia seorang yang baik dan selalu menolong teman temannya yang membutuhkan. Tapi sekarang Brian hanya bisa terus memendam perasaan cintanya, karena cewek yang di sukainya sudah memiliki pacar. Dulu memang sempat cewek itu menembak Brian dan ditolaknya halus, karena Brian hanya ingin menuruti orangtuanya untuk tidak berpacaran.


Rena selalu menjadi teman curhat bagi anak anaknya dan siap mendengarkan kapanpun. Rena memang selalu meminta anak anaknya untuk terbuka, tanpa menutupi apapun. Ke empat ananya pun sangat nyaman dengan kedekatan bersama maminya, tidak pernah menutupi apapun dari mami cantik mereka. Brian, dan Rendi yang selalu cuek di luar, sangat manja saat bersama maminya. Terkadang Dimas tidak bisa berkutik ketika anak anaknya yang sudah remaja merebut tempatnya untuk dekat dengan istrinya.


"Kakak buatin camilan ya?" ucap Aulia tiba tiba, di acungi jempol ketiga Adiknya.

__ADS_1


Perempuan berhijab dengan rok panjang itu, beranjak dan pergi ke dapur, Dion mengikutinya dari belakang hendak membantu. Dilihatnya Erwin dan Teddi sibuk bersama laptop mereka, dan Aulia berniat membuatkan minuman hangat. Teddi dan Erwin memang selalu bekerja dan terlihat sibuk setiap hari, meski usia mereka tidak terbilang muda.


"Masih sakit gak?" tanya Dion tiba tiba, dengan mendekati Aulia yang sedang menyiapkan dua cangkir membuatkan minum untuk kakeknya.


"Masih, tapi engga kaya tadi" senyum Aulia menoleh pada laki laki di sampingnya.


"Kamu mau minum hangat apa dingin?" tambah kembali Aulia, dijawab gelengan kepala suaminya.


"Aku maunya kamu aja" goda Dion tersenyum.


"Kamu sekarang jadi genit banget sih? dulu aja diam banget jadi orang" celoteh Aulia tersenyum, tetap tidak menghentikan tangannya untuk membuat teh.


Dion melihat ke arah sekitar, begitu di rasa tidak ada yang melihat mereka di dalam dapur, cepat Dion mendaratkan ciuman pada istrinya yang langsung memerah wajahnya. Usai mencium pipi Aulia, laki laki tinggi itu tersenyum menggigit bibir bawah.


"Ada yang lihat loh, sembarangan aja sih kamu" protes Aulia memegang sisi wajah terasa panas.


"Udah sah, lagian juga orang lagi jatuh cinta sih wajar aja" ucal Dion membela diri.


"Kaya papi aja" gumam Aulia tersenyum menggelengkan kepala, tidak di mengerti suaminya.


"Papi kenapa?" tanya Dion penasaran.


"Papi sama kaya kamu suka curi curi kesempatan" santai Aulia sembari menuangkan air panas.


"Ha? masa sih? pengen deh kaya papi sama mami gitu, biarpun udah punya anak banyak tapi tetap mesra" ucap Dion dengan mata seolah membayangkan sesuatu.

__ADS_1


Aulia hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya, Dion tetap saja berandai andai dalam benaknya. Dari awal datang ke rumah mertuanya dulu. Dion memang sudah mengagumi kedua oratua gadis yang diincarkanya. Pasalnya, Dimas tidak pernah segan memanggil sayang walaupun banyak teman Aulia. Bahkan Dimas selalu melingkarkan tangan pada pinggang Rena ketika berjalan, sampai sekarang.


__ADS_2