
" Cukup " seru Rena yang berhasil melepaskan diri nya dari cengkraman Dimas. " Saya rasa kurang pantas jika pebisnis hebat seperti Anda melakukan hal semacam ini di depan umum, apalagi dengan wanita biasa seperti saya " tambah Rena dengan bahasa formal tak seperti biasanya membuat Dimas semakin terkejut tak percaya.
" Aku bisa jelaskan semua nya " ucap Dimas menatap dalam wajah Rena yang memalingkan wajah dari nya.
" Maaf saya merasa tidak pantas berbicara dengan orang hebat seperti Anda, lagipula jika ada paparazi di sini itu akan sangat merugikan Anda. Permisi " ucap Rena " Dan tolong jangan kejar Saya karena saya tidak ingin berlari dan melukai anak saya " jelas Rena yang memutuskan untuk kembali lebih dulu meninggalkan lain nya yang masih berada di mall.
Rena mengambil ponsel milik nya lalu menekan nomor Andin meminta tolong agar Andin membiarkannya menginap satu malam di kos dengan alasan sangat merindukan masa masa bersama 2 sahabat nya. Andin mengiyakan dengan senang permintaan Rena karena memang ia juga ingin banyak bicara dengan Rena seperti dulu. Andin dan Sonya yang sudah selesai dengan makan nya memutuskan untuk menyusul Rena yang sudah lebih dulu ke kos menggunakan jasa taxi online.
Sementara Dimas yang masih berdiri di tempatnya mengurut kening nya dalam dengan wajah terlihat frustasi dan khawatir mengingat Rena harus mengetahui semua nya ketika ia sedang hamil muda. Dimas memutuskan kembali menemui Aulia dan om tante nya dengan lesu.
" Mana mba Rena mas ?" tanya Tyo begitu Dimas mulai duduk di samping Aulia.
__ADS_1
" Nunggu di tempat es krim mungkin dek " jawab Dimas yang memang tak mengetahui jika Rena kembali lebih dulu.
" Ya udah kita susul mba Rena aja mas, kasihan kalau harus nunggu lama " ajak Tyo karena ingin memastikan jika Rena benar benar disana.
" Iya " singkat Dimas lesu dan memanggil pelayan untuk membayar tagihannya.
Mereka pun bergegas menuju restoran es krim dengan Tyo dan Dimas berharap jika memang Rena menunggu mereka di sana. Sampai nya di resto tersebut mata mereka mulai mencari cari di setiap sudut ruang yang penuh dengan gambar es krin di tiap tembok nya. Betapa terkejutnya Dimas dan Tyo karena tak mendapati sosok Rena di sana.
" Mami mana Pi " tanya Aulia yang juga tak melihat Mami nya di sana.
" Sebentar ya sayang, Auli pesan es krim dulu sama tante ya " jelas Tyo dengan memberikan isyarat pada Siska agar mengajak Aulia pergi memesan es krim sementara ia masih menemani Dimas yang terus mencoba menghubungi Rena.
__ADS_1
" Mas coba pulang aja siapa tahu mba Rena sudah pulang lebih dulu " usu Tyo memegang pundak Dimas.
" Kamu bener Dek " seru Dimas langsung melangkah pergi menuju parkiran mall dengan cepat. Tak lupa Dimas menghubungi Pak Adi terlebih dahulu untuk menjemput Aulia dan om tante nya di mall , lalu menghubungi Tyo jika pak Adi akan menunggu mereka di tempat parkir dan meminta Tyo menghubungi pak Adi jika sudah selesai agar tahu dimana posisi pak Adi.
Dengan cemas, Dimas melajukan mobil nya cepat membelah jalanan yang padat. Dengan sesekali membunyikan klakson nya Dimas yang senakin merasa tak tenang terus menginjak pedal gas menuju rumah nya.
Sampai nya di rumah Dimas memarkirkan mobil nya di depan teras rumah lalu bergegas turun dan berlari ke dalam rumah memanggil nama Rena lalu berlari menuju ke kamar yang tak ada Istrinya di sana. Ia memutuskan untuk turun kembali dan mencari rena hingga taman rumah. Bi Ijah yang mengetahui majikannya tengah berteriak memanggil nama istri nya lalu menghampiri Dimas.
" Ibu belum pulang pak, kan tadi pergi sama Bapak " seru bi Ijah yang seketika detak jantung dimas berhenti saking terkejut nya.
Dimas meninggalkan bi Ijah dan menaiki kembali mobil nya mencari Rena di taman kompleks karena memang Rena sering datang kesana bersama Aulia, ketika tak mendapati Rena di sana ia kembali melajukan kendaraan nya mencari di semua tempat yang mungkin di kunjungi oleh Rena namun tak juga menemukan istri nya.. Langit yang semakin gelap dengan jam tangan Dimas menunjukkan pukul setengah 9 malam membuat Dimas memutuskan untuk menelfon ke rumah nya karena mungkin saja Rena sudah kembali pulang. Bi Ijah yang menjawab telfon Dimas menjelaskan jika Rena tidak ikut pulang bersama Tyo, Siska dsn Aulia semakin membuat Dimas khawatir.
__ADS_1
" Kemana kamu Rena" ucap Dimas frustasi di balik kemudi dan mulai menyandarkan diri nya disana sambil memijat kening nya berusaha un tuk berpikir diamana kemungkinan Rena bnerada. Seketika ia teringat tentang teman kos Rena yang tadi mereka jumpai di mall dan dengan kecepatan penuh ia menyusuri jalanan malam menuju tempat kos tersebut karena ia yakin memang Rena akan berada di sana.