Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
Kisah Nyata 27


__ADS_3

STOP PLAGIAT, HARGAI KERJA KERAS SAYA JUGA KELUARGA SAYA SELAKU PEMILIK KISAH.


Bi Lastri mengantarkan teh hangat untuk Dimas, karena setiap makan memang Dimas mewajibkan teh hangat dan air putih untuk nya. Ketika bi Lastri meletakkan secangkir teh untuk Dimas, Aulia pun memanggil bi Lastri dan mulai bertanya pada pengasuhnya itu.


"Bi Lastri, memang kalau papi sama mami tidur bersama bisa cepat punyak adik? Kata papi tadi begitu." tanya Aulia dengan polosnya yang membuat bi Lastri bengong tak tahu harus menjawab apa. Seketika Rena tersedak ketika mendengar pertanyaan putri polosnya itu. Dengan cepat Dimas menyuapi minum ke Rena serta mengelus punggungnya agar baikan.


"Pelan pelan dong Ren." seru Dimas khawatir.


"Bibi ke dapur dulu ya Non, bibi mau bantu bi Ijah." pamit bi Lastri karena tak tahu harus menjawab apa pada majikan kecilnya.


"Auli habiskan makannya, kalau makan engga boleh ngomong!" tegas Dimas agar Aulia tidak berbicara lagi.


Rena masih tidak percaya jika putrinya menganggap ucapan Dimas serius. Mereka pun melanjutkan makan malam bersama dengan hening. Seusai makan, Dimas masuk ke ruang kerja untuk melanjutkan sisa pekerjaan yang ia miliki, sedangkan Rena membantu Aulia untuk belajar di kamar.


Malam semakin larut, Rena pun menghentikan belajarnya dengan Aulia lalu mengganti baju putrinya dengan baju tidur. Dengan sabar dan kasih sayang, Rena membawa Aulia untuk cuci kaki dan tangan serta menggosok gigi. Setelah selesai Rena pun bertanya pada Aulia, ingin tidur dimana. Namun Auli yang sangat menginginkan punya adik dan mengingat ucapan papinya tadi, memilih untuk tidur di kamarnya bersama Rena yang menemani sampai ia terlelap. Dan tanpa terasa Rena juga ikut terlelap bersama putrinya.


Pukul sepuluh malam, Dimas baru selesai dengan pekerjaannya mulai melangkahkan kaki ke atas menuju kamar. Namun tak didapati Rena di sana. Ia pun pergi ke kamar Aulia yang berada di sisi kamarnya dan melihat istrinya terlelap di sana. Perlahan Dimas mengangkat tubuh Rena berpindah ke kamar mereka, setelah memindahkan istrinya Dimas pun kembali ke bawah memanggil bi Lastri yang tengah mengunci pintu utama, agar menemani Aulia di kamar. Usai meminta bi Lastri menemani putrinya, Dimas kembali ke kamar membersihkan diri sebelum ia tidur.


Puas dengan acara mandi, lelaki sudah sangat segar itu merebahkan tubuhnya dan mengecup kening Rena seraya menatapnya lekat. Tangan Dimas mengusap lembut perut istrinya yang tengah terlelap.


"Sayang, kamu cepat ada di sini ya. Mami, papi sama kakak kamu pasti sabar nunggu kamu," seru Dimas sambil terus mengusap perut Rena dan membuat Rena terbangun. Ia pun mendengar ucapan Dimas yang sangat menginginkan anak darinya.


"Semoga ya mas." ucap Rena pelan namun mengejutkan Dimas.

__ADS_1


"Kamu kaget ya? Maaf sayang. Sekarang kamu tidur lagi ya." ucap Dimas bersalah.


Rena mengangguk dan mendekatkan diri ke suaminya, lalu menenggelamkan wajah di dada bidang Dimas untuk mencoba terlelap kembali bersama. Mendengar ucapan tulus Dimas yang sangat menginginkan anak, hati Rena pun merasa tidak enak dan mulai berfikir kenapa ia belum juga hamil. Tanpa terasa mereka pun terlelap bersama dengan saling memeluk hingga pagi.


***


Pagi hari Dimas lebih dulu bangun, namun Rena masih terbuai dalam mimpi di pelukan Dimas.


"Pagi sayang," seru Dimas pelan dengan senyum di wajahnya, menatap hangat ke arah Rena yang belum juga membuka mata.


Ia pun mencium lembut kening serta bibir Rena, hingga Rena mulai tersadar dari mimpi indah dan merubah posisi terlentang untuk menarik otot otot tubuhnya. Tanpa membuka mata yang terlihat sangat menggoda menurut Dimas melihat Rena meregangkan tubuhnya seperti itu. Kedua tangan yang Rena naikkan ke atas dengan kaki yang ia tarik ke bawah hingga selimut yang menyelimuti tubuh turun sampai perut, adalah pemandangan pagi yang seksi untuk Dimas. Ditambah lagi Rena yang selalu tidur dengan mengenakan daster harian yang simpel selalu tersingkap ketika ia bangun selalu membuat Dimas merasakan gairah pagi yang lebih kuat terhadap Rena.


Saat tengah asik meregangkan otot otot nya, Rena terkejut dengan Dimas yang langsung mencubit pelan hidung mancungnya. Rena langsung membuka mata dan menurunkan kedua tangannya cepat, lalu menoleh ke arah suaminya.


"Kamu udah bangun mas?" tanya Rena terkejut yang membuat Dimas tersenyum.


"Maaf mas, aku telat telat bangun, lupa pasang alarm semalam." ucap Rena lalu mencium singkat bibir suaminya atas permintaan Dimas, yang setiap bangun tidur Rena harus selalu memberikan Dimas morning kiss. Dimas langsung memeluk tubuh Rena dengan tangan kanannya yang mulai menyibak lebih ke atas rok daster yang memang sudah memperlihatkan paha putih mulus nan ramping Rena.


Rena mulai memahami hasrat suaminya setiap pagi, sudah tidak kaget dan mengerti apa yang Dimas inginkan sekarang. Ia pun hanya menuruti keinginan suami tercintanya itu, dan perlahan Dimas merubah posisi di atas Rena dan menghilangkan jarak mereka berdua. Dimas terus melancarkan kegiatan paginya dengan jari jemari yang mulai menari lembut di atas mulusnya tubuh yang kini hanya tertutup daster di bagian dada atas. Pagi hari panas yang Dimas ciptakan membuat Rena mulai mencengkram kuat punggung suami yang selalu tidur tanpa mengenakan kaos itu.


"Mami....." terdengar teriakan Aulia yang langsung masuk kedalam kamar Dimas dan Rena, membuat Dimas menghentikan aksi nya lalu menghempaskan tubuh di atas tubuh Rena dengan kepala menyusup di bantal yang berada di bawah kepala istrinya.


"Auli...." geram Dimas frustasi karena kedatang Aulia yang mengejutkan mereka.

__ADS_1


Aulia yang berlari ke arah Ranjang, memaksa Rena harus mengalihkan tubuh Dimas diatasnya dengan cepat. Masih terkejut terus berusaha menurunkan rok daster, meski bagian tubuh mereka tertutup oleh selimut. Tapi karena rok daster Rena yang sudah tersingkap sampai atas membuatnya semakin gugup.


"Ada apa sayang?" tanya Rena ke Aulia yang sudah berada di antara Rena dan Dimas dengan wajah frustasinya.


"Mami ayo mandi," rengek Aulia dengan menarik tangan Rena yang sudah mengubah posisi duduk. Rena merasa tak enak pada Dimas, menatap ke arah suaminya yang tengah memasang wajah frustasi.


"Iya ayo sayang sebentar mami ikat rambut dulu ya," seru Rena, mengambil ikat rambut di meja kecil sebelah ranjang lalu menggulung rambutnya tinggi.


Melihat Rena yang akan beranjak dari tempat tidur, Dimas pun menarik tangan Rena agar ia tak meninggalkannya sendiri di kamar dan ikut dengan Aulia, membuat Rena semakin merasa tidak enak.


"Papi lepasin mami," rengek Aulia dengan berusaha melepaskan tangan Dimas dari tangan Rena.


"Auli ngapain sih pagi pagi kesini?" tanya Dimas sedikit jengkel


"Auli mau mandi sama mami." ucap Aulia manja dan langsung naik ke pangkuan Rena.


"Kan bisa sama bi Lastri?" tanya kembali Dimas.


"Engga mau, Auli maunya sama mami," rengek Aulia mulai memeluk tubuh Rena.


"Manja!" gerutu Dimas kesal.


"Mami ayo." pinta Aulia agar Rena cepat menggendong nya.

__ADS_1


Rena hanya bisa menuruti permintaan Aulia dengan menatap sendu ke arah Dimas.


"Sebentar ya mas." ucap Rena pelan, tidak direspon oleh Dimas yang dengan kesal memalingkan tubuh dari Rena. Dengan berat hati Rena pun keluar menggendong Aulia menuju kamar, meninggalkan Dimas tetap dengan kekesalan juga frustasinya.


__ADS_2